Sabtu, 04 Desember 2021
ZAMAN MAKRIFAT
Sabtu, 21 Desember 2019
GURU JADI TUHAN
Jumat, 26 Juli 2019
MAQOM MAKRIFAT
MAQOM MAKRIFAT
Oleh: Andy Firmansyah
26 Juli 2019
Tingkatan Pertama,
Dia akan selalu bergantung kepada guru. Ia bercinta kasih untuk mengharapkan keridoan ilmu. Penurut dan mengabdi kepada guru. Dan Allah pun memberi makrifat kepada nya.
Tingkatan Kedua,
Ia tak lagi bergantung kepada guru.. tetapi mandiri belajar langsung kepada Allah. Ketika ia bisa belajar langsung kepada Allah di sini rawan kesombongan dan mengecilkan mahluk. Merasa tak butuh mahluk. Makrifat nya makrifat iblis. Tak mau tunduk kepada mahluk.
Tingkatan Ketiga,
Setelah semakin tinggi kemakrifatan nya.. ia lepaskan segala ilmu dan mulai nol kembali.. memulia kan mahluk karna Allah. Sehingga semakin beradab dan berakhlak pada sesama. Tetap menjadi orang biasa dan biasa-biasa saja. Hina di hadapan mahluk.. tetapi mulia di sisi Allah.
Minggu, 21 Juli 2019
SILAHTURAHMI BATHIN KEPADA GURU
SILAHTURAHMI BATHIN KEPADA GURU
Oleh: Andy Firmansyah
21 Juli 2019
Dalam mempelajari ilmu ketuhanan.. kita harus lah memahami dahulu silahturahmi bathin.
Seperti apakah silahturahmi bathin itu? Silahturahmi bathin ialah tersambung nya rasa. Atau jiwa bertemu jiwa..
Mungkin banyak yang bingung, "Bagaimana saya kan bersilahturahmi bang, padahal jiwa saja saya belum kenal..?"
Makna nya begini,
Kita harus ada rasa suka atau senang dahulu kepada orang nya, lalu juga suka akan ilmu-ilmu nya. Jika sudah seperti itu jaga lah rasa itu.
Mendekat lah, sambung rasa, sering-sering berkomunikasi agar kita saling kenal dan tambah dekat.
Kita jangan hanya mau ilmu nya saja.. tetapi kepada orang nya tidak mau dekat..! Mungkin kita banyak dapat ilmu nya.. tetapi ruh dari keilmuan itu pasti lah tidak akan kita dapatkan.
Bukan berarti guru itu pilih kasih..
Tetapi adab berguru itu sangat lah penting. Sang guru pasti kan melihat dan membaca.. siapa kah yang bersilahturahmi bathin kepada nya..
Jika si murid menjaga silaturahmi itu.. nggak perlu lah banyak minta ini itu. Tanpa kita sadari si guru akan menurunkan keilmuan nya kepada kita.
Dan jangan kaget jika di kehidupan kita sering terbuka tabir hakekat. Yang tidak tau.. menjadi tau! Karna keridhoan guru.. menjadi keridhoan Allah.
Setelah ilmu sang guru turun kepada kita.. tetap lah beradab dan sambung cinta kasih kepada guru. Amanah lah memakai keilmuan nya. Jangan pernah congkak dan merasa kita ini sudah bisa.. tak perlu guru lagi..
Karna kalau silahturahmi bathin terputus.. akan di cabut nya kembali ruh keilmuan itu. Dan ilmu yang kita miliki itu tiada lagi daya nya. Kosong.. tanpa ruh!
Senin, 08 Juli 2019
SANG PETUNJUK JALAN
SANG PETUNJUK JALAN
Oleh: Andy Firmansyah
8 Juli 2019
Jasad ku memang satu..
Tetapi jiwa ku bisa berpecah beribu-ribu..
Dalam menempuh jalan ketuhanan ini.. aku kan selalu mendampingi saudara-saudara ku..
Jangan lah kalian takut sendiri.. aku selalu menyertai..
Biar lah Aku yang terkena duri dan Akar..
Biar lah Aku yang pasang badan..
Asalkan terbuka lah jalan..
Kalian hanya tinggal mengikuti di belakang ku..
Kalian hanya tinggal mempelajari Jalan ku..
Tak perlu lah kalian rasakan sakit untuk mendapatkan ilmu..
Tak perlu lah kalian rasakan perih seperti ku..
Kalian hanya mengambil ilmu nya saja..
Setelah kalian tegap berdiri..
Setelah kalian mandiri..
Aku kan pergi.. menyendiri..
Aku kan sulit di temui..
Aku akan di sembunyikan Allah..
Tugas ku hanya membuka Jalan..
Jalani lah jalan-jalan ku itu..
Senin, 01 Juli 2019
PERLUKAH BAIAT DALAM DZIKIR NAFAS..?
PERLUKAH BAIAT DALAM DZIKIR NAFAS..?
