Minggu, 30 April 2017

SAHABAT, TAK PERNAH BERUBAH

SAHABAT, TAK PERNAH BERUBAH

Sebelas tahun tak bertemu. Begitu bertemu, kembali lah kami bernostalgia tentang dahulu nongkrong bersama di masa sekolah, dan bermain Bola bersama. Canda tawa itu kembali pecah seperti dahulu.
Walau umur bertambah, keadaan berubah, dan jalan hidup ini beda-beda cerita nya. Kehangatan Sahabat itu tidak pernah berubah.

"Saya senang Ndy, kamu masih seperti dahulu. Tiada yang berubah. Hanya Body saja yang agak sedikit gempal sekarang! Hehe.. itu lah ejekan khas sahabat saya jefri, begitu kami bertemu.

"Mengapa kita harus berubah jef..? Saya pun senang, kamu menilai ku masih seperti dahulu. Berarti inilah diri ku apa ada nya.. " jawab saya penuh kebahagian setelah bertemu sahabat yang humoris ini.

"Banyak sahabat kita yang begitu ndy, dahulu belum menjadi apa-apa.. biasa-biasa saja. Sekarang sudah sukses, sudah jadi orang, seolah tak mau berteman lagi. Ketika saya menyapa nya di Facebook menanyakan kabar, di balas pun enggak! Padahal saya bukan meminta uang, hanya menanyakan kabar. Rindu terhadap sahabat." Tampak kesedihan di wajah si jefri.

"Biarkan lah jef, berarti dia bukan sahabat mu lagi. Jika benar-benar sahabat, tidak mungkin dia berubah apa pun title dan pangkat nya. Ayo kita abadikan moment ini. Photo dahulu! Biar sahabat yang berubah itu melihat.. syukur-syukur, hati nya terketuk dan sadar ketika melihat photo ini.. Aamiin..

Jumat, 21 April 2017

MAKRIFAT

MAKRIFAT

Jika kita membicarakan tentang makrifat itu, memang lah menarik. Pasti sangat banyak orang yang ingin mengetahui nya. Saya ingin menjelaskan sedikit sebatas apa yang saya ketahui..

Sangat banyak orang yang mencari-cari ilmu makrifat ini, sehingga lah berguru kesana dan kemari. Tetapi banyak yang merasakan kehampaan, bahkan kesesatan. Mengapa? Karna ilmu makrifat terlalu di agung-agungkan, karna di anggap ilmu tinggi.

perlu saya terangkan di sini, bahwa makrifat itu bukan lah ilmu, tetapi suatu Anugerah pemberian Allah kepada hamba-hamba nya yang benar-benar lurus. yang benar-benar berserah diri total. Maka Allah sendiri lah yang memberikan kemakrifatan itu.

Dan aneh nya sekarang, makrifat itu malah di ilmu kan. makanya banyak orang yang mencari guru-guru yang bisa mengajarkan tentang makrifat ini. Coba lah bertanya kepada orang-orang yang benar-benar makrifat. siapa kah yang memberikan kemakrifatan itu? Pasti ia kan menjawab, " Allah!" bukan guru manusia. Jika ada yang mengaku mendapatkan makrifat dari guru manusia.. sesungguhnya orang itu belum benar-benar makrifat.

Filosofi nya itu ya seperti segelas kopi. Bisakah kita menjelaskan bagaiamana rasa nya kopi? tentulah tidak bisa. tetapi bagi sama-sama penikmat kopi, kita tahu sama tahu.. memang lah begitu rasa nya kopi.

Makanya, orang-orang yang telah makrifat, sangat jarang menceritakan tentang kemakrifatan kepada yang tidak sefrekwensi dengan kemakrifatan nya. karna percuma saja di ceritakan, tentulah orang lain tidak akan paham. 

jadi wilayah rasa itu, memang lah harus di nikmati sendiri, barulah nanti akan mengetahui. Jika rasa malah di teorikan, sesungguhnya itu hanya lah mengaku makrifat, belum makrifat yang sesungguhnya. Bisa jadi orang itu berbohong, karna tiada seorang pun yang dapat menjelaskan tentang rasa. 

