Kamis, 09 November 2017
Al QURAN ITU MUDAH DI FAHAMI
Allah SWT berfirman:
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ قُرْءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
innaaa anzalnaahu qur`aanan 'arobiyyal la'allakum ta'qiluun
"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti."
(QS. Yusuf 12: Ayat 2)
Mengapa Al quran itu harus bahasa arab..?
Ya karna Rasulullah itu orang arab, bahasa awam di sana ya pakai bahasa arab. Oleh karna itu Allah turunkan Al quran itu berbahasa arab, agar umat nya mudah mengerti dan memahami.
Lantas bagaimana yang di luar arab?
Ya harus di terjemahkan sesuai bahasa kita masing-masing. Yang penting pesan Allah itu di pahami oleh umat.
Sekarang mari kita bandingkan antara motivator dan penceramah/dai..
Mengapa ketika mendengar kata-kata dari motivator kita semangat.. semua pesan nya sampai dan mudah di pahami?
Sedangkan ketika mendengar penceramah/dai.. ngantuk aja bawaan nya. Jangan kan paham.. penceramah nya aja asyik pintar sendiri.. kita semua tak paham apa Yang di sampaikan nya..
Itu karna apa.. motivator memakai bahasa yang awam, mudah kita pahami.
Sedangkan penceramah/dai.. lebih menekankan dengan bahasa arab, istilah-istilah arab.. padahal tidak semua kita memahami nya. Ya pasti pesan itu tidak sampai.
Saya justru sangat senang dengan orang yang memakai bahasa sehari-hari kita, bahasa indonesia. Yang penting kita paham apa yang di katakan nya.. itulah Al quran yang sesungguhnya. Mudah di pahami.
Jika anda dai di daerah/kampung, ya bagus jika memakai bahasa daerah tempatan. Justru mereka lebih memahami.
tetapi jika sudah menjadi dai nusantara.. yang jemaah antar daerah, ya jangan pakai lagi bahasa daerah anda.. justru yang lain tidak memahami apa yang anda katakan.
Itu bukan Al quran lagi namanya.. karna orang tak mengerti..orang tak paham!
Yang di katakan Al quran itu, mudah di pahami..
Jumat, 21 Juli 2017
MAHA MENSYUKURI
Allah SWT berfirman:
ذٰ لِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَادَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۗ قُلْ لَّاۤ اَسْئَـــلُـكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰى ۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
zaalikallazii yubasysyirullohu 'ibaadahullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaat, qul laaa as`alukum 'alaihi ajron illal-mawaddata fil-qurbaa, wa may yaqtarif hasanatan nazid lahuu fiihaa husnaa, innalloha ghofuurun syakuur
"Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan. Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 23)
Ketika saya membaca surat di atas, tertangkap lah dua kata yaitu, "Maha Mensyukuri..!" dan cepat-cepat lah saya menuliskan nya. apa sih makna maha mensyukuri ini..? Kesadaran tersambung kepada Allah, dan saya terdiam mendengar kan segala kalam Nya.
Sungguh mulia nya Allah penguasa langit dan bumi, DIA pun bersyukur atas perbuatan hamba-hamba nya. jika di gandengkan dengan kata " Maha".. tak terbayangkan lah seperti apa besar rasa syukur Allah..
Jadi gambaran nya seperti ini,
Semua orang pasti lah ingin di perlakukan dengan baik. siapa pun itu. walau penjahat sekalipun.. pasti dia tidak mau di perlakukan tidak baik.
contoh nya, ketika orang berbuat baik kepada kita.. apa yang akan kita lalukan, bagaimana sikap kita? tentu lah kita berterima kasih dan menyenangi orang itu. Jika hati sudah senang, apa sih yang tidak kita kasih? pastilah kita kan membalas kebaikan nya itu dengan yang lebih baik lagi.
Ini bersyukur terhadap manusia.. bagaimana syukur nya Allah? sungguh tak terbayang lah gimana luas nya. karna kata " maha" ialah tak terjangkau oleh angan dan pikiran kita. sungguh tak terhingga.
Dan Allah katakan, "Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya." Lantas "Kebaikan" yang bagaimana yang Allah maksud kan di ayat tersebut?