Oleh: Andy Firmansyah
1 Juli 2019
Banyak teman-teman yang bertanya tentang baiat. "Perlukah Baiat dalam Dzikir Nafas..?"
Jawab,
Dalam mengamalkan Dzikir Nafas teman-teman tidak perlu berbaiat layak nya di sebuah toriqoh. Dzikir Nafas Bisa di pelajari dari buku, blog, atau pun dari YouTube saya.
Walau tidak bertemu langsung kepada saya teman-teman bisa belajar sendiri seperti di YouTube.
Di sana sudah saya tuangkan segala ilmu dan pengalaman.
Dan saya pun menyediakan wadah untuk belajar bersama yaitu group Kesadaran Jiwa di WhatsApp.
Silakan hubungi para admin dan teman-teman yang duluan menjalani. Bertanya dan belajar lah bersama mereka. Mereka itu lah bayang-bayang Allah yang bisa memvibrasi kita ke Allah.
Dengan ketulusan hati ingin belajar dan mendalami ilmu dzikir nafas ini maka keberkahan ilmu itu akan kita dapatkan. Amalkan lah dengan sungguh-sungguh.
Minggu, 02 Juni 2019
GODAAN ORANG YANG TELAH KASYAF
GODAAN ORANG YANG TELAH KASYAF
Oleh: Andy Firmansyah
2 Juni 2019
Bagi para pengamal dzikir yang hati nya selalu terpaut kepada Allah, pastilah akan di berikan KASYAF oleh Allah.
Kasyaf ini ialah memang sebuah karunia (Karomah) dari Allah, tetapi jika tiada pengarahan dan bimbingan bisa juga menjadi istidraj.
Ketika di buka kan nya tabir hakikat (kasyaf), dan kita bisa melihat dengan pandangan Allah. Bisa mengetahui dengan ilmu Allah.. pasti lah kita akan sering menghakimi orang lain.
Sebaik apa pun bungkus nya, kita kan tahu isi terdalam. Di sini kita sering su'udzon atau berprasangka buruk kepada orang lain. Ingat lah, di sebalik karunia tentu ada juga ujian Allah..!
Dalam hati kita sering berkata,
"Aku tahu semua nya, aku tak bisa di bohongi." seolah kita bisa me scanning orang lain. Tanpa sadar itu menjadi keakuan di diri kita.
Apa saja godaan orang yang telah kasyaf?
Pasti lah sering menghakimi orang lain, suka membuka aib orang lain. Dan pasti banyak musuh nya, karna tak bisa berprasangka baik kepada siapa saja.
Kita hanya pandai melihat isi orang lain.. tetapi tak pandai melihat ke dalam diri kita sendiri.
Kasyaf itu hanya lah sedikit Sirr Allah. Tetapi jangan terlalu bangga.. jika kita tidak amanah menjaga Sirr Nya, maka kelak karunia itu pasti akan di cabut kembali oleh Allah. Andaikan kita tahu istidraj di sebalik karunia itu pastilah kita kan menolak pemberian Allah itu.
Bagi anda yang sudah memiliki karunia itu, jaga lah Sirr Allah itu. Amanah lah menggunakan nya. Yang nama nya Rahasia.. harus lah tetap rahasia. Jangan lah kita membuka nya untuk menunjukkan keakuan kita..!
Kamis, 27 Desember 2018
TASAWUF SESUNGGUH NYA
BELAJAR ATAU MENJALANI..?
Oleh: Andy Firmansyah
27 Desember 2018
Ini yang banyak tidak di ketahui bagi para pencari Tuhan. Saya akan bongkar agar kalian semua paham di mana posisi kalian saat ini.
Orang yang sedang mempelajari ilmu tasawuf itu miskin nya itu ya di buat-buat. Semua itu atas keinginan nya sendiri. Anti harta, anti dunia, anti kemewahan. Ia lebih rela hidup prihatin dan menyusahkan diri nya sendiri.
Terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri sehingga tidak bisa bersosial. Terkadang ia rela menghinakan diri nya sendiri agar bisa lepas dari kemelekatan duniawi. Bahkan bermacam-macam ritual ia jalani untuk bisa hidup prihatin. Ini adalah ciri-ciri orang yang sedang belajar tasawuf..!
Berbeda dengan orang yang sedang menjalani tasawuf. Miskin nya itu ya bukan karena kehendak nya. Tetapi ya kehendak Allah untuk mendidik nya agar tidak terlalu cinta dunia. Allah lah yang menghinakan dan mengikis keegoan diri nya. Bukan mau nya sendiri.
Di situlah beda nya yang sedang belajar dan yang sedang menjalani.. dimana kah posisi kita..?
Orang yang sedang belajar tasawuf pasti hidup nya terpuruk berkepanjangan.. miskin penuh kehinaan.. Bahkan ada yang gila tak tentu arah. Ia anggap itu sudah benar, padahal itu mabuk ketuhanan. Sudah pasti kehidupan nya hancur dan tak produktif. Pasti rumah tangga hancur berantakan. Itu ya karena ia cari penyakit sendiri.