Makrifat koq di ilmukan? koq di teorikan? itu sungguh kebohongan yang nyata. hanya mereka-reka saja. makanya banyak orang yang tersesat yang mempelajari pada guru-guru yang mengaku memahami makrifat.

menurut saya, tidak usah lagi lah belajar seperti itu, lurus saja kepada Allah.. jika kita benar-benar lurus, Allah sendiri yang akan memberikan kemakrifatan itu.

Rabu, 19 April 2017

BERDAGANG


BERDAGANG

Berdagang itu ialah pelajaran mengikis Ego. Dengan berdagang, barulah kita pahami arti melayani..

Bermacam karakter pembeli harus kita layani, ada yang sopan, ramah, menyanangkan, bahkan ada juga yang bikin kita sakit kepala.. karna merasa diri nya Raja.

kalau di ingat-ingat selama ini, saya pun seperti itu. selalu menjadi Raja(pembeli), belum pernah menjadi pelayan (pedagang). sekarang lah baru saya tahu rasanya. hehe..

Dengan Sadar Allah, layani lah pembeli se amanah mungkin. Ketika mereka telah membayar, kirimkan secepatnya apa yang di beli nya itu. jangan di tunda-tunda. Lihat lah Allah di kala itu.

Allah yang datangkan pembeli kepada kita, Langsung lah respon sebaik mungkin, jangan merasa butuh tak butuh. sungguh kita tak amanah jika begitu.

Jika ada yang datang hanya bertanya tanpa membeli, ya jangan kecewa. Bersyukur lah, " Alhamdulillah.. ada juga yang datang bertanya-tanya tentang dagangan ku.."

Jika hal kecil ini kita syukuri, pasti nanti ada yang membeli! berdagang itu butuh kesabaran, harus nol ego. dan ingat lah, " Allah beserta orang-orang yang Sabar." Jika Allah sudah beserta kita, apalagi yang kita takutkan? Pasti Allah yang akan menjaminkan..

Jangan merasa diri yang berusaha, pasti kita capek dan lelah. tetapi sadari lah, semua ini Amanah Allah yang harus kita kerjakan. tentu diri selalu bahagia..

HIJRAH

Dari Pelaut mencoba menjadi Pedagang. Nggak menyangka.. saya sudah memiliki 3 toko. tetapi toko online! hehe. Silakan di kunjungi ya teman-teman.. kali aja berminat. 🙂

Selasa, 18 April 2017

UDAH MEMINTA, TETAPI MENGELUH

UDAH MEMINTA, TETAPI MENGELUH

Banyak orang yang selalu mengeluh ketika pekerjaan nya semakin sibuk, tiada waktu untuk keluarga, bahkan tiada waktu untuk diri nya sendiri. selalu sibuk, kerja, kerja, dan kerja..

Dari segi materi, mungkin semua nya terpenuhi. tetapi dari Bathin, ada penolakan di dalam diri. "mengapa aku selalu sibuk, mengapa hidup ini hanya untuk kerja, mana normal hidup begini jika selalu sibuk terus begini?"

Akhirnya hilang lah ketenangan jiwa. Tiada bahagia..

Coba kita ingat-ingat lagi ke belakang.. pernah kah kita meminta kepada Allah? "Ya Allah, naik kan lah jabatan ku.. lancarkan rezeki ku. Aku kepengen kaya.."

Jika pernah meminta begitu, ya jangan mengeluh.. jika saat ini semakin sibuk tiada waktu. bukan kah itu permintaan kita sendiri?  sedangkan Allah saja menciptakan langit,bumi, dan segala isi nya ini dalam enam masa. Semua itu proses, tiada yang instan.

Jadi kesibukan itu ialah proses menuju kepada apa yang kita pinta kepada Allah. ya jangan mengeluh! nikmati saja proses nya.. karna itu permintaan kita sendiri..

Ada kerabat saya yang seperti itu, di berikan kesibukan selalu mengeluh. "Aku capek sibuk terus begini, seharus nya dengan umur ku yang telah renta ini aku ya tidak kerja lagi..!"

Akhirnya apa yang terjadi? Allah berikan beliau penyakit Store, lumpuh sebelah anggota badan. Akhirnya ya tidak kerja lagi, ya duduk-duduk saja di rumah. Bukan kah itu juga kemauan beliau, permintaan nya sendiri? setelah lumpuh, tentulah rasa susah itu lebih hebat lagi daripada di saat di berikan kesibukan.

Jadi, berhati-hati lah dalam meminta, syukuri saja proses Allah. jangan pernah mengeluh..

