Jumat, 04 Mei 2018
BANTU LAH JIKA BERMANFAAT
Selasa, 27 Maret 2018
BERSERAH DIRI YANG SESUNGGUHNYA
BERSERAH DIRI YANG SESUNGGUHNYA
Assalaamualaikum....
Bang andi...kemaren nyarankan saya lihat Allah jangan melihat mahluk... kemudian supaya kita berserah yg sesungguhnya kpd Allah...
Nah..ketika kita dlm kesulitan ini...kemudian kita punya keinginan dlm pikiran..lalu baik nya apa kita mohon kepada Allah dengan berdoa atau kita tetap berserah saja tanpa kita berdoa sekalipun ?
Gimana menurut bang andi ?
Waalaikumsalam wr wb..
Rumus nya begini pak,
Pertama,
Masalah itu di terima dahulu dengan keridhoaan hati..
Kedua,
Berdoa lah kepada Allah.. mohon pertolongan.
Ketiga,
Setelah berdoa pasti ada perintah/petunjuk untuk menyelesaikan masalah tersebut. ya ikuti saja..
pasti ada perintah, bergerak lah..!
jadi tiga point di atas itu ialah berserah diri yang sesungguhnya. Berserah diri itu Aktif pak, bukan pasif diam saja tak melakukan apa-apa!
Semoga apa yang saya uraikan ini dapat di mengerti.. Aamiin..
uraian berserah diri ini adalah berserah tingkatan pertama.. ini khusus yang masih di wilayah sebab-akibat (Asbab)..
Perintah nya pasti di suruh bergerak. ibarat burung yang keluar sangkar dengan perut lapar dan pulang dengan perut kenyang.
Dan di tingkatan kedua, ini sudah wilayah yakin (Tajrid). Dia akan diam saja seperti cicak, justru dengan berdiam ia kan dapat rezeki nya. sudah malu meminta dan berdoa kepada Allah.. karna keridhoaan nya sudah tingkat tinggi. tetapi apa pun yang terlintas dan di inginkan nya pasti di penuhi Allah.
jadi, jangan salah kaprah.. pahami lah dimana tingkatan kita saat ini. jangan terbalik-balik. jika di suruh bergerak, ya jangan berdiam! begitu pula sebalik nya.. jika di suruh berdiam.. ya jangan bergerak!
jadi pahamilah.. dimana posisi kita saat ini.. jadi burung, apa jadi cicak..?
Selasa, 10 Oktober 2017
KARNA CINTA
"Saya mau tanya saudaraku sebenar nya cinta ke pada Allah apa mengerjakan perintah nya dan menjauhi larangan nya....atau sadar allah...? terimakasih mohon pencerahan nya".
Jawab,
Banyak para suami yang takut istri, itu karna apa? karna terlalu cinta..
Begitu pula sebalik nya, istri banyak mengalah.. karna juga terlalu cinta..
jika suami takut istri, pasti kan lebih menurut dan tak berani membantah.. begitu lah cinta..
jika cinta kepada istri sudah begitu patuh nya.. gimana jika cinta kepada Allah..? pastilah diri semakin takut dan patuh pada perintah. jadi, yang di katakan takwa yang sesungguhnya itu bukan karna syurga-neraka.. tetapi karna Cinta kepada Allah..
Nah, bagaimana kita kan Sadar kepada Allah.. jika tiada cinta..? jadi semua itu di awali rasa cinta.. sudahkah dirimu benar-benar cinta..? 👍😊❤
Jumat, 01 September 2017
SIGNAL ALLAH
Sudah dua orang yang curhat tentang pekerjaan nya yang bertolak belakang dengan hati nurani nya. Yang satu tentang riba, dan yang satu lagi tentang korupsi. Kedua sahabat ini sungguh dalam kebingungan dan penuh dilema.
Mungkin kita pribadi tidak menginginkan, tetapi lingkungan pekerjaan lah yang memaksa kita berbuat seperti itu. Apa yang harus di lakukan..?
Haruslah kita pahami, Rasa tidak nyaman, gelisah, merasa bersalah.. tidak tenang, itu sebenar nya ialah signal dari Allah.. semoga kita peka! Banyak uang, makin berharta, mengapa tiada ketenangan? Di hantui rasa bersalah..
