Jumat, 31 Maret 2017

HIJRAH

HIJRAH

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً ۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 100)

jika hidup ini mau maju, mau Beruntung penuh kebahagiaan, harus berani berhijrah dari kondisi saat ini kepada sesuatu yang di kehendaki Allah.

Baca perintah Nya, setelah paham.. ikuti dengan berserah diri. Allah telah berkata, "di bumi ini banyak tempat hijrah yang luas." Banyak jalan yang bisa kita pilih.. yang penting mau saja!

Dan Allah menjanjikan, orang yang berhijrah di jalan nya akan di berikan keluasan rezeki.. rezeki yang banyak.
Makna keluar rumah yaitu bergerak mengikuti kehendak Nya..

Walau segala niat itu tak tercapai, Allah telah menetap kan pahala nya bagi kita. Yang penting patuh saja dahulu..

Hijrah ialah, berpindah dari kondisi saat ini kepada kondisi yang lebih dari sebelumnya.
Jangan ragu untuk melangkah, jangan takut akan kalah.. yang penting lakukan dengan berserah..

Rabu, 29 Maret 2017

MAKRIFAT = SADAR ALLAH

MAKRIFAT = SADAR ALLAH

Makna makrifatullah itu kan mengenal Allah. Mengenal yang bagaimana? Mengenal kewujudan Allah yang maha meliputi.

Jadi Antara makrifat dan Sadar Allah itu ya sama. Orang yang Sadar Allah, pasti bisa melihat kewujudan Allah pada sesuatu( mengenal lebih dalam).

Seorang yang Sadar Allah sangat peka terhadap perintah-perintah Allah pada diri nya. Dan bisa melihat kebesaran dan tanda-tanda Allah di Alam semesta ini.

Ketika berbuat baik, ia memahami bahwa itu tak lain hanya lah menuruti perintah Allah terhadap diri nya. Dan ketika di puji, ia biasa-biasa saja.. tak merasa bangga. Tak berani mengaku diri. Yang di akui nya hanya lah Allah. Karna ia mengerti dan paham, bahwa Allah lah yang berkehendak atas diri nya untuk berbuat baik.

Sangat berbeda dengan orang yang belum makrifat atau belum Sadar Allah, ia akan merasa yang berbuat kebaikan itu diri nya. Tak dapat menyaksikan Allah.

Jiwa-jiwa yang Sadar Allah, otomatis akan mengenal Allah lebih dalam. Karna kesadaran nya selalu tersambung kepada Allah. Dan dalam gerak hidup ini, jika yang di saksikan nya hanya Allah.. lebur lah keakuan diri orang itu. Tiada lagi ia mengaku-aku. Yang di akui nya hanyalah kewujudan Allah semata.

Selasa, 28 Maret 2017

Bisikan Nafsu

Bisikan Nafsu

Di saat kita di ajak berdebat oleh orang lain, bisa kah kita mendengar bisikan Nafsu?
Ada gejolak di dalam hati dan pikiran, "ayoo.. jawab lagi! Patahkan Argumentasi orang itu, jangan mau kalah..!

Akhirnya segala ilmu dan pengetahuan kita keluarkan. "Jawab lagi.. kamu harus menang!" Bertubi-tubi Nafsu membisiki.

Dan kita pun menjawab, mematahkan argumen orang itu. Ketika muncul perlawanan, kita pun menyerang dengan seluruh pengetahuan kita. Begitu seterusnya berulang-berulang.

Begitu lah seterusnya sampai lah lawan kita itu berhenti menjawab. Dan ketika lawan kita itu terdiam. Ada kepuasan di dalam hati. "Mantap! lawan mu sudah kalah, ia terdiam tak dapat menjawab lagi. Kau sudah menang sekarang" itu lah bisikan Nafsu yang membuat kita semakin bangga atas kemenangan dan merasa benar.

