Tampilkan postingan dengan label TAKWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAKWA. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Oktober 2017

MELIHAT DAN DI PERLIHATKAN, ITU BERBEDA..

MELIHAT DAN DI PERLIHATKAN, ITU BERBEDA..

Ada sahabat DN yang cerita ke saya,
"Setelah mengamalkan Dzikir Nafas.. saya sudah tidak tertarik lagi dengan penerawangan bang.. walau ada yang minta di terawang, saya malas melakukan nya."

Alhamdulillah.. saya ikut senang mendengar nya. Jangan merasa bisa kalau benar-benar sudah ke Allah.

Tentu berbeda antara melihat dan di perlihatkan. "Melihat", itu ada keegoan walau sangat halus. Sedangkan "di perlihatkan", itu benar-benar telah di beri Allah. Karna bukan mau nya kita.. itu mau nya Allah.

Apa sih untung nya terawangan? Justru itu akan menjadi keakuan. Ujung-ujung nya jadi merasa sakti karna bisa melihat ini-itu. Padahal apa yang kita lihat itu belum tentu benar. Bisa jadi itu permainan syetan apabila kita tidak Sadar Allah.

Setelah kita melihat ini-itu, pasti semakin takjub dan ketagihan. Ujung-ujung nya.. terawang sana-terawang sini. Hehe..

Dan aneh nya apa yang di lihat nya itu, di ceritakan ke orang lain.. akhirnya banyak orang yang minta di terawang olehnya. Padahal kita tidak sadar bahwa itu adalah pintu  kesesatan.

Apakah ilmu terawang ini tidak ada?
Ya ada. Tetapi bukan karna ego kita, tetapi itu benar-benar di perlihatkan Allah. Dan ini bukan karna bisa nya kita, tetapi di bisa kan Allah. Kata lain nya ialah kasyaf, yaitu suatu kelebihan yang di berikan Allah kepada hamba yang di kasihi nya. Sehingga terbuka nya perkara ghoib.

Ilmu terawang ini sangat banyak orang cari-cari dan di pelajari. Hati-hati.. bisa jadi itu istidraj dari Allah. kita sangka itu kelebihan, padahal justru menyesatkan diri. Dan semakin jauh dari Allah.

Orang yang benar-benar telah kasyaf, sangat berhati-hati dan tidak pernah menceritakan kelebihan nya. Karna ia takut, takut orang lain akan minta di terawang. Dan itu tetap menjadi rahasia diri.. tidak akan berani ia cerita.

Memang lebih baik kita ini tidak punya apa-apa, sehingga tidak merasa bisa. Karna jika sudah merasa bisa.. keegoan lah yang semakin berkuasa.

Selasa, 10 Oktober 2017

KARNA CINTA

KARNA CINTA

"Saya mau tanya saudaraku sebenar nya cinta ke pada Allah apa mengerjakan perintah nya dan menjauhi larangan nya....atau sadar allah...? terimakasih mohon pencerahan nya".

Jawab,
Banyak para suami yang takut istri, itu karna apa? karna terlalu cinta..
Begitu pula sebalik nya, istri banyak mengalah.. karna juga terlalu cinta..

jika suami takut istri, pasti kan lebih menurut dan tak berani membantah.. begitu lah cinta..

jika cinta kepada istri sudah begitu patuh nya.. gimana jika cinta kepada Allah..? pastilah diri semakin takut dan patuh pada perintah. jadi, yang di katakan takwa yang sesungguhnya itu bukan karna syurga-neraka.. tetapi karna Cinta kepada Allah..

Nah, bagaimana kita kan Sadar kepada Allah.. jika tiada cinta..? jadi semua itu di awali rasa cinta.. sudahkah dirimu benar-benar cinta..? 👍😊❤


Rabu, 04 Oktober 2017

MENGIKUTI ALLAH ATAU MENGIKUTI JEMAAH..?

MENGIKUTI ALLAH ATAU MENGIKUTI JEMAAH..?

Dalam menyampaikan pesan-pesan Allah itu harus lah murni, tidak boleh di poles, tidak boleh di atur-atur agar enak di nikmati. pokok nya tidak boleh ada campur tangan kita dalam menyampaikan nya. Karna jika sudah di campur dengan ego pastilah tidak murni lagi. dan bukan itu yang Allah inginkan.

Sangat banyak dai yang berani menyampaikan yang enak di dengar, di sukai banyak orang, yang manis lagi gurih. tetapi sangat sedikit dai yang berani menyampaikan yang pahit-pahit. yang membuat orang berang ketika mendengar nya.

mengapa bisa begitu, menyampaikan pesan Allah koq di saring-saring? karna ia takut di benci banyak orang. karna ia takut jemaah nya lari..

Di situ lah keegoaan seorang dai benar-benar di uji oleh Allah.. siapa kah yang di ikuti nya, Allah.. atau jemaah?

Jika kita merasa sudah mempunyai pengikut, jemaah yang setia mendengarkan kita.. pasti lah rasa kemelekatan diri itu semakin kuat. akhirnya berhati-hati dalam menyampaikan karna takut jemaah nya pada lari. kita lupa mengikuti Allah.

Saya tidak pernah merasa menjadi dai, dan memiliki jemaah. tetapi memang ada sebagian orang yang selalu memngikuti tulisan-tulisan saya. ketika saya suguhi yang ringan-ringan dan manis.. semua diam menerima. tetapi begitu saya suguhkan yang pahit dan kelat.. banyak yang muntah tak menerima..!

bahkan sebahagian orang ada yang menegur saya.. " Bang Andy, kalau menyuguhi, yang nikmat donk bang, jangan yang pahit-pahit!"

Betul-betul kurang ajar nih orang! Sudah di suguhi.. pakai milih lagi? hehe..

yang nama nya di suguhi itu kan tidak di paksa, kalau tidak suka yang pahit.. ya jangan di telan. karna, hari ini yang bisa saya suguhi ya cuma yang pahit-pahit. saya belum punya yang manis.

di sini menjadi dilema bagi diri saya..
mana yang lebih saya takuti, takut di benci mahluk.. atau takut di benci Allah..? karna dalam menyampaikan itu memang lah tiada pilihan.

Sudah beberapa hari ini, saya tak bisa menulis. karna, ketika saya mencoba untuk menyuguhi yang manis-manis.. agar enak di nikmati. bercampur lah dengan ego! jiwa ini tak merdeka.

Ah, persetan lah dengan omongan orang! mau manis atau pahit ya urusan mereka. yang penting saya menyampaikan saja.. tiada saya memaksa untuk kalian menelan nya.