Berbeda dengan orang yang sedang menjalani tasawuf. Keterpurukan nya itu ya tidak berkepanjangan. Setelah jatuh miskin, hina, terpuruk, maka Allah akan kembali memuliakan nya.
Inti nya Allah hanya ingin ia lepas kemelekatan dunia. Setelah ia tak terlalu cinta lagi pada dunia. Maka Allah kembalikan lah dunia pada nya.
Jadi, dimana posisi kita..?
Sedang belajar.. atau kah sedang menjalani..?
Minggu, 21 Oktober 2018
PAHAMI LAH AMANAH MU
PAHAMI LAH AMANAH MU
Oleh: Andy Firmansyah
21 Oktober 2018
Ada seorang sahabat ku yang kaya raya mengeluh karna tak dapat ilmu Allah.. seolah ia ingin seperti ku.
Lantas aku pun berkata,
"kau tak bersyukur sahabat ku. Kalau kau tetap mau ilmu itu.. kita tukar posisi yuk..! Kau di beri ilmu, tetapi di cabut kekayaan mu itu, kau mau begitu..?"
Akhirnya ia pun terdiam tak dapat berkata apa-apa lagi..!
Begitu lah kita.. padahal setiap kita ini khalifah. Ada tugas masing-masing. Ada amanah yang tak sama dengan orang lain. Pahami lah amanah mu..!
Berdakwah itu bukan hanya dengan ilmu. Jika kau di berikan kemampuan harta, berarti di situ lah dakwah mu untuk membantu sesama. Mengapa pula ingin seperti orang lain..?
Ilmu itu bukan segala nya..
Jika Allah tak memberi, berarti bukan di situ amanah mu. Jalani lah apa kemampuan yang di beri saat ini. Jika mampu mu di harta.. berdakwah lah dengan harta mu itu. Tolong menolong lah pada sesama.
Mengapa kau di beri harta.. karna Allah percaya kepada mu..
Mengapa aku di beri ilmu.. karna Allah percaya kepada ku..
Mari kita satu kan kekuatan ini. Tolong menolong lah di jalan Allah..
Rabu, 05 September 2018
BENARKAH BISA DI GANGGU JIN
BENARKAH BISA DI GANGGU JIN?
Oleh: Andy Firmansyah
5 September 2018
Banyak yang bertanya, benarkah mengamalkan dzikir nafas bisa di ganggu jin?
Sebenarnya semua itu tergantung arah kesadaran kita. Kemanakah arah kesadaran itu kita tuju?
Kepada Allah Atau kepada Jin atau mahluk halus lain nya..?
Jika kesadaran kita ke Allah.. maka Allah lah yang mendekat..
Jika kesadaran kita ke Jin.. maka Jin lah yang mendekat..
Ngeri ya..! Pasti banyak teman-teman yang takut mengamalkan dzikir nafas ini. Hehe..
Kenapa bang kita berdzikir ke Allah kok malah jin yang datang?
Ya itu karna kita yang mengundang, kita yang membuka pintu agar mereka bisa masuk ke wilayah kesadaran kita.
Dzikir Nafas ini adalah tirakat kelas tinggi, kita bisa memasuki berbagai alam dimensi karna kita masuk ke Alam ghoib. Ya tergantung tujuan nya mau kemana.
Tetapi jangan takut. Bagi anda yang belum pernah main wilayah Jin pasti aman. Karna kesadaran kita arah nya hanya kepada Allah.
Tetapi mengapa ada yang bisa di ganggu Jin, bahkan ada yang sampai kerasukan?
Itu karna mereka orang sakti.. sudah terbiasa main di dunia Jin, sehingga masih sering terlena di alam mereka. Kesadaran nya bukan ke Allah, tetapi malah kepada Jin dan hantu blau segala. ya pasti Jin yang datang..!
Jadi ikuti saja step by step dalam berdzikir Nafas Pasti aman.. tiada gangguan.
Jika Sadar Allah.. Allah yang datang..
Jika Sadar Jin.. Jin lah yang datang..
Jadi, luruskan niat.. kita berDzikir Nafas itu untuk mendekat kepada Allah. Bukan ke selain Allah..!
Senin, 03 September 2018
BELAJAR MATI SEBELUM MATI
BELAJAR MATI SEBELUM MATI
Oleh: Andy Firmansyah
3 September 2018
Ada yang bertanya kepada saya, "bang belajar mati sebelum mati itu seperti apa sih?"
Baik, akan saya jelaskan semudah mungkin. Makna mati di sini ada dua macam..
Mati yang pertama,
Mati yang pertama ini adalah mengenal diri sebenar diri. Yaitu mengenali diri sejati yang sering di sebut dengan Nafs atau Jiwa..