Tetapi tahukah teman-teman? Di sebalik kemenangan itu, teenyata ada orang yang tersakiti dan terlukai karna perdebatan kita. Jadi, tiada lah guna perdebatan itu kita lakukan. Jika di ajak berdebat, lebih baik diam lah.

Diam, bukan berarti kita kalah.. tetapi itulah sesungguhnya orang yang menang! Karna ia tak menuruti bisikan Nafsu..

Senin, 27 Maret 2017

MELIPUTI

MELIPUTI

Ada pertanyaan menarik, "Bagaimana cara saya bertemu dengan Allah?"

Jawab,
Sambung lah kesadaran jiwa mu kepada Allah yang tak dapat di serupa kan dengan apa pun. Maka, Atas, bawah, kiri, kanan, luar, dalam.. Engkau akan melihat Allah. Karna Dia meliputi atas segala sesuatu.

Seperti gula larut di dalam air.. air dan manis tak kan dapat terpisah lagi. Di situ air, dan di situ pula lah gula Nya.

Jika Allah meliputi segala sesuatu, mengapa masih mencari-cari, Dia meliputi Alam semesta, bahkan diri mu sendiri. Tidak kah kau rasakan Allah itu dekat?

Jika kau sadari Allah meliputi segala sesuatu, tak kan berani lah kita merasa sombong, tak kan berani berbuat dosa. Karna tiada tempat berlari dari penyaksian Allah.

Sadari, Sadari lah.. ketika jiwa mu sadar Allah, engkau telah bertemu Allah..

Sabtu, 25 Maret 2017

HAKIKAT VS SYARIAT

HAKIKAT VS SYARIAT

Jika engkau sudah memahami Hakikat, dan di salahkan oleh orang yang hanya mengerti syariat, bersabar lah..

Karna mereka itu tak tahu, apa yang engkau ketahui. Layak nya Nabi musa dan Nabi khidir. Tentu musa(syariat) tak bersabar dengan apa yang di lakukan khidir(hakikat). Hanya bisa menyalahkan, dan menyalahkan.. begitulah jika orang tiada ilmu.

Lebih berhati-hati lah dalam berbicara.. karna akan menjadi fitnah bagi diri mu. Yang namanya rahasia tetap lah menjadi rahasia..

PELAJARAN TENTANG EGO

PELAJARAN TENTANG EGO

Sedikit curhat nih, biar bisa di ambil pelajaran untuk sesama.

Ketika saya menyampaikan sesuatu yg saya anggap adalah benar, ternyata di salah artikan oleh orang lain. Karna mereka tidak memahami apa yang saya maksudkan. 

Bahkan saya di tegur oleh sahabat sendiri, dengan alasan, "kita sesama sahabat harus mengingatkan agar tidak salah jalan."

Bagi saya apa yg saya sampaikan itu tidak salah, tetapi bagi mereka salah! Ternyata ini ada sudut pandang  yang berbeda frekwensi.
Jadi.. ada pelajaran yang dapat saya ambil, yaitu harus hati-hati dalam menyampaikan. Karna tidak semua orang frekwensi nya sama dengan kita.

Dan pelajaran yang kedua, 
Harus hati-hati menegur orang lain. Lebih baik japri orang tersebut, jangan kita menegur di depan orang lain. Karna itu akan mempermalukan orang tersebut.

Ketika satu orang menegur, maka teman-teman yang lain pun ego nya terpancing, dan ikut-ikutan menegur. Bukan kah itu menambah mempermalukan orang tersebut?

Sejak saat itu, saya keluar dari group itu. Karna sudah berbeda frekwensi.

Seorang yang bijak, akan bijak dalam menyampaikan. Dan akan bijak dalam menegur. Karna ketika kita menegur, tanpa kita sadari ada secuil ego di situ.

Jumat, 24 Maret 2017

EGO KARNA MEMILIKI

EGO KARNA MEMILIKI

Orang yang cepat marah, sombong, angkuh, dan merasa paling benar.. karna ia merasa memiliki sesuatu.

