Rabu, 31 Agustus 2016

CAHAYA

CAHAYA

Cahaya itu ialah petunjuk..
Ketika kita memiliki cahaya, kita tahu arah dan tujuan..
Ketika kita memiliki cahaya, kita tahu salah dan benar..
Dekati lah sumber cahaya.. maka hidup ini kan terang..

Bisa apa kita tanpa cahaya.. pasti meraba..
Bisa apa kita tanpa cahaya.. pasti merana..

Sudah lah,
Sampai kapan meraba dalam kegelapan..
Sampai kapan berjalan tanpa tahu arah dan tujuan..

Mendekat lah, mendekat kepada sumber cahaya..
Cahaya ilahi membuat hidup ini terang, semakin mendekat semakin bersinar..

Jika diri semakin bersinar, pasti lah menerangi alam sekitar..

Dekati lah diri yang bersinar.. maka akan mendapat sedikit terang nya..
Dekati lah diri yang bercahaya.. maka diri akan ikut bersinar..
Dekati lah sumber cahaya.. itulah cahaya di atas cahaya..


Minggu, 28 Agustus 2016

ADAB BELAJAR

ADAB BELAJAR

Musa berkata kepadanya, "Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?"
[QS. Al-Kahf: Ayat 66]

Dia menjawab, "Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.
[QS. Al-Kahf: Ayat 67]

Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
[QS. Al-Kahf: Ayat 68]

Dia (Musa) berkata, "Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun."
[QS. Al-Kahf: Ayat 69]

Dia berkata, "Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu."
[QS. Al-Kahf: Ayat 70]

Jika kita pelajari tentang kisah nabi musa dan nabi khidir, banyak terdapat hikmah di dalam nya..

Nabi musa ialah berilmu kan syariat dan nabi khidir berilmu kan hakikat. Di sinilah terjadi nya pertentangan bagi musa yang belum memiliki ilmu(pengetahuan yang cukup).

Jika di kaji lebih dalam di surat Al-kahf: ayat 66, "ilmu yang telah di ajarkan kepada mu", makna nya ialah.. ilmu Allah, khidir mendapatkan ilmu dari sisi Allah, Allah lah yang mengajarkan kepada khidir. Ini bukti manusia bisa berguru kepada Allah.

Khidir mengetahui.. sedangkan musa tidak mengetahui.
Nah, bagi orang-orang yang belum memahami hakikat, pasti menentang, pasti tidak sabar, pasti terjebak prasangka-prasangka. Ini karna keterbatasan keilmuan nya.

Jadi orang yang selalu menentang dan tidak sabar atas apa yang kita ketahui itu ialah ciri orang yang belum berilmu. Selalu menentang dan menyalahkan, padahal dia sendiri belum paham. Tapi merasa paling benar.

Ambil lah pelajaran, di atas langit.. masih ada langit. Di atas ilmu, masih ada yang lebih berilmu. Jangan kita merasa paling benar, dan selalu menyalahkan orang lain.

Jika benar-benar ingin belajar beradab lah, jangan banyak tanya, apalagi menentang. Jika seperti itu ya pasti tidak dapat apa-apa..
Yang ada, terjebak dengan prasangka-prasangka..

Jika belum paham berprasangka baik lah, harus sabar jika ingin belajar. jangan menolak.. apalagi menentang..







Sabtu, 27 Agustus 2016

BERTEMU

BERTEMU

يٰۤاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِ ۚ
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya.
[QS. Al-Insyiqaq: Ayat 6]

Yang beriman dan telah menemui Allah, pasti meyakini ayat ini..

Jika saya berkata saya telah bertemu Allah, pasti di bilang sesat bagi yang tidak memahami.
Bertemu nya itu bukan dengan jasad ini, tetapi dengan kesadaran jiwa.

Ketika saya berkata, "saya melihat Allah.." banyak yang heran dan menganggap saya tidak waras.

Sebenarnya siapa yang tidak waras? anda atau saya..?

Mengapa banyak yang takut berkata, "saya telah bertemu dan melihat Allah"..? Mengapa takut..
Memang belum bertemu, atau takut di katakan sesat?

Ayat nya telah jelas koq, di sebutkan di situ,"wahai manusia.." bukan nabi, bukan wali, bukan kyai.. tetapi manusia..!!! kita semua bisa menemui Allah, bisa melihat Allah..

Sholat tanpa bertemu dan melihat Allah, ya sama saja nunggang-nungging tiada makna. Siapa yang tidak waras di sini..? Itu sama saja sholat nya orang mabuk. Tiada kesadaran ke Allah.

Sholat itu wajib melihat dan bertemu Allah. Jika tidak melihat Allah.. siapa yang di sembah dalam sholat itu?

Pahami lah benar2 ayat di atas..
Siapa yang menuju Tuhan mu(ALLAH) itu? Yang menuju Allah itu ialah jiwa ini, terus berjalan dengan sungguh-sungguh, yang di tuju hanya Allah.

Jika masih banyak berhala-berhala dalam diri, itu belum bersungguh-sungguh. Mencari ilmu kesana kemari, yang di dapat hanya ilmu.. bukan Allah. Semakin pintar, semakin berilmu.. tetapi tidak bisa menjumpai Allah, tidak bisa melihat Allah.. untuk apa berilmu jika begitu..

Sudah lah..
Pasang niat yang lurus ke Allah, jangan cari ini - itu, jika nyari sakti, nyari sensasi rohani, itu belum sungguh-sungguh.
Pasang tekad yang kuat, "ya Allah.. aku ingin menuju MU, aku ingin menemui MU". nanti Allah tunjukkan jalan nya, yang penting sungguh-sungguh.. pasti bertemu.







Jumat, 26 Agustus 2016

MENGAJAK

MENGAJAK

Mengajak dan menyuruh itu dua hal atau tujuan yang sama, tetapi berbeda..

Ketika kita menyuruh, ini sering kali terjadi nya benturan-benturan ego. Dan menjadi sesuatu keterpaksaan.
Berbeda hal nya dengan mengajak..