Jadi, jasad ini harus lah mati dahulu baru lah sang jiwa aktif/sadar. Dan metode nya ya macam-macam. Dan harus belajar pada guru atau ahli nya. Si guru itu lah yang memberikan tata cara atau metode agar kita bisa masuk pada kesadaran jiwa. Dan salah satu metode nya ya Dzikir Nafas.
Mati yang kedua,
Mati yang kedua ini yaitu sikap dalam kehidupan. Apa nya yang mati..? Yaitu keegoan atau keakuan diri kita.
Sehingga segala diam dan gerak kita bukan lagi karna ego. Tetapi hanya mengikuti mau nya Allah. Zero.. lebur.. fana.. dalam kehendak Allah.
Jika kedua mati ini sudah kita kuasai.. di situ lah kita baru kenal diri dan kenal Allah. Sehingga semakin lah kita jadi hamba yang bertakwa.
TINGGALKAN SENSASI TENANG
TINGGALKAN SENSASI TENANG
Dalam berdzikir nafas pasti teman-teman pernah merasakan sensasi tenang. Yaitu suasana yang sangat nyaman, tenang, damai.. sehingga kita menjadi terbuai dan hilang kesadaran. Sangat banyak yang jadi terlelap atau tertidur.
Ternyata sensasi tenang itu juga ada di dalam kehidupan kita. Begitu kita semakin mendekat kepada Allah, maka kita kan terjebak sensasi tenang.
Ciri nya apa..?
Yaitu hidup kita terlalu nyaman dan tenang. Sehebat apa pun masalah nya kita tetap tenang. Karna kita merasa asyik mendekatkan diri kepada Allah. Tiada lagi takut. Karna merasa sudah bersama Allah.
Ternyata itulah orang yang terbuai akan ketenangan. Sehingga kehidupan duniawi nya hancur. Ia merasa rezeki nya sudah di cukup kan Allah. Dan memang benar kebutuhan nya selalu tercukupi.
Orang yang seperti itu hidup nya pasif, tidak produktif . Ia hanya menerima saja. Tetapi tak meneruskan perjalanan yang lebih tinggi. Sehingga soal rezeki atau keuangan ya pasti pas-pasan. Tidak bisa kaya.
Jadi untuk teman-teman yang masih di wilayah tenang saat ini. Naik lah lagi ke wilayah yakin.. teruskan perjalanan..!
Setelah tenang.. naik lagi ke wilayah yakin. Jangan di situ-situ saja..! Tanya pada diri.. apa perintah Allah saat ini..? Kerja kan lah. Lakukan saja dengan berserah kepada Allah.
Banyak yang berkata,
"Orang yang mendalami ilmu Ketuhanan pasti nggak bisa kaya. Pasti hidup nya miskin..!"
Sangat banyak yang memvonis seperti itu. Apa iya..?
Kalau saya perhatikan sih ada benar nya juga. Banyak teman-teman saya yang begitu. Ya termasuk saya juga. Hehe..
Sekarang barulah saya ketemu jawaban nya. Ternyata selama ini kita hanyut di wilayah tenang. Kita tidak sadar selama ini kita itu tertidur. Jadi, untuk teman-teman.. tinggalkan sensasi tenang itu dan naik lah ke wilayah yakin..!
Karna saya sudah mengalami.. maka nya saya buka hal ini. Agar setiap pejalan tahu titik perjalanan kita sudah dimana. Sering-sering lah berkonsultasi kepada guru-guru kita. Agar kita tidak salah kaprah!
Jumat, 31 Agustus 2018
YANG KITA CARI ITU APA?
YANG KITA CARI ITU APA?
Oleh: Andy Firmansyah
31 Agustus 2018
Orang yang mencari ilmu, pasti akan mencari guru. Karna ia menganggap guru lah yang memiliki ilmu. Berguru kesana-kemari.. dari satu guru hingga ke beberapa guru. Tetapi tiada kepuasan..!
Belajar belasan hingga puluhan tahun tetapi tiada kenyamanan. Hati nya kering.. ilmu nya segudang tetapi tiada kenyamanan.
Mengapa bisa begitu?
Karna yang ia cari ilmu.. bukan Allah..!!!
Berbeda yang mencari Allah.. niat nya hanya ingin mendekat kepada Allah. tak perlu mencari-cari ilmu, apalagi guru..! Justru Allah berikan ia guru. ketika bertemu guru itu, dapat lah dia ilmu.
Setelah dapat ilmu.. ia kembali berjalan mendekatkan diri kepada Allah. Karna yang ia cari Allah.. yang ia inginkan hanya Allah..!
Semakin lama.. semakin lah dia menjadi hamba Allah..
Bukan hamba ilmu.. yang merasa bangga dengan keilmuan nya..
Bukan lagi hamba guru.. yang memberhalakan guru nya!
Jika sudah jumpa guru itu ya cukup satu.. ngapain cari guru lagi. Jika sudah dapat ilmu nya.. ya cukup itu menjadi kenderaan nya menuju Allah. Karna yang ia cari Allah..!