Senin, 17 April 2017

PENGIKISAN EGO

PENGIKISAN EGO

Kesulitan atau masalah dalam Hidup itu, sebenarnya ialah pelajaran pengkisisan ego pada diri kita. Bagaimana mungkin Ego itu bisa lebur, jika kita masih merasa mampu..

Maka dari itu, di beri lah oleh Allah sedikit ketakutan, kekuarangan harta benda dan gunjangan jiwa pada diri ini.. untuk apa? Agar diri benar-benar tak berdaya.

Jika diri sudah tak berdaya, tak lagi bisa apa-apa.. apa lagi yang mau di ego kan? ya pasti lebur..

Ini semua ialah proses, ini semua pelajaran.. agar hilang kemelekatan dunia. memang sih, awal nya kita akan sedikit kaget, terguncang, bahkan rasanya mau mati saja.. dimana kah pertolongan Allah? dimana kah dukungan semesta? 

Pasti diri bertanya-tanya..
"Salah ku apa.. dosa ku apa.. mengapa ujian ini begitu berat?" Santai lah kawan.. ujian ini belum seberapa jika di bandingkan dengan ujian para Nabi dan orang-orang beriman terdahulu. mengapa engkau sudah mengeluh?

Nanti lama-lama, engkau juga akan terbiasa..
Nanti semakin lama, engkau juga akan menerima..

Jangan kau katakan beriman, sebelum jiwa mu terguncang..
jangan kau katakan beriman, seblum masalah datang..
itulah pelajaran Nya, didikan Nya.. agar Ego mu mati. sehingga tiada lagi yang bisa kau sombongkan di dunia ini.

Hamba Allah itu, tiada rasa takut dan bersedih hati..
JIka kau takut dan sedih saat ini, sebenarnya engkau sedang di tanya.. "benar kah engkau Hamba Allah?" Jika masih sedih, masih takut, berarti kau bukan Hamba Allah, tetapi Hamba Dunia. Keimanan mu sedang di tanya saat ini.. Sadari lah!

Bukan kah Allah berkata, " Aku memberi ujian, tidak di luar batas kemampuan manusia?" Jadi, seberat apa pun ujian itu.. berarti kita mampu! mengapa lagi harus takut dan bersedih?

Jika ujian itu sebanding dengan kemampuan manusia, mengapa ada orang yang memilih bunuh diri tak sanggup menanggung masalah? 

Itulah orang yang tak sabar, ya pasti celaka. berontak tak mau menerima. yang di ikuti, hanyalah nafsu diri nya saja. ketika nafsu dan ego nya tak terpenuhi ia semakin kufur dan durhaka. Barulah saat itu ketahuan, apakah engkau benar-benar orang yang beriman?

Sudahlah kawan.. tiada lagi yang bisa kita lakukan. Terima lah dengan kerelaaan.. Sekarang Allah sedang menyaksiakan.

Minggu, 16 April 2017

AHLI DZIKIR

AHLI DZIKIR

Allah SWT berfirman:

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْۤ اِلَيْهِمْ فَسْــئَلُوْۤا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
"Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada Ahli Dzikir jika kamu tidak mengetahui,"
(QS. An-Nahl 16: Ayat 43)

mengapa kita di suruh bertanya kepada Ahli Dzikir.. bukan kepada Ahli Agama? Karna banyak Ahli agama yang berilmu, tetapi belum mengalami. Sehingga ilmu nya itu bukan dari pengalaman rohani nya.

Ayat selanjutnya, Allah SWT berfirman:

بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِ ۗ  وَاَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ  الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
"(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Zikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 44)

Seorang Ahli dzikir itu di beri wahyu/ilham oleh Allah.. dan setiap pesan yang ia sampaikan ialah benar-benar keterangan dari Allah.

Mengapa ulama-ulama terdahulu, selalu mempunyai kitab/Buku karya tulisan nya sendiri?  Itulah sesungguhnya Ahli Dzikir yang sebenar.. itulah ulama yang sebenar..

kitab-kitab yang ia tulis, bukan karna mendengar atau mengikuti orang lain.. melainkan murni dari Allah yang memberi pengajaran kepada nya. Itulah keterangan-keterangan dari Allah. Dari pengalaman laku spiritual nya dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Dan setiap mengajaran yang ia sampaikan tidak pernah menyimpang dari Al-quran. Karna, Al quran itu telah ada pada diri nya sendiri.