Merasa tidak tenang ketika melakukan kesalahan, sebenarnya itu pertanda Allah sayang kepada kita. Di berilah signal atau tanda bahwa itu salah! Yang celaka nya ialah apabila ketika melakukan dosa atau kesalahan kita tenang-tenang saja, menikmati, dan nyaman.. itu pertanda Allah semakin membuat sesat diri ini.
Ini adalah ciri-ciri orang yang mengejar dunia, tetapi tiada mendapat kan akhirat. Untuk dunia (jasmani) semua ia dapatkan, berharta, mewah, semua ada. Tetapi tiada kebahagiaan akhirat ( rohani). Rohani nya kering, kosong, tandus lagi gersang.
Jika berhenti kerja, bagaimana anak istri saya, lantas mau kerja apa? Kalau dapat kerja lagi, kalau tidak bagaimana memenuhi kebutuhan hidup saya? Itulah ketakutan di hati mereka.
Menurut saya, lebih baik kita miskin daripada mendapat siksa neraka. Karna syurga neraka itu bukan saja nanti.. tetapi sekarang juga ada. Tiada ketenangan jiwa itu sudah ahli neraka. Karna Allah bilang, ahli syurga ialah jiwa-jiwa yang tenang.
Di saat ini.. diri kita pasti berperang hebat. Jiwa kita menyadari itu salah, sebenarnya menolak! Tetapi jasad semakin di kuasai Nafsu. Inilah jiwa-jiwa yang terkurung dalam sangkar raga. Sudah tahu salah, tetapi tak dapat berbuat apa-apa.. tidak merdeka.
Banyak orang yang tidak sadar, di saat itu syetan menyerang, di bisiki ketakutan dan ketakutan, was-was..
" jika berhenti kerja, nanti kamu akan miskin. Anak-istri mu bagaimana? Kebutuhan hidup mu bagaimana? Membayar ini-itu bagaimana" akhirnya kita pun ragu untuk berhijrah.
Padahal Allah sudah janji kan, " Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak." (QS. An Nisaa : 100)
harus kita pahami, rezeki yang banyak itu bukan lah setelah berhijrah jadi kaya, banyak uang. Tetapi ketenangan hidup itulah rezeki yang berkah..
Allah itu maha kaya.. yang kita sembah itu dzat yang maha kaya, pemilik alam semesta. mengapa pula kita takut kekurangan..? Dimana letak keyakinan kita..?
Jika sudah tiada ketenangan jiwa, jangan abaikan signal dari Allah.. berhijrahlah. Sumber rezeki bukan di situ saja.. yang penting kita yakin, kita berserah kepada Allah. Jika diri telah berserah, pasti lah hidup ini dalam jaminan Allah..
Yang penting.. yakin saja..!
Sabtu, 19 Agustus 2017
Dakwah Melalui Kaos
Dakwah melalui buku sudah, dakwah melalui video youtube pun sudah. Sekarang saya coba ikuti perintah selanjutnya.. yaitu dakwah melalui kaos.
Ayoo siapa yang mau pesan (PO)..!
Proses Pre order 5-7 Hari
Harga kaos Rp 95.000
Hubungi Wa: 0812 70566960
BAHAN KAOS COTTON COMBED 30S
.
#Asli bahan 100% cotton jenis combed (Bukan Cardet/TC/PE)
- Bahan adem
- Serat katun menyerap keringat
- Serat halus
- memakai bahan gildan lebih tebal
.
# JAHITAN RANTAI
# OVERDECK RAPI
# WARNA SESUAI GAMBAR
.
BAHAN STANDAR DISTRO TERNAMA !!
.
Tersedia dalam ukuran (Lebar Dada x Panjang) :
- S (46 x 64 cm)
- M (48 x 66 cm)
- L (59 x 68 cm)
- XL (53 x 72 cm)
# COCOK UNTUK SABLON ATAU DIGITAL
# READY ALL COLOR
Sabtu, 08 Juli 2017
MEMBACA ILHAM
Tiba-tiba saya mendapat hadiah ebook dari seorang sahabat. Dan di suruh membaca ebook tersebut. Tetapi sebelum ebook tersebut saya baca.. yang terbaca ialah malah Ilham Allah. "apa ya pesan Allah saat ini..? saya ini di suruh apa oleh Allah..? mengapa tiba-tiba di beri Ebook?." hati ini pun bertanya-tanya.