Saya menyampaikan pesan-pesan Allah ini tidak di bayar koq, ngapain pusing? kecuali, di bayar.. pastilah kita berusaha memberi agar enak di nikmati. dan pasti itu tak murni lagi..

kalau cocok, ya telan..
kalau tak cocok, ya jangan di makan..! nanti bisa keracunan.. hehe..

Sampaikan lah sesuai apa yang di ilhamkan Allah.. jangan ikuti omongan jemaah! mana yang lebih kita takuti.. jemaah, atau Allah..siapa yang kita ikuti?

Kamis, 28 September 2017

WIBAWA

WIBAWA

Banyak orang karna biar di anggap berwibawa, jadi jarang senyum. padangan tajam. mata nya di sipit-sipitin. ngomong nya di atur-atur. Biar tampak berkharisma dan orang menjadi segan.

Padahal wibawa itu bukan dari fisik mu bro! tetapi, ia muncul dari dalam dan terpancarkan keluar!
jadi bentuk dahulu yang di dalam.. jika hati mu bisa tunduk kepada Allah. tentu mahluk ciptaan Nya kan tunduk dan menghormati mu.

ini sudah tidak tunduk kepada Allah, malah gila hormat sesama mahluk. itu mana ada lagi wibawa..? yang ada, orang benci melihat wajah kita. yang tampak hanya lah keegoan saja.

Ingat, wibawa itu dari dalam.. bukan yang di luar.. 

Sabtu, 19 Agustus 2017

Dakwah Melalui Kaos

Kaos Dzikir Nafas

Dakwah melalui buku sudah, dakwah melalui video youtube pun sudah. Sekarang saya coba ikuti perintah selanjutnya.. yaitu dakwah melalui kaos.

Ayoo siapa yang mau pesan (PO)..!
Proses Pre order 5-7 Hari
Harga kaos Rp 95.000
Hubungi Wa: 0812 70566960

BAHAN KAOS  COTTON COMBED 30S
.
#Asli bahan 100% cotton jenis combed (Bukan Cardet/TC/PE)
- Bahan adem
- Serat katun menyerap keringat
- Serat halus
- memakai bahan gildan lebih tebal
.
# JAHITAN RANTAI
# OVERDECK RAPI
# WARNA SESUAI GAMBAR
.
BAHAN STANDAR DISTRO TERNAMA !!
.
Tersedia dalam ukuran (Lebar Dada x Panjang) :
- S (46 x 64 cm)
- M (48 x 66 cm)
- L (59 x 68 cm)
- XL (53 x 72 cm)

# COCOK UNTUK SABLON ATAU DIGITAL
# READY ALL COLOR

Rabu, 19 Juli 2017

KEBERKAHAN ILMU

KEBERKAHAN ILMU

Apa sih keberkahan ilmu itu?
yaitu manfaat ilmu yang tiada putus. itu semua kan kita dapatkan apabila kita mau meyampaikan atau berbagi dengan orang lain. agar orang lain juga turut merasakan manfaat nya.

Jadi jangan tunggu pintar, baru mau berbagi.. itu terlambat! ibarat kata, menyelam lah sambil minum air. yaitu kita berbagi sebagai sarana kita belajar. itu lah yang saya laukan selama ini. jadi rajin menulis ini.. bukan berarti karna saya sudah pintar, justru saya ini sedang belajar.

makanya saya sangat senang ketika ada teman-teman yang bertanya, bukan berarti karna saya pintar.. tetapi justru di situ Allah beri pelajaran. Awal nya saya tidak tahu.. ketika teman-teman bertanya, maka di situlah Allah memberi tahu! dan saya dapat ilmu.

jadi orang pintar itu, menurut saya bukan lah karna banyak belajar, tetapi justru karna banyak membagi keilmuan nya. Berkah lah ilmu itu..

Berikut ini adalah diskusi saya dengan pak Budi yang mengajarkan ibu nya tentang Dzikir Nafas. padahal beliau juga baru belajar tetapi sudah mengajarkan ibu nya. ini adalah suatu sikap yang benar.. dan semoga berkah lah ilmu itu.. Aamiin. Berikut diskusi kami..

Pak Budi:
"Assalamualaikum bang andy...alhamdulilah bang, kemarin saya sudah memberitahu ibu saya mengenai tata cara dzikir nafas....sewaktu saya memberi contoh tentang patrap gerak rasa, ketika tangan ini mulai bergerak, dalam hati saya menyebut ya allah dengan pasrah, tiba2 saya menangis di depan ibu saya bang...itu kenapa ya bang ?"

saya memberi saran kepada ibu saya untuk menjalankan sebulan dulu dzikir nafas dengan istiqomah, setelah itu rencananya mau saya ajak ke tempat Pak Wid di cileungsi untuk mendapatkan bimbingan langsung agar lebih terarah.

Bang Andy:
Waalaikumsalam wr wb..
Alhamdulillah pak budi, ajarkan lah apa yang kita ketahui.. maka Allah akan ajarkan sesuatu yang belum kita ketahui..

Pak Budi:
Alhamdulilah bang andy.....memang ini yang dicari2 ibu saya, persiapan sebelum meninggal.....ibu saya suka menangis, kenapa kok sholat ga pernah khusu, padahal tiap hari baca al quran, sering dzikir, udah pergi haji, ikut pengajian, dll..

Bang Andy:
Ya.. Rahasia khusyu itu ada di kesadaran..👍😊
Jika sudah sadar Allah.. barulah tersambung kepada Allah..

Pak Budi:
terima kasih bang andy 🙏🏻

Bang Andy:
Pandu terus pak.. itu akan membuat diri ini semakin kuat ke Allah. Seperti teman2 yang bertanya kepada saya, saya pun jadi kuat mendekat ke Allah..🙏
Jadi ilmu itu bukan untuk diri sendiri, tetapi bermanfaat untuk orang lain..

Pak Budi:
insyaallah bang andy.....saya sebagai anak, cuma bisa memberi hal seperti ini saja kepada orang tua, alhamdulilah orang tua saya nurut sama saya kalau diberitahukan tentang pelajaran ruhani.

Bang Andy:
Ya Alhamdulillah pak..
Berarti jodoh..🙏👍😊

Pak Budi:
Amiinnn....semoga tetap diberikan istiqomah.....memang pelajaran ini yang saya cari2 selama ini pak, udah ga bisa ke lain hati

Bang Andy:
Alhamdulillah..

Jumat, 14 Juli 2017

PAKAI CALO

PAKAI CALO

Ke Allah koq pakai calo..??? ada-ada saja.. hehe..

