Selasa, 30 Juni 2015

BINGUNG

BINGUNG

Di saat kita bingung dalam mencari jawaban atau penyelesaian masalah.. terkadang itu karna kita tidak SADAR, bahwa kita telah mengandalkan kemampuan diri. Kita tidak mengandalkan ALLAH dalam penyelesaian masalah tersebut..

Di sini terkadang kita menjadi capek, bingung, putus asa, dan stress..
Bukankah ALLAH berfirman:
”Katakanlah, "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah ta’aala adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS Al-Ikhlash ayat 1-2)

Coba kita diam sejenak.. dan adukan masalah tersebut kepada ALLAH dan akui bahwa kita tidak mampu tanpa petunjuk dan kuasa nya.

Ajaib.. di saat kita diam dan tidak mengandalkan kemampuan diri.. di situ ALLAH turunkan ilham. ALLAH akan memberi petunjuk dan memberi jawaban atau membimbing kita pada penyelesaian masalah..

Sabtu, 27 Juni 2015

MENDAPATKAN KETENANGAN JIWA DALAM KEHIDUPAN

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
Artinya: Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-A’raaf: 205)
Dari ayat di atas sangat cocok dengan dzikir nafas,yaitu berdzikir di dalam hati,tidak bersuara dan akan menghindari kita dr lalai karna kita senantiasa berdzikir kepada ALLAH di setiap hembusan nafas ini.

الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    وَتَطْمَئِنُّ    قُلُوبُهُم    بِذِكْرِ    اللَّـهِ    ۗ    أَلَا    بِذِكْرِ    اللَّـهِ    تَطْمَئِنُّ    الْقُلُوبُ
Artinya: orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah(SADAR ALLAH). Ingatlah(SADARLAH), hanya dengan mengingati(MENYADARI) Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra'du:28)

Mengapa hati jadi tentram..apa rahasia nya?
Setelah mengamalkan dzikir nafas saya baru ketemu jawaban nya.. begini!

Di saat kita duduk berdzikir,semua pasti pernah merasakan ketenangan/ketentramankan?
Itu karna jasad telah beristirahat.. tiada melakukan sesuatu,jiwa kita yg fokus menuju ALLAH.. jadi jiwa dan jasad telah terpisah! Jiwa yg mendekat ke ALLAH pasti mendapat ketenangan karna merasakan ALLAH yg dekat. Tapi,berapa lama kita mendapatkan ketenangan jiwa itu? Paling hanya saat duduk berdzikir itu saja kan.. dalam keseharian melakukan aktivitas hidup apakah masih tenang..?? Kalau masih suka marah,tersinggung,iri,dendam,suka maksiat..ego,tidak bisa mengontrol hawa nafsu itu belum tenang..
Ada masalah stress,di kasih musibah susah.. itu belum tenang namanya!

Itu semua kita alami.. karna jiwa masih bersatu dgn jasad. Jiwa yg tidak menjaga kesadaran akan ALLAH.. maka jiwa kita akan turut merasakan apa yg di rasakan jasad.
Bagaimana memisahkan nya? Senantiasa lah berdzikir nafas.. di saat kita selalu berdzikir di setiap hembusan nafas ini maka kita akan senantiasa SADAR ALLAH. yaitu jiwa selalu menjaga kesadaran akan ALLAH di setiap saat..
walau beban hidup begitu berat di alami jasad,jiwa tidak terpengaruh lg pada jasad karna telah terpisah. Karna jiwa hanya fokus mendekat pada ALLAH(SADAR ALLAH).

Kalau kita bisa berdzikir nafas di setiap nafas kita(SADAR ALLAH ON),maka kita akan mendapatkan ketenangan jiwa tidak hanya sewaktu duduk berdzikir saja.. tetapi jiwa akan tenang dalam menjalani keseharian ini. Walau jasad mengalami kesusahan,jiwa hanya sibuk/fokus mendekat ke ALLAH(SADAR ALLAH). Maka akan terpisah antara jiwa dan jasad. disinilah kita akan mendapatkan ketenangan jiwa..
Kita tidak mudah marah,jd lebih penyabar,lebih ikhlas,ada masalah tidak susah.. hidup jd lebih santai dan bahagia!