Kebaikan yang di maksudkan Allah itu adalah, segala sesuatu yang kita lakukan karna rasa syukur kita kepada Allah. bukan karna yang selain Allah..!
Jika bersedekah, ya bersedekah lah karna rasa syukur, " semua rezeki dan harta ku ini dari MU ya Allah, dan aku bersedekah juga karna rasa syukur ku kepada MU!" Bukan karna mengharap kan kelipatan faedah sedekah.. ini bukan lagi karna rasa syukur nama nya..!
Jika di beri ilmu, sampaikan lah ilmu itu sebagai rasa syukur, bukan karna ingin jadi guru, ingin di hormati, ingin jadi kyai.. biar banyak pengikut nya. itu nama nya bukan lagi karna Allah.
Dan banyak lagi contoh yang lain.. Rajin berbuat baik, rajin sholat, rajin dzikir, rajin ngaji.. tetapi biar di anggap orang taat ibadah. ujung-ujung nya apa? diri semakin sombong dan merasa suci.
Jadi, jika ingin hidup ini bahagia, senang, tenang.. banyak-banyak lah bersyukur kepada Allah. Jika hidup kita selalu susah, bisa jadi tiada pernah kita mensyukuri pemberian Allah. Di kasih penyakit kita mengeluh, di sempitkan rezeki.. tiada uang lebih mengeluh. ketika segala kenyataan tak sesuai harapan, kita rasa nya mau mati! dimana rasa syukur itu..?
Berarti kita telah menghina ketetapan Allah, mau nya yang enak-enak saja. ketika di beri yang tak enak.. diri berontak kepada Allah.
Coba lah di syukuri, itulah kebaikan yang Allah maksudkan pada ayat di atas. ketika kita sudah berbuat baik.. bersyukur. maka Allah lebih lagi bersyukur atas perbuatan kita. dan di tambahkan lah kebaikan demi kebaikan. walau tiada uang.. hati tenang. walau penyakit tak kunjung sembuh.. hati tenang. walau tak punya ini, tak punya itu.. hati ini selalu merasa cukup.
Jika ingin lancar rezeki, hidup ini bahagia, tenang, dan banyak kebaikan-kebaikan.. bersyukurlah dahulu kepada Allah. Karna Allah itu maha mensyukuri, sungguh tak terhingga lah jika Allah sudah bersyukur kepada hamba-hamba nya..
Jumat, 12 Mei 2017
MENGAPA BISA TENANG?
Selasa, 09 Mei 2017
YANG PENTING PAHAM MAKNA NYA
Selasa, 21 Maret 2017
BENARKAH ALLAH MEMILIKI TANGAN DAN BERWAJAH ?
BENARKAH ALLAH MEMILIKI TANGAN DAN BERWAJAH ?
Ada seorang sahabat yang bertanya,
Salamualaikum bang andy..
Allah berfirman" hai iblis,apakah yg menghalangimu sujud kepada apa yg telah kuciptakan dengan kedua tanganku..surat Sad ayat 75... Sebagaian orang mengimani allah bertangan,berwajah,,mohon pencerahannya....
=============================
Jawab,
Waalaikumsalam wr wb,
Apa benar Allah itu mempunyai tangan? Dan mengapa sebagian orang mengimani atau meyakini nya? Ini menurut saya ialah orang yang hanya membaca tanpa mau merenungi makna di sebalik ayat itu.
Ayat tentang tangan pun kita jumpai di QS. Az-Zumar : 42. Yaitu di sebutkan, "Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 42)
sehingga banyak yang meyakini Allah itu mempunyai tangan. Karna makna "memegang" itu ya dengan tangan.
Mari kita buka kembali QS. Asy-Syura : 11. Di situ di sebutkan "laisa min kamislihi syaiun," yaitu Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan DIA. jika kita meyakini ayat ini berarti Allah itu tidak bertangan dan tidak berwajah. Kalau bertangan dan berwajah berarti Allah itu, serupa dengan kita.
Jadi pahami lah ayat-ayat yang mengatakan tentang tangan, memegang, berwajah dll..
Itu semua hanyalah kiasan agar mudah di pahami manusia. Tetapi banyak juga manusia yang salah kaprah. Di kiranya itu bertangan benaran. Padahal itu kan hanya kiasan..