Saya terkadang suka bingung dengan perumpamaan-perumpamaan, bahwa menemui Allah itu ibarat menemui seorang Presiden. harus mengajukan proposal dahulu, harus melalui ajudan nya dahulu.. barulah bisa bertemu dengan presiden.

itukan prosedur jika ingin menemui presiden.. jika ingin menemui Allah bagaimana prosedur nya? Siapa kah ajudan Allah? malaikat? atau guru Mursyid? tanpa guru Mursyid berarti nggak bisa.. gitu?

Entah siapa orang nya yang pertama kali membuat perumpamaan seperti ini? koq ego begitu? dan orang-orang yang belajar dari nya, akan membawa perumpamaan ini turun-menurun. Jika tak ada calo nya orang jadi takut menuju Allah.. banyak orang yang takut sesat!

Akhirnya orang pun pada berguru kepada diri nya, karna di anggap dia lah perantara untuk menemui Allah. dia yang paling mengerti. banyak yang tidak sadar, bahwa itu adalah bentuk keakuan diri. Koq bisa-bisa nya membatasi Allah dengan perantara-perantara..? Allah maha mengetahui koq isi hati kita, siapa yang ingin bertemu, siapa yang masih ingin main-main, Allah mengetahui.

Di sini lah banyak orang yang tersesat.. kenapa? yang di cari nya ialah calo nya dahulu.. bukan Allah! syukur-syukur dapat calo yang Amanah. jika tidak, ya tambah sesat.

pahami lah makna " Allah itu dekat".. Sadari saja Allah itu dekat, jika Allah itu dekat.. ya pasti bertemu. ngapain lagi pakai perantara.?

Pasang saja Niat yang Lurus.." ya Allah aku ingin mendekat, aku ingin menemui MU.." Pasti bertemu! lalu selanjutnya barulah Allah tunjukkan guru nya. apakah guru itu calo..? bukan, guru itu hanyalah utusan Allah untuk membimbing dan mengingatkan kita agar tidak jauh-jauh lagi.

Temui lah Allah dahulu.. baru nanti Allah berikan guru nya. jangan terbalik..!!!

TIDAK MERASAKAN APA-APA

TIDAK MERASAKAN APA-APA

Ada seorang sahabat yang menceritakan pengalaman nya,
"..Assalamu alaikum wr.wb
Sy sudah upload video abang tentang praktek dzikir nafas tapi belum bisa merasakan apa-apa bang. mungkinkah dzhohir ini banyak dosa bang tolong kasih sarannya. tapi selama ini saya sudah mengamalkan zuhud umum.."

Waalaikumsalam Wr Wb,
Di sini lah penting nya segala amalan itu harus niat Lurus karna Allah, bukan karna ingin ini.. ingin itu..! karna jika di awal nya kita sudah mempunyai suatu keinginan tertentu, pasti lah kecewa jika tidak mendapat kan apa-apa.

mungkin kita pun jadi bertanya, "tetapi mengapa ya saya dengar cerita teman-teman yang lain ketika berdzikir nafas koq sensasi dalam berdzikir wah sekali. sedangkan saya koq tidak merasakan apa-apa?"

Berarti ini kan karna ada keinginan yang apa-apa..! hehe..

teman-teman yang merasakan ini dan itu.. semua itu kan kehendak Allah, hak nya Allah! jika kita tidak merasakan apa-apa.. ya juga kehendak Allah. masa' sih kita mau protes..?

Akhirnya sahabat itu pun menjadi Su'udzon.. " apa karna saya kotor ya bang, apa karna saya banyak dosa? saya takut taubat saya tidak di ampunkan Allah bang.."

Jika kita merasa diri ini kotor, penuh dosa.. ya lebih kuat lah mendekat kepada Allah. Tetapi soal Taubat, walau dosa kita itu sebanyak buih di lautan.. tetap Allah ampunkan. yakini saja Allah itu "Maha Pengampun". masa' sih kita tidak yakin?

Suci dan Kotor itu bukan lah kuasa kita. itu semua kuasa Allah. saya juga dahulu penuh dosa, kotor luar biasa. tetapi ketika saya sungguh-sungguh mendekat. Allah sendiri yang mensucikan, Allah sendiri yang membersihkan. bagaimana cara nya? perbuatan keji dan mungkar yang selalu saya lakukan itu tak ada lagi kenikmatan. jika perbuatan dosa itu tak nikmat lagi.. ngapain lagi kita lakukan..?

Jadi, apabila saya bisa meninggalkan dosa.. itu bukan karna mampu nya saya. tetapi karna Allah yang membersihkan diri ini, di cabut lah kenikmatan berbuat dosa itu. sehingga lah saya meninggalkan nya.

lantas, apakah sekarang saya sudah bersih, sudah suci? tidak, sungguh saya selalu berlindung kepada Allah.. jangan sampai kembali ke lembah dosa.

Jadi, Awali niat Berdzikir Nafas itu untuk mendekatkan diri kepada Allah. jangan minta atau ingin ini-itu. jika berdzikir, ya berdzikir saja..! semoga Aktif lah kesadaran jiwa. dalam kehidupan kita kan selalu Sadar Allah.

jangan lagi berfikir banyak nya dosa, kotor nya diri dll..
karna jika terus-terusan merasa bersalah, justru itu akan menghijab diri. berarti kita tak yakin, Allah itu maha pengampun.

yang penting lebih kuat lah mendekat dan mendekat. kotor nya kita, Allah sendiri yang akan membersihkan..

Kamis, 06 Juli 2017

SENSASI SUJUD KETIKA BERDZIKIR NAFAS

SENSASI SUJUD KETIKA BERDZIKIR NAFAS

Berikut ini adalah pengalaman Pak Budi ketika berdzikir nafas..

Assalamualaikum bang Andy... mau sharing bang, barusan selesai DN dengan durasi empat puluh menit... Sebelum DN, saya membaca buku "benarkah Allah ada?" sebanyak enam puluh halaman... 

Pas DN, di pertengahan tiba-tiba kepala saya sering mendongak keatas, saya ikuti saja gerakan nya ... Dan saya juga sering melakukan gerakan sujud...... Sebelumnya tidak pernah seperti ini, mohon pencerahannya bang... Saya sempat kaget juga ketika terjadi demikian, saya ikuti saja tetapi tetap melakukan dzikir nafas.

Saya ingat pesan bang Andy, "kalau ada gerakan ikuti saja, yang penting bukan dari diri kita yang niat untuk menggerakkan nya." Kok bisa begitu ya bang....?