Ilham Allah itu bisa datang dari mana saja. Dari orang terdekat, dari sahabat, bahkan dari Alam sekitar kita. walau kita melihat kucing sedang mengeong saja di pinggir jalan, jika kesadaran ini benar-benar tersambung kepada Allah. maka kan terbaca lah pesan-pesan Allah itu.
Dan pesan yang terbaca saat ini ialah tentang " Ebook " yaitu buku digital versi Pdf, bisa di baca melalui smartphone, tablet, maupun laptop atau pc computer. jadi bisa di baca dimana saja. Saya pun terdiam sejenak dan mencoba membaca, " ada apa dengan Ebook ini ya Allah?"
saya pun jadi teringat akan buku saya yang kedua, yang telah selesai saya tulis beberapa bulan yang lalu. yaitu berjudul "KESADARAN JIWA". Di karenakan keterbatasan dana, buku tersebut pun belum saya cetak-cetak juga. Akhirnya Buku tersebut pun tertahan dan belum sampai kepada pembaca.
Hari ini saya di tegur oleh Allah, seolah Allah berbicara.. " Kamu kan belum punya dana untuk mencetak buku itu Ndy, ya sudah.. jual saja yang versi Ebook itu! yang penting pesan-pesan Ku sampai kepada mereka."
Jadi berdasarkan Ilham Allah ini, saya jual buku "KESADARAN JIWA" versi ebook seharga Rp 50.000..
Bagi teman-teman yang mau membeli, Silakan transfer ke Rekening,
Nama: ANDI FIRMANSYAH
Bank: BNI
No Rek: 0152-8829-31
Lalu hubungi Wa saya di 0812-70566960.
setelah transfer dan menyertakan bukti pembayaran, maka akan saya kirimkan Ebook "KESADARAN JIWA" melalui Whatsapp.
Semoga dengan membeli Ebook tersebut menjadi amal baik bagi teman-teman semua. karna dengan begitu, semoga saya bisa membuat buku yang versi cetak. sehingga makin banyak lah orang-orang yang hidup berkeihsanan (Sadar Allah ) kepada Allah.. Aamiin.
Judul Buku : KESADARAN JIWA (Meraih Hidup Berihsan)
Penulis : Andy Firmansyah
Versi : Ebook
Halaman : 211 Hal
Sinopsis Buku:
Sedari kecil kita sangat lah jarang di ajarkan tentang keberihsanan( Sadar Allah ) kepada Allah. yang kita pelajari hanya ibadah jasmani, yaitu syariat, dan syariat, sedangkan Wilayah hakikat atau wilayah Rohani sangat lah jarang yang mengajarkan.
Kita paham cara melakukan Sholat, tetapi hakikat sholat itu apa? mengapa tak dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar? Mengaji hanya sebatas membaca dan menumpuk ilmu. bersedakah hanya lah sebatas memberi, tetapi paham kah kita hakikat nya semua itu?
Setiap Hari kita membaca Al-Fatihah, " Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkulah kami mohon pertolongan." mengapa kita masih meminta pertolongan orang pintar, dan Kyai. Mengapa tiada keyakinan kepada Allah? Keislaman kita hanya lah sebatas nama, jika tiada keyakinan dan berserah diri kepada Allah.. itu belum Islam sesungguhnya.
Hidup tanpa keihsanan ( Sadar Allah ), sama saja seperti bangkai yang berjalan, jiwa nya mati. Oleh karna itu di buku ini saya jelaskan bagaimana cara meraih keihsanan ( Sadar Allah ) itu. yaitu dengan beberapa metode.. Dzikir Nafas, Patrap, dan komunikasi Al-quran. ketiga metode tersebut ialah cara cepat mencapai keihsanan. karna saya telah membuktikan.
Selamat Membaca..!
Rabu, 19 April 2017
BERDAGANG
BERDAGANG
Berdagang itu ialah pelajaran mengikis Ego. Dengan berdagang, barulah kita pahami arti melayani..
Bermacam karakter pembeli harus kita layani, ada yang sopan, ramah, menyanangkan, bahkan ada juga yang bikin kita sakit kepala.. karna merasa diri nya Raja.
kalau di ingat-ingat selama ini, saya pun seperti itu. selalu menjadi Raja(pembeli), belum pernah menjadi pelayan (pedagang). sekarang lah baru saya tahu rasanya. hehe..
Dengan Sadar Allah, layani lah pembeli se amanah mungkin. Ketika mereka telah membayar, kirimkan secepatnya apa yang di beli nya itu. jangan di tunda-tunda. Lihat lah Allah di kala itu.