Jadi, makna tangan yang di maksud itu ialah kemampuan atau kekuasaan Allah..
Contoh nya saja saya sedang menulis, ya saya menulis dengan kedua tangan saya. Karna saya di beri kemampuan oleh Allah bisa menulis. Ada kuasa untuk menulis. Coba seandainya saja saya ini lumpuh, tentu lah saya tak berkuasa untuk menulis.
Jadi, yang Allah maksud kan "Hai iblis,apakah yang menghalangimu sujud kepada apa yg telah kuciptakan dengan kedua tanganku..?" Bermakna Allah menciptakan Nabi Adam itu dengan kekuasaan dan kemampuan nya. Bukan berarti Allah mempunyai tangan sungguhan. Yang namanya menciptakan sesuatu ya pasti menggunakan tangan, jadi Allah memberi perumpamaan itu agar mudah kita pahami.
Begitu pula Allah berwajah, itu hanya perumpaan agar kita mudah mengerti kepada siapa kita memandang. Seandainya saja manusia ini tidak punya wajah, siapa yang kita pandang? Apa kaki nya, tangan nya, atau lutut nya? Begitu pula lah Allah membuat perumpamaan agar kita mudah mengerti. Wajah yang di maksud yaitu kita fokus pada siapa kita menghadap.
Sama seperti sesama manusia, jika kita berbicara membelakangi sesorang apakah itu yang di bilang menghadap? Tentu lah kita harus menghadap ke wajah orang itu dalam berbicara. Sehingga nyambung bertatapan.
Jadi dalam membaca Al-Quran.. jangan suka ikut-ikutan orang lain. Kaji dahulu benar-benar. Jangan hanya membaca tulisan. Karna Al quran itu adalah wahyu. Baca lah wahyu nya.. semoga kita semua di beri pemahaman.. Aamiin..
Kamis, 09 Februari 2017
DENGARKAN LAH
DENGARKAN LAH
Allah SWT berfirman:
وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-A'raf: Ayat 204)
apa benar mendengar bacaan Al quran, maka kita akan mendapat Rahmat Allah?
Al quran itu berbahasa Arab, bagaimana kan mendapat rahmat jika kita tak mengerti?
Jadi yang di maksud mendengarkan itu, ialah sampai lah kita mengerti apa yang di maksudkan Allah. Al-quran itu adalah wahyu.. jadi dengarkan lah wahyu Allah.
Ketika kita mendengarkan orang membacakan ayat-ayat Al quran.. maka kita di suruh mendengarkan dan diam/memperhatikan. Sampai lah mengerti.
Jadi, orang yang mengerti/memahami wahyu Allah. Itulah rahmat Allah. Petunjuk dalam kehidupan kita. Sehingga kita bisa mempraktekkan dalam kehidupan.
Jika hanya sekedar membaca atau mendengar Al quran tanpa memahami, berarti orang itu belum mendapatkan Rahmat Allah.
Maka, dengarkan, diam memperhatikan dan pahami lah apa maksud Allah.. itu lah rahmat yang sesungguhnya..
Minggu, 08 Januari 2017
KENALI NAFSU DIRI
karna diri ini memang di perintah kan oleh Allah.. ataukah karna mengikuti bisikan-bisikan Nafsu..?
Wahai diri.. sadarilah..
semua langkah yang kau pilih itu karna siapa?
Nafsu itu selalu menipu, penuh iming-iming, terlihat indah dan sedap di pandang mata. Padahal menggiring mu ke lembah dosa.
Merugi lah jiwa-jiwa yang lalai, tiada Sadar Allah. Ia tidak bisa membedakan manakah jalan ketakwaan dan yang manakah jalan kefasikan..
Sekali saja engkau lalai..
Sekali saja niat mu tiada lurus..
Maka Allah akan menipu mu.
Kau pikir yang kau lakukan benar..
Kau pikir yang kau usahakan di dukung Allah, padahal engkau tertipu wahai diri..
Allah memberi semua yang kau inginkan untuk menuntun mu kepada kesesatan..
Allah selalu mempermulus jalan yang kau tempuh untuk menjerumuskan mu semakin menjauh..
Allah itu sangat pencemburu..