Jawab,
Walaikumsalam wr wb..
Sensasi Sujud dalam Berdzikir Nafas ini, sudah saya tuliskan di buku saya ( Sadar Allah dengan Dzikir Nafas). Karna saya juga dahulu mengalami nya ketika Awal-Awal belajar Dzikir Nafas. Semoga dengan berbagi pengalaman ini, teman-teman yang lain yang merasakan pengalaman yang sama seperti pak Budi, tidak kebingungan lagi..

=======================================================

SENSASI SUJUD DALAM BERDZIKIR NAFAS

Apapun yang di dapat, di rasa, di lihat, di dengar dalam berDzikir Nafas.. selagi kesadaran pada ALLAH tetap terjaga.. sesungguhnya itu rezeki dari ALLAH. pelajaran dari ALLAH..!

Ketika berDzikir Nafas duduk iftiros.. saya mendapat sensasi sujud. Ketika kesadaran pada ALLAH makin kuat (makin dekat ke ALLAH).. setiap hembusan nafas keluar, ada daya yang menyuruh jasad ini bersujud..!

Semakin saya berserah pada saat nafas keluar memanggil ALLAH. daya sujud itu semakin jelas!

Awalnya saya tahan, karna saya pikir ini hanya perasaan saya saja. Tetapi daya itu makin kuat, jelas dan pasti. Tubuh ini pelan-pelan mulai bersujud dengan irama nafas keluar.

Hari demi hari saya berDzikir Nafas.. daya itu selalu muncul.. dalam posisi SUJUD saya mendapatkan ketenangan yang luar biasa.. seolah berada di dunia lain.

Apa yang salah pada diri ini.. mengapa daya sujud selalu muncul..? awalnya saya bingung.
Rupanya.. ketika jiwa berserah kepada ALLAH.. maka jasad ini pun akan ikut patuh pada apa yang di kehendaki ALLAH. SUJUD adalah perlambang TAKWA..

Dalam kehidupan; salah dan benar akan semakin jelas.. perintah-perintah ALLAH akan semakin tegas. Jiwa dan jasad telah bersatu patuh kepada ALLAH. pelan-pelan DOSA saya tinggalkan.. pelan-pelan ibadah makin membaik. Makin lama.. makin berusaha TAKWA..

Gerak, lisan, tingkah laku.. mengikuti kehendak ALLAH.
Alhamdulillah.. terimakasih yaa ALLAH, engkau telah mensujudkan diri ini.. takwa ku, atas kehendak Mu..

Jumat, 16 Juni 2017

TERTARIK DENGAN KATA "SADAR ALLAH"

TERTARIK DENGAN KATA "SADAR ALLAH"

Awal nya pak Andi Rizal dari kerinci, menonton video-video youtube saya. dan makna dzikir yang selama ini ia ketahui ialah menyebut nama Allah. bahkan semua orang juga mengartikan dzikrullah itu menyebut nama Allah. tetapi di sini koq di maknai Sadar Allah? beliau tambah penasaran. dan mengikuti video demi video.

Beliau semakin penasaran, dan menelepon saya. "nanti saya ada seminar di kota Batam, dan saya ingin bertemu." begitu lah antusias beliau ingin mengetahui lebih dalam.

Alhamdulillah.. hari ini kami di pertemukan Allah. dan terjadi lah obrolan bahwa beliau dari masa muda dahulu sangat menyukai dan selalu ingin belajar tentang ilmu ketuhanan. berguru kesana-kemari, banyak guru yang pintar dan ahli agama, tetapi ia tak mencerminkan ilmu itu dalam kehidupan nya. Ahklak nya tak mencerminkan seperti ilmu yang di miliki nya.

Ilmu makrifat selalu di tutupi dan di rahsiakan, jika benar.. mengapa harus sembunyi-sembunyi? belum ada saya jumpai yang mengajarkan kesadaran seperti ini. Jika semua pemuda-pemudi kita mempunyai kesadaran/keihsanan, pasti lah tiada yang salah jalan. pasti lah hidup kita kan terarah dan takut berbuat dosa! itulah uraian beliau yang sangat tertarik tentang Sadar Allah dalam kehidupan.

"jangan lupa bawa buku nya Andy, saya ingin belajar.. semoga hidup saya benar-benar dalam kesadaran akan Allah! hidup ini penuh cobaan dan godaan, semoga dengan sadar Allah saya benar-benar terarah dan tak salah jalan." itulah semangat beliau, seperti orang yang haus akan kerohanian.

"Berpuluh tahun saya Sholat dan Dzikir dalam keadaan mabuk. hanya sebatas sebutan, belum ada yang mengajarkan atas kesadaran. pantas lah sholat dan dzikir saya tiada makna, tiada takut kepada Allah." Alhamdulillah.. hari ini Allah tunjukkan kan keihsanan yang sebenarnya pada pak Rizal.

Saya pun turut bahagia dan bersyukur, apa yang saya sampaikan membuat orang Sadar kepada Allah. dan bersyukur menjumpai guru yang mengajarkan Sadar Allah ini. dan saya pun akan terus menyambung perjuangan beliau. jika kita mudah menuju Allah, mengapa orang lain harus sulit. sampaikan lah kalam Allah semudah-mudah nya.. agar semua mengerti..

Tiada yang sulit dalam beragama.. yang membuat sulit itu ialah diri kita sendiri..

Akhirnya kami pun berpisah dengan kepuaasan hati masing-masing. beliau senang mendengarkan kalam-kalam Allah, dan saya pun senang dapat menyampaikan kalam-kalam Allah. sungguh pertemuan yang di Ridhoi NYA.. Alhamdulillah..

Minggu, 21 Mei 2017

HARI MEGANG

HARI MEGANG

Hari Megang dalam budaya Aceh ialah, hari pertama menyambut bulan suci Ramadhan. Jika keesokan hari nya sudah mulai berpuasa maka satu hari sebelum nya para ibu akan membeli daging sapi ke pasar untuk di masak rendang. 

Jika di hari pertama sahur tidak memasak daging, rasanya ada suatu kesedihan bagi keluarga yang tidak mengikuti adat menyambut hari megang ini. 

Ada seorang saudara saya yang mengeluh, memikirkan menyambut hari megang ini. " saya pusing ndy.. hari megang sebentar lagi, tetapi keadaan kami lagi begini. Suami menganggur, anak menganggur, darimana duit untuk beli daging? Apalagi harga daging semakin mahal!."

"Aduh kak, kakak tahu apa tujuan berpuasa itu?" Memang nya salah, jika tidak makan daging? Saya jadi tersenyum mendengar keluhan nya.

