Sabtu, 07 Januari 2017

MASUK PADA JIWA AGAR TAK TERTIPU NAFSU


MASUK PADA JIWA AGAR TAK TERTIPU NAFSU

Rasa itu, tidak pernah bohong.. yang bohong itu lidah.
pikiran itu tidak pernah bohong.. yang bohong itu Nafsu.
Rasa dan pikiran itu dari jiwa, jadi bersihkan jiwa, pasti tak kan bohong dan di kuasai Nafsu.

ketika kita melihat warna merah, pasti pikiran berkata," itulah warna merah" tak mungkin pikiran berkata biru atau hijau.
ketika kita melihat gelap dan terang, pasti pikiran berkata, " ini gelap tak ada cahaya, ini terang karna cahaya." pikiran tak pernah bohong.

yang membuat bohong itu ialah pikiran atau hati yang di bisiki Nafsu. Sudah jelas-jelas si Nafsu memanipulasi kebenaran. tetapi mengapa kita tertipu juga? karna kita belum memahami jiwa, belum mengenal diri. wajar saja hitam dan putih itu jadi bercampur aduk, ya jadi abu-abu. sulit membedakan, apakah ini putih, ataukah ini hitam?

Bayak orang yang mengikuti kata hati, pikiran nya sendiri. tetapi pikiran yang kotor, hati yang tak lagi bersih. karna telah di campuri nafsu dan ego diri.

padahal syetan itu selalu membisiki hati. lalu kata hati itu di ikuti, ya celaka lah diri. kata syetan koq di ikuti!

belajar lah mengenal diri, masuk pada jiwa, diri yang sejati. apa yang lihat, di dengar, di rasa.. ia tak pernah bohong. apabila telah mengenal jiwa, pasti lah mengenal Allah. dan ilham-ilham Allah itu di ilhamkan pada jiwa. sehingga jiwa murni, tak tertipu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar