Tampilkan postingan dengan label BERSERAH DIRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERSERAH DIRI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2018

BERSERAH DIRI YANG SESUNGGUHNYA



BERSERAH DIRI YANG SESUNGGUHNYA

Assalaamualaikum....
Bang andi...kemaren nyarankan saya lihat Allah jangan melihat mahluk... kemudian supaya kita berserah yg sesungguhnya kpd Allah...

Nah..ketika kita dlm kesulitan ini...kemudian kita punya keinginan dlm pikiran..lalu baik nya apa kita mohon kepada Allah dengan berdoa atau kita tetap berserah saja tanpa kita berdoa sekalipun ?
Gimana menurut bang andi ?

Waalaikumsalam wr wb..

Rumus nya begini pak,
Pertama,
Masalah itu di terima dahulu dengan keridhoaan hati..

Kedua,
Berdoa lah kepada Allah.. mohon pertolongan.

Ketiga,
Setelah berdoa pasti ada perintah/petunjuk untuk menyelesaikan masalah tersebut. ya ikuti saja..
pasti ada perintah, bergerak lah..!

jadi tiga point di atas itu ialah berserah diri yang sesungguhnya. Berserah diri itu Aktif pak, bukan pasif diam saja tak melakukan apa-apa!

Semoga apa yang saya uraikan ini dapat di mengerti.. Aamiin..

uraian berserah diri ini adalah berserah tingkatan pertama.. ini khusus yang masih di wilayah sebab-akibat (Asbab)..
Perintah nya pasti di suruh bergerak. ibarat burung yang keluar sangkar dengan perut lapar dan pulang dengan perut kenyang.

Dan di tingkatan kedua, ini sudah wilayah yakin (Tajrid). Dia akan diam saja seperti cicak, justru dengan berdiam ia kan dapat rezeki nya. sudah malu meminta dan berdoa kepada Allah.. karna keridhoaan nya sudah tingkat tinggi. tetapi apa pun yang terlintas dan di inginkan nya pasti di penuhi Allah.

jadi, jangan salah kaprah.. pahami lah dimana tingkatan kita saat ini. jangan terbalik-balik. jika di suruh bergerak, ya jangan berdiam! begitu pula sebalik nya.. jika di suruh berdiam.. ya jangan bergerak!

jadi pahamilah.. dimana posisi kita saat ini.. jadi burung, apa jadi cicak..?

Senin, 26 Februari 2018

DIAM LAH.. TUNGGU SAJA..

DIAM LAH.. TUNGGU SAJA..

Ketika pikiran buntu.. ide mati. Kita seolah bingung tak tahu lagi harus berbuat apa. Diam lah sejenak..

Berhenti lah berusaha dengan kemampuan diri. Leburkan segala keakuan.

Akui lah ketidak berdayaan kita kepada Allah..

" Aku capek ya Allah, Aku lelah.. pada Mu lah Aku bersearah.."

Diam saja, tetap tenang.. tunggu lah petunjuk Nya..
Biarkan selesai dengan cara Allah.. jangan dengan cara kita.

Di situ adalah saat nya Allah hendak menolong. Oleh karna itu, minta lah pertolongan Nya. Jangan salah melangkah pada yang selain Allah. Hanya Allah lah tempat mengadu..

Jika sudah mengadu.. jangan ikut campur lagi dengan urusan Nya.. diam lah saja.. tunggu saja..

Berikan sedikit waktu..
Yakin lah pada pertolongan Allah..
Tunggu saja.. 🙏

Minggu, 14 Januari 2018

PELAJARAN BERSERAH DIRI

PELAJARAN BERSERAH DIRI

Alhamdulillah Bulan september 2018 usia saya genap 41 th. Dulu saya merantau ke surabaya, dan bekerja di perusahaan selama 15 th. Karena perusahaan terancam gulung tikar, akhirnya banyak karyawan yang dirumahkan termasuk saya yang dirumahkan.

Keluar dari perusahaan, saya mencoba usaha mandiri. Belum 5 th berjalan usaha sayapun tidak dapat hasil tp saya malah terlilit hutang, karena gulung tikar. Akhirnya saya jadi pengangguran. Mau melamar kerja ke perusahaan usia sudah diatas 40 th, mau kerja yang berat2 badan saya gak kuat, mau usaha sendiri tidak ada modal awal/kosong sama sekali.

Padahal saya punya isteri, 2 orang anak, dan 2 orang tua yang sudah berusia lanjut. Dan saya harus bayar hutang. Padahal posisi saya sampai saat ini, pengangguran yang punya tanggung jawab kepada keluarga.

Alhamdulillah isteri saya mengerti keadaan saya. Ditengah keresahan hati saya saat itu Alhamdulillah saya ketemu dzikir nafas. Saya ikuti tiap hari tulisan Bang Andy. Sedikit demi sedikit saya belajar berserah diri kepada ALLAH.

Alhamdulillah,walaupun saya pengangguran, saya sekeluarga bisa makan 3x tiap hari. Walaupun saya masih belum bisa membayar hutang, tapi Alhamdulillah orang yang memberi pinjaman tidak pernah menanyakan kapan uangnya dikembalikan.

Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya dijadikan ALLAH pengangguran tapi diberi tanggung yang berat. Akhirnya ya cuma belajar berserah diri kepada Allah dan belajar meyakini ALLAH pasti memberi pertolongan. Aamiin. Gimana lagi saya tisak punya usaha sama sekali yang bisa menghasilkan uang. Ya cuma berserah diri itu yang bisa kulakukan. Maaf Bang Andy terlalau panjang. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Jawab,
Alhamdulillah.. pengalaman hidup itu adalah guru yang berharga pak. Allah sedang mendidik bapak melalui kejadian dalam hidup ini. semoga segala rintangan dan cobaan dalam hidup membuat kita kuat dan hanya berserah kepada Allah. jangan melihat masalah nya, tetapi lihat lah segala hikmah di sebalik itu. pasti ada pak, baca lah..!

setelah menerima keadaan yang di berikan Allah, bapak harus meminta petunjuk Allah.. bagaimana kah cara meraih rezeki Allah..? nanti pasti di berikan amanah atau perintah oleh Allah. ketika perintah-perintah Nya kita jalankan.. pasti segala masalah hidup kita akan teratasi.

jangan hanya diam menerima. setelah menerima pasti ada perintah. lakukan saja perintah Allah itu.. pasti kita kan terjamin..

Sabtu, 09 Desember 2017

JANGAN CARI ILMU

JANGAN CARI ILMU

Sekedar berbagi..

Menurut saya, yang harus di miliki oleh para pencari Tuhan.. bukan lah ilmu. tetapi adalah Niat ingin kembali.. yaitu berserah diri.

Makna berserah diri itu sangat luas, yaitu tulus karna Allah.. harus lurus..!
ini berdasarkan pengalaman saya, saya hanya ingin dekat. hanya itu saja.. tiada ingin ini-itu. apalagi ilmu.. saya pun benar-benar tiada ilmu.

Ketika hati kita benar-benar lurus berserah kepada Allah. di situ baru lah Allah sambut..!
Awal nya tak punya guru.. di beri guru..
Awal nya tak punya ilmu.. di beri ilmu..
semakin lama hidup semakin tertuntun mendekat, dan terus mendekat..

yang penting hati kita lurus, pasti Allah tunjukkan jalan Nya..
pelan-pelan kita kan mengenal Allah lebih dekat.

Jika ilmu yang menjadi patokan untuk menuju Allah.. banyak orang yang berilmu, tetapi bukan makin dekat.. banyak yang makin jauh. karna ia telah terhijab oleh ilmu nya sendiri. Jika patokan kita karna ilmu, pasti nanti yang di cari nya adalah guru. guru nya dapat.. Allah nya tidak ketemu-ketemu.

Kalau saya tak pernah mencari ilmu.. apalagi guru. tetapi justru ketika niat lurus.. Allah lah yang memberikan saya guru. setelah dapat guru, saya tak terhijab oleh guru.. karna yang saya cari itu adalah Allah. dan dalam perjalanan itulah ilmu kan datang sendiri..

jadi, rubah lah niat kita.. jangan terbalik-balik..!

Sabtu, 25 November 2017

GAGAL

GAGAL

Ketika kita telah berusaha dan berusaha sekuat tenaga. Tetapi selalu gagal dan gagal lagi. Bagaimana kah sikap kita?

Mungkin sebahagian orang akan marah, kesal, frustasi, bahkan putus asa.

"Mengapa Allah tak mendukung ku..?"
"Mengapa Allah tak berpihak pada ku..?"
"Mengapa aku selalu gagal dan gagal..?"

Banyak yang menyalahkan diri sendiri, bahkan menyalahkan Allah. bersabarlah kawan..!

Jangan menganggap kegagalan itu suatu yang sia-sia. Tetapi di situ ada pelajaran Allah. Ketika kita benar-benar tak berdaya, di situlah baru kita pahami arti berserah diri yang sesungguhnya.

Aku lemah..
Aku tak berdaya..
Aku tak bisa apa-apa lagi..
Aku bingung..
Hanya pertolongan MU yang ku harapkan ya Allah. Tiada yang dapat menolong ku saat ini, melainkan hanya Engkau ya Allah..!

Sebenarnya melalui kegagalan itu lah Allah mendidik diri ini. Sebenar nya ada dua pelajaran..

Yang pertama, kita memahami arti berserah yang sesungguhnya. Dan yang kedua, di gagal kan Allah itu berarti kita di suruh berpindah arah. Karna bukan itu yang terbaik bagi diri ini.

Seperti kisah kaum muslimin dan rasulullah yang di perangi oleh kaum kafir. Di perangi itu kan menyakitkan, tidak nyaman. Dan perintah nya ialah Hijrah. Begitu pula kita, gagal, gagal, dan gagal.. berarti juga di suruh hijrah. Jangan bertahan dengan keegoan diri, itu namanya bunuh diri.

Perintah Allah itu memang halus. Terkadang di berikan nya kita rasa tak nyaman agar berpindah ke tempat dan suasana yang lain.

Jadi ya diam saja. Lebur kan lah keakuan diri. Hilang kan keegoan. Selagi masih berdaya upaya, masih ada ingin ku.. selamanya lah kita kan merasa gagal.

Baca lah perintah nya. Berserah diri saja.. ikuti saja dengan kepasrahan total. Maka di situ tiada lagi kata gagal. Karna ingin ku telah bersatu dengan ingin Nya..

Rabu, 15 November 2017

KEUTAMAAN SABAR

KEUTAMAAN SABAR

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153)

mengapa Allah beserta orang yang sabar? karna orang sabar itu tidak ber ego ( Tenang ). dan tentu pula, ketika tiada ego rasa berserah diri itu lebih kuat. jika sudah berserah, ya jadi urusan Allah. jika sudah urusan Allah.. ya Allah tinggal bilang "KUN" saja.. ya terjadilah atas kuasa Allah. apa yang tidak mungkin?

jadi, ini pembelajaran untuk kita semua. apa pun masalah kita awali dengan sabar.. tetap tenang.. lalu berserah lah.. pasti Allah berikan pertolongan dengan Kuasa Nya.

jangan terbalik. sudah berserah.. tetapi tidak sabar.. wah kacau itu..! 🙏✌😁

Rabu, 25 Oktober 2017

Jalan Pulang

JALAN PULANG

"Assalamualaikum w.w. Bang Andy mau tanya kenapa ya ketika berDN kepala semakin tengadah keatas dan seolah mulut terbuka tapi diam kaya patung?"