"Rasa nya ada yang kurang ndy, setahun sekali masa' kita tidak mampu beli daging?" Ia masih terus mengeluh tak mampu membeli daging. Hehe..

Ini lah kesalah kita kak, terkadang kita itu terlalu menjunjung tinggi adat istiadat daripada agama. Agama itu memudahkan hidup kita, tidak seperti adat budaya.. banyak membuat kita susah! Saya pun tidak tahu.. entah apa sejarah nya hari megang itu harus masak daging? Itu kalau mampu, kalau kita tidak mampu.. masa' harus di paksakan juga?

"Padahal Allah itu tidak suka orang yang melampaui batas. Sekarang kondisi kakak sedang sulit, sedang tidak mampu. Justru kakak akan berdosa jika memaksakan diri harus memasak daging!" 

"Malu ya jika tidak mengikuti adat? Gengsi ya jika tidak memasak daging? Ingat lah pada tujuan berpuasa itu, berpuasa untuk mengikis nafsu dan ego diri kita. Jika di hari megang saja sudah mengikuti nafsu, bagaimana di hari puasa nanti?" Kakak saya itu pun semakin cemberut menahan kesedihan tak mampu diri nya.

Adat itu ialah aturan yang di buat manusia, sedangkan agama ialah aturan yang di buat oleh Allah. Mana yang kita ikuti? 

Banyak manusia yang gengsi jika tidak mengikuti adat budaya, tetapi ia tidak pernah gengsi ketika melanggar aturan Allah ( agama).

Bagi saya kak, saya lebih baik di bilang orang tidak beradat, daripada di bilang orang tidak beragama. Tidak selama nya adat itu benar.. jika menyimpang dengan agama, tinggalkan lah adat budaya itu!

Sabtu, 06 Mei 2017

DI BUAT CAPEK

DI BUAT CAPEK

Jika seorang Bos melihat anak buah nya kerja dengan babak belur. Capek, letih, sampai habis-habisan terkuras tenaga dan pikiran nya. Pasti si Bos ini kan berkata di dalam hati nya, "Sabar anak buah ku, selesaikan lah tugas-tugas mu sampai kelar. setelah selesai, nanti akan ada bonus dari ku!"

Dan si Bos ini pun terus memperhatikan anak buah nya yang bekerja. walau pekerjaan itu berat, tetapi si Anak buah ini benar-benar ridho melakukan tugas-tugas nya. ia tak perduli lagi diri nya letih atau lelah, yang dia pikirkan yang penting menjalankan Amanah. yang terpenting tugas yang di emban nya benar-benar selesai.

Begitu pula lah dengan Allah..
Allah itu maha rahman lagi maha rahim. jika hidup kita selalu di buat capek, menderita, penuh ketakutan dan menitiskan air mata. bahkan mungkin kita selalu menangis tanpa air mata. karna air mata itu telah kering tak berair lagi. tetapi kita ridho akan semua itu.. Pasti lah kan banyak Bonus dari Allah.

Jika Allah benar-benar menyayangi hamba-hamba nya, mengapa hidup si hamba selalu di buat capek dan menderita? 

Sesungguhnya itulah kasih sayang Allah. Allah selalu mendidik hamba-hamba nya agar merasa lemah dan berserah. Jadi wajar saja, kehidupan para Nabi dan orang-orang beriman terdahulu itu selalu pahit. tetapi merka Ridho, mereka bahagia. karna itulah cara Allah mendidik hamba nya  agar tak terlalu mencintai dunia.

Sekarang mari kita bertanya kepada diri, bagaimana kah diri ini, ridho kah kita menjalankan Amanah Allah walau selalu di buat capek?

jangan kita pikirkan capek nya, jangan pikirkan masalah atau penderitaan hidup ini. tetapi pikirkan saja.. kelak, pasti ada bonus dari Allah. Ridho lah saja.. terimalah saja dengan penuh kerelaan. karna Allah itu, maha sayang lagi maha kasih..

DIA sedang menatap kita saat ini, DIA sedang melihat segala isi hati, terima lah saja, nama nya juga hamba! Bisa apa kita, jika Allah telah berkehendak akan sesuatu? Bonus itu kan datang sendiri tanpa di pinta.. yang penting amanah lah saja dengan penuh keridhoaan.


Rabu, 03 Mei 2017

REZEKI

REZEKI

Di kejar-kejar.. ia berlari..
ketika di abaikan.. datang sendiri..
itulah lah Rezeki..!

Ada yang maha mengatur..
Ada yang maha berkehendak..
Memang lah kita ini tak kuasa merangkul rezeki, karna ia bagaikan angin. bisa di rasa tapi tak bisa di pegang.

Allah berkata di al quran,
"Apabila telah di tunaikan Sholat, carilah karunia Allah dan ingatlah(sadari) Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS. Al- Jumu'ah : 10)

Yang di suruh cari oleh Allah itu ialah "Karunia", bukan rezeki. karunia ialah segala sesuatu yang telah di berikan atau di ciptakan Allah. dan kita diingatkan untuk selalu menyadari Allah banyak-banyak agar kita beruntung. dan ini sangat banyak yang terjatuh terpeleset ketika kita tidak Sadar Allah.

Berapa banyak orang yang mencari karunia Allah tetapi akhirnya celaka, karna tiada sadar Allah. Sekolah tinggi-tinggi, akhirnya berusaha jadi pejabat. Setelah mendapatkan jabatan dan kedudukan tinggi(karunia), eh, malah korupsi! apakah itu yang nama nya rezeki? itu bukan rezeki.

Rezeki ialah suatu pemeberian Allah yang mutlak. bukan karna kita cari atau karna usaha diri. rezeki adalah suatu pemberian Allah yang di ridhoi..

Jika ada orang yang mencuri, menipu, korupsi, dan kaya raya dan banyak harta nya itu bukan rezeki? bukan! itu bukan rezeki. itu hanya lah orang-orang yang mencari karunia tanpa mengingat/menyadari Allah.

Rezeki halal, tiada rezeki itu yang haram. karna rezeki ialah, pemberian yang Allah Ridhoi. tidak bisa di cari, tidak bisa di  tunda, tidak bisa di halangi. apabila Allah telah menentukan rezeki itu, akan datang sendiri. apabila Allah sempitkan rezeki itu, tiada yang mampu untuk melapangkan nya.

Jadi tugas kita, hanyalah mencari karunia. cari lah karunia yang Allah ridhoi.. maka, rezeki itu akan datang sendiri.

Rabu, 19 April 2017

BERDAGANG


BERDAGANG

Berdagang itu ialah pelajaran mengikis Ego. Dengan berdagang, barulah kita pahami arti melayani..