Allah yang datangkan pembeli kepada kita, Langsung lah respon sebaik mungkin, jangan merasa butuh tak butuh. sungguh kita tak amanah jika begitu.
Jika ada yang datang hanya bertanya tanpa membeli, ya jangan kecewa. Bersyukur lah, " Alhamdulillah.. ada juga yang datang bertanya-tanya tentang dagangan ku.."
Jika hal kecil ini kita syukuri, pasti nanti ada yang membeli! berdagang itu butuh kesabaran, harus nol ego. dan ingat lah, " Allah beserta orang-orang yang Sabar." Jika Allah sudah beserta kita, apalagi yang kita takutkan? Pasti Allah yang akan menjaminkan..
Jangan merasa diri yang berusaha, pasti kita capek dan lelah. tetapi sadari lah, semua ini Amanah Allah yang harus kita kerjakan. tentu diri selalu bahagia..
HIJRAH
Jumat, 14 April 2017
BERGERAK
Minggu, 29 Januari 2017
Maqom Asbab dan Maqom Tajrid
Maqom Asbab dan Maqom Tajrid
Asbab dan Tajrid ialah suatu keimanan yang sangat berbeda.
Ahli Asbab, yaitu orang yang masih berusaha dengan kemampuan diri nya. Ini adalah orang yang masih berpikir rasional. Masih bergantung kepada sebab-akibat.
Bagaimana mungkin jika ia menginginkan sesuatu tetapi ia tak berusaha? Contoh nya saja begini, mungkin kita pun sering begitu..
Ketika kita menginginkan sesuatu, dan kita berkata kepada orang lain, "saya mau begini dan saya mau begitu.." Pasti orang yang mendengar kan itu langsung bertanya, "dari mana duit nya?" Hehe..
Ini adalah orang yang Ahli Asbab, ia meyakini sesuatu jika ada duit nya. Tanpa duit ia akan merasa sangat mustahil. Dia tidak salah, karna keyakinan/keimanan nya masih bergantung kepada sebab akibat.
Tetapi sangat berbeda dengan Ahli tajrid, jika ia sudah mempunyai keinginan, dan meyakini keinginan nya itu akan di kabulkan Allah. Maka keinginan nya itu akan terwujud walau tanpa usaha. Tiada lagi sebab akibat. Karna sesuatu itu telah menjadi jaminan Allah. Dan akan terpenuhi dengan cara Allah, bukan lagi karna sebab usaha diri nya.
Kita lihat saja para ulama atau kyai yang mempunyai pondok-pondok pasantren yang sangat megah. Jika kita lihat, berapa sih komisi nya sebagai penceramah? Apa sih usaha nya? Mengapa bisa membangun pasantren yang begitu megah, dari mana uang nya?
Itulah Ahli tajrid, usaha nya bukan lagi mencari kerja atau mengumpulkan uang. Tetapi ia hanya menjalankan saja amanah yang di berikan Allah kepada nya. Seolah Allah berkata, "tugas mu hanya berdakwah, jadi ya berdakwah saja! Maka segala sesuatu nya AKU yang menjamin nya."
Ya tentu nya semua kebutuhan yang terpenuhi itu dengan cara Allah, bukan lagi dengan cara diri nya. Karna ia yakin, beriman, dan melaksanakan perintah Allah.. terjaminlah dia. Itulah Tajrid, tentu nya harus Nekad karna Allah.
Lantas, apakah kita yang Ahli Asbab bisa mencapai Tajrid?
Sangat bisa.. tetapi semua itu tergantung keimanan kita kepada Allah. Yakin tidak kepada Allah? Kalau belum yakin, ya jangan coba-coba..!
Karna goncangan jiwa untuk mencapai ke tajrid an itu sangat luar biasa, harus benar-benar menghilangkan segala daya dan upaya. Pasti penuh dilema. Harus paham perintah Allah.. tugas yang Allah berikan kepada kita itu apa, kita ini di suruh apa?
Jadi, ya tidak sembarang orang untuk memperoleh ke tajrid an. Pasti ada tugas dari Allah. Jadi harus di pahami, ke tajridan itu bukan di minta-minta, tetapi memang lah sudah di kehendaki Allah. Ya tergantung keimanan sesorang, tergantung seberapa kuat nya ia bergantung kepada Allah.