Jawab,
Waalaikumsalam wr wb..

Itu arah nya keluar nyawa/jiwa..
Ketika kita berserah.. pasti ada daya yang mendorong ke atas.

Makanya, kenapa orang yang meninggal dunia selalu mata nya ke atas? Itu karna mata nya mengikuti arah keluar jiwa..

Begitu pula mulut yang terbuka.. daya ke atas itu lah yg membuat terbuka. Daya nya halus.. tapi pasti..

Menurut saya.. bagi yang paham daya ini.. berarti ia sudah hafal jalan pulang..

Apabila nanti sakratul maut menjemput.. ikuti saja daya nya dengan berserah.. mudah lah kita meninggalkan jasad ini..🙏

Jumat, 13 Oktober 2017

KU SERAHKAN

KU SERAHKAN

Ku serah kan ketidak berdayaan diri ku.. pada yang maha kuasa..
Ku serahkan ketidaktahuan diri ku.. pada yang maha berilmu..
Ku serahkan ke tidak bisaan diri ku.. pada yang maha berkehendak..
Ku serahkan kekerdilan diri ku.. pada yang maha Akbar..

Jika semua sudah ku serahkan.. Biar lah menjadi urusan NYA..
ngapai lagi ku pikir-pikir bagaimana cara nya?

Biar lah dengan Cara NYA..
yang penting diri.. yakin saja..!

Sabtu, 30 September 2017

LAUTAN MAKRIFAT

LAUTAN MAKRIFAT 

Ini photo lima tahun silam..

Riak gelombang lautan dunia, sudah biasa ku arungi. Ketika teman-teman yang lain mabuk karna deras nya gelombang, aku masih kuat bertahan. masih bisa makan dan tidur nyenyak. dan ombak itu bukan lah musuh ku, tetapi sahabat perjuangan ku.

Setelah ku berlayar ke lautan makrifat, aku sungguh kaget dan tak berdaya.. ternyata gelombang nya lebih besar dan mengguncang jiwa. Hilang kemampuan ku, hilang segala daya dan upaya ku.

Di banting, di guling.. ku belum bangkit berdiri, sudah di banting lagi. Muntah lah semua nya, lebur lah segala daya.. memang diri ku tak bisa apa-apa.

Jika di lautan dunia ku masih bisa berenang semampu ku..
Sedangkan di lautan makrifat, ku benar-benar tenggelam tak bisa apa-apa..

Tetapi semakin lama aku semakin mengerti, tiada guna jika berenang menyelamatkan diri.. seberapa lah kemampuan ku..?

Aku hanya bisa pasrah menyatu dengan gelombang lautan dan hentakan nya lautan ini. Tinggal ku ikuti saja irama nya.. maka ku kan mengambang ke permukaan. Akhirnya aku pun bisa bernafas lega.

Terserah mu lah ya Allah.. bisa apa diri ku ini, gerak alam ini juga atas kehendak MU..

Ku ikuti saja mau mu ya Allah.. 
Tiada guna ku berenang berusaha..
Tiada guna ku berteriak meminta tolong..
Siapa lah yang dapat menolong ku?
Jika kau menghendaki ku karam di lautan ini.. aku pun terima ya Allah..

Bisa apa lah diri ini..

Rabu, 27 September 2017

BEDA ORANG, BEDA STYLE

BEDA ORANG, BEDA STYLE

Sangat banyak orang hanya yang menilai karna sampul dan kulit nya saja. Apa yang tampak itulah yang di nilai nya. Kita harus berhati-hati berprasangka. Karna wilayah hati tak dapat di lihat oleh mata, kecuali dengan hati pula.

Apakah orang yang sadar Allah itu tidak bisa marah? Jangan salah.. orang-orang yang Sadar Allah itu bisa menjadi pribadi yang berbeda. Ketika keakuan diri nya lebur, maka yang wujud adalah keakuan Allah.

Terkadang ia bisa sabar luar biasa, terkadang juga ia bisa marah sehingga menggetarkan jiwa. Itu karna diri nya telah fana.. zero. Hingga yang muncul hanyalah keakuan Allah.

Cuma bagi orang yang tidak memahami pasti lah terjebak pada prasangka dan prasangka.. sehingga cepat menilai, "nih orang koq marah-marah terus sih? Kelihatan nya angkuh, sombong, dan kasar."

Lantas kita pun membanding-bandingkan, orang yang kenal Allah itu lembut, tidak kasar. Orang yang telah makrifat itu.. bijaksana, tidak ego. Dan macam-macam komentar lain nya.

Berhati-hati lah wahai saudara ku, janganlah terlalu cepat kita berprasangka jika belum bisa melihat dan membedakan mana yang ego, dan mana yang zero.

Seharusnya kita amati dan selidiki dahulu, apa penyebab diri nya marah? Apakah sesuai dengan firman Allah?

Mari kita pelajari ayat berikut,
"Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut pembawaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya." [Al-isra’:84]

jadi, jangan lah kita bandingkan dan samakan dengan orang lain. Karna setiap orang itu beda style nya. Terkadang banyak orang yang membandingkan dengan Rasulullah, "Rasulullah itu lembut.. ini koq kasar?" Bagaimana dengan Umar, sahabat nabi.. apakah ia tidak keras dan kasar? Yang penting keras nya itu sesuai tempat nya.

Rasulullah bersikap lembut.. itu juga bukan karna mampu nya, tetapi karna di rahmati Allah.

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159).

Jadi, Allah lah yang lebih tahu siapa paling benar jalan nya. Dan pembawaan diri setiap orang itu sudah di bentuk Allah. Jangan lah kita terlalu cepat berprasangka..