Bermacam karakter pembeli harus kita layani, ada yang sopan, ramah, menyanangkan, bahkan ada juga yang bikin kita sakit kepala.. karna merasa diri nya Raja.

kalau di ingat-ingat selama ini, saya pun seperti itu. selalu menjadi Raja(pembeli), belum pernah menjadi pelayan (pedagang). sekarang lah baru saya tahu rasanya. hehe..

Dengan Sadar Allah, layani lah pembeli se amanah mungkin. Ketika mereka telah membayar, kirimkan secepatnya apa yang di beli nya itu. jangan di tunda-tunda. Lihat lah Allah di kala itu.

Allah yang datangkan pembeli kepada kita, Langsung lah respon sebaik mungkin, jangan merasa butuh tak butuh. sungguh kita tak amanah jika begitu.

Jika ada yang datang hanya bertanya tanpa membeli, ya jangan kecewa. Bersyukur lah, " Alhamdulillah.. ada juga yang datang bertanya-tanya tentang dagangan ku.."

Jika hal kecil ini kita syukuri, pasti nanti ada yang membeli! berdagang itu butuh kesabaran, harus nol ego. dan ingat lah, " Allah beserta orang-orang yang Sabar." Jika Allah sudah beserta kita, apalagi yang kita takutkan? Pasti Allah yang akan menjaminkan..

Jangan merasa diri yang berusaha, pasti kita capek dan lelah. tetapi sadari lah, semua ini Amanah Allah yang harus kita kerjakan. tentu diri selalu bahagia..

Jumat, 14 April 2017

BERGERAK

Bergerak

Dalam menjalani Hidup ini kita harus bergerak, jangan hanya berdiam jika masih di beri kuasa oleh Allah. dan dalam bergerak itu juga harus kita pahami, gerak kita ini mengikuti Allah ataukah mengikuti Nafsu diri? ini yang banyak tidak kita pahami..

Mengapa seekor burung itu di suruh keluar sangkar? 
ia keluar sangkar dengan perut lapar di pagi hari dan pulang dengan perut kenyang di sore hari. itulah janji Allah..! karna burung itu masih di beri kemampuan untuk terbang, makanya di suruh bergerak..

Burung saja patuh pada perintah Allah, masa kita sebagai manusia tidak? Di beri tenaga, pikiran dan akal, masih sehat tetapi bergerak nya mengikuti nafsu. tidak mau bergerak, maunya yang enak-enak saja. makanya banyak yang jadi pengemis, mencuri, korupsi, bahkan melakukan berbagai cara untuk memperturutkan Nafsu.

Pahamilah perintah Allah pada diri kita, burung itu terbang mencari makan mengikuti Allah, Cobalah kita juga begitu. kita ini di suruh apa oleh Allah? apa kemampuan yang di berikan Allah, apa potensi pada diri ini? bergerak lah..

Makanya, orang-orang yang beruntung itu ialah orang-orang yang bergerak mengikuti Allah. tiada ambisi dalam hidup.. mengalir saja. Jika ia mempunyai tekad yang sangat kuat, bukan berarti itu mengikuti Nafsu, tetapi itulah keyakinan yang di berikan Allah pada diri nya. lebur segala keakuan dan keinginan. yang ada hanya lah memenuhi perintah Allah saja.

Dan tentu nya orang yang selalu memenuhi perintah Allah, pasti lah selalu dalam jaminan Allah. Seperti burung tadi.. ia pulang dengan perut kenyang. Allah pasti menjamin dan mencukupi Rezeki kita..

Bukti kan lah..

Senin, 03 April 2017

CAHAYA WAJAH

CAHAYA WAJAH

Allah SWT berfirman:
لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّـةٌ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus 10: Ayat 26)

وَالَّذِيْنَ كَسَبُوا السَّيِّاٰتِ جَزَآءُ سَيِّئَةٍ ۢ بِمِثْلِهَا ۙ وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّـةٌ ۗ مَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍ ۚ كَاَنَّمَاۤ اُغْشِيَتْ وُجُوْهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ الَّيْلِ مُظْلِمًا ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus 10: Ayat 27)

Mari kita kaji ayat di atas,

     Ternyata kedua ayat di atas itu bukan saja nanti di Akhirat, tetapi saat ini pun telah ada. Yaitu setiap Amal perbuatan kita itu akan di tampak kan Allah pada wajah kita. Jika ingin mengetahui siapa penghuni Surga dan penghuni Neraka.. telah Allah tampak kan di wajah kita. Tetapi Cahaya wajah itu bisa berubah-berubah sesuai amal perbuatan kita.

     Jika Saat ini wajah kita berseri penuh cahaya, jangan berbangga diri. Karna penentuan nya itu ya nanti setelah Ajal menjemput. Lihat lah wajah orang yang meninggal Dunia, jika wajah nya bercahaya itu lah Ahli Surga, dan jika wajah nya gelap penuh kehinaan.. itu lah Ahli Neraka.

Mari kita lihat diri kita dahulu, bercermin lah.. ada kah cahaya di wajah kita? Jika gelap, perbaiki lah Amal kita.

     Mungkin kita pernah melihat sesorang, wajah nya cantik dan rupawan.. tetapi gelap tiada cahaya. Tetapi ada juga ketika kita melihat wajah orang yang jelek atau biasa-biasa saja, tetapi berseri penuh cahaya. Ada keteduhan ketika memandang nya. Itulah cahaya wajah dari prilaku baik nya.

     Lihat saja orang-orang yang memiliki ilmu kesaktian.. pasti serem kan wajah nya? Melihat mata nya saja kita sudah tidak nyaman. Seperti mata syetan. Sedangkan wajah seorang yang mendekatkan diri kepada Allah, bersinar bagai rembulan. Penuh keteduhan ketika memandang. Memang prilaku kita itu tidak bisa kita tutupi, Akan Allah tampak kan pada wajah ini. Siapa yang lurus, siapa yang munafik.. akan tampak pada wajah nya.

     Jadi kalau mau tampak cantik, prilaku dahulu yang harus di perbaiki. Percuma saja bersolek, ke salon hingga menghabiskan jutaan rupiah, tetapi tiada cahaya di wajah nya. Jadi, jangan sampai kita tertipu oleh topeng nya. Walau pintar ilmu agama, berjubah bagaikan wali-wali. Lihat lah di wajah nya, adakah kesombongan di situ? Adakah cahaya nya..? jika masih sombong, masih angkuh, tiada lah berseri wajah itu.