KETIKA

KETIKA

Ketika Asa telah Sirna..
Ketika Harapan telah terbenam..
Ketika Kuasa tiada daya..
Apa lagi yang bisa kita lakukan..?

Memang lah tiada lagi yang bisa kita lakukan selain meyakini datang nya pertolongan Allah..
Matikan lah diri (ego) mu, jika benar-benar telah beriman..

Ketidak mampuan diri mu.. adalah kuasa Nya..
ketidak tahuan diri mu.. adalah ilmu Nya..
ketidak bisaan diri mu.. adalah gerak Nya..

Ketika itu ialah saat nya keimanan mu benar-benar di tanya..
Kepada siapa kah engkau bergantung dan mempercayai sepenuhnya.. kepada siapa..?

Jumat, 14 April 2017

BERGERAK

Bergerak

Dalam menjalani Hidup ini kita harus bergerak, jangan hanya berdiam jika masih di beri kuasa oleh Allah. dan dalam bergerak itu juga harus kita pahami, gerak kita ini mengikuti Allah ataukah mengikuti Nafsu diri? ini yang banyak tidak kita pahami..

Mengapa seekor burung itu di suruh keluar sangkar? 
ia keluar sangkar dengan perut lapar di pagi hari dan pulang dengan perut kenyang di sore hari. itulah janji Allah..! karna burung itu masih di beri kemampuan untuk terbang, makanya di suruh bergerak..

Burung saja patuh pada perintah Allah, masa kita sebagai manusia tidak? Di beri tenaga, pikiran dan akal, masih sehat tetapi bergerak nya mengikuti nafsu. tidak mau bergerak, maunya yang enak-enak saja. makanya banyak yang jadi pengemis, mencuri, korupsi, bahkan melakukan berbagai cara untuk memperturutkan Nafsu.

Pahamilah perintah Allah pada diri kita, burung itu terbang mencari makan mengikuti Allah, Cobalah kita juga begitu. kita ini di suruh apa oleh Allah? apa kemampuan yang di berikan Allah, apa potensi pada diri ini? bergerak lah..

Makanya, orang-orang yang beruntung itu ialah orang-orang yang bergerak mengikuti Allah. tiada ambisi dalam hidup.. mengalir saja. Jika ia mempunyai tekad yang sangat kuat, bukan berarti itu mengikuti Nafsu, tetapi itulah keyakinan yang di berikan Allah pada diri nya. lebur segala keakuan dan keinginan. yang ada hanya lah memenuhi perintah Allah saja.

Dan tentu nya orang yang selalu memenuhi perintah Allah, pasti lah selalu dalam jaminan Allah. Seperti burung tadi.. ia pulang dengan perut kenyang. Allah pasti menjamin dan mencukupi Rezeki kita..

Bukti kan lah..

Kamis, 13 April 2017

Testimoni Pak Haris Sidoarjo

Testimoni Pak Haris Sidoarjo,

Saya senang lihat video-video YouTube jenengan jadi belajar mengetahui esensi tentang agama dan spiritual,bukan sekedar belajar konsep agama saja👍🏿

Jarang saya lihat saat" ini org mengerjakan tentang esensi dr agama ,yang banyak hanya sekedar sistem beragama saja.

====================================================
Bagi teman-teman yang mau belajar dan menambah pemahaman silakan Subscribe Chanel Youtube saya.. Semoga bisa terus mengikuti video-video terbaru saya..

Andy Firmansyah - YouTube
https://www.youtube.com/channel/UCqmQcEhoN7nWXlSWHeqkhnQ


Buku Hampir Habis


Buku Sadar Allah dengan Dzikir Nafas

Persediaan Buku Sadar Allah dengan Dzikir Nafas tinggal sedikit lagi, bagi yang belum punya buruan, sebelum kehabisan. setelah habis, saya akan cetak ulang yang versi HARD COVER dan otomatis harga nya akan sedikit lebih mahal..

BERGURU KEPADA ALLAH

BERGURU KEPADA ALLAH

Ada yang bertanya, "Apakah aman belajar ilmu ketuhanan tanpa guru..?"

Menurut saya Aman. Asalkan niat kita benar-benar ingin mendekatkan diri kepada Allah. Bukan cari ini-itu.. apalagi cari kesaktian.