Mari kita istiqomah berdzikir nafas,sehingga mendapatkan ketenangan jiwa dlm kehidupan ini!!!

Jumat, 26 Juni 2015

NIAT

Sebelum kita berniat.. sebenarnya sudah ada perintah dr ALLAH dalam melakukan sesuatu.. cuma terkadang kita saja yg tidak menyadari nya!

Pernah dengar kan firman ALLAH ;
Aku sesuai dengan prasangka hamba ku terhadap ku..
Nah,prasangka kita itu berkaitan dengan NIAT kita..
Jadi sangat penting di awal niat itu .. apa niat nya,baik atau tidak baik?
Di saat perintah ALLAH datang.. di situ kita baru berniat..
Kalau kita berniat yg baik di awal.. kita akan di mudah kan ALLAH dalam mengerjakan niat baik tsb.
Tetapi begitu kita niat buruk yg di awal,ALLAH pun akan memudahkan niat buruk itu. dan begitu kita tersadar dan ingin kembali pada niat yg baik.. di sini butuh perjuangan. Peran syetan sangat kuat dlm menggoda pada keburukan dan seberapa besar perlawanan kita dalam meninggalkan niat buruk dan kembali ke niat yg baik. Di sinilah penting nya sadar ALLAH..

Saya contohkan gambaran nya:
Di saat adzan berkumandang.. itu jelas PERINTAH ALLAH sudah tiba. Setelah itu baru kita berniat.. ingin sholat,menundanya,atau tidak mau sholat..? Pilihan terserah kita.
Di saat awal kita berniat baik (ingin sholat).. InsyaAllah akan di mudah kan ALLAH dan tiada halangan.
Jika,Di saat awal kita niat buruk (menunda/tidak sholat).. ALLAH pun akan membuat kita terjerumus lebih dalam pd keburukan. Tanpa kita sadari kita makin jauh dari niat baik.. ALLAH membuat perut kita mules tiba2 dan akhirnya kita berlama2 di toilet(BAB). Setelah selesai BAB,kita sadar dan ingin kembali ke niat baik/ingin sholat.. di sini baru syetan datang menggoda.. dan kita butuh perjuangan utk kembali pada niat baik..

Allah itu sesuai prasangka hamba nya: jadi semua tergantung kita.. jangan sampai kita salah dalam berniat... kalau niat nya baik,ALLAH akan terus membimbing dalam kebaikan. Dan kalau niat kita buruk.. maka  ALLAH,akan membuat kita semakin jauh dan terjerumus lebih dalam pada keburukan. astaqfirullah...
Baik buruk nya kita saat ini.. jangan salahkan ALLAH,mari tanyakan kembali.. apa sih NIAT kita???
Perintah ALLAH itu jelas.. dgn SADAR ALLAH kita sangat peka pada saat perintah ALLAH datang.
Jadi di saat perintah tiba.. awali lah dengan NIAT BAIK,sehingga kita bisa mengerjakan perintah ALLAH dgn kemudahan!
Mari kita istiqomah berdzikir nafas,sehingga kita bisa SADAR ALLAH setiap saat..

Kamis, 25 Juni 2015

MEMBERI UNTUK MENERIMA

Memberi tanpa di minta.. itu biasa. Dan kebanyakan kita ikhlas. Tetapi memberi saat di minta ini yg sulit.. sudahkah kita ikhlas???

Apabila kita di minta saat kita mampu ya mungkin kita bisa memberi.. tapi bagaimana,apabila saat di minta kita lagi tidak mampu? Di sini banyak yg terkadang marah dan jengkel..
Sebaiknya tidak perlu marah/jengkel.. kita cukup berserah diri pada ALLAH,sehingga ALLAH membantu kita memenuhi permintaan orang tsb.