Contoh nya saja, ketika kita menyuruh anak istri melakukan sholat, pasti bertentangan dengan ego mereka. Pasti mereka menolak perintah. Atau sebaliknya si istri menyuruh si suami sholat, pasti si suami terpancing ego nya..

Jadi.. tidak perlu lah kita menyuruh seseorang yang belum mendapatkan hidayah Allah. Untuk apa buang tenaga.. jika mereka belum terpanggil kepada Allah..

Ketika si anak atau istri di suruh sholat, dan ia menolak. Si suami jadi marah. Atau begitu pula sebaliknya..

Manalah mungkin kita memanggil orang yang tidak dapat mendengar dan melihat, yang tuli dan buta hati nya..
Jika Allah belum berkehendak kepada mereka, tentulah mereka tidak akan mendengar.

Cara yang terbaik ialah dengan mengajak..
Yaitu, mengajak dengan lisan, dan juga perbuatan.

Tunjukkan saja dahulu diri kita, harus kuat menuju Allah. Ketika mereka melihat kita semakin kuat ke Allah, tentu mereka akan tervibrasi, tentu mereka akan terpanggil. Jadi hidayah Allah itu mengalir melalui diri ini, jika kita kuat ke Allah.. pasti mereka ikut terpanggil.

Jika anak, istri, suami, belum mau  sholat, jangan marah.. jangan di paksa. Ke Allah itu harus ikhlas, bukan terpaksa. Jadi tunjukkan saja kita sholat, ketika mereka melihat kita sholat.. maka mereka kan terpanggil. Itu kita sudah mengajak dengan perbuatan..





Selasa, 23 Agustus 2016

DI BACAKAN

DI BACAKAN

"Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu sehingga engkau tidak akan lupa,"
[QS. Al-A'la: Ayat 6]

Ketika membaca Al quran, sambung lah kesadaran kita kepada Allah. Al quran itu kalam Allah yang banyak dengan kata kiasan atau perumpamaan. dan yang paling memahami makna kiasan itu ialah Allah sendiri.

Ketika kita membaca dengan SADAR ALLAH, Al quran itu akan bercerita sendiri. Kita akan di bacakan.. apa makna di sebalik kiasan atau perumpamaan-perumpamaan itu.

Ketika di bacakan.. dengarlah dengan penuh keyakinan, jadi kan pedoman dalam hidup. Sungguh itulah orang2 yang beruntung.

Senin, 22 Agustus 2016

MIMPI

MIMPI

sebuah kesuksesan itu berawal dari mimpi. Dengan mimpi itulah kita tahu arah dan tujuan..

Jika bermimpi.. ya jangan tanggung-tanggung. Jangan sebatas kemampuan diri. Tetapi bermimpi lah yang di luar batas diri..

Hidup ini harus optimis, jangan pesimis..

Orang yang selalu pesimis dalam hidup, sesungguhnya dia itu telah menghijab diri sendiri.. sampai kapan pun ya tidak akan sukses-sukses. Karna ia tidak berani bermimpi.. sehingga tidak tahu arah dan tujuan.

Karna ini tentang mimpi, kita contohkan saja..
Misalkan kita berani bermimpi ingin jadi orang kaya, serba berkecukupan..

Ya pegang kata kunci nya, yaitu "kaya..!", jadi tahu arah tujuan nya kan.. berjalan lah kepada jalan yang membuat kita kaya. Jangan pikirkan cara nya, bagaimana..?

Cara atau bagaimana nya itu, nanti ya terserah Allah. Yang penting mimpi saja dahulu, yakin saja dahulu.. ALLAH pasti memberi kekayaan.

Allah itu sesuai prasangka hamba nya.. yakin tidak pada Allah? Jika telah yakin atau percaya total pada Allah, Allah juga tidak mau mengecewakan hamba-hamba nya yang telah yakin pada NYA.

Yang penting mimpi saja dahulu, bermimpi itu kan tidak bayar, koq takut..? hehe..

Minggu, 21 Agustus 2016

FANA

FANA

zero/fana itu,
Bukan hanya di saat duduk berdzikir saja..
Bukan hanya di saat jiwa terlepas dari jasad..

Tetapi bentuk lelaku dalam kehidupan..
Ketika jiwa bersatu dengan jasad.. apakah diri tetap fana..?

Jika iya, itulah mati sebelum mati..
Jasad ku mati.. jiwa ku hidup..
Jasad ku mimpi.. jiwa ku nyata..
Jasad ku tidur.. jiwa ku sadar..

Tiada lagi aku ku..
Tiada lagi mampu ku..
Tiada lagi diri ku..

Diri fana.. ketika SADAR ALLAH..

SEMUA NYA ALLAH

SEMUA NYA ALLAH

Allah berkata.. dengan lisan ku..
Allah memandang.. dengan mata ku..
Allah mendengar.. dengan telinga ku..
Allah melangkah.. dengan gerak ku..
Allah berkehendak.. dengan keinginan ku..

Karna sesungguhnya DIA maha meliputi..
Ketika DIA meliputi aku dengan ruh NYA, DIA lah yang ADA pada diri ini..

Aku pun sirna.. lebur layak nya debu..
Yang ku saksikan hanya DIA..

Jika itu semua.. DIA..
Siapa lah.. aku..
Tiada lagi yang berani aku sombongkan..
Tiada lagi yang berani aku akui..

Tanpa Allah.. aku bisu..
Tanpa Allah.. aku buta..
Tanpa Allah.. aku tuli..
Tanpa Allah.. aku bangkai..

Setelah ku sadari DIA yang dekat, tiada berdaya menolak segala kehendak..

Jika aku bertakwa.. karna DIA..
Jika aku pintar.. karna ilmu NYA..
Jika aku berbuat baik.. karna kehendak NYA..
Jika aku mampu.. karna kuasa NYA..
jika aku bersabar.. karna kekuatan NYA..

Jika semua hanya DIA..
siapa lah diri ini..