     Orang yang berbuat baik, akan tampak cahaya kebaikan pada wajah nya. Sedangkan yang berprilaku buruk, akan gelap dan penuh kehinaan. Cahaya wajah itu khas.. suatu cahaya yang timbul dari perbuatan baik kita.

Minggu, 19 Maret 2017

Testimoni Pak Wasis setelah mengamalkan Dzikir Nafas

     Pak Wasis ialah salah satu Pembeli buku saya, yaitu yang berjudul "Sadar Allah dengan Dzikir Nafas." Alhamdulillah.. melalui Buku itu beliau tidak hanya sekedar membaca. tetapi mengamalkan apa yang saya tuangkan di dalam buku itu. Di tambah lagi dengan saling berdikusi di group Whatsapp kami saling berbagi pengalaman masing-masing. Maka vibrasi ke Allah itu bagaikan magnet yang sangat kuat. akan menarik dan membuat kita semakin mendekat kepada Allah SWT.

     Dan hanya baru sebulan saja mengamalkan Dzikir Nafas, beliau telah merasakan perubahan positif pada diri nya. berikut ini ialah curahan rasa syukur nya kepada Allah. semoga menambah keyakinan bagi siapa saja yang membaca dan tertarik untuk mengamalkan metode Dzikir Nafas ini.. Aamiin..

Testimoni Pak Wasis Purwokerto

Pak Wasis Andriono: 
Assalamu alaikum bang Andy. Semoga berkah rahmat Allah selalu menyertai panjenengan sakeluarga. Amin. Masya Allah Bang.. baru satu bulan jalani DN di setiap aktivitas, yang tadinya saya tidak pernah shalat 5 waktu.. sekarang luar biasa bang. Seakan-akan diberi kekuatan, tetapi dalam keadaan rilex.. bisa satu minggu ini, sujud 5 waktu.. padahal tadi nya ogah-ogahan. Saya doakan semoga bang Andy selalu diberi kekuatan oleh Tuhan, agar bisa terus berdakwah, serta dilancarkan rezekinya.. Amin. Salam damai dari Purwokerto, Wasis Andriyono.

Bang Andy Firmansyah: 
Waalaikumsalam wr wb.. Alhamdulillah pak wasis..
Mencapai nya itu gampang, merawat nya yang perlu keistiqomahan. Semoga pak wasis selalu dalam limpahan rahmat Allah, semoga kita semua tidak jauh-jauh lagi pak.. Aamiin ya Allah..

Pak Wasis Andriono: 
Amin... Semoga juga indonesia yang saya lihat ada tulisan Allah yang sangat besar itu, serta seluruh penduduk dunia sujud serentak dalam satu waktu Sebagai pertanda bahwa indonesia benar-benar akan dijadikan oleh Tuhan sebagai perpindahan kiblat nya yang ke empat. Melalui Dzikir Nafas..

Bang Andy Firmansyah: 
Aamiin ya Allah..
Kita kuatkan diri kita dahulu ke Allah. Maka yang di sekitar, akan mengikuti..

Pak Wasis Andriono: 
Memang bener kata bang Andy, saya baru 1 bulan istiqomah DN. Kakak saya seakan ikut tervibrasi, ikut ke pertemuan di dago besok.

Bang Andy Firmansyah: 
Alhamdulillah.. terbukti kan?

Pak Wasis Andriono: 
Joss..

     Alhamdulillah.. Saya pun turut senang mendengar nya. Berarti buku saya bermanfaat. dan segala tulisan yang saya sampaikan bisa memanggil orang lain untuk mendekat kepada Allah SWT. Tetapi semua itu juga tak lain dari kuasa dan kehendak Allah semata. Allah memberi Hidayah kepada sesiapa yang di inginkan Nya. 

     Siapa pun yang membeli buku saya, saya doakan semoga terpanggil lah kepada Allah. Saya lebih senang dan bahagia buku itu tidak sekedar hanya di baca, tetapi di amalkan dalam keseharian kita. Semoga kita semua tetap istiqomah dan terus mendekat kepada Allah SWT.. Aamiin.



Minggu, 12 Maret 2017

TOPENG

TOPENG

Ada seorang sahabat yang bertanya, "Bang Andy, setiap saya menonton video-video Bang Andy di Youtube mengapa anda memakai baju yang sangat sederhana? Tiada pakai peci dan baju koko, tiada menunjukkan Bahwa anda seorang Ahli agama. Apa pesan di sebalik itu?

Ini pertanyaan menarik, dan semoga jawaban saya ini bisa menyadarkan orang-orang yang masih suka memakai topeng.

Setiap saya merekam video-video yang di youtube itu adalah spontanitas, tiada di rencana kan, dan tiada tujuan lain selain daripada mengikuti kehendak Allah. Ketika saya sedang duduk santai di teras rumah, tiba-tiba ada dorongan dari Allah. "Buat lah rekaman video, lalu sampaikanlah apa yang harus kamu sampaikan!" Dan saya pun merekam saat itu juga.

Jadi, itulah apa ada nya saya.. yang penting isi yang saya sampaikan, bukan topeng yang mengelabui orang. Karna saya tidak suka memakai topeng. Jika saya sebelum merekam video lantas saya berpenampilan menarik dahulu, entah pakai peci, pakai sorban, atau memakai jubah biar kelihatan Ahli agama, biar kelihatan ustad atau kyai.. itu sudah jelas topeng. Karna itu bukan diri saya yang sebenarnya. Karna saya ini bukan ustad apalagi kyai.

Lantas sahabat itu pun kembali bertanya, "Bagaimana orang lain akan mengikuti ucapan Bang Andy, jika penampilan nya saja tidak meyakinkan?"

Itulah kita, banyak yang tertipu dengan kulit yang di luar nya saja. Zaman sekarang ini, zaman edan(gila). Ahli agama dan Ahli perdukunan sulit di bedakan. yang mengajak lurus dan yang menyesatkan pun sulit di bedakan. Sudah banyak dukun yang bertopengkan kyai. Sudah banyak yang menyesatkan, seolah mengajarkan kelurusan. Penampilan kyai.. tetapi mengajarkan kesaktian. Macam-macam lah..

Memang dunia sudah terbalik-balik sekarang. Dan itu pula yang banyak di ikuti orang. Karna apa? Tertipu topeng nya. Jika sudah paham agama sedikit saja, langsung berjubah. Akhirnya apa? Timbullah ke egoan. Jadi gila hormat, dan merasa paling benar, paling suci.

Jadi jangan melihat penampilan, pasti kita tertipu. Mengapa penampilan saya begitu? Yang memang begitu lah saya, bukan saya buat-buat. Itu lah apa ada nya saya. Setidak nya saya tidak menipu orang di Sebalik topeng. Mau di dengar ya syukur, berarti itu rezeki orang yang mau mendengarkan. Jika ada yang tidak yakin pada apa yang saya sampaikan karna penampilan saya, ya berarti belum rezeki orang itu.