Coba saja jika dia tak memiliki apa pun, bisa apa dia?

-tiada ilmu..
-tiada harta benda..
-tiada kedudukan/pangkat derajat..
-tiada kekuatan/kemampuan..
-tiada pendukung/pengikut..

Jika itu semua tiada, bisa apa dia?

Ternyata kesombongan itu terjadi karna ada yang di miliki nya. Sehingga semakin lah ego menguasai diri.

Ada seorang teman saya yang dahulu nya jawara, punya silat dan ilmu kebal. Tiada dia takut pada siapa pun. Setelah insaf, ilmu-ilmu itu di buang nya, dan kembali lurus kepada Allah. Ia menjadi penakut, dan rendah hati. Merasa lemah tak berdaya. Sehingga hilang lah kesombongan nya yang dahulu.

Yang dahulu nya bergantung kepada jimat-jimat, sekarang menjadi bergantung kepada Allah. Selalu memohon pertolongan Allah, karna dia Sadar diri, bahwa dia lemah.

Mari kita tanya diri masing-masing, masih kah ada kesombongan di diri ini? Jika iya. Pasti itu karna ada yang kita miliki.

Dan ini pun banyak terjadi di kalangan orang-orang yang berilmu agama. Sedikit-sedikit kafir, sedikit-sedikit sesat! Karna ia merasa ilmu nya paling benar. Coba jika dia tiada ilmu agama sedikit pun, bisa apa dia?

Sesungguhnya itu lah ilham fujur, ia tak sadar bahwa ia di sesat kan Allah dengan apa yang di miliki nya itu. Segala nikmat pemberian Allah untuk di syukuri, bukan untuk di sombongkan. Jadi lah kita hamba yang kufur nikmat jika kita menyombongkan apa yang di miliki itu.

Makanya selalu saya bilang, "lebih baik jadi orang bodoh daripada menjadi orang pintar." Karna orang bodoh itu tiada ego. Untuk apa pintar, jika diri semakin ber ego..

KESADARAN YANG PEKA

KESADARAN YANG PEKA

Banyak teman-teman yang bingung, "setelah berDN mengapa saya sering merasakan sesak, dada berdetak kencang, pusing, kepala berat..?" dan macam-macam rasa nya.

Saya juga merasakan seperti itu dahulu, terkadang bertanya-tanya sendiri. "Apa yang salah ya?"

Tetapi saya selalu berprasangka baik kepada Allah. DN pun tetap saya Amalkan. Lama-lama kelamaan saya menjadi paham, bahwa itu semua bukan dari diri saya, tetapi vibrasi dari sekitar.

Ketika saya bertamu ke rumah seorang sahabat, saya merasakan sakit perut yang amat sangat, perut sebelah kiri seperti di remas-remas. Tetapi aneh nya seperti ada yang memberi tahu, "sahabat mu itu sedang sakit..!" Dan saya jadi mengetahui apa isi hati/pikiran nya.

Ketika saya bertanya, ternyata benar.. ia sedang mengalami sakit liver/lambung, sehingga sulit makan berhari-hari. Sudah berobat ke dokter, udah minum obat tetapi tak sembuh-sembuh juga.

Tiba-tiba mengalir lah Nasehat-nasehat Allah melalui lisan saya. "Kamu sedang sakit hati ya kepada sesorang? Ikhlasin saja lah. Itu lah penyebab sakit mu itu. Jika kamu ikhlas, insyaAllah penyakit mu itu sembuh."

Teman saya menjadi terheran-heran, "koq tahu kamu ndy? Aku barusan di tipu orang. Belasan juta rupiah uang menghilang begitu saja"

"Ikhlasin saja lah.. yang penting sembuh!" Bujuk saya.

Setelah ngobrol-ngobrol, ia pun lupa tentang sakit nya. Ternyata sembuh saat itu juga, dan ia bisa kembali makan dengan nikmat.