Jadi semua itu sesuai permintaan atau niat. Jika masih belum lurus niat nya, maka Allah akan menunjukkan jalan yang sesat.. dan juga guru yang menyesatkan.

Jadi step by step nya ialah,
1. Niat yang lurus..
2. Allah berikan guru manusia..
3. Allah menjadi guru dalam kehidupan..

Tidak seorang pun yang berilmu di muka bumi ini yang tiada guru manusia. Jika ada, mungkin seseorang itu saja yang tidak mau mengakui guru nya.

Ketika niat kita lurus, maka Allah akan menunjukkan guru manusia yang lurus pula. Melalui guru manusia itulah kita di tunjukkan cara mendekatkan diri kepada Allah. Setelah sudah tahu cara nya atau jalan nya, ya kita berjalan sendiri.. jangan lagi bergantung pada guru manusia.

Setelah berjalan sendiri dan bergantung sepenuh nya kepada Allah, maka Allah lah yang menjadi guru sejati dalam kehidupan kita. Yang tidak tahu akan menjadi tahu.

Mungkin banyak yang tidak percaya, "masa' sih kita bisa berguru kepada Allah?"
Jika tidak percaya mari renungkan, mengapa ada murid yang lebih hebat dan lebih berilmu daripada guru nya sendiri? Siapa yang mengajarkan itu..? Dan banyak ulama-ulama terdahulu lebih berilmu daripada guru nya sendiri. Sangat jelas lah Allah lah yang mengajarkan.

Jadi, awali dengan niat yang lurus. Setelah lurus, Allah akan berikan guru yang lurus pula. Setelah mendapatkan guru manusia jangan berhenti di situ. Jangan pula guru manusia itu yang di dewa-dewakan. Sama saja menyembah berhala jika begitu. Tetap lah lurus kepada Allah, maka Allah sendiri lah yang akan mengajarkan dalam kehidupan kita..

Rabu, 12 April 2017

WALI ALLAH

WALI ALLAH

DI Dunia ini banyak wali-wali Allah yang di rahasia kan Allah keberadaan nya. Dan bisa jadi, orang tersebut tidak mengetahui bahwa dia itu adalah seorang wali Allah. Mengapa? Karna Allah merahasiakan agar ia terhindar dari kesombongan dan pemujaan orang-orang di sekitar nya. Allah berkehendak ia selalu biasa-biasa saja. Jauh dari keakuan..

Jika zaman dahulu wali Allah itu selalu di gambarkan berjubah, berpakaian serba putih. Bagaimana dengan zaman sekarang? Bisa jadi memakai celana jeans dan dengan gaya baju zaman sekarang.

Makanya jangan lah kita selalu berprasangka buruk pada yang di sekeliling kita, bisa jadi wali Allah itu ada di sekitar kita. dan kita tak menyangka bahwa itu adalah wali Allah.

Jika seorang guru, kyai, sheikh berkata, baru lah kita percaya.. tetapi ketika yang bukan siapa-siapa berkata, kita memandang sebelah mata.. berarti kita telah terhijab dari melihat kekasih Allah.

Jangan lah melihat wujud rupa.. tetapi lihat lah apa yang di sampaikan nya..

Bisa jadi orang itu ada di sekeliling kita..

MALU TERMASUK EGO DIRI

MALU TERMASUK EGO DIRI

Rasa malu itu ialah termasuk ego diri. Mungkin teman-teman pernah merasakan..

Saya malu, saya segan, saya tak enak hati.. menurut saya itu adalah secuil rasa gengsi pada diri ini.

Ketika orang lain menawarkan suatu kebaikan atau pertolongan, mungkin diri ini merasa malu. Itu sama saja dengan ego diri.

Di tolong koq tidak mau sih? Tidak kah kita melihat siapa di Sebalik yang memberi pertolongan itu? Itu semua gerak Allah. Yang penting kita tidak meminta kepada Mahluk.. tetapi pinta lah kepada Allah. Maka Allah lah yang menggerakkan malaikat-malaikat nya..

Ketika kita bertamu kepada seorang kerabat, lantas tuan rumah bertanya, "sudah makan belum, jika belum mari kita makan!"

Akhirnya kita menjawab, terimakasih, saya sudah makan." Padahal perut itu masih keroncongan..