Tanpa sadar, kita sering menghakimi.. tanpa memiliki pengetahuan..

Minggu, 24 September 2017

KUNCI ZERO

Ada seorang sahabat yang curhat kepada saya,
"Saya mengenal Dzikir Nafas yang bang Andy sampaikan ini sudah lama. sebelum saya melihat youtube dan FB bang Andy lewat seseorang yang disebut guru. dan kami terapkan lewat semedi, namun setelah saya mendengar dan melihat apa yang bang Andy sampaikan alhamdulillah saya sedikit mengerti dan apa yg abang terangkan lebih gamblang sehingga lebih cepat untuk saya mengerti. namun ego saya selalu mengganggu upaya saya untuk menuju zero, terutama kebutuhan keluarga termasuk hutang yang melilit, semakin saya ingin lepas dan berupaya melunasi hutang-hutang semakin deras kebutuhan yang memaksa saya untuk berhutang kembali, setiap kali saya mencapai posisi zero dalam berdzikir masalah hutang ini selalu mengganggu dan kembuyarkan semua,
Disini saya minta pencerahan dari bang Andy kira-kira apa, dan bagaimana cara saya yang benar dalam ber dzikir nafas..?"

Jawab,
Haruslah kita pahami lebih dahulu, apa sih makna Zero itu?
Zero itu bermakna sangat luas, yaitu.. nol ego, kosong, lebur keakuan, tak berdaya, tak mampu dll..

dan untuk mencapai  kezeroan pasti ada suatu gemblengan dari Allah yang maha berkehendak akan sesuatu. tidak gampang orang berkata zero tanpa ia mengalami suatu ujian yang berat. bagaimana bentuk ujian itu? ya macam-macam.. bentuk dan jalan nya. ada yang di uji dengan penyakit, kekurangan harta, kelaparan, hinaan bahkan di injak-injak harga diri ini. dll..

KUNCI ZERO

apakah sebegitu berat nya untuk mencapai kezeroan?
ya, memang harus begitu. bagaimana mungkin kita kan memahami berserah diri yang sesungguhnya jika masih mampu? bagaimana mungkin kita bisa bergantung sesungguhnya jika masih berharap kepada mahluk? jadi, memang lah di buat Allah tak berdaya sama sekali. di situlah keegoan akan terkikis pelan-pelan.

apa sih yang sedang kita hadapi saat ini, misal nya hutang-piutang. seharusnya jangan mengeluh.. jangan berlari dan menolak hutang. di syukuri saja. di terima.. ridho lah akan ketentuan Allah saat ini. 

Bilang saja kepada Allah, 
" Bukan nya aku tak mau membayar ya Allah.. tetapi Engkau lah yang membuat ku tak bisa membayar hutang-hutang ku. Engkau yang menyempitkan rezeki ku. jika ini mau MU, aku bisa apa ya Allah?" ku terima semua ini.. pada MU lah aku bergantung!"  

ketika keadaan semakin sulit dan hutang kian menumpuk pasti kita mengeluh dan tidak tenang. " Aduh hutang ku semakin banyak, terus menerus menumpuk!" Seharus nya jangan mengeluh, masih ada orang yang memberi hutang saja seharus nya ya bersyukur. yang penting kita berhutang karna memang butuh, bukan untuk senang-senang.

ikuti saja segala proses hidup ini, kita ini sedang di bentuk Allah.. mencapai kezeroan yang murni. dan ujian dalam hidup ini adalah proses nya. sabar saja.. tidak mungkin susah ini selama nya. tidak mungkin gelap selama nya.. pasti nanti ada setitik cahaya.

Kunci Zero adalah menerima, ridho.. walau pahit nya luar biasa..
dengan proses itulah baru kita pahami tak berdaya.. tak mapu, tak sanggup, tak kuasa.. sampai benar-benar zero.

banyak orang yang berkata zero, zero, dan zero.. tetapi apakah ia sudah mengalami zero yang sebenar nya? belum tentu. zero itu tidak main-main.. begitulah cara Allah menggembleng para Nabi dan orang beriman terdahulu. sampai capek dan mereka bertanya, " Kapan kah datang nya pertolongan Allah"..? 

jadi pelajaran yang sesungguhnya itu ialah di kehidupan kita ini.. tetap jaga Sadar Allah, dan baca lah kehendak-kehendak Allah. terima saja.. nanti kan kita pahami zero yang sesungguhnya. 

Kamis, 21 September 2017

LAPANG DADA

LAPANG DADA

setelah berbincang dengan pak Rizal dari kerinci saya pun bertanya, "apa yang berubah dari hidup pak rizal setelah mengamalkan dzikir nafas..?"

Beliau pun menjawab, " Alhamdulillah mas Andy, saya semakin lapang dada.. saya lebih menerima dengan kenyataan hidup ini.."

Alhamdulillah.. saya pun turut senang mendengarnya..

Berarti dzikir nafas itu telah teraplikasi kan dalam kehidupan kita. Orang yang terbiasa berdzikir nafas, akan terbiasa mengikuti nafas. Dengan mengikuti nafas.. berarti kita telah mengikuti kehendak-kehendak Allah. Karna pada setiap dorongan nafas itu ada kehendak Allah. Pasti lah dada ini lapang, kan kita rasakan ketenangan..

Begitu pula dalam kehidupan. Hidup ini kan lapang, tidak sesak. Karna akan lebih menerima ketetapan Allah. Walau ujian seberat apa pun juga, jika lapang dada pasti lah tenang.

Jika sudah mengamalkan dzikir nafas.. Tetapi masih sesak dada oleh kenyataan hidup ini, berarti pada level 1 kita masih gagal. Belum mengikuti nafas yang sesungguhnya.