Besok nya ia telepon saya, bahwa penyakit nya sudah sembuh total.

Sejak saat itu saya pun jadi mengerti, ternyata segala rasa itu bisa dari vibrasi sekitar kita. Saya bisa merasakan perasaan istri saya tanpa ia berkata, ini kesadaran yang peka.

Ketika saya merasa pusing, saya tahu bahwa itu ternyata dari istri saya. Akhirnya, menasehati agar jangan banyak pikiran. Berserah saja ke Allah..

Mohon maaf, ini bukan pamer kesaktian. Agar teman-teman yang lain, mengerti jika berDN mengapa sering begini dan begitu? Coba lihat lah orang-orang di sekitar kita. Bisa jadi, itu vibrasi dari mereka. Ketika kesadaran jiwa kita ini semakin aktif dan peka.. maka akan cepat tertangkap sinyal dari sekitar.

Jangan tinggalkan DN nya, latih lah terus, dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Walau yang di berikan itu tidak enak, bisa jadi suatu anugerah bagi kita.

BERGERAK

BERGERAK

BERGERAK

Jika kita mahu memperhatikan Alam dan isi nya ini dengan kesadaran.. apa sih yang tidak bergerak? Semua nya bergerak mengikuti perintah Allah.

Walau secara pandangan mata diam, tetapi secara Hakikat nya semua bergerak dengan perintah masing-masing.

Bergerak mengikuti daya sang penggerak, ialah bentuk penyerahan diri secara total.
Mungkin perintah atau daya itu telah ada pada diri kita masing-masing, tetapi mengapa kita tetap diam?

Kita yang tidak paham perintah Nya.. atau kita yang tidak mau bergerak ketika di perintah kan?
Coba lah renungi dan sadari wahai diri. Engkau ini, sebenarnya di perintah kan apa? Pasti ada peranan yang harus kita jalankan.

Jangan Ragu dan bimbang, penuhi lah segala perintah, bergerak lah.. ikuti mau nya Allah. Bukan hanya diam mengikuti Nafsu.

Seperti awan yang di terbangkan angin.. ia bergerak dengan kepasrahan.
Seperti dedahan yang melambai di tiup angin. Ia meliuk dan melambai penuh keindahan.

Begitu pula hidup kita, bergerak lah.. dengan kepasrahan. Tentu lah diri selalu dalam jaminan..

Kamis, 23 Maret 2017

Berguru Kepada Allah

Berguru Kepada Allah

BERGURU KEPADA ALLAH

Berguru atau belajar kepada Allah itu harus kosong. Setelah wadah kosong dari ilmu.. maka ilmu Allah yang mengalir itu akan murni.

Bukan lagi katanya.. katanya..
Tetapi penyaksian diri.

Nanti yang tidak tahu, akan menjadi tahu..
Yang tidak paham, akan menjadi paham..
Tiada seorangpun manusia yang mengajarkan, tetapi bisa memiliki ilmu/pengetahuan yang sangat di yakini. Itulah sesungguhnya penyaksian.

Akan mendapatkan laduni, yaitu ilmu dari sisi Allah. Allah sendiri yang mengajarkan.

Apakah semua orang bisa mendapatkan seperti itu? Menurut saya sangat bisa! Asalkan ia melatih kesadaran jiwa nya. Jiwa yang selalu tersambung kepada Allah. Tiada bergantung kepada pemahaman orang lain. Maka Allah sendiri lah yang akan mengajarkan nya..

Rabu, 22 Maret 2017

Jangkar Kehidupan

Jangkar Kehidupan

JANGKAR KEHIDUPAN

Pernah kah teman-teman melihat jangkar/Angker?
Apa kah fungsi jangkar bagi sebuah perahu atau kapal?

Kapal tanpa jangkar itu, akan hanyut tak tentu arah..
Terhempas gelombang kesana-kemari..
Bahkan bisa tenggelam, tiada tempat bergantung..