Kita berbohong karna malu, karna secuil gengsi pada diri ini. Itu lah orang yang merugi.. ia tak tak melihat Allah di saat itu. Padahal Allah hendak memberi rezeki kepada kita.. tetapi kita menolak!

Sikap malu dan gengsi, berarti orang tersebut masih merasa mampu, masih merasa bisa. Itu belum berserah diri yang sesungguhnya..

Bagi Hamba-Hamba yang Sadar Allah, ia kan melihat Allah. Menyadari ketidak berdayaan nya, sehingga lebur lah segala malu dan gengsi. Karna malu itu, termasuk ego diri..

GELAP MENCEKAM

GELAP MENCEKAM

Biarkan hening yang menemani mata yang tak mau terpejam..
Biarkan malam yang menyelimuti kebisingan..
Nikmati lah kehampaan ini..

Ku tahu, kau menangis tak lagi mengeluarkan air mata..
Ku tahu, hati mu berteriak tak lagi mengeluarkan suara..
Pasti pikiran mu menakuti tentang hari esok. Ada apa dengan esok? Bagaimana dengan esok..?

Ku masih tersenyum.. bukan berarti aku kuat..
Ku masih tenang.. bukan berarti aku tlah Aman..
Aku tak mau membebani mu..
Aku tak mau engkau hilang tempat menopang..

Sabar lah sayang..

Aku pun masih menunggu, kapan kah pertolongan Nya datang.
Aku pun masih menunggu, kapan kah datang seberkas cahaya yang menerangi hidup ini.

Di jadikan malam untuk kita beristirahat, rebahkan lah tubuh mu, pejamkan mata mu..

Bila DIA berkehendak gelap, jangan lah mencari terang..
Bila DIA menjadikan malam, jangan lah kau meminta siang..
Tiada yang dapat kita lakukan saat ini selain menunggu. Berilah sedikit waktu..

Aku tahu engkau takut dengan kegelapan yang mencekam ini, Aku pun sama..

Jangan lah kita meraba dalam kegelapan, tentu kita kan tersandung dan tersesat..

Sadari lah yang maha meliputi..
Sadari lah yang maha dekat..
DIA menyaksikan kita, dia mengetahui apa yang di hati kita..
Tidak kah kau malu kepada yang melihat?

Bersabar lah sayang.. istirahat lah..
Jangan buang-buang tenaga..
Berilah sedikit waktu..

Minggu, 09 April 2017

MIMPI MENGERIKAN..!

MIMPI MENGERIKAN

ketika saya tidur dalam keadaan berDzikir Nafas sangat sering Allah memberikan pesan-pesan nya melalui mimpi.

Dan mimpi yang paling mengerikan ialah, melihat banyak manusia berkepala binatang..!
Ada yang berkepala Anjing, ular, buaya, kura-kura, burung dll..

Tubuh nya manusia, berpakaian seperti biasa.. tetapi kepala nya kepala binatang. Entah apa maksud mimpi itu, saya pun tidak tahu! Apakah itu wujud Akhlak dan prilaku manusia?

Hamba takut ya Allah.. jika engkau tampak kan Ahlak ku, entah seperti binatang apa kepala ku ini..?

Jadikan lah kami semua manusia, yang benar manusia ya Allah.. Aamiin..

MAAF, SAYA TIDAK TAHU..

MAAF, SAYA TIDAK TAHU..

Terkadang Aneh juga ketika kita banyak menulis dan membagikan tulisan-tulisan yang memotivasi.. banyak orang yang jadi menganggap kita ini orang pintar. Sebenar nya saya sering menulis itu, ialah saya ini sedang belajar kepada Allah. Bukan berarti saya ini banyak tahu nya.

Tiba-tiba ada yang inbok kepada saya dan memohon mencarikan seseorang yang hilang. Dan ketika saya jawab "saya tidak tahu," beliau memohon, "sedekah lah sedikit bang Andy..mungkin dengan Izin Allah, bang Andy bisa menjawab!"

Mohon maaf.. saya ini tidak punya ilmu Penerawangan. Mencari kunci yang hilang saja saya tidak bisa.. apalagi mencari orang yang hilang?
Mana mungkin saya asal menjawab jika saya tiada pengetahuan!

Saya akan menjawab jika saya tahu, dan akan menjawab jika saya tak tahu. Saya tak mahu mengada-ada..