Tafsir QS.Ar-Ra'd: ayat 12

Tafsir QS.Ar-Ra'd: ayat 12

هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا  وَّيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ ۚ
Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan mendung.
[QS. Ar-Ra'd: Ayat 12]

Makna nya ialah,
Beserta ketakutan, berarti ada harapan..

Tanda nya kilat(ketakutan).. berarti akan segera datang nya hujan(harapan)..

Jadi, ketika kita susah dan takut saat ini.. jangan lihat susah nya.. jangan takut. Tunggu saja hujan nya, bakal datang kebahagiaan dan harapan..

Itu sudah cara Allah.. di berikan harapan atau kebahagiaan dengan cara sesuatu yang tidak kita senangi. Jadi ikuti saja cara Allah..
Selalu lah berprasangka baik.

Bila kilat dan petir menyambar.. itu pertanda akan turun hujan. Yaitu di mulai dengan gelap nya langit(mendung).

Bila hidup kita susah saat ini, gelap, masalah datang bertubi-tubi.. itu pertanda akan datang nya harapan dan kebahagiaan..

Ternyata Al quran ini, bisa di baca di alam semesta..

Sabtu, 20 Agustus 2016

SATU KATA SAJA

SATU KATA SAJA

Satu kata saja, yang tertangkap ketika membaca Al quran.. bisa tertulis kan berlembar-lembar kertas.

Satu kata saja, yang tertangkap ketika membaca Al quran.. bisa menjadi cerita berjam-jam.

Maka benarlah, ilmu Allah itu sangat luas. Sejauh mata memandang, tak bertepi.. tak berhujung. Jika lautan menjadi tinta nya, tiada habis menuliskan kalam Allah.

satu kata saja, sudah lebih dari cukup untuk hari ini. Apalagi jika yang kita dapatkan beberapa kata atau kalimat..
Jika yang lain, sibuk dengan satu hari satu juz. Kita cukup satu kata saja..

Karna yang kita baca bukan tulisan, tetapi baca lah wahyu NYA.
tak berhuruf dan tak bersuara.. tetapi bisa di baca.. bisa di dengar..
Bagi jiwa-jiwa yang SADAR ALLAH..

Tentu hidup selalu dalam petunjuk NYA..





JANGAN TAKUT

https://youtu.be/Kx-1wJTMF54

Jumat, 19 Agustus 2016

TABURLAH KEBAIKAN

TABUR LAH KEBAIKAN

Benih kebaikan apa pun yang kita tanam, suatu saat kita akan memanen dan menikmati nya.
Jadi, jangan sepele kan hal-hal kecil.. apa pun itu. Tanam saja dengan keihklasan.

Jangan menunggu.. kapan panen nya ya? Mungkin orang lain tidak menghargai hal kecil yang telah kita lakukan. Bisa 1 tahun, 5 tahun, atau puluhan tahun ke depan barulah kita nikmati. Ikhlas saja karna Allah..

Seperti yang telah saya lakukan..
Awal nya, saya berbagi segala pengalaman di Facebook, sedikit demi sedikit. Sehingga banyak yang mencela, si andy stress, gila, ngomong nya Allah melulu. Bahkan ada yang berkata, "macam orang mau mati saja, sedikit-sedikit ngomong nya Allah?"
Itu semua bukan orang lain, justru keluarga terdekat saya, bahkan teman-teman dekat.

Sekarang siapa sangka tulisan sedikit demi sedikit itu bisa menjadi buku, bisa laku..?

Janji Allah itu pasti.. kebaikan, akan di balas dengan kebaikan pula.
Siapa sangka.. hanya hitungan tidak sampai dua tahun, saya telah menikmati hasil nya..

Jadi, mulai lah dari hal-hal kecil..
Tabur lah dengan keihlasan karna Allah, maka kelak kita rasakan manis nya hasil dari apa yang kita tanam..





MELIHAT NAFSU

MELIHAT NAFSU

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)."
[QS. Al-A'raf: Ayat 201]

ayat ini benar-benar telah saya buktikan. Jika dahulu, sebelum mengamalkan dzikir Nafas.. ketika saya melakukan suatu dosa. Saya tidak menyadari bahwa saya telah mengikuti nafsu.

Setelah menjalani dzikir Nafas, hidup ini lebih tertata. Di ubah Allah menjadi lebih baik. Ketika Nafsu diri berbisik, sangat jelas terdengar. Benar-benar saya saksikan.

Jadi, bayang-bayang pikiran jahat dari setan yang di maksud itu, ialah nafsu diri kita. Karna nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan.
Jika kita terbiasa Sadar Allah, di saat kita lalai.. kita akan di jaga Allah dari dosa.

Contoh nya begini,
Ketika nafsu berbisik agar saya berlaku sombong.. maka ketika itu pula Sadar Allah aktif/ON. Dan diri ini seolah di bisiki Allah," jangan lah kamu ikuti nafsu, nafsu itu selalu menjerumuskan kan kepada kejahatan."

Ketika saya dengar kalam Allah dalam kesadaran jiwa, maka saya pun menyadari kesalahan-kesalahan yang hampir atau sudah saya lakukan.

Jika kita telah melihat Nafsu, tentu lah diri ini lebih waspada, lebih hati-hati. Dan berusaha menghindari dosa. Apabila terlanjur mengikuti Nafsu, akan cepat-cepat meminta ampun kepada Allah. Sehingga tidak semakin jauh lebih berdosa.

Jadi takwa yang telah kita lakukan itu, bukan lah karna kita mampu. Tetapi karna kita di jaga Allah dari dosa..





Selasa, 16 Agustus 2016

CINTA

CINTA

Cinta itu, sungguh sangat besar kekuatan nya..
Dan dalam menyampaikan pesan-pesan Allah, harus ada rasa cinta kasih.

Mungkin banyak yang menentang, mencela, menghina diri, dan menolak kebenaran yang kita sampaikan. Tetap lah bersabar..

Bijaksana lah dalam bersikap, hati mereka tertutup karna belum melihat yang haq. Jadi, Mengapa kita harus marah pada orang yang buta?

Jika kita dapat melihat, tuntunlah mereka yang buta dengan kasih. Ketika hati mereka tersentuh, pasti mereka kan mendengar..