Begitu pula lah hidup kita ini jika tiada jangkarnya, pasti terpuruk berkepanjangan..
Mungkin, ujian, cobaan, masalah hidup ini sedang kita alami saat ini. Ibarat hempasan gelombang yang menggoyahkan ketenangan.

Takut, kecewa, sedih, putus asa.. pasti berbagai macam rasa nya, jika badai kehidupan ini telah datang.
Cepat-cepat lah labuh kan jangkar itu, sehingga tak semakin terombang-ambing.

Apakah jangkar itu?
Yaitu pengharapan pada yang lebih kuat dan berkuasa. Allah pecipta alam semesta..

Ketika semesta ini mengamuk dengan riak gelombang nya. Bergantung lah pada yang lebih kuasa.. yaitu Allah.

Apalagi yang kita takut kan jika yang maha kuasa telah menolong kita?
Apalagi yang kita resahkan, jika tempat kita bergantung itu lebih kuasa dari segala nya?

Kesusahan itu karna kita tiada nya tempat bergantung dan pengharapan..

Bergantung dan berharap lah dengan penuh keyakinan kepada yang kuasa. Karna hanya DIA yang mampu menolong kita..

Selasa, 21 Maret 2017

BENARKAH ALLAH MEMILIKI TANGAN DAN BERWAJAH ?

BENARKAH ALLAH MEMILIKI TANGAN DAN BERWAJAH ?

Ada seorang sahabat yang bertanya,
Salamualaikum bang andy..
Allah berfirman" hai iblis,apakah yg menghalangimu sujud kepada apa yg telah kuciptakan dengan kedua tanganku..surat Sad ayat 75... Sebagaian orang mengimani allah bertangan,berwajah,,mohon pencerahannya....

=============================

Jawab,

Waalaikumsalam wr wb,
Apa benar Allah itu mempunyai tangan? Dan mengapa sebagian orang mengimani atau meyakini nya? Ini menurut saya ialah orang yang hanya membaca tanpa mau merenungi makna di sebalik ayat itu.

Ayat tentang tangan pun kita jumpai di QS. Az-Zumar : 42. Yaitu di sebutkan, "Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 42)

sehingga banyak yang meyakini Allah itu mempunyai tangan. Karna makna "memegang" itu ya dengan tangan.

Mari kita buka kembali QS. Asy-Syura : 11. Di situ di sebutkan "laisa min kamislihi syaiun," yaitu Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan DIA. jika kita meyakini ayat ini berarti Allah itu tidak bertangan dan tidak berwajah. Kalau bertangan dan berwajah berarti Allah itu, serupa dengan kita.

Jadi pahami lah ayat-ayat yang mengatakan tentang tangan, memegang, berwajah dll..
Itu semua hanyalah kiasan agar mudah di pahami manusia. Tetapi banyak juga manusia yang salah kaprah. Di kiranya itu bertangan benaran. Padahal itu kan hanya kiasan..

Jadi, makna tangan yang di maksud itu ialah kemampuan atau kekuasaan Allah..

Contoh nya saja saya sedang menulis, ya saya menulis dengan kedua tangan saya. Karna saya di beri kemampuan oleh Allah bisa menulis. Ada kuasa untuk menulis. Coba seandainya saja saya ini lumpuh, tentu lah saya tak berkuasa untuk menulis.

Jadi, yang Allah maksud kan "Hai iblis,apakah yang menghalangimu sujud kepada apa yg telah kuciptakan dengan kedua tanganku..?" Bermakna Allah menciptakan Nabi Adam itu dengan kekuasaan dan kemampuan nya. Bukan berarti Allah mempunyai tangan sungguhan. Yang namanya menciptakan sesuatu ya pasti menggunakan tangan, jadi Allah memberi perumpamaan itu agar mudah kita pahami.