Saya cuma bisa menasehatkan, jangan lah bertanya lagi kepada siapa pun seperti itu. Nanti kita akan tambah tersesat! Mohon saja kepada Allah, berdoalah kepada Allah.. semoga orang itu di dekat kan dan di pertemukan oleh Allah.

Dan yakin lah atas kuasa Allah yang Maha segala nya. Jangan pikirkan cara nya.. bergantung saja sepenuh jiwa-raga.

Sabtu, 08 April 2017

Senin, 03 April 2017

CAHAYA WAJAH

CAHAYA WAJAH

Allah SWT berfirman:
لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّـةٌ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus 10: Ayat 26)

وَالَّذِيْنَ كَسَبُوا السَّيِّاٰتِ جَزَآءُ سَيِّئَةٍ ۢ بِمِثْلِهَا ۙ وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّـةٌ ۗ مَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍ ۚ كَاَنَّمَاۤ اُغْشِيَتْ وُجُوْهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ الَّيْلِ مُظْلِمًا ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus 10: Ayat 27)

Mari kita kaji ayat di atas,

     Ternyata kedua ayat di atas itu bukan saja nanti di Akhirat, tetapi saat ini pun telah ada. Yaitu setiap Amal perbuatan kita itu akan di tampak kan Allah pada wajah kita. Jika ingin mengetahui siapa penghuni Surga dan penghuni Neraka.. telah Allah tampak kan di wajah kita. Tetapi Cahaya wajah itu bisa berubah-berubah sesuai amal perbuatan kita.

     Jika Saat ini wajah kita berseri penuh cahaya, jangan berbangga diri. Karna penentuan nya itu ya nanti setelah Ajal menjemput. Lihat lah wajah orang yang meninggal Dunia, jika wajah nya bercahaya itu lah Ahli Surga, dan jika wajah nya gelap penuh kehinaan.. itu lah Ahli Neraka.

Mari kita lihat diri kita dahulu, bercermin lah.. ada kah cahaya di wajah kita? Jika gelap, perbaiki lah Amal kita.

     Mungkin kita pernah melihat sesorang, wajah nya cantik dan rupawan.. tetapi gelap tiada cahaya. Tetapi ada juga ketika kita melihat wajah orang yang jelek atau biasa-biasa saja, tetapi berseri penuh cahaya. Ada keteduhan ketika memandang nya. Itulah cahaya wajah dari prilaku baik nya.

     Lihat saja orang-orang yang memiliki ilmu kesaktian.. pasti serem kan wajah nya? Melihat mata nya saja kita sudah tidak nyaman. Seperti mata syetan. Sedangkan wajah seorang yang mendekatkan diri kepada Allah, bersinar bagai rembulan. Penuh keteduhan ketika memandang. Memang prilaku kita itu tidak bisa kita tutupi, Akan Allah tampak kan pada wajah ini. Siapa yang lurus, siapa yang munafik.. akan tampak pada wajah nya.

     Jadi kalau mau tampak cantik, prilaku dahulu yang harus di perbaiki. Percuma saja bersolek, ke salon hingga menghabiskan jutaan rupiah, tetapi tiada cahaya di wajah nya. Jadi, jangan sampai kita tertipu oleh topeng nya. Walau pintar ilmu agama, berjubah bagaikan wali-wali. Lihat lah di wajah nya, adakah kesombongan di situ? Adakah cahaya nya..? jika masih sombong, masih angkuh, tiada lah berseri wajah itu.

     Orang yang berbuat baik, akan tampak cahaya kebaikan pada wajah nya. Sedangkan yang berprilaku buruk, akan gelap dan penuh kehinaan. Cahaya wajah itu khas.. suatu cahaya yang timbul dari perbuatan baik kita.

PETUAH GURU-GURU KU..

PETUAH GURU-GURU KU..

Jika di tanya, siapa kah guru saya?
Guru saya itu banyak.. tua-muda, muslim atau pun non Muslim, bahkan Anak kecil sekalipun..
jika Nasehat nya itu benar-benar menyadarkan dan menambah dekat kan diri kepada Allah, maka akan saya anggap beliau guru.