Yang berilmu.. harus bijak pada yang bodoh..
Yang melihat.. harus bijak pada yang buta..

Bagaimana mungkin mereka mendengar.. jika semakin berilmu, tetapi semakin ber ego..
Bagaimana mungkin mereka percaya.. jika telah melihat, tetapi tiada kesabaran..

Jika benar-benar diri ini di utus.. ingatlah pada tujuan. Kita di utus untuk mengajak mereka ke Allah. Jadi tunjukkan saja kita ini penuh kasih, ketika mereka merasa di cinta dan di kasihi.. tentu mereka kan melihat dan mendengar.






Senin, 15 Agustus 2016

TAWAKAL

TAWAKAL

"Jangan tergantung kepada Tuhan, tetapi Tuhan lah yang tergantung pada diri ini.."

Maknanya ialah,
Jangan harap Allah akan menolong, jika diri ini saja.. enggan menjalankan perintah!
Gerak usaha yang di lakukan karna mengikuti perintah Allah.. itulah tawakal yang sebenarnya..

Ketika kita mau di perjalankan.. maka segala sesuatu akan di jamin dan di cukupkan..

Semua itu kembali kepada keimanan diri,
Apakah kita percaya pada perintah NYA..
Apakah kita mau di perjalankan NYA..
Ketika telah beriman, semua itu akan di buktikan NYA..
Itulah.. "kun fa ya kun" nya Allah.

Allah itu sesuai dengan prasangka hamba nya, jadi segala sesuatu yang terjadi tergantung diri ini..




BUKU BAGUS


BUKU SADAR ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS

Harga Buku: Rp120.000,-sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh indonesia.

Sinopsis:
Sebuah buku yang tertulis dari pengalaman-pengalaman si penulis nya. Yang awal nya, tergila-gila berdzikir karna ingin mencari kesaktian, tetapi tiada dampak dalam kehidupan. Malah semakin membuat nya terjerumus pada kesyirikan.
Semakin rajin berdzikir, tetapi tidak membuat nya menghindari maksiat. Apakah yang salah dengan cara dzikir nya?

Hingga lah ia bertemu dengan suatu metode dzikir Nafas. Ya.. nafas sebagai alat pengganti tasbih, sehingga bisa berdzikir terus menerus tanpa putus. Di kala duduk, berdiri, dan berbaring..
Setelah berdzikir dengan penuh kesadaran kepada Allah, hidup si penulis benar-benar di rubah Allah menjadi lebih bertakwa. Dan dengan ilham-ilham yang di berikan Allah, si penulis menuliskan nya sehingga menjadi sebuah buku.
Jadi buku ini ialah benar-benar pesan dari langit(ilham).. dan yang membaca pasti hati anda akan bergetar, dan semoga menambah keimanan kepada Allah.. Aamiin ya Allah..
Penulis    : Andy Firmansyah
Penerbit  : Pandiva Buku
ISBN        : 9786027374867
Tebal       : 324 Hal
Dimensi  : 21 Cm
Kondisi   : Baru
Rilis         : 2016
Bagi yang mau membeli silahkan hub Wa: 0812-70566960.



Sabtu, 13 Agustus 2016

DI CARI-CARI

Ternyata ilmu DN SADAR ALLAH ialah ilmu yang sangat di cari-cari.. saya 12 tahun dalam pencarian barulah bertemu.

Setelah bertemu, ngapain mencari-cari lagi.. Alhamdulillah, Allah saya temui di sini.

KETIKA SAKIT

KETIKA SAKIT

"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. Nabi-Nabi (Qs. Al-'Anbyā':83 - 84..)"

Pelajaran yang bisa di ambil dari kisah Nabi ayub ialah, ketika beliau di timpa suatu penyakit beliau tidak meminta penyakit nya di sembuhkan. Nabi ayub hanya lah memuja-muji Allah dan penyakit nya pun disembuhkan Allah.

Jadi, ketika kita sedang sakit saat ini, perbanyak lah memuji-muji Allah. Jangan mengeluh atas penyakit yang di derita. Terima saja dengan ikhlas. Jangan meminta kesembuhan. Karna ketika kita meminta kesembuhan.. berarti kita telah menolak kehendak Allah, yaitu memberi penyakit.

Banyak-banyak lah memuji Allah dengan menyadari Allah yang maha penyayang. Dan cara untuk memuji Allah sebanyak-banyak nya paling praktis dengan dzikir Nafas..

Pakai salah satu nama NYA di Asmaul Husna yaitu, "Yaa Rahim"(yang maha penyayang).
Pada Nafas masuk, sebut lah.. "yaa.."
Pada Nafas keluar, sebut lah.. "Rahim.."

Sesungguhnya Allah itu sesuai prasangka hamba-hamba nya, jika kita menyadari Allah yang maha penyayang(yaa Rahim) dengan kesadaran yang dalam, maka kita pun akan di sayangi Allah. InsyaAllah, penyakit itu akan di disembuhkan Allah, penuh rahmat Allah yang berlipat ganda..

Jumat, 12 Agustus 2016

BACA LAH WAHYU NYA

BACA LAH WAHYU NYA

اِنَّا جَعَلْنٰهُ قُرْءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ  تَعْقِلُوْنَ ۚ
Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.
[QS. Az-Zukhruf: Ayat 3]

Tujuan Al quran di turunkan dalam Berbahasa Arab ialah, agar kaum di zaman Rasulullah dahulu memahami atau mengerti apa isi Al quran.

Sekarang Al quran, sudah banyak terjemahan nya. baik berbahasa melayu atau pun berbahasa indonesia.. agar kita memahami atau mengerti.

Apa lagi alasan kita, Al quran itu tidak bisa di pahami?
Al quran bukan untuk orang arab saja, bukan untuk ustad atau kyai saja..

Al quran itu untuk seluruh umat manusia.. kita semua punya hak yang sama untuk memahami isi Al quran.