Perbaiki dzikir kita.. sampai benar-benar mengikuti nafas. Karna pada dorongan nafas itu, ada kehendak Allah..

Selasa, 12 September 2017

KETENANGAN ADALAH KEBAHAGIAAN HAKIKI

KETENANGAN ADALAH KEBAHAGIAAN HAKIKI

" Saya pun merasa bersyukur di beri cobaan bang andi.. Alhamdullah.... Andai tidak di beri cobaan, makin jauh saya dari Allah. Ekonomi saya juga sekarang pas-pasan. Tapi saya punya satu yang saya banggakan.. Saya merasa tenang... Karna saya yakin Allah amat cinta kepada hambanya..."
Itulah pengakuan seorang sahabat, saya jadi merinding ketika membaca pengakuan nya.. memang ketenangan itulah kebahagiaan yang hakiki.

Sikap seperti sahabat ini, harus lah kita contoh.. di beri cobaan tetapi ia berprasangka baik kepada Allah, " Allah sayang kepada hamba nya" dan ia melihat sisi kebaikan dari segala kejadian, yaitu di beri cobaan/ujian pertanda Allah memanggil mendekat agar tidak jauh-jauh lagi.

Jadi cobaan/ujian dalam hidup itu bukan lah berarti buruk. Tetapi banyak kebaikan jika kita mau menyadari.. Allah sedang membentuk, mendidik, mengajarkan kita arti berserah diri yang sesungguhnya.

Jika punya uang baru merasakan ketenangan.. itu biasa.. semua orang juga bisa! Tetapi jika tak punya uang tetapi merasa tenang.. itu lah bentuk kasih sayang Allah..

Apa benar semakin beriman itu akan semakin di uji..? dan kebanyakan kena nya itu seperti ayat ini..

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

memang kebanyakan begitu.. ketika mulai lurus dan kembali kepada Allah, banyak yang terguncang dengan kemiskinan, kekurangan.. bukan satu dua orang sahabat  saya yang mengakui mengalami hal ini.

"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)

sebenarnya yang mengatakan inna lilahi itu, bukanlah orang lain. Tetapi diri kita sendiri yang harus benar-benar mau kembali, berserah kepada Allah.

"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 157)

di beri musibah koq di katakan kabar gembira? Itu apabila kita bersabar.. maka akan mendapatkan dua hal. Yaitu di ampuni dosa yang telah lampau dan di beri rahmat yaitu ketenangan.. itulah ciri orang yang mendapat petunjuk.

Mungkin jadi banyak yang takut.. "ngeri ah, jika beriman nanti saya jatuh miskin pula!"

Semiskin-miskin nya Nabi Ayyub.. itu tidak selama nya.. siapa bilang nabi Ayyub miskin sampai mati? Lihat ayat ini,

"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 84)

ujian Allah itu adalah proses pembentukan diri menjadi hamba yang di kehendaki Allah.
Jadi ciri orang beriman ketika di beri ujian, kekurangan, kelaparan, penyakit dll.. ia merasakan ketenangan. Itu lah kebahagiaan yang hakiki. Karna yang di katakan ahli syurga itu ialah jiwa nya tenang.

Saya di beri ujian koq belum tenang ya bang Andy..?
Ya pahami lah ayat di atas.. karna tidak mau kembali kepada Allah. Merasa memiliki.. keegooan masih melekat pada diri, ya susah sendiri. Tidak menerima kenyataan. Coba semua itu di kembalikan pada Allah.. pasti lah tenang.

Mau miskin atau kaya.. jika tidak tenang ya sama saja. Pasti hidup ini menderita. Ketenangan itu lah yang mahal harga nya, tidak bisa di beli dengan uang. Tetapi itu lah rahmat dari Allah.. apabila kita benar-benar beriman.

Bagi jiwa yang tenang..
Mau makan pizza atau telor dadar.. ya sama saja..
Mau mewah atau butut.. ya sama saja..
Mau ada uang atau tak ada uang.. ya sama saja..

Karna jiwa yang tenang telah terjamin oleh rahmat Allah, ia telah lepas dari kemelekatan duniawi.

Itulah kebahagiaan yang hakiki..

Sabtu, 09 September 2017

UJIAN DARI ORANG-ORANG TERDEKAT

UJIAN DARI ORANG-ORANG TERDEKAT

"Assalammualaikum bang Andy. Mau tanya nih. Kenapa kalau kita sudah banyak menjalankan dan istiqomah dalam beribadah godaan itu sering sekali muncul dari lingkungan keluarga. Baik anak dan juga istri . Namun bila kita sudah melepaskan amarah itu seperti biasa semua seperti tidak ada kejadian apa-apa . Gimana menurut bang Andy..? terima kasih."

Jawab,
Waalaikumsalam wr wb..

Untuk pertanyaan ini.. sudah ada ayat nya di Al quran..

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At Taghabun: 14- 15)

ketika kita mulai mendekat kan diri kepada Allah maka kita kan di uji Allah dengan keegoan. kebanyakan memang lah seperti itu.. ego diri ini akan di kikis Allah habis-habisan. dan yang paling sering terjadi Allah memberi ujian itu melalui orang-orang terdekat dahulu. baik anak, istri, keluarga dan sanak family.

Pasti kita kan merasa.. ego diri ini seperti di injak-injak. Istri melawan kepada Suami.. anak melawan kepada ayah! selagi kita menyandang pangkat suami atau ayah.. pastilah keegoan akan merasa seperti tak di hargai.