Jika seorang Ahli tajrid, menjadi kaya raya tanpa usaha, sebenarnya dia itu tidak minta kaya. Tetapi kekayaan itu Allah berikan karna menjalankan perintah Allah. Itulah jaminan Allah.
Kalau di dalam diri kita masih ada keinginan.. ingin kaya, ingin sukses, ingin hidup senang. Ya jangan minta tajrid, ya berusahalah. Karna itu berarti kita masih lah Ahli Asbab.
Ahli tajrid itu tidak minta apa-apa.. ia hanya menjalankan saja tugas yang Allah berikan kepada nya. Tentulah dia selalu dalam jaminan Allah, walau ia tak berusaha.
Minggu, 08 Januari 2017
KENALI NAFSU DIRI
karna diri ini memang di perintah kan oleh Allah.. ataukah karna mengikuti bisikan-bisikan Nafsu..?
Wahai diri.. sadarilah..
semua langkah yang kau pilih itu karna siapa?
Nafsu itu selalu menipu, penuh iming-iming, terlihat indah dan sedap di pandang mata. Padahal menggiring mu ke lembah dosa.
Merugi lah jiwa-jiwa yang lalai, tiada Sadar Allah. Ia tidak bisa membedakan manakah jalan ketakwaan dan yang manakah jalan kefasikan..
Sekali saja engkau lalai..
Sekali saja niat mu tiada lurus..
Maka Allah akan menipu mu.
Kau pikir yang kau lakukan benar..
Kau pikir yang kau usahakan di dukung Allah, padahal engkau tertipu wahai diri..
Allah memberi semua yang kau inginkan untuk menuntun mu kepada kesesatan..
Allah selalu mempermulus jalan yang kau tempuh untuk menjerumuskan mu semakin menjauh..
Allah itu sangat pencemburu..
Sekali saja kau tidak amanah, dan menginginkan yang selain DIA.. jatuh lah engkau terpuruk dalam kehinaan..
Jika kau tahu semua itu.. untuk apa di berikan, jika semakin menjauh. Tentu lah tiada lagi kau harapkan dunia ini..
Jika kau tahu semua itu.. untuk apa berkeinginan, jika hanya untuk di tipu..
Sadari lah wahai diri.. siapa yang kau ikuti..? Langkah mu karna Allah, ataukah karna bisikan Nafsu..?
Jiwa yang sadar, sungguh amanah lah dia..
Jiwa yang sadar, sangat takut lah dia..
Yang namanya Hamba Allah, tiada berani ia menolak perintah-perintah Allah..
Yang namanya Hamba Allah, bertanya lah dahulu ia sebelum melangkah..
Selasa, 20 Desember 2016
PENYEBAB TAK BAHAGIA
Minggu, 18 Desember 2016
MANFAAT DZIKIR NAFAS SADAR ALLAH DALAM KEHIDUPAN
bagi yang ingin bertanya-tanya dan ingin memahami Dzikir Nafas(Sadar Allah), atau ingin membeli buku "SADAR ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS" silahkan hub Wa di 0812-70566960
bisa juga membaca di blog saya tentang Dzikir Nafas(Sadar Allah),
https://kata-andy.blogspot.co.id/
facebook: https://www.facebook.com/andi.firmans...
https://twitter.com/kata_firmansyah
https://www.instagram.com/bang_andy_d...
Kamis, 15 Desember 2016
PERINTAH ALLAH
Tugas kita apa..?
Kalau di suruh bergerak kita malah diam, itu bukan berserah namanya..
Pasti ada perintah..!
Seperti saya saat ini.. Allah berkehendak saya menganggur, tiada penghasilan/pekerjaan. Tetapi di tugaskan.. menulis dan terus menulis, Alhamdulillah.. ada-ada saja yang beli buku saya.
Jadi, saya hanya mengikuti Allah.. bukan mengikuti kehendak diri..
Itulah berserah diri yang sesungguh nya, hanya mengikuti perintah!
Selasa, 26 April 2016
ILHAM
ILHAM
Ketika telah di ilhamkan ALLAH.. bergerak lah, lakukanlah..
Jangan menunda lagi atau menunggu lama.
Jangan sampai Allah membuat suatu keadaan kita harus melakukan nya dengan terpaksa.
Akan terasa ringan jika kita lakukan dengan ridho..
Dan akan terasa berat jika kita harus melakukan nya dengan terpaksa..
Jika ALLAH telah berkehendak..