Jika belum bisa membaca bahasa arab nya, baca lah terjemahan nya agar kita mengerti. Setelah mengerti isi nya.. sambung kesadaran kepada Allah..

Karna Al quran itu wahyu yang di tuliskan, dan yang paling memahami makna nya.. ya Allah sendiri. Ketika kesadaran tersambung(SADAR ALLAH).. maka kita akan di baca kan makna nya yang lebih dalam. Sehingga Al quran itu bisa menjadi petunjuk di kehidupan.

Kamis, 11 Agustus 2016

BERSYUKUR

BERSYUKUR

Syukur Alhamdulillah..
ketika buku masih proses cetak, banyak yang memesan nya..
Ketika buku telah di beli dan belum sampai ke alamat, banyak yang tidak sabar ingin membaca nya..

Ini semua seperti mimpi..
Karna benar-benar tidak menyangka bisa terjadi.

Semua ini atas kuasa MU ya Allah..
Aku pun masih tidak percaya, bisa membuat sebuah buku..
Aku pun masih tidak percaya, buku ini bisa laku..

Sungguh ku bersyukur pada MU yaa ALLAH..
Lega nya hati ini.. setelah menjalani perintah..
Lega nya hati ini.. ketika diri telah amanah..

Ini semua atas kehendak MU..
Ini semua bukan mampu ku..

Semoga dengan buku ini.. semakin banyak lah yang mendekat pada MU ya Allah..
Semoga dengan buku ini.. semakin banyak lah jiwa yang Sadar pada mu ya Allah..

Aamiin.. ya Allah..

 

JANGAN IKUT-IKUTAN

JANGAN IKUT-IKUTAN

Ketika kita mendengar suatu berita/kabar akan sesuatu jangan terlalu cepat mempercayai..
Jangan terlalu cepat berprasangka buruk..

Telah di tegaskan di sini,
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al Isra:36)"

Ketika kita mendengar suatu kabar/berita aib, kunci lah rapat-rapat.. jangan menyebarkan berita itu sedang kan kita belum mengetahui kepastian nya. Karna ketika kita ikut menyebarkan berita maka semua itu akan di minta pertanggung jawaban oleh Allah.

Kalau berita itu benar.. jika tidak?
Berarti kita pun telah ikut menyebarkan fitnah. Padahal sungguh besar lah dosa fitnah itu.

Jadi, lebih aman.. Ketika mendengar berita, selalu lah berprasangka baik. Jangan terlalu cepat mempercayai, jangan ikut-ikutan menyebar fitnah..

Karna segala perbuatan akan di minta pertanggung jawaban..

RENUNGAN JIWA

RENUNGAN JIWA..

kita hidup.. tidak tahu, entah sampai kapan..
Segala bekal.. tidak tahu, entah berapa banyak yang sudah kita kumpulkan..

Masih ada kehidupan yang lebih panjang..
Tetapi hanya di beri waktu sebentar untuk mencari bekal..
Merugi lah jika kita sia-sia kan..

Sudah lah.. jangan bermain-main lagi..
Sudah lah.. cepat-cepatlah kita kembali..
Mau berapa lama kita menjadi bangkai?

Berjalan tak tentu arah..
Melangkah sesuka kehendak, tetapi hanyalah mengikuti Nafsu..
Jiwa terkurung dalam sangkar raga..

Sudah siapkah kita, ketika di tanya..
Bekal apa yang kau tinggalkan untuk anak-istri mu?
Sementara diri mu sendiri tiada bekal..

Aku takut.. wahai sobat..
Aku takut.. tidak tahu, berapa lama lagi aku bernafas..
Tidak tahu berapa lama lagi di beri waktu, untuk mencari bekal..

Hidup ini layak nya mimpi..
Ketika terbangun(mati), baru lah kita sadari..
Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi..

Yaa Allah,
izin kan lah dalam setiap Nafas ini menyadari MU..
Izin kan lah dalam setiap gerak ini bersama MU..

Jadikanlah kami hamba MU..
Berikan lah hidup dengan Ridho MU..

Rabu, 10 Agustus 2016

ALLAH HUU AKBAR

ALLAH HUU AKBAR

Allah Maha Besar..
Sadari Allah.. yang maha besar.

DIA lah yang menciptakan segala alam Jagad Raya ini dengan kekuasaan NYA.
Segalanya ini, milik NYA..

ciptaan nya saja sungguh besar dan luas tanpa batas, tak terbayangkan seperti apa kuasa sang pencipta yang bisa menciptakan sesuatu yang begitu besar dan luas ini.

Apa lah daya diri ini..
Apa lah kuasa diri ini..
Kita hanyalah debu di Alam Raya ini..

Ketika hidup sedang di uji, Sadari lah ALLAH yang maha besar.
Sungguh kuasa nya tanpa batas.
Sadarilah kita di tolong dan di lindungi oleh Allah yang maha berkuasa..

Bergantung lah pada yang maha besar..
Bergantung lah pada yang maha kuasa..
Maka Alam pun akan mendukung diri ini..
Maka alam pun akan membantu diri ini..
Karna diri telah bergantung kepada sang pencipta..

Apalagi yang harus di takutkan..
Apalagi yang harus di sedihkan..
Jika diri telah menyadari Allah Maha Besar..

Selasa, 09 Agustus 2016

CARA BERDAKWAH

CARA BERDAKWAH

Ini sangat penting untuk para Dai yang bersyiar menyampaikan pesan-pesan Allah..

Mungkin kita selalu belajar dan belajar, sehingga semakin lama semakin berilmu pengetahuan. Baik apa pun ilmu yang kita miliki, harus tetap waspada. Jangan sampai ilmu yang di miliki itu membuat kita berhati keras.

Kenapa berhati keras? Karna kita yakin kita telah benar, lebih tahu, lebih pintar. Biasa nya Ego merasa berilmu itu akan muncul. Dan menjadi sepele pada yang tidak berilmu.

Di sinilah ujian bagi kita, apakah kita tetap sabar menghadapi orang-orang yang tidak berilmu itu?
Mungkin ketika kita berdakwah dan menyampaikan kebenaran banyak yang menentang, menyangkal, bahkan mengolok-olok diri ini. Apakah Ego diri ini ikut terpancing?