Banyak orang yang lalai.. bahwa itu bentuk ujian Allah. kita memperturut ego.. ataukah meleburkan keegoaan?

mengapa setelah melepaskan kemarahan kita biasa-biasa saja? itu karna ego dan nafsu telah terpuaskan. padahal Allah menyuruh kita memaafkan, berarti kita telah kalah akan ujian Allah.

istri dan anak menjadi musuh itu seperti apa?
Sangat banyak para suami atau ayah itu menjadi pencuri hanya untuk memenuhi keinginan istri dan anak. mengapa ia tak berani menolak? karna ia takut di benci istri dan anak-anak nya. banyak yang tidak sadar.. bahwa kita menjadi durhaka itu karna anak dan istri. itu adalah bentuk ujian Allah dari orang-orang terdekat di sekitar kita.

Mungkin saat ini kita di uji dengan kemiskinan, di PHK, pengangguran. sehingga istri lah yang mencari Nafkah. ketika kita tak dapat memenuhi keinginan anak-istri, maka harga diri kita kan di injak-injak..! marah kah diri ini? jangan melihat anak-istri.. tetapi lihat lah Allah yang menguji.

Sadari lah, semua ini bentuk pelajaran Allah.. untuk mengikis keegoan kita. Jika kita melihat Allah.. pasti lah diri bersabar dan memaafkan..

Apa pun itu.. lihat lah Allah nya..!

Rabu, 19 Juli 2017

SEMAKIN TAK BISA APA-APA

SEMAKIN TAK BISA APA-APA

Ada seorang sahabat yang baru mulai belajar berdzikir nafas, setelah beberapa minggu ia mengamalkan, ia lalu inbok ke saya.

" Semakin belajar.. koq semakin nggak bisa ya bang? tanya nya bingung.

"Maksud nya, nggak bisa gimana pak?" saya kembali bertanya.

" Sulit saya uraikan dengan kata-kata bang!" jawab nya.

"Tiada daya.. maksud nya ya pak" saya mencoba menerka.

"iya bang!" Beliau pun meng iya kan.

"Alhamdulillah.. itulah berserah diri yang sesungguhnya. Keegoan dan keakuan akan lebur.." saya pun melanjutkan.

"Terima kasih banyak Bang atas sarannya, walaupun aku nggak punya bukunya, cuma baca di FB..
Moga-moga, teman yang lain juga bisa merasakan yang sama. Amiin ya robbal a'lamiin." Sahabat itu pun bersyukur karna telah mendapatkan pelajaran dari Allah.

Jadi, jika anda belajar dzikir nafas agar bisa ini, bisa itu.. apalagi biar sakti.. anda salah besar..! Justru setelah berdzikir Nafas.. kita ini tak bisa apa-apa. Sangat banyak orang sakti yang berDN ia mengakui.. "Aku, ini lemah, Aku ini tak bisa apa-apa..!" Mengapa begitu..? karna kesadaran jiwa nya telah aktif, sehingga lebur lah keakuan. yang ia saksikan hanya lah kuasa Allah saja!.

Setelah berDN akan menjadi penyabar, menjadi tidak sombong! Walau tak pernah belajar tentang Tasawuf dan ilmu-ilmu makrifat. Nanti akan dapat sendiri. Karna ketika kesadaran ke Allah itu aktif. kita akan tahu diri. kita ini memang lah tak bisa apa-apa.

Sangat berbeda dengan yang ahli agama.. sok suci..
sangat berbeda dengan yang berilmu.. sok pintar..
apalagi yang sakti.. sok merasa bisa..
yang ada ego dan keakuan yang menebal, hingga berkerak lah hati ini. kita tak sadar.. kita bisa ini dan itu karna siapa..? siapa yang memberikan itu semua..?

Jadi jika berDN merasa tak bisa apa-apa.. itu sudah benar. karna ketika kita sadar Allah.. mengenali Allah. maka kita akan tahu diri, siapa lah diri ini.. memanglah kita tak bisa apa-apa..

TERLALU TENANG

TERLALU TENANG

" Masalah ku banyak. Tetapi hati ini terlalu tenang, dan aku tidak tahu lagi.. entah bagaimana jalan keluar nya. adakah yang salah dengan ketenangan ini..?"

Bersyukur lah anda yang merasakan seperti itu. itulah keridhoaan hakiki. Berarti anda telah terlepas dari ikatan cinta dunia..!

"Tak tahu mau berbuat apa lagi.." ialah pertanda berserah diri total hanya kepada Allah. Dan ketenangan hati ialah, pertanda Allah bersama diri.

Terkadang terlalu tenang itu membuat kita takut, "apa ada yang salah ya? masalah ini begitu besar.. koq tenang-tenang saja..?"

Mari kita pilih, mana kah yang lebih baik..? ada masalah susah hati, ataukah ada masalah tenang hati..? tentu lah kita memilih ketenangan hati.

Ikuti saja proses Nya, ikuti saja alur cerita Nya. ketenangan hati adalah suatu pertanda.. bahwa semua akan baik-baik saja. Tiada kita celaka..

Senin, 10 Juli 2017

CUPLIKAN BUKU KESADARAN JIWA


CUPLIKAN BUKU KESADARAN JIWA

Bagi yang berminat silakan transfer ke,
Nama :ANDI FIRMANSYAH
Bank. : BNI
No rek. : 0152-8829-31

Setelah transfer silakan hubungi saya di Wa 081270566960, maka ebook akan segera saya kirimkan via Whatsapp. Jadi bisa langsung di baca di Smartphone anda.

Judul Buku: Kesadaran Jiwa (Meraih Hidup Berihsan)
Harga : Rp 50.000
Penulis. : Andy Firmansyah
Versi : Ebook (Pdf)
Hal : 211 Halaman

Di Buku tersebut saya jelaskan tiga metode yaitu, tata cara berdzikir nafas, patrap, dan komunikasi Al-quran. Ketiga metode ini ialah cara mudah untuk mencapai keihsanan (Sadar Allah). Setelah hidup berihsan.. tentulah membuat kita lebih bertakwa kepada Allah.