Tentu hidup nya kan selalu puas dan nyaman.. selanjutnya Allah lah yang mengajarkan nya dalam kehidupan. Bertemu lah ia kepada Allah..
Jadi, mari tanya diri kita.. yang kita cari itu apa..???
Rabu, 22 Agustus 2018
SIAPA YANG TANGGUNG DOSA NYA..?
SIAPA YANG TANGGUNG DOSA NYA..?
Ada yang bertanya tentang ilmu dzikir nafas, "Apakah ada baiat?"..
Saya pun menjawab, "Di sini tidak ada baiat pak!"
Orang itu pun melanjutkan,"trus kalau tidak di baiat, siapa yang nanggung dunia akhirat nanti pak..?"
Saya pun jadi tertawa sendiri. Emang nya ada ya guru yang menanggung dosa murid-murid nya..?
Padahal Allah SWT telah berfirman:
قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْ رَبًّا وَّهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۗ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَـفْسٍ اِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۚ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْـتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
qul a ghoirollaahi abghii robbaw wa huwa robbu kulli syaii`, wa laa taksibu kullu nafsin illaa 'alaihaa, wa laa taziru waazirotuw wizro ukhroo, summa ilaa robbikum marji'ukum fa yunabbi`ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun
"Katakanlah (Muhammad), Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 164)
Segala amal perbuatan dan isi hati kita itu akan di minta pertanggung jawaban di hadapan Allah kelak. Jadi, tiada siapa pun yang bisa menanggung dosa itu.
Saya berikan sedikit analogi atau perumpamaan ya. Contoh nya begini..
Saya ajarkan anda ilmu silat. Lantas dengan ilmu silat yang anda kuasai itu ada dua pilihan. Terserah mau di pakai untuk apa? Untuk menolong orang.. atau kah untuk membunuh atau membegal orang?
Jika anda membunuh orang, apakah dosa anda itu saya yang tanggung? Ya tidak! Anda lah yang menanggung nya sendiri.. karna itu perbuatan anda.
Begitu juga ilmu dzikir nafas..
Mau di pakai untuk mengajak orang mendekat ke Allah.. atau kah untuk menipu atau mencari keuntungan dari jemaah?
Jika anda menipu.. anda lah yang tanggung dosa itu..!
Jadi, jangan percaya aja kalau ada guru yang bilang ia bisa menanggung dunia akhirat. Akal kita itu di pakai lah.. jangan suka ikut-ikutan..!
Kamis, 02 Agustus 2018
APA NAMA THORIQOH NYA?
APA NAMA THORIQOH NYA?
Ada seorang sahabat yang bertanya, "Bang jalan yang abang tempuh ini apa nama thoriqoh nya bang. Mengapa abang tidak memberi nama?"
Jawab,
Untuk apa sebuah nama? Apa hanya untuk di akui! Tak perlu lah semua itu. Justru nanti kalian akan berbangga diri dengan nama thoriqoh itu.
Dahulu nama saya pernah saya sandingkan menjadi "Andy Firmansyah Dzikir Nafas". Tetapi apa yang terjadi? Justru itu menjadi beban mental bagi saya. Apabila saya berlaku buruk, tentu lah nama Dzikir Nafas kan menjadi buruk pula.
Bahkan banyak yang mengkritik pedas, "bang jemaah dzikir nafas koq ego-ego semua ya?" Padahal yang ego itu personal nya, Dzikir Nafas pula yang jadi sasaran. Padahal dzikir nafas ini ajaran murni. Dan saya pun melepaskan nama itu agar tidak tercemar.
Jadi, tak penting lah sebuah nama..
Untuk apa kalian mengikuti ajaran yang branded, ternama, tetapi akhlak kalian tak mulia?
Kenapa tidak ada nama thoriqoh nya? Karna saya ini bukan guru, sampai kapan tidak akan mengangkat murid. Karna saya masih belajar sama seperti kalian.
Mutiara itu tak perlu di akui.. Jika akhlak kita benar pasti akan di cari orang, walau tanpa nama. Jadi tak perlu lah pengakuan mahluk..
Jika kalian yakin dengan jalan yang tanpa nama ini.. mari kita berjalan bersama. Justru itu lebih aman.. kalian akan terhindar dari kebanggaan..
Rabu, 01 Agustus 2018
TATA CARA BERDZIKIR NAFAS
YouTube: Andy Firmansyah
TATA CARA BERDZIKIR NAFAS
Oleh: Andy Firmansyah
Sebelum melakukan dzikir nafas, alangkah lebih baik kita berwhudu dahulu. Selain kita dalam keadaan suci ketika menghadap Allah, maka pikiran ini juga kan menjadi tenang. Meminum segelas air putih sebelum berdzikir juga baik agar menetralkan energi dan lebih cepat masuk pada wilayah tenang.
Lalu duduk lah yang rileks dengan posisi duduk timpuh. Manfaat duduk timpuh ialah agar kita lebih fokus dan tidak rawan mengantuk. Kesadaran akan lebih terjaga dengan posisi duduk timpuh.