Tujuan Dakwah ialah agar orang lain mengikuti apa yang kita syiarkan. Agar hati mereka meyakini kebenaran yang kita sampaikan. Bukan untuk berdebat, bukan untuk kalah-menang.

Rasulullah itu terkenal dengan kelembutan nya, para wali juga terkenal dengan sikap bijaksana nya. Inilah pesan Allah melalui Al quran.
“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]

Jika kita menjumpai orang-orang yang tidak berilmu pengetahuan, pandai-pandai lah menyikapi nya, harus sabar menghadapi nya. Bagaimana mungkin mereka mengikuti apa yang kita sampaikan jika mereka tersakiti?

Ketika kita menyampaikan kebenaran dengan Ego.. maka yang  muncul adalah Ego juga. Karna tidak menyentuh hati mereka. Yang mereka lihat adalah diri yang ego ini, bukan Allah. Jadi, leburkan lah ego diri ini dalam menyampaikan.. maka yang mereka lihat adalah Allah, yang mereka dengar adalah ucapan Allah. Bukan diri ini..

Untuk apa kita menang dalam berdebat karna telah berilmu, tetapi mereka menjauh dan menolak kebenaran. Lebih baik diri ini yang di cela, di hina, di olok-olok.. tetapi akhirnya mereka menerima apa yang kita sampaikan.

Memang sangat butuh kesabaran tingkat tinggi dalam berdakwah.. tetapi pasti aman, jika bertawakal kepada Allah.

Bagaimana jika yang kita hadapi orang yang telah berilmu pula? Ya sama.. tawakal saja pada Allah, tetap tenang.. maka Allah sendiri yang akan mematahkan ucapan-ucapan mereka. Ketika kita berserah dengan SADAR ALLAH, lisan diri ini akan menjadi ucapan Allah. Mana ada yang sanggup melawan Allah.

Jadi ketika kita telah berilmu bijak-bijak lah dalam menyikapi. Karna kalau lalai tidak Sadar Allah, kita akan menjadi sombong karna telah berilmu. Akibat nya ilmu itu ya tiada guna, tiada yang mau mendengarkan. Gagal lah tujuan dakwah itu..

Senin, 08 Agustus 2016

BERSERAH DIRI

BERSERAH DIRI

seperti apakah berserah diri?
Berserah itu bukanlah pasrah tak melakukan apa-apa. Ketika berserah kepada Allah, pasti ada perintah. Ya ikutilah lah segala perintah NYA..

contoh nya telah ada dari kisah-kisah para Nabi..

Seperti Nabi yunus ketika di berada dalam perut ikan, apa yang dia lakukan? Gelap, tak berdaya, bisa apa dia? Ia hanya diam, menerima takdir Allah. Ia berserah diri kepada Allah.. akhirnya di selamat kan Allah.

Seperti Nabi ibrahim ketika di perintahkan menyembelih putra nya, ia berserah diri menjalankan perintah. Anak nya pun di selamatkan Allah..

Dan ketika Nabi ibrahim di bakar hidup-hidup oleh kaum luth, ia berserah diri kepada Allah. Api pun menjadi dingin. Ia pun di selamat kan Allah..

Seperti Rasulullah ketika di perintah kan berperang melawan kaum kafir, padahal jumlah pejuang muslim sangat sedikit. Tetapi mereka berserah diri kepada Allah melawan musuh yang berjumlah banyak. Mereka pun memperoleh kemenangan atas kehendak Allah.

Jadi berserah itu bukan diam.. tetapi menerima dan mematuhi perintah Allah. Bukan lagi keinginan diri.

Jika saat ini kita sedang ada masalah, ujian yang berat. Jangan menolak, terima saja dengan lapang dada. Ridho lah atas takdir Allah saat ini. Ketika kita ridho atas kehendak Allah, Allah akan lebih meridhoi lagi atas segala masalah-masalah kita. Pasti akan di beri solusi yang tidak di sangka-sangka.

Apa pun perintah Allah saat ini, ya jalani lah.. walau sangat bertentangan dengan kehendak diri. Pasti akan di selamat kan Allah, pasti aman dalam perlindungan Allah.

Hanya yang telah beriman lah yang berani berserah diri pada Allah. Karna ego diri nya telah lebur. Tiada lagi banyak pikir.

Yang namanya hamba, pasti patuh pada perintah..
Itulah orang-orang yang berserah diri..

BERSAMA ALLAH

BERSAMA ALLAH

Jika ingin hidup ini tentram, tenang, bahagia.. selalu lah bersama Allah.

Iringi Allah.. dalam setiap Nafas.
Iringi Allah.. dalam setiap gerak.
Iringi Allah.. dalam setiap usaha.

Kita mungkin selalu berusaha mati-matian sesuka kehendak. Tetapi ada kah segala langkah kita itu bersama Allah(Sadar Allah)? Tidak jarang akhirnya kecewa, merasa capek dan putus asa. Karna selalu mengandalkan diri.

Sombong..! Itu yang sering tidak kita sadari, merasa mampu.. merasa bisa, merasa tidak membutuhkan Allah. Wajar lah jika yang di dapatkan hanyalah kecewa..

Padahal Allah telah berkata, "AKU lah tempat bergantung segala sesuatu..", mengapa tidak kita lakukan?, Mengapa kita malah bergantung kepada yang selain Allah?

Jika kepada Allah kita bergantung, menyerahkan segala urusan, beriman pada pertolongan NYA.. Sungguh hidup ini dalam jaminan NYA..

Mungkin banyak yang tidak percaya..
Mungkin banyak yang menganggap saya hanya bisa berkata..
Tetapi sungguh banyak saya telah membuktikan, makanya saya berani cerita.

Dengan SADAR ALLAH, hidup begitu santai, tenang, bahagia.. karna saya bersama Allah.
Apalagi yang harus di sedihkan, apalagi yang harus di susah kan? Allah bersama saya dimana pun saya berada.