NERAKA DUNIA

NERAKA DUNIA

Neraka itu tidak hanya di akhirat nanti, tetapi di dunia ini juga ada. Kita sering mendengar tentang siksaan-siksaan yang pedih penuh penderitaan bagi Ahli Neraka.

Nah sekarang apa yang kita rasakan saat ini, di dunia ini..? Apakah hidup merasa menderita terus-menerus? Jika iya, cepat-cepat lah memohon ampunan kepada Allah. Perbaiki diri.. cari tahu, apa kesalahan kita?

Beda nya ujian dan adzab Allah itu ialah terletak pada ketenangan jiwa. Jika diri ini di uji tetapi kita tidak susah.. itulah ujian. Tetapi ketika di uji, diri susah nya luar biasa, stress, galau, merasa menderita dengan segala cobaan hidup. Itulah Ahli Neraka.

Kebahagiaan itu bukan terletak pada harta benda, tetapi ketenangan jiwa. Tanya lah pada diri, sudah tenang kah kita saat ini?
Ahli Neraka itu ialah orang-orang yang selalu mempertuhankan Nafsu diri nya. Jika keinginan nya tak terpenuhi.. menderita lah dia.

Ada uang ia bahagia, tiada uang ia merasa menderita. Padahal, di sini Allah sedang memanggil.. "wahai hamba ku, mendekatlah.. minta kepada KU..!"

Tetapi banyak diri yang lupa, tiada memahami panggilan Allah! Stress, putus asa dan kecewa, di mana letak keimanan kita saat ini? Di mana rasa yakin kepada sang Ilahi pemilik jagad raya ini?

Yang hanya kita pikir kan hanya lah dunia, dunia, dan dunia..! Besok makan apa? Bayar kontrakan rumah bagaimana? Uang sekolah anak darimana? Belum lagi tagihan hutang piutang yang bikin sakit kepala..

Sudahlah, jangan merasa mampu, di sini lah saat bersimpuh, mengadu, menyerahkan segala urusan kepada Allah! Jika diri berontak tak menerima, kesusahan itu akan terus berlanjut.. sampailah kita benar-benar mau menerima..!

Itulah adzab bagi orang-orang yang tak beriman. Mau nya yang senang-senang saja.. ketika di beri yang nggak enak, diri berontak. Tiada kesabaran atas kehendak Allah.

Itulah adzab bagi orang-orang yang tidak pernah bersyukur, kurang, kurang dan selalu kurang..! Padahal sudah begitu banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi kita lupa. Tiada pernah mensyukuri nikmat. Kita selalu di perbudak oleh keinginan dan keinginan.

Sadar lah wahai diri, tanya! Sudah tenang kah jiwa ini..? Semua ini milik Allah, jika DIA mengambil kembali.. bisa apa diri ini? Jika DIA telah menyempitkan rezeki, kemana lagi harus mencari? Akhirnya kita menyalahkan sana-sini, "Itulah salah mu, karna mu.." padahal kita tak sadar bahwa kita sendiri ialah Ahli Neraka saat ini.

Makan tak enak, tidur tak enak, yang kita pikirkan hanya dunia! Kita tak menyadari Allah yang maha kuasa. Yang bisa merubah malam jadi siang. Yang bisa menurunkan hujan, yang bisa menghidupkan sesuatu yang mati. Apalagi merubah hidup kita.. itu sungguh kecil bagi Allah! Tetapi mengapa tiada keyakinan itu..?

Hanya satu yang dapat kita lakukan.. berserah lah pada Allah! anggap lah segala kesulitan sebagai penebus dosa yang silam. Terimalah dengan keridhoan, jika diri Ridho.. pasti Allah kan lebih lagi meridhoi kita. Dan kesusahan itu kan di rubah Allah menjadi ketenangan jiwa..

Sabtu, 08 Juli 2017

MEMBACA ILHAM

MEMBACA ILHAM

Tiba-tiba saya mendapat hadiah ebook dari seorang sahabat. Dan di suruh membaca ebook tersebut. Tetapi sebelum ebook tersebut saya baca.. yang terbaca ialah malah Ilham Allah. "apa ya pesan Allah saat ini..? saya ini di suruh apa oleh Allah..? mengapa tiba-tiba di beri Ebook?." hati ini pun bertanya-tanya.

Ilham Allah itu bisa datang dari mana saja. Dari orang terdekat, dari sahabat, bahkan dari Alam sekitar kita. walau kita melihat kucing sedang mengeong saja di pinggir jalan, jika kesadaran ini benar-benar tersambung kepada Allah. maka kan terbaca lah pesan-pesan Allah itu.

Dan pesan yang terbaca saat ini ialah tentang " Ebook " yaitu buku digital versi Pdf, bisa di baca melalui smartphone, tablet, maupun laptop atau pc computer. jadi bisa di baca dimana saja. Saya pun terdiam sejenak dan mencoba membaca, " ada apa dengan Ebook ini ya Allah?"

saya pun jadi teringat akan buku saya yang kedua, yang telah selesai saya tulis beberapa bulan yang lalu. yaitu berjudul "KESADARAN JIWA". Di karenakan keterbatasan dana, buku tersebut pun belum saya cetak-cetak juga. Akhirnya Buku tersebut pun tertahan dan belum sampai kepada pembaca.

Hari ini saya di tegur oleh Allah, seolah Allah berbicara.. " Kamu kan belum punya dana untuk mencetak buku itu Ndy, ya sudah.. jual saja yang versi Ebook itu! yang penting pesan-pesan Ku sampai kepada mereka."