Lebih baik tempat kita duduk itu di alas dengan karpet atau bantalan empuk agar kaki tidak sakit dan kita lebih nyaman ketika duduk selama berdzikir.
Setelah duduk terasa nyaman dan rileks baca lah doa dahulu. Doa nya bebas, tiada yang Khusus. Kalau saya selalu.. saya awali dengan membaca,
1. Dua kalimah syahadat.. 1x
2. Shalawat Nabi.. 1x
3. Al -Fatihah.. 1x
4. Al- ikhlas.. 1x
5. An - Naas.. 1x
6. Al - Falaq.. 1x
Lalu berdoa lah," Ya Allah, izinkan aku mendekat kepada MU, perjalankan aku ya Allah..! Aku hanya ingin dekat.. tiada yang lain.."
Tiga surat terakhir.. itu untuk melindungi pikiran kita agar tidak di bisiki syetan selama berdzikir. sehingga lebih mudah Fokus. silakan di ikuti jika berkenan.
Setelah itu lakukan sebagai berikut,
Posisi duduk iftiros, jangan bergerak sedikit pun. mata terpejam. lakukan selama 20-30 menit.
Tahap 1,
Mengikuti atau menyadari nafas yang keluar masuk dengan sendiri nya. keluar-masuk nya nafas melalui hidung. Mulut tetap tertutup. Lidah nya biasa saja, tidak di tekuk/lipat.
Tahap 2,
Mengikuti atau menyadari nafas yang keluar masuk dengan sendiri nya, dengan di iringi dzikir Huu.. Allah.. di dalam hati.
nafas masuk dzikir nya "Huu.."
nafas keluar dzikir nya "Allah.."
Tahap 3,
Sama seperti level 1dan 2, hanya saja kesadaran kita tidak lagi kepada nafas atau kepada dzikir yang kita dawamkan. tetapi sudah kepada Allah yang tidak di serupakan pada apa pun.
Tahap 4, ialah wilayah fana.. ini tidak bisa saya jelaskan. karna sudah wilayah Allah. hanya Allah sendiri yang akan mengajarkan jika kita sudah senantiasa melatih Dzikir Nafas.
Lakukan lah dzikir nafas dengan berserah total kepada Allah. Jika timbul daya/dorongan untuk bersujud atau mendongak ke atas ikuti saja daya nya jangan di lawan.
Selagi masih ada daya nya tetap lah berdzikir sampai daya itu hilang sendiri menandakan bahwa dzikir nafas selesai.
selamat mencoba!
Selasa, 31 Juli 2018
CIRI-CIRI ALLAH MEMPERKENALKAN DIRI NYA
CIRI-CIRI ALLAH MEMPERKENALKAN DIRI NYA
Oleh: Andy Firmansyah
31 Juli 2018
Sangat banyak orang yang mengeluh dan penuh ketakutan ketika menapaki suatu jalan ketuhanan..
Katanya, "untuk mendekatkan diri kepada Allah itu ujian nya ngeri-ngeri sedap." Akhirnya mereka pun tak berani melanjutkan perjalanan itu karna terjal dan cadas nya ujian kehidupan.
"Ke Allah koq susah sih? Ke Allah koq menderita, seolah yang ada hanya kepahitan dan tiada kebahagian..?" Itulah prasangka para pejalan.
Padahal di sebalik semua itu ada rahasia yang sangat indah. Yaitu, Allah sedang memperkenalkan diri Nya. Tetapi mengapa kita terjebak pada prasangka?
Bagaimana mungkin kita kan mengenal Allah itu maha kuasa.. jika tak di buat dahulu tak berdaya..
Bagaimana mungkin kita kan mengenal Allah maha pemurah ketika diri belum merasa lemah..
Bagaimana mungkin kita kan mengenal Allah maha penyembuh jika belum di kasih sakit..
Bagaimana mungkin kita kan kenal Allah maha mengabulkan doa jika kita belum meminta..
Bagaimana mungkin kita kan kenal Allah maha pengatur jika diri masih berusaha..
Bagaimana mungkin kan kenal..?
Jadi, bagaimana kita kan kenal seutuh nya? Tentu ada proses Nya..
Ini lah kesalahan kita.. iman nya iman tempe..! Baru di banting sedikit sudah menyerah. Baru di beri kesusahan sedikit sudah berprasangka. Tetapi mengapa tak membaca.. apa kah maksud Allah dari seluruh kejadian di hidup ini..?
Mengapa tak membaca..
Ternyata untuk mengenal Allah itu bukan lah semudah membaca buku atau mendengar ceramah. Selagi belum di proses dalam hidup.. selama nya lah kita tidak akan kenal Allah..!
Sudah beberapa tahun ini hidup ku di banting Allah. Ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda.. sudah ku rasa..
Derajat, kedudukan, wibawa.. benar-benar di hina kan Allah..