Ketika bingung, ketika susah.. ya tinggal ngadu saja. Dan saya percaya, pertolongan nya ADA.. sungguh saya dalam jaminan NYA.

Yang tidak bisa.. di bisa kan NYA..
Yang tidak mampu.. di mampu kan NYA..
Yang tidak tahu.. di beritahu NYA..
sungguh hidup lebih terarah, di tunjuki jalan yang benar, di pandu kemana harus melangkah.

Sudah lah, jangan lagi mengandalkan diri. Andalkan saja Allah. iringi setiap langkah bersama Allah. SADAR ALLAH lah setiap saat, tentu hidup lebih tertata..



DOAKAN LAH

DOAKAN LAH

ketika ada seseorang yang meminta di doakan, doakan lah orang itu dengan tulus ikhlas karna Allah..

Jangan pelit doa, bahkan meng'Aamiin'kan saja kita merasa berat.

Karna Allah telah berjanji, segala kebaikan yang telah kita lakukan, akan di balas pula dengan kebaikan-kebaikan..

Jadi, ketika kita mendoakan kebaikan-kebaikan untuk orang lain, sesungguhnya kita juga telah mendoakan diri ini.

Dan bisa jadi, ketika kita mendoakan orang lain.. Allah bukan saja mengabulkan dan memberi pada orang itu. Tetapi Allah juga akan memberi kepada kita yang mendoakan..

Minggu, 07 Agustus 2016

CAHAYA

CAHAYA

Al Quran itu ialah, cahaya kehidupan bagi orang yang beriman..

Jadi, yang mendapat petunjuk(cahaya) itu ialah orang yang beriman pada Al quran. Hanya membaca saja tanpa beriman pada kalam-kalam Allah pada Al quran bagaimana mungkin kan petunjuk?

Allah berkata,
AKU lah TUHAN yang ESA..
AKU lah tempat bergantung segala sesuatu..
Pada KU lah kalian meminta pertolongan..

Setiap hari kita membaca Al quran, tetapi tidak beriman/percaya pada apa yang di baca.. bagaimana mungkin kan menjadi petunjuk?
Bagaimana mungkin apa yang di baca.. bisa menjadi cahaya?

Sehari saja tanpa membaca Alquran dan tidak menjadikan nya petunjuk(tidak beriman).. maka gelaplah hidup di hari itu..

Bagaimana jika berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun tiada membaca Al quran dan mengimani nya? Tak terbayangkan gelap nya hidup ini seperti apa..

Bertahun-tahun tanpa cahaya, tentunya diri ini akan tersesat..
Selalu meraba dalam kegelapan..

Agar hidup ini lebih terarah..
Agar selalu mendapat cahaya NYA..
Agar jelas kemana harus melangkah..
Agar tiada tersandung dalam kegelapan..

Bukalah lah Al quran, baca, amalkan dengan penuh keyakinan. Maka hidup ini akan terang..

Setitik cahaya saja, sudah cukup untuk menerangi diri ini..
Apalagi jika hari-hari, kita berpedoman Al quran.. tentulah cahaya hidup ini kan semakin terang. Bukan hanya untuk diri, tetapi bisa menerangi orang-orang di sekeliling kita, kan semakin tertuntun lah istri dan anak-anak kita..

Semakin mengamalkan dan beriman kepada Al quran.. maka diri ini pun kan semakin bersinar, menerangi diri, keluarga dan seluruh alam semesta..

Dimana ia berada.. ia kan menerangi dimana ia berpijak..
Karna ia mendapat cahaya dari sumber cahaya(cahaya di atas cahaya)..





Sabtu, 06 Agustus 2016

NAFSU

NAFSU

Sebelum melangkah akan sesuatu, tanya lah dahulu diri ini.. keinginan langkah itu karna siapa?
karna diri ini memang di perintah kan oleh Allah.. ataukah karna mengikuti bisikan-bisikan Nafsu..?

Wahai diri.. sadarilah..
semua langkah yang kau pilih itu karna siapa?

Nafsu itu selalu menipu, penuh iming-iming, terlihat indah dan sedap di pandang mata. Padahal menggiring mu ke lembah dosa.

Merugi lah jiwa-jiwa yang lalai, tiada Sadar Allah. Ia tidak bisa membedakan manakah jalan ketakwaan dan yang manakah jalan kefasikan..

Sekali saja engkau lalai..
Sekali saja niat mu tiada lurus..
Maka Allah akan menipu mu.

Kau pikir yang kau lakukan benar..
Kau pikir yang kau usahakan di dukung Allah, padahal engkau tertipu wahai diri..

Allah memberi semua yang kau inginkan untuk menuntun mu kepada kesesatan..
Allah selalu mempermulus jalan yang kau tempuh untuk menjerumuskan mu semakin menjauh..

Allah itu sangat pencemburu..
Sekali saja kau tidak amanah, dan menginginkan yang selain DIA.. jatuh lah engkau terpuruk dalam kehinaan..

Jika kau tahu semua itu.. untuk apa di berikan, jika semakin menjauh. Tentu lah tiada lagi kau harapkan dunia ini..
Jika kau tahu semua itu.. untuk apa berkeinginan, jika hanya untuk di tipu..

Sadari lah wahai diri.. siapa yang kau ikuti..? Langkah mu karna Allah, ataukah karna bisikan Nafsu..?

Jiwa yang sadar, sungguh amanah lah dia..
Jiwa yang sadar, sangat takut lah dia..
Yang namanya Hamba Allah, tiada berani ia menolak perintah-perintah Allah..
Yang namanya Hamba Allah, bertanya lah dahulu ia sebelum melangkah..



TERBUKTI

TERBUKTI

Ketika ilham-ilham Allah telah di turunkan, penuhi lah dengan penuh keyakinan..
Walau kita tidak pernah tahu ending nya bakal bagaimana, yang jelas langkah yang di ambil itu ialah dalam kebenaran, maka itulah orang yang beriman.