Sekali saja kau tidak amanah, dan menginginkan yang selain DIA.. jatuh lah engkau terpuruk dalam kehinaan..
Jika kau tahu semua itu.. untuk apa di berikan, jika semakin menjauh. Tentu lah tiada lagi kau harapkan dunia ini..
Jika kau tahu semua itu.. untuk apa berkeinginan, jika hanya untuk di tipu..
Sadari lah wahai diri.. siapa yang kau ikuti..? Langkah mu karna Allah, ataukah karna bisikan Nafsu..?
Jiwa yang sadar, sungguh amanah lah dia..
Jiwa yang sadar, sangat takut lah dia..
Yang namanya Hamba Allah, tiada berani ia menolak perintah-perintah Allah..
Yang namanya Hamba Allah, bertanya lah dahulu ia sebelum melangkah..
Kamis, 22 Desember 2016
Bismillahirrahmanirrahim
setiap hari kita mengucapkan "bismillahirrahmanirrahim", baik di dalam doa maupun di dalam sholat. bahkan banyak yang berdzikir ratusan hingga ribuan kali dengan Asamul husnah "Ya Rahman.. Ya Rahim..".
Adakah sifat kasih sayang Allah itu telah terinstall pada diri?
apakah masih suka benci, marah, dendam dan iri dengki..?
jika tiada kasih, tiada sayang pada sesama.. berarti tiada makna lah "bismillahirrahmanirrahim" yang di ucapkan itu, karna masih sebatas sebutan, belum masuk pada kesadaran (Sadar Allah)..
Rabu, 21 Desember 2016
TANPA BAIAT LEBIH BANYAK DI CARI ORANG
Minggu, 18 Desember 2016
Dzikir Nafas Sadar Allah Tanpa Baiat
sengaja ilmu Dzikir Nafas ini di buka sejelas-jelasnya agar semua umat islam bisa berihsan dan mencapai takwa. bisa di pelajari melalui video-video di you tube ini, dan juga dari buku.
bagi yang benar-benar serius ingin memperdalami nya, alangkah lebih baik menjalin silahturahmi secara online di komunitas Whatsapp. agar kita bisa belajar bersama dan saling diskusi.
bagi yang ingin bertanya-tanya dan ingin memahami Dzikir Nafas(Sadar Allah), atau ingin membeli buku "SADAR ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS" silahkan hub Wa di 0812-70566960
bisa juga membaca di blog saya tentang Dzikir Nafas(Sadar Allah),
https://kata-andy.blogspot.co.id/
facebook: https://www.facebook.com/andi.firmans...
https://twitter.com/kata_firmansyah
https://www.instagram.com/bang_andy_d...
RAHASIA HU ALLAH DI DALAM DZIKIR NAFAS
cara berdzikir nafas
lakukan sebagai berikut,
posisi duduk iftiros, jangan bergerak sedikit pun. mata terpejam. lakukan selama 20-30 menit.
level 1, mengikuti atau menyadari nafas yang keluar masuk dengan sendiri nya.
level 2, mengikuti atau menyadari nafas yang keluar masuk dengan sendiri nya, dengan di iringi dzikir Huu.. Allah di dalam hati.
nafas masuk dzikir nya Huu.. nafas keluar dzikir nya Allah..
level 3, sama seperti level 1dan 2, hanya saja kesadaran kita tidak lagi kepada nafas atau kepada dzikir yang kita dawamkan. tetapi sudah kepada Allah yang tidak di serupakan pada apa pun.
level 4, ialah wilayah fana.. ini tidak bisa saya jelaskan. karna sudah wilayah Allah. hanya Allah sendiri yang akan memngajarkan jika kita sudah senantiasa melatih Dzikir Nafas.
selamat mencoba!
bagi yang ingin bertanya-tanya dan ingin memahami Dzikir Nafas(Sadar Allah), atau ingin membeli buku "SADAR ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS" silahkan hub Wa di 0812-70566960
https://www.youtube.com/channel/UCqmQcEhoN7nWXlSWHeqkhnQ
Sabtu, 17 Desember 2016
DZIKRULLAH ITU, BUKAN MENYEBUT NAMA ALLAH
karna jika dzikir itu hanya sebatas sebutan, tiada lah makna dalam kehidupan kita.
bagi yang ingin bertanya-tanya dan ingin memahami Dzikir Nafas(Sadar Allah), atau ingin membeli buku "SADAR ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS" silahkan hub Wa di 0812-70566960
bisa juga membaca di blog saya tentang Dzikir Nafas(Sadar Allah),
https://kata-andy.blogspot.co.id/
facebook: https://www.facebook.com/andi.firmans...