Jadi berdasarkan Ilham Allah ini, saya jual buku "KESADARAN JIWA" versi ebook seharga Rp 50.000..
Bagi teman-teman yang mau membeli, Silakan transfer ke Rekening,
Nama: ANDI FIRMANSYAH
Bank: BNI
No Rek: 0152-8829-31

Lalu hubungi Wa saya di 0812-70566960.
setelah transfer dan menyertakan bukti pembayaran, maka akan saya kirimkan Ebook "KESADARAN JIWA" melalui Whatsapp.

Semoga dengan membeli Ebook tersebut menjadi amal baik bagi teman-teman semua. karna dengan begitu, semoga saya bisa membuat buku yang versi cetak. sehingga makin banyak lah orang-orang yang hidup berkeihsanan (Sadar Allah ) kepada Allah.. Aamiin.

Judul Buku   : KESADARAN JIWA (Meraih Hidup Berihsan)
Penulis         : Andy Firmansyah
Versi             : Ebook
Halaman       : 211 Hal

Sinopsis Buku:
Sedari kecil kita sangat lah jarang di ajarkan tentang keberihsanan( Sadar Allah ) kepada Allah. yang kita pelajari hanya ibadah jasmani, yaitu syariat, dan syariat, sedangkan  Wilayah hakikat atau wilayah Rohani sangat lah jarang yang mengajarkan.

Kita paham cara melakukan Sholat, tetapi hakikat sholat itu apa? mengapa tak dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar? Mengaji hanya sebatas membaca dan menumpuk ilmu. bersedakah hanya lah sebatas memberi, tetapi paham kah kita hakikat nya semua itu?

Setiap Hari kita membaca Al-Fatihah, " Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkulah kami mohon pertolongan." mengapa kita masih meminta pertolongan orang pintar, dan Kyai. Mengapa tiada keyakinan kepada Allah? Keislaman kita hanya lah sebatas nama, jika tiada keyakinan dan berserah diri kepada Allah.. itu belum Islam sesungguhnya.

Hidup tanpa keihsanan ( Sadar Allah ), sama saja seperti bangkai yang berjalan, jiwa nya mati. Oleh karna itu di buku ini saya jelaskan bagaimana cara meraih keihsanan ( Sadar Allah ) itu. yaitu dengan beberapa metode.. Dzikir Nafas, Patrap, dan komunikasi Al-quran. ketiga metode tersebut ialah cara cepat mencapai keihsanan. karna saya telah membuktikan.

Selamat Membaca..!

Kamis, 06 Juli 2017

SENSASI SUJUD KETIKA BERDZIKIR NAFAS

SENSASI SUJUD KETIKA BERDZIKIR NAFAS

Berikut ini adalah pengalaman Pak Budi ketika berdzikir nafas..

Assalamualaikum bang Andy... mau sharing bang, barusan selesai DN dengan durasi empat puluh menit... Sebelum DN, saya membaca buku "benarkah Allah ada?" sebanyak enam puluh halaman... 

Pas DN, di pertengahan tiba-tiba kepala saya sering mendongak keatas, saya ikuti saja gerakan nya ... Dan saya juga sering melakukan gerakan sujud...... Sebelumnya tidak pernah seperti ini, mohon pencerahannya bang... Saya sempat kaget juga ketika terjadi demikian, saya ikuti saja tetapi tetap melakukan dzikir nafas.

Saya ingat pesan bang Andy, "kalau ada gerakan ikuti saja, yang penting bukan dari diri kita yang niat untuk menggerakkan nya." Kok bisa begitu ya bang....?

Jawab,
Walaikumsalam wr wb..
Sensasi Sujud dalam Berdzikir Nafas ini, sudah saya tuliskan di buku saya ( Sadar Allah dengan Dzikir Nafas). Karna saya juga dahulu mengalami nya ketika Awal-Awal belajar Dzikir Nafas. Semoga dengan berbagi pengalaman ini, teman-teman yang lain yang merasakan pengalaman yang sama seperti pak Budi, tidak kebingungan lagi..

=======================================================

SENSASI SUJUD DALAM BERDZIKIR NAFAS

Apapun yang di dapat, di rasa, di lihat, di dengar dalam berDzikir Nafas.. selagi kesadaran pada ALLAH tetap terjaga.. sesungguhnya itu rezeki dari ALLAH. pelajaran dari ALLAH..!

Ketika berDzikir Nafas duduk iftiros.. saya mendapat sensasi sujud. Ketika kesadaran pada ALLAH makin kuat (makin dekat ke ALLAH).. setiap hembusan nafas keluar, ada daya yang menyuruh jasad ini bersujud..!

Semakin saya berserah pada saat nafas keluar memanggil ALLAH. daya sujud itu semakin jelas!

Awalnya saya tahan, karna saya pikir ini hanya perasaan saya saja. Tetapi daya itu makin kuat, jelas dan pasti. Tubuh ini pelan-pelan mulai bersujud dengan irama nafas keluar.

Hari demi hari saya berDzikir Nafas.. daya itu selalu muncul.. dalam posisi SUJUD saya mendapatkan ketenangan yang luar biasa.. seolah berada di dunia lain.

Apa yang salah pada diri ini.. mengapa daya sujud selalu muncul..? awalnya saya bingung.
Rupanya.. ketika jiwa berserah kepada ALLAH.. maka jasad ini pun akan ikut patuh pada apa yang di kehendaki ALLAH. SUJUD adalah perlambang TAKWA..

Dalam kehidupan; salah dan benar akan semakin jelas.. perintah-perintah ALLAH akan semakin tegas. Jiwa dan jasad telah bersatu patuh kepada ALLAH. pelan-pelan DOSA saya tinggalkan.. pelan-pelan ibadah makin membaik. Makin lama.. makin berusaha TAKWA..

Gerak, lisan, tingkah laku.. mengikuti kehendak ALLAH.
Alhamdulillah.. terimakasih yaa ALLAH, engkau telah mensujudkan diri ini.. takwa ku, atas kehendak Mu..