Karna yang saya lihat ialah Allah, mereka tak lain hanya lah perantara-perantara Allah dalam menyampaikan pesan-pesan Nya. Dan petuah berharga yang saya dapatkan pengajaran secara Bathin ialah,

Pak Setiyo Purwanto,
"Lurus ke Allah.. walau kamu sudah sampai surga, surga ini pun harus kamu tinggalkan!.."

Ustad Abu Sangkan,
"Baca Al-quran.. pahami lebih dalam, Segala ilmu ada di situ..
Semoga menjadi petunjuk bagi mu dan orang lain.."

Alm H.Slamet utomo,
"Hidup itu harus bermanfaat untuk orang lain. Berkarya lah.. semoga karya mu itu bisa memanggil orang lain mendekat kepada Allah SWT.."

Ini semua petuah-petuah berharga bagi diri saya, dan saya terus menjalankan nya..
Untuk yang sedang mencari.. kesejatian diri. lurus lah kepada Allah dahulu.. Ketika kita lurus, maka Allah akan memberi kita guru yang benar-benar membimbing kita kepada Allah.

Jika kita berguru kepada seseorang tetapi tidak semakin mendekat kepada Allah, berarti bukan guru itu yang salah. Tetapi niat kita yang belum benar-benar ke Allah. Luruskan lah niat..

Sabtu, 01 April 2017

BEDA SUDUT PANDANG

BEDA SUDUT PANDANG

     Ketika saya pulang ke kampung halaman (Aceh), beberapa waktu yang lalu. ada hikmah yang dapat di ambil pelajaran. Allah memberi pelajaran melalui anak saya si zaki. Dan rumah orang tua saya itu ialah di daerah persawahan. Kebetulan kala itu sedang musim hujan. Dan seluruh persawahan tergenang air seperti sebuah danau.

     Ketika saya dan si zaki jalan-jalan sore ke bale-bale (pondok persawahan). Anak saya yang masih balita itu langsung berteriak.. "yah lihat yah, laut.. laut yah!" Tiba-tiba beberapa anak-anak yang juga berada di sana mentertawakan anak saya, "Hehe.. itu bukan laut dek, tetapi itu sawah!"

"Bukan, itu laut..!" Anak saya mempertahankan kebenaran yang di ketahui nya.

"Bukan, itu sawah.., bukan laut!" anak-anak di sana terbahak-bahak mentertawakan anak saya. 

     Lantas si zaki bertanya kepada saya, "yah.. itu laut kan yah?" Saya jadi tersenyum melihat peristiwa itu. "Bukan nak, itu sawah.. karna air hujan turun nya sangat lebat jadi lah tergenang seperti laut." Jawab saya mencoba memberi pemahaman kepada nya.

Si Zaki pun jadi bingung tak percaya, bahwa itu bukan laut.



     Beberapa hari selanjutnya saya pun pergi ke sawah bersama si Zaki, dan Tiada lagi genangan air. Yang tampak, hanya sawah seluas mata memandang. "Lihat nak, yang kamu bilang laut kemarin.. Ini lah sebenarnya. Ini semua sawah!" Saya kembali menjelaskan kepada si zaki. Barulah ia mengerti..

Apa pelajaran yang bisa di ambil?

     Siapakah yang salah di antara anak-anak itu? Anak-anak yang di kampung itu benar, karna mereka mengetahui bahwa air yang tergenang itu adalah sawah. Tetapi si zaki juga tidak bisa di salahkan jika dia berkata itu adalah laut, mengapa? Karna di tempat kami tinggal di Batam, tiada sawah.. yang ada hanya laut. Jadi wajar saja ketika ia melihat air tergenang yang sangat luas, ia berkata itu laut. Dan ia belum mengetahui seperti apa sawah itu. 

     Terkadang kita pun sering seperti anak-anak itu.. berdebat karna berbeda istilah, berdebat karna mempertahankan sudut pandang dan pemahaman kita masing-masing. Siapa yang salah, dan siapa yang benar? Jika seorang yang berilmu, ia tidak akan menyalahkan orang yang belum mengerti. Ia akan lebih bertoleransi. Orang yang hanya pandai menyalahkan saja.. itu lah orang yang belum berilmu. Terlalu cepat berprasangka.. padahal ia belum mempunyai pengetahuan.

Sudah lah.. hilangkan kebiasaan begitu. Karna di atas yang berilmu masih ada yang lebih berilmu. Semoga kita semua terhindari dari merasa paling tahu..