Ridho atau terpaksa, tetap kita akan melakukan nya juga.
Jadi.. jangan lagi menunda-nunda..
Senin, 25 April 2016
PENUHI PERINTAH ALLAH
وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ؕ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 186]
Ayat di atas adalah ayat favorit saya.. setelah berDN saya memahami segala kehendak atau perintah-perintah ALLAH pada diri ini.
Sedikit berbagi cerita dari pengalaman pribadi..
Makna takwa itu ialah, mengerjakan apa yang di perintahkan ALLAH dan meninggalkan apa yang di larang ALLAH.
sekarang kita kaji, apa saja perintah-perintah ALLAH itu?
Jika kita bilang perintah ALLAH itu, sholat, dzikir, puasa, zakat berbuat baik dan lain sebagai nya yang seperti apa yang ada di Al quran itu benar. Tetapi perintah ALLAH bukan itu saja..
Tetapi pernahkah anda memahami bahwa saat ini ALLAH menyuruh atau memberi perintah pada diri ini? Saat ini ALLAH sedang menyuruh apa pada kita?
Apa perintah ALLAH saat ini..?
Ini lah tafsir ayat di atas..
Saya memohon kepada ALLAH, "ya Allah.. lapangkan lah rezeki saya". Setelah meminta, Allah langsung turunkan perintah. "Maka hendaklah engkau memenuhi perintah ku".
Makna nya, jika engkau hendak rezeki yang lebih.. turuti perintah ku. Apa perintah ALLAH itu?
Setelah berDN saya jadi paham perintah-perintah(ilham) ALLAH pada diri ini, dan perintah nya pada diri saya yaitu, "menulis lah.. nanti engkau akan dapatkan rezeki dari tulisan itu".
Kata Allah selanjutnya, " dan beriman lah kepadaku agar engkau memperoleh kebenaran".
Setelah turun perintah harus nekad dan jangan ragu, harus beriman total.
Di awal nya saya juga ragu, karna melihat keterbatasan diri. Apa benar perintah nya begini? Saya kan pelaut, masa jadi penulis? Belajar menulis saja tidak pernah.
Semakin lama perintah ALLAH itu semakin jelas, dan ketika saya patuhi perintah nya menulis. Ada-ada saja bahan untuk untuk di tulis. Ilmu semakin mengalir lewat tulisan sendiri. Allah ilham kan terus tiada habis nya. Sehingga makin manfaat untuk diri dan orang lain.
Dan perintah nya saat ini, yaitu membuat buku dari segala tulisan. Alhamdulillah buku sedang masa proses.
Tinggal tunggu saja terbitnya dan tunggu saja janji ALLAH ketika saya mematuhi perintah.
Jadi untuk semuanya.. pahami lah perintah Allah pada diri ini, dan apa perintah nya saat ini. Patuhi lah dengan penuh keyakinan, semoga kita dalam kebenaran.
Perintah Allah itu berbeda dengan kehendak diri, tentu perintah NYA pada kita pasti beda-beda..
Perdalami lah dzikir nafas.. maka kita kan pahami apa perintah nya pada diri ini..
Minggu, 24 April 2016
TAKWA KUNCI BAHAGIA
Ketika ALLAH sudah berkehendak akan sesuatu, cepat atau lambat maka terjadilah atas kuasa nya.
Ada seorang hamba, Allah telah berkehendak atas diri nya. Allah ingin menjadikan hamba itu "sesuatu" yang di kehendaki nya.
Allah berkata, "hai hamba ku.. patuhi lah perintah ku, jadilah seperti apa yang AKU kehendaki..!
Si hamba ini terus saja sesuka hati menjadi seperti apa yang di kehendaki diri nya sendiri.
Allah berkata, hai hamba ku.. jangan kesana engkau melangkah, seharusnya engkau kesini. Patuhi aku..".
Si hamba tetap saja mengikuti kehendak diri nya, "mau ku ini, bukan itu..".
Si hamba ragu pada perintah, si hamba bertanya terhadap diri, "apa bisa, tidak mungkin aku bisa, tidak mungkin aku mampu..?". karna ia melihat keterbatasan dirinya. Ia melihat kelemahan nya. "Lagipula bukan itu yang ku mau, tetapi ini lah yang ku mau..".
Allah berkata lagi, "hai hamba ku.. mengapa engkau melihat diri, mengapa engkau tak melihat AKU?".