Jadi lihat lah apa yang di sampaikan, jangan melihat penampilan. Karna kita bisa saja tertipu oleh topeng nya..

Hati-hati lah.. Allah maha mengetahui apa yang kau tampakkan(Dzohir), dan Allah mengetahui apa yang kau sembunyikan(Bathin). Semua itu akan di minta pertanggung jawaban kelak. Jadi lepas lah topeng mu..

Senin, 30 Januari 2017

Dari Pelaut.. di rubah Allah jadi Pedagang



Dari Pelaut.. di rubah Allah menjadi pedagang..

Itulah Hidup.. 
Dari seorang pelaut yang selalu bangga dengan dengan kedudukan nya. selalu banyak duit nya..
sekarang harus Mulai merangkak dari nol.

Kaget.. memang sedikit kaget! perubahan itu begitu drastis.
Jika melihat masa lalu.. memang tergiur untuk merasakan kembali.
Serba cukup, serba terpenuhi, mau apa saja dapat.

Tetapi sekarang, Allah lepas kemelekatan itu. "bisa kah engkau hidup tanpa dunia Andy? Takutkah engkau, jika ku beri kemiskinan?"

Aku hanya bisa menjawab, "bisa apa aku.. jika itu telah menjadi kehendak mu ya Allah? Sungguh ku bukan hamba yang bersabar..jika menolak ini semua."

"jika engkau bertanya, takutkah aku? tentu lah aku takut, aku hanya manusia biasa ya Allah. Aku bukan Nabi, Apalagi Wali. Ku kembali kan rassa takut ini pada mu ya Allah."

Menjadi Pelaut, sangat harum namanya. di sanjung dan di puja karna banyak uang nya. lebih tinggi derajat nya di banding karyawan di darat. Tetapi sangat jauh diri ini dari Allah. tiada sedikit pun SADAR ALLAH. selalu tenggelam ke lumpur penuh dosa.

Menjadi Pedagang, memang lah tak seberapa. tetapi banyak waktu bersama mu ya Allah. banyak waktu aku untuk memperbaiki diri. Banyak waktu aku mendekat kembali. banyak waktu ku menyampaikan Amanah-Amanah MU.

Aku lebih tenang begini ya Allah, Aku tak mau jauh-jauh lagi dari MU. Jadikan lah Aku apa saja sesuai kehendak MU, yang penting aku tak jauh-jauh lagi dari MU ya Allah..

Minggu, 29 Januari 2017

Maqom Asbab dan Maqom Tajrid

Maqom Asbab dan Maqom Tajrid

Asbab dan Tajrid ialah suatu keimanan yang sangat berbeda.

Ahli Asbab, yaitu orang yang masih berusaha dengan kemampuan diri nya. Ini adalah orang yang masih berpikir rasional. Masih bergantung kepada sebab-akibat.

Bagaimana mungkin jika ia menginginkan sesuatu tetapi ia tak berusaha? Contoh nya saja begini, mungkin kita pun sering begitu..

Ketika kita menginginkan sesuatu, dan kita berkata kepada orang lain, "saya mau begini dan saya mau begitu.." Pasti orang yang mendengar kan itu langsung bertanya, "dari mana duit nya?" Hehe..

Ini adalah orang yang Ahli Asbab, ia meyakini sesuatu jika ada duit nya. Tanpa duit ia akan merasa sangat mustahil. Dia tidak salah, karna keyakinan/keimanan nya masih bergantung kepada sebab akibat.

Tetapi sangat berbeda dengan Ahli tajrid, jika ia sudah mempunyai keinginan, dan meyakini keinginan nya itu akan di kabulkan Allah. Maka keinginan nya itu akan terwujud walau tanpa usaha. Tiada lagi sebab akibat. Karna sesuatu itu telah menjadi jaminan Allah. Dan akan terpenuhi dengan cara Allah, bukan lagi karna sebab usaha diri nya.

Kita lihat saja para ulama atau kyai yang mempunyai pondok-pondok pasantren yang sangat megah. Jika kita lihat, berapa sih komisi nya sebagai penceramah? Apa sih usaha nya? Mengapa bisa membangun pasantren yang begitu megah, dari mana uang nya?

Itulah Ahli tajrid, usaha nya bukan lagi mencari kerja atau mengumpulkan uang. Tetapi ia hanya menjalankan saja amanah yang di berikan Allah kepada nya. Seolah Allah berkata, "tugas mu hanya berdakwah, jadi ya berdakwah saja! Maka segala sesuatu nya AKU yang menjamin nya."

Ya tentu nya semua kebutuhan yang terpenuhi itu dengan cara Allah, bukan lagi dengan cara diri nya. Karna ia yakin, beriman, dan melaksanakan perintah Allah.. terjaminlah dia. Itulah Tajrid, tentu nya harus Nekad karna Allah.

Lantas, apakah kita yang Ahli Asbab bisa mencapai Tajrid?
Sangat bisa.. tetapi semua itu tergantung keimanan kita kepada Allah. Yakin tidak kepada Allah? Kalau belum yakin, ya jangan coba-coba..!

Karna goncangan jiwa untuk mencapai ke tajrid an itu sangat luar biasa, harus benar-benar menghilangkan segala daya dan upaya. Pasti penuh dilema. Harus paham perintah Allah.. tugas yang Allah berikan kepada kita itu apa, kita ini di suruh apa?

Jadi, ya tidak sembarang orang untuk memperoleh ke tajrid an. Pasti ada tugas dari Allah. Jadi harus di pahami, ke tajridan itu bukan di minta-minta, tetapi memang lah sudah di kehendaki Allah. Ya tergantung keimanan sesorang, tergantung seberapa kuat nya ia bergantung kepada Allah.

Jika seorang Ahli tajrid, menjadi kaya raya tanpa usaha, sebenarnya dia itu tidak minta kaya. Tetapi kekayaan itu Allah berikan karna menjalankan perintah Allah. Itulah jaminan Allah.

Kalau di dalam diri kita masih ada keinginan.. ingin kaya, ingin sukses, ingin hidup senang. Ya jangan minta tajrid, ya berusahalah. Karna itu berarti kita masih lah Ahli Asbab.

Ahli tajrid itu tidak minta apa-apa.. ia hanya menjalankan saja tugas yang Allah berikan kepada nya. Tentulah dia selalu dalam jaminan Allah, walau ia tak berusaha.