Bahkan dua kali lebaran aku tak mampu membayar zakat fitrah.
Awal nya aku goyang. Mendekat ke Allah koq seperti ini sih? Mengapa Allah pelit pada ku. Padahal yang ku pertuhankan itu Tuhan maha kaya? Mengapa aku semakin susah..
Dengan berjalan nya waktu semakin lah diri ini di paham kan Nya.. ini lah tanda DIA memperkenalkan diri Nya..
Ketika aku butuh.. aku di cukup kan Nya..
Ketika aku mengadu.. aku di tolong oleh Nya..
Ketika aku meminta.. selalu di perkenankan Nya..
Ketika aku sedih.. aku di hibur Nya..
Ketika aku sendiri.. DIA selalu bicara..
Semakin hari semakin lah aku mengenal Nya.. DIA lah segala nya..
Diri semakin malu.. karna terlalu banyak berprasangka. Padahal DIA hanya ingin aku mengenal Nya..
Sekarang aku bahagia.. karna aku telah mengenal Nya.. tiada lagi yang ku takut, tiada lagi yang ku susah kan. Karna aku bersama Allah.
Jangan kan mengeluh, apalagi meminta.. aku sudah malu. Karna Aku kenal DIA lah penguasa alam semesta.
Bagi teman-teman yang sedang mengalami proses Nya saat ini. Hilang kan lah segala prasangka. Berbahagia lah.. itu tanda Allah memperkenalkan diri Nya..
CIRI-CIRI ALLAH MEMPERKENALKAN DIRI NYA
CIRI-CIRI ALLAH MEMPERKENALKAN DIRI NYA
Oleh: Andy Firmansyah
31 Juli 2018
Sangat banyak orang yang mengeluh dan penuh ketakutan ketika menapaki suatu jalan ketuhanan..
Katanya, "untuk mendekatkan diri kepada Allah itu ujian nya ngeri-ngeri sedap." Akhirnya mereka pun tak berani melanjutkan perjalanan itu karna terjal dan cadas nya ujian kehidupan.
"Ke Allah koq susah sih? Ke Allah koq menderita, seolah yang ada hanya kepahitan dan tiada kebahagian..?" Itulah prasangka para pejalan.
Padahal di sebalik semua itu ada rahasia yang sangat indah. Yaitu, Allah sedang memperkenalkan diri Nya. Tetapi mengapa kita terjebak pada prasangka?
Bagaimana mungkin kita kan mengenal Allah itu maha kuasa.. jika tak di buat dahulu tak berdaya..
Bagaimana mungkin kita kan mengenal Allah maha pemurah ketika diri belum merasa lemah..
Bagaimana mungkin kita kan mengenal Allah maha penyembuh jika belum di kasih sakit..
Bagaimana mungkin kita kan kenal Allah maha mengabulkan doa jika kita belum meminta..
Bagaimana mungkin kita kan kenal Allah maha pengatur jika diri masih berusaha..
Bagaimana mungkin kan kenal..?
Jadi, bagaimana kita kan kenal seutuh nya? Tentu ada proses Nya..
Ini lah kesalahan kita.. iman nya iman tempe..! Baru di banting sedikit sudah menyerah. Baru di beri kesusahan sedikit sudah berprasangka. Tetapi mengapa tak membaca.. apa kah maksud Allah dari seluruh kejadian di hidup ini..?
Mengapa tak membaca..
Ternyata untuk mengenal Allah itu bukan lah semudah membaca buku atau mendengar ceramah. Selagi belum di proses dalam hidup.. selama nya lah kita tidak akan kenal Allah..!
Sudah beberapa tahun ini hidup ku di banting Allah. Ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda.. sudah ku rasa..
Derajat, kedudukan, wibawa.. benar-benar di hina kan Allah..
Bahkan dua kali lebaran aku tak mampu membayar zakat fitrah.
Awal nya aku goyang. Mendekat ke Allah koq seperti ini sih? Mengapa Allah pelit pada ku. Padahal yang ku pertuhankan itu Tuhan maha kaya? Mengapa aku semakin susah..
Dengan berjalan nya waktu semakin lah diri ini di paham kan Nya.. ini lah tanda DIA memperkenalkan diri Nya..
Ketika aku butuh.. aku di cukup kan Nya..
Ketika aku mengadu.. aku di tolong oleh Nya..
Ketika aku meminta.. selalu di perkenankan Nya..
Ketika aku sedih.. aku di hibur Nya..
Ketika aku sendiri.. DIA selalu bicara..
Semakin hari semakin lah aku mengenal Nya.. DIA lah segala nya..
Diri semakin malu.. karna terlalu banyak berprasangka. Padahal DIA hanya ingin aku mengenal Nya..
Sekarang aku bahagia.. karna aku telah mengenal Nya.. tiada lagi yang ku takut, tiada lagi yang ku susah kan. Karna aku bersama Allah.