Mungkin sebagian orang akan menganggap kita aneh, ngawur, bahkan di anggap gila.. karna melakukan sesuatu yang tak biasa. Atau mengambil sebuah keputusan yang di luar logika. Tetapi biarkan lah.. kita lihat saja nanti. Siapa yang paling benar jalan nya..

Layak nya Nabi Nuh, yang membuat Bahtera di atas bukit. Bagi orang-orang yang tiada beriman, pasti di bilang gila. Begitu lah pula bagi hamba-hamba yang SADAR ALLAH.. ia melangkah dengan Ilham Allah, ia berkehendak atas perintah Allah. Dan pasti yang di lakukan nya itu sering di luar logika.

Tetapi lihat saja akhir nya, lihat saja ending nya.. ia akan senyum-senyum sendiri dalam kebenaran. Itulah orang-orang yang beruntung.

Kamis, 04 Agustus 2016

SYURGA-NERAKA

SYURGA-NERAKA

Syarat untuk masuk syurga itu ialah, jiwa yang tenang..
Jika jiwa mu telah tenang, maka syurga/kebahagian akan kau dapatkan..

Jika jiwa ini tidak tenang.. itulah neraka, panas, tersiksa, menderita, hampa..

Jadi, syurga-neraka itu bukan nanti..
Tetapi sekarang dan saat ini, syurga-neraka itu telah ada.

Syurga-neraka.. tergantung seberapa tenang nya jiwa mu.
Tanpa ketakwaan, bagaimana mingkin jiwa mu kan tenang..?

DI JAMIN ALLAH

DI JAMIN ALLAH

Jika ingin Hidup tenang dan selalu dalam jaminan Allah. Kita itu harus seperti bayi yang di dalam kandungan(Rahim).
Mungkin sebahagian kita senang berdzikir dengan Asmaul Husnah. Ternyata ada rahasia di balik nama-nama Allah.

Ya Rahim..
Cobalah berdzikir seirama keluar masuk nya nafas dengan kalimat "Ya Rahim..".
Pada nafas masuk, lafadz kan Yaa..
Pada nafas keluar, lafadz kan Rahim..
Berdzikir lah dengan penuh kesadaran kepada Allah. Sadari Ya Rahim nya Allah(Allah yang maha pengasih).

Apa pun masalah dalam hidup kita, apa pun ujian dalam hidup kita.. sadari lah itu bentuk kasih Allah. Mungkin kita kaget dan terasa berat akan ujian2 Allah. Jangan berprasangka itu hukuman. Tapi berprasangka lah kita ini sedang di kasihi Allah.

Lihat saja seorang bayi yang di dalam kandungan, bisa apa dia? Begitu lemah, begitu tak berdaya. Tetapi selalu dalam jaminan Allah. Di lindungi, di cukupi segala kebutuhan nya.
Itu lah bentuk kasih sayang Allah..

Jika Asamaul Husnah "yaa Rahman" kita amalkan dengan penuh kesadaran kepada Allah. Maka kita pun akan seperti bayi yang di dalam kandungan. Selalu di lindungi dan di penuhi segala kebutuhan, selalu di jamin Allah.

Ya sudah, ngapain lagi kita berusaha sekuat tenaga mengandalkan diri? Bergantung lah sepenuh nya kepada Allah layak nya seorang bayi yang tak berdaya. Maka segala urusan akan di jamin Allah.

Anak bayi itu benar-benar tanpa ego, di sayangi mahluk. Itu lah bentuk kasih sayang Allah. Sungguh tenang nya hidup ini jika kita telah berprasangka, oh.. Aku ini sedang di kasihi Allah"..

Jika kita sadari, diri ini selalu dalam kasih Allah.. terjamin lah segala urusan. Nikmat Allah mana lagi yang akan kita dustakan, jika hidup ini selalu dalam kasih NYA? tentulah diri ini semakin bersyukur..

SIAP KIRIM

SIAP KIRIM

Buku SADAR ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS telah di cetak sebanyak 300 eksemplar.

Bagi yang baru mau membeli, tolong Hub saya di Sms/Wa 0812-70566960.
Harga Perbuku Rp120.000,- sudah termasuk ongkir seluruh indonesia. 

No Rekening;
 "Andi firmansyah
No rek 0152-8829-31"
Bank BNI cab. Tanjung pinang." 

 semoga dengan membaca buku ini, semakin banyak lah orang-orang yang Sadar Allah.. Amiin ya Allah..


Selasa, 02 Agustus 2016

HATI


HATI/QALBU

Apa pun yang kita lakukan ialah tergantung apa yang ada di pikiran. Berbuat baik atau berbuat buruk.. ya tergantung isi pikiran. Hati yang tenang ialah tergantung ketenangan pikiran. Jika pikiran telah tenang, dada ini pun menjadi lapang. Karena tiada lagi beban pikiran.

Jadi apa pun masalah kita saat ini, ujian kita saat ini.. tenang kan lah pikiran(hati). Dengan senantiasa berdzikir kepada Allah. Senantiasa lah Sadar Allah di setiap hembusan Nafas ini. Ketika kita senantiasa menyadari Allah setiap saat. Masalah-masalah itu akan terabaikan, dan kita bisa berpikir jernih.. bisa menangkap ilham-ilham Allah dalam penyelesaian masalah.

Syarat merasakan syurga itu ialah jiwa yang tenang. Jika ingin bahagia tanpa beban masalah. Jiwa ini harus tenang dahulu.. 

Jika kita terus-terusan memikirkan masalah.. itu namanya mendzolimi diri. Pasti jasad jadi rusak akan timbul penyakit jasmani.

Jiwa yang tenang.. tergantung ketenangan pikiran. Dan untuk mencapai itu semua, senantiasa lah SADAR ALLAH.. serahkan segala masalah kepada Allah. Pasrah saja.. dan yakini Allah pasti menolong. Itulah iman, Allah sesuai dengan prasangka-prasangka hamba nya. Yaitu sesuai dengan apa yang tentang kita pikirkan(apa yang ada di hati) tentang Allah. Jika telah yakin.. Allah pun tidak akan mengecewakan hamba-hamba yang telah beriman kepada NYA..