Si hamba terus melangkah dan berbuat sesuai dengan apa yang ingini nya. Tetapi tak bahagia, yang di dapatkan nya hanyalah kekecewaan saja, capek, susah, dan derita sepanjang masa.
Ujian demi ujian tiada habis nya, masalah demi masalah tiada henti nya. Semakin lama si hamba semakin putus asa. Lantas ia mengadu segala derita..
Ya ALLAH, mengapa hidup ku selalu begini, mengapa aku tak bahagia, mengapa ya ALLAH.. ?
apa salah ku, apa dosa ku, sehingga aku begini..? Padahal aku telah bertakwa, padahal aku telah berusaha..
Allah menjawab, wahai hamba ku.. mengapa engkau tak mendengar ketika aku berkata? Mengapa engkau tak patuh pada perintah?
Takwa yang ku inginkan patuhi lah segala perintah ku atas dirimu.
Mengapa engkau selalu mengikuti kehendak mu, bukan kehendak KU?
Aku suruh kesini.. engkau malah kesana..
Aku suruh begini.. engkau malah begitu..
Mengapa engkau tak yakin pada petunjuk ku..?
Mengapa engkau selalu mengikuti nafsu?
Si hamba SADAR, ia selalu mengikuti kehendak diri nya, karna tidak yakin pada kehendak ALLAH.
Setelah ia berserah pada perintah, Allah sanggup kan walau tak bisa..
Allah jamin kebutuhan nya..
Allah beri apa yang di pinta..
Si hamba bersyukur kepada Allah, "ya Allah.. andai dahulu ku patuhi segala perintah, pasti aku kan bahagia..
Andai dahulu ku aku percaya, pasti hidup tak kan merana..
Ampuni aku ya ALLAH..
Allah berkata, "bergantung lah kepada Ku, mengabdi lah kepada ku, jadi lah seperti yang ku inginkan, maka segala kebutuhan akan aku cukupkan.."
"Mengikuti kehendak mu, sama saja menerka-nerka.. karna belum tentu serupa dengan ingin ku.. belum tentu engkau bahagia."
"Mengikuti segala kehendak/perintah ku.. pasti KU jamin engkau bahagia." Jadi lah seperti apa yang aku kehendaki..
Hamba berserah diri padamu ya ALLAH.. kehendak mu lah atas diriku..
Jumat, 22 April 2016
SUSAH
Kata seorang guru yang tak mau di sebut guru, " masalah atau susah kita itu, ya hanya itu-itu saja..jadi ngapain harus susah?". Kalimat singkat yang dalam makna..
Ketika saya renungi lebih dalam, " benar juga ya, itu-itu saja koq! Rasa susah itu juga sama.
Ngapain kaget, ngapain takut dan sedih/susah. Kayak baru pertama kali aja rasain susah..? Hehe.. Padahal masalah nya ya hanya, itu-itu saja..
Jika di beri 2 pilihan kita pilih yang mana..?
- ada masalah ----> susah..? atau,
- ada masalah ----> tenang..?
kita semua tidak bisa berlari dari masalah. jika ia datang, rasa susah ya pasti ada. Tetapi apakah mau berlama-lama susah? Itu namanya mendzolimi diri sendiri.
Sungguh kita telah berdosa jika rasa takut terhadap masalah itu terlalu berlebihan. Karna tidak meyakini ada nya pertolongan ALLAH.
yakin lah.. rasa susah atau ketakutan itu hanya sebagian ujian ALLAH, apakah kita benar-benar beriman pada ALLAH?
ALLAH berfirman:
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
[QS. Al-Baqarah: Ayat 155]
Di beri ujian, di beri ketakutan, koq di bilang kabar gembira?
Masalah dan ujian itu akan selesai dengan sendiri nya, akan banyak hikmah pada akhir nya.. kita nya saja yang terlalu takut dan tidak menerima. Padahal banyak kebaikan bila kita mengetahui..
Jadi tergantung kita sendiri.. mau susah atau tenang..?
Hamba ALLAH itu tiada rasa takut dan bersedih hati.. jika masih takut, masih sedih/susah, bisa jadi bukan hamba ALLAH.. tetapi hamba DUNIA.
Hadapi saja segala masalah terima saja dengan lapang dada. Maka percaya dan sadarilah pertolongan ALLAH itu ADA.. maka kita kan "tenang" dalam menghadapi segala masalah.