Twitter: https://twitter.com/kata_firmansyah
Instagram: https://www.instagram.com/bang_andy_dzikir_nafas/
Kamis, 28 April 2016
BACA, PAHAMI, AMALKAN..
Setiap hari.. biasakan kita membaca Al quran. dan pahami lah satu ayat saja, kalau tidak paham satu ayat penuh, beberapa kata pun jadi..
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ؕ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ ؕ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
[QS. Ar-Ra'd: Ayat 28]
"Dengan berdzikir atau mengingat ALLAH hati menjadi tenang". Koq bisa tenang ya..? Saya dahulu itu rajin dzikir, ratusan bahkan ribuan kali. Tenang nya.. ya saat duduk berdzikir itu saja. Begitu menghadapi kehidupan yang penuh masalah, ya susah lagi, galau lagi. Dimana letak tenang nya? Masa' ALLAH bohong?
Itu karna tidak memahami makna dzikir yang sebenar. Begitu menjalani DN, dan memahami dzikir itu SADAR ALLAH.. baru lah memahami makna 'tenang' yang sebenarnya.
Jika selalu SADAR ALLAH, maka kita akan bisa berkomunikasi kepada ALLAH. begitu masalah datang dalam kehidupan, ALLAH berkata, "ada AKU menyertai mu, ngapain takut/susah?, ada AKU yang memberi pertolongan, ada AKU yang memberi petunjuk dan jalan keluar. masalah itu dari KU, hanya AKU pula yang bisa menyelesaikan nya". Setelah mendengar kalam-kalam ALLAH dengan kesadaran jiwa hati ini pun jadi tenang. Ngapain lagi harus takut dan sedih..?
Inilah salah kaprah kita selama ini, karna tidak memahami Al quran dengan sebenarnya.. dzikir koq mengingat? Apanya ALLAH yang di ingat-ingat? ALLAH itu ya di SADARI..
Ayat berikutnya:
لَا جَرَمَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِيْنَ
Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.
[QS. An-Nahl: Ayat 23]
Sudah jelas-jelas ALLAH melarang kesombongan. Mengapa masih sombong?
Berapa banyak ahli agama, orang alim, semakin pintar semakin sombong? Ngomong nya dalih, syariat, tapi sikap nya tidak mencerminkan Al quran. Apa ayat di atas tidak di pahami ya?
Mendingan tidak usah berilmu jika semakin sombong.
Sombong itu karna merasa memiliki(EGO), sudah memiliki ilmu, merasa pintar, ya semakin angkuh dengan ilmunya. Coba tiada ilmu nya apa berani sombong?
Kita pelajari sama-sama..
Buka lagi Al quran, pahami dan amalkan. Jangan hanya di hafal saja.. tanpa memahami.
Walaupun hanya beberapa kata yang di pahami, dan ketika kita amalkan dalam kehidupan. Maka itu lah pribadi Al quran. Jika telah menjadi kebiasaan pasti semakin hafal. Jadi quran itu sebenarnya bukan untuk di hafal-hafal, tetapi amalkan lah sehingga menjadi hafal karna kebiasaan.
Kita ini semakin tua, semakin sibuk oleh urusan dunia, mana sanggup lagi otak menghafal quran. Cara yang tepat adalah, mengamalkan nya sedikit demi sedikit sehingga menjadi hafal pula sedikit demi sedikit.
Menghafal segala ayat quran tanpa mengamalkan nya, ya sama saja.. diri tidak akan mencerminkan pribadi al quran.
Mari kita baca lagi kata demi kata, baca lah dengan SADAR ALLAH, ketika paham, amal kan lah sehingga menjadi hafal. Walaupun hanya beberapa kata yang di pahami, bersyukurlah..
Daripada banyak hafalan tapi tidak paham-paham?..