Tahukah anda.. di saat kita di mintai sesorang,itu sesungguhnya itu pertanda ALLAH akan memberikan sesuatu pada kita. Jadi saat di minta ya berikan lah dgn ikhlas. apapun itu,baik,harta,ilmu,bantuan..dll..
Di saat kita memberi.. maka kita pun akan menerima sesuatu yg lebih baik dr ALLAH..
kalau belum bisa memberi.. suruh saja yg meminta mendoakan agar kita bisa memberi..
Itu saja tampak jelas.. yg meminta telah memberi duluan sebelum dia menerima! Apakah yg di beri.. yaitu ia telah mendoakan..

tidak ada yg kebetulan dalam setiap kejadian.. begitu pula orang yg meminta kepada kita. Sesungguhnya ALLAH lah yg mengirimkan orang tsb kepada kita. Masa' di mintai ALLAH kita jengkel? Padahal segala sesuatu nya kepunyaan ALLAH. Seharusnya kita bersyukur karna kita menjadi perantara ALLAH untuk memberi pada yg meminta
Jadi.. sayangi lah yg di bumi..
maka yg di langit akan menyayangi mu!

EGO

Nama nya manusia pasti punya ego. Dan ego atau keakuan diri ini sering mempengaruhi pada sesuatu yg tidak baik. Banyak contoh ego: marah,iri dengki,dendam,merasa lebih dr orang lain.. merasa paling pintar,paling benar.. dll.. dan tanpa kita sadari kalau kita selalu memperturut kan ego.. kita pun akan jauh dari kebaikan2!

Orang yg ego akan di jauhi orang,banyak yg tidak senang dan akan jauh dr kebaikan2.. orang yg merasa pintar,pasti tidak akan mendapat ilmu.. karna merasa sudah pintar sehingga tidak mau menyerap ilmu dr orang lain. Dan itu dia telah menolak kebaikan karna ego nya. Begitu pula yg merasa benar.. kalau dia mempertahankan kebenaran nya dgn ego,akan ada yg tersakiti.. sehingga ia di benci. Yg jelas banyak keburukan kalau mengikuti ego..

Alhamdulillah.. setelah menjalani dzikir nafas,saya jd paham,siapa sih si ego ini? Dengan DN kita akan paham mana yg jasad dan mana yg jiwa.. ternyata ego ini bagian dr jasad.. EGO akan semena-mena apabila jiwa tidak SADAR ALLAH. dgn DN jiwa akan senantiasa SADAR ALLAH,sehingga ego tidak punya peranan pd jasad.. tetapi jiwa yg sadar ALLAH lah yg mengendalikan jasad.

Apa yg akan terjadi..?
Walau ada yg membuat nya marah.. ia sabar.. jiwa dan jasad tetap tenang.
Walau ia sudah paham tidak merasa pintar,sehingga ia bisa mendapat kan ilmu baru dr orang lain..
Walau ia benar.. ia tidak egois,ia tetap menyampaikan kebenaran dgn lembut,sehingga tiada yg tersakiti. Ia akan banyak di senangi dan kebaikan demi kebaikan akan menghampiri nya.. dan banyak contoh yg lain nya..

Orang yg tanpa ego.. akan dihampiri banyak kebaikan!
Mari kita istiqomah berDN.. sehingga menjadi hamba yg baik karna jasad senantiasa di kendalikan oleh jiwa yg sadar ALLAH..


AGAR BERSYUKUR

AGAR BERSYUKUR

bagaimana agar senantiasa bisa bersyukur kepada ALLAH..?
Selalu lah beranggapan kamu beruntung. Beruntung dr yang lain,merasa lebih baik dari yang lain.
Kalau sudah merasa beruntung.. kamu akan puas dengan yang ada saat ini! Mensyukuri nikmat itu mudah apabila kita telah puas dengan yang ada saat ini..

tetapi kita selalu beranggapan kita kurang beruntung dan melihat kelebihan orang lain.. akhirnya kita tidak puas, dan tidak bisa bersyukur..

Merasa beruntung lah degan nikmat yang ada saat ini.. maka kita akan selalu bersyukur kepada ALLAH, sang pemberi nikmat..