Jangan kan mengeluh, apalagi meminta.. aku sudah malu. Karna Aku kenal DIA lah penguasa alam semesta.
Bagi teman-teman yang sedang mengalami proses Nya saat ini. Hilang kan lah segala prasangka. Berbahagia lah.. itu tanda Allah memperkenalkan diri Nya..
Sabtu, 28 Juli 2018
GURU DAN MURID
GURU DAN MURID
Murid:
"Guru, saya tadi malam mengalami pengalaman rohani guru! Itu makna nya apa ya..?" Si murid pun menjelaskan pengalaman nya.
Guru:
" lanjut kan saja.. terus kan dzikir mu." Jawab si guru. Lalu si murid pun mengikuti nasehat guru nya. Ia melatih terus dzikir nya.
Keesokan hari nya si murid, mengalami pengalaman yang luar biasa dan kembali bertanya kepada guru nya.
Murid:
"Guru kali ini sensasi nya luar biasa, Allah bicara kepada ku guru. Apa maknanya?" Tampak kebingungan di wajah si murid.
Guru:
"Kamu lebih percaya aku atau percaya Allah? Aku juga sedang belajar kepada Allah. Jadi ikuti saja kata Allah!"
Si murid pun terus belajar dan menguatkan dzikir nya. Tetapi sungguh luar biasa pelajaran Allah kepada diri nya. Lalu ia pun kembali datang bertanya kepada guru nya..
Murid:
"Guru saya mau bertanya lagi..!"
Si guru mulai kesal karna setiap hari selalu di tanyai..
Guru:
"Mulai sekarang kamu jangan bergantung kepada guru mu. Belajar lah langsung kepada Allah! Mandiri donk..!!!"
Sejak saat itu si murid pun mematuhi perintah guru dan meninggalkan nya, ia pun belajar langsung kepada Allah. Apa pun yang terjadi dalam hidup ia ikuti Allah. Hingga lah mencapai tahap mabuk ketuhanan.
Semua orang terdekat dan sekitar nya mengganggap ia gila. Ia tak peduli. ia terus mengikuti didikan Allah. Sekitar dua tahun.. sembuh lah ia dari mabuk ketuhanan dan mulai kembali normal seperti sedia kala.
Lalu ia kembali bertemu guru nya. Lalu si guru pun memberikan ilmu baru nya.
Guru:
"Murid ku, aku sekarang mendapat ilmu baru dari Allah. Yaitu mabuk ilahi.. ini tauhid tingkat tinggi. Kamu harus mencapai gila seperti ku." Dengan senang nya si guru menceritakan ilmu baru nya itu.
Murid:
"Maaf guru, mabuk ilahi itu sudah duluan ku lalui! Justru aku sekarang baru sembuh dari gila.. masa' mau di ajak gila lagi?"
Si guru pun marah karna di lawan oleh murid nya..
Guru:
"Dasar murid tak beradab, kalau kau tak mau beradap pada guru mu, tinggalkan ilmu yang ku ajarkan pada mu!"
Murid:
"Bukan nya aku tak beradab guru, justru aku ini sangat beradab pada mu. Semua nasehat mu ku ikuti. Kau bilang berguru kepada Allah.. aku pun ikuti. Bukan kah kau sendiri yang berkata, berguru lah langsung kepada Allah?"
Akhirnya si murid itu pun di buang oleh guru nya. Dan si murid
tak pernah menaruh benci sedikit pun kepada sang guru. Justru ia sangat berterimakasih. Berkat guru nya itulah si murid bisa langsung berguru kepada Allah dan banyak mendapatkan ilmu-ilmu Allah.
Jumat, 20 Juli 2018
MINTA KE ALLAH JANGAN TANGGUNG-TANGGUNG
Oleh: Andy Firmansyah
20 Juli 2018
qoola robbighfir lii wa hab lii mulkal laa yambaghii li`ahadim mim ba'dii, innaka antal-wahhaab
fa sakhkhornaa lahur-riiha tajrii bi`amrihii rukhooo`an haisu ashoob
(QS. Sad 38: Ayat 36)
وَالشَّيٰطِيْنَ كُلَّ بَنَّآءٍ وَّغَوَّاصٍ
wasy-syayaathiina kulla bannaaa`iw wa ghowwaash
(QS. Sad 38: Ayat 37)
wa aakhoriina muqorroniina fil-ashfaad
(QS. Sad 38: Ayat 38)
haazaa 'athooo`unaa famnun au amsik bighoiri hisaab
(QS. Sad 38: Ayat 39)
wa inna lahuu 'indanaa lazulfaa wa husna ma`aab
(QS. Sad 38: Ayat 40)
Harus bertobat dahulu. Dengan memohon ampun dari dosa-dosa akan memudahkan makbul nya sebuah doa.
Harus ada keyakinanan dalam meminta kepada Allah. Keyakinan dari dalam diri itu adalah cara merayu Allah agar membuktikan kuasa Nya..
Mari kita buktikan sama-sama..!