Begitu pula Allah berwajah, itu hanya perumpaan agar kita mudah mengerti kepada siapa kita memandang. Seandainya saja manusia ini tidak punya wajah, siapa yang kita pandang? Apa kaki nya, tangan nya, atau lutut nya? Begitu pula lah Allah membuat perumpamaan agar kita mudah mengerti. Wajah yang di maksud yaitu kita fokus pada siapa kita menghadap.

Sama seperti sesama manusia, jika kita berbicara membelakangi sesorang apakah itu yang di bilang menghadap? Tentu lah kita harus menghadap ke wajah orang itu dalam berbicara. Sehingga nyambung bertatapan.

Jadi dalam membaca Al-Quran.. jangan suka ikut-ikutan orang lain. Kaji dahulu benar-benar. Jangan hanya membaca tulisan. Karna Al quran itu adalah wahyu. Baca lah wahyu nya.. semoga kita semua di beri pemahaman.. Aamiin..

Minggu, 19 Maret 2017

BERTEMU SAYA MELALUI MIMPI

BERTEMU SAYA MELALUI MIMPI

Ada sebagian sahabat yang mengaku bermimpi saya. Bukan bapak-bapak saja, tetapi ibu-ibu pun ada beberapa orang yang terheran-heran, "Koq semalam saya mimpi bang Andy ya?"

Dan di dalam mimpi itu kata nya, saya mengajarkan tentang Dzikir Nafas. Bahkan ada yang mengaku ngobrol-ngobrol dengan saya tentang ilmu ketuhanan.

Padahal orang itu saja saya tidak kenal, dan belum pernah berjumpa secara fisik. Tetapi mengapa bisa berjumpa secara bathin?

Itu tanda nya anda telah menyambung silaturahim kepada saya. Anda menyenangi tulisan saya, dan menerima apa-apa yang telah saya sampaikan selama ini.

Karna saya dahulu juga begitu, walau belum bertemu dengan pak pur(guru DN). Saya menerima semua apa yang ia sampaikan.  Sehingga saya pun bertemu melalui mimpi dengan beliau. Dan banyak di ajarkan secara bathin.

Jadi, saya tidak pernah merasa saya yang mengajarkan. Karna saya tidak pernah tahu saya ngomong apa di mimpi itu. Itu semua kuasa Allah.

Ketika kita menerima, maka ilmu itu akan mengalir. Semua tergantung diri kita, menerima atau tidak..?

Bahkan saya pun pernah bermimpi bertemu guru-guru nya pak pur.. seperti ustad Abu sangkan dan Alm H.eyang slamet. Walau tak pernah bertemu secara fisik, mereka hadir secara Bathin. Dan saya pun banyak di ajarkan tentang ilmu ketuhanan.

Jadi, untuk yang pernah bertemu saya melalui mimpi.. jika tidak baik, berarti dari syetan. Tetapi jika itu baik.. amalkan lah.. sesungguhnya itu dari Allah. Bukan dari diri saya..

TESTIMONI PAK TONY

Testimoni pak Tony, dari kaltim.

Pak Tony:
Ass. Maaf bang Andy. Saya  menganggu sebentar. Saya mau tanya. Saya selama ini masih ber DN sambil beraktifitas saja. Belum mencoba sambil duduk timpuh seperti di video bang Andy. Dengan ber DN. Saya memperhatikan perubahan pada diri saya. Yaitu hati jadi lemah mudah menangis jika melihat hal-hal yang sifatnya kasihan. saya jadi sering mengucap sukur dan kadang sampai menangis. Telingga ini merasa senang jika mendengar adzan. masih banyak lagi. 

Terima kasih bang andy dengan adanya DN dari bang andy saya jadi lebih damai lega happy dll.  Terimakasih. Setelah melihat video bang Andy. Saya jadi pengen bertanya. Kalau tidak salah level 3. ketika nafas keluar Allah...sambil berserah total. Apakah yg dimaksud tolal itu kita mengeluarkan nafas sehabis-habisnya sampai kita merasa ada dorongan nafas masuk? Terus apa begitu juga ketika nafas masuk.? Pada saat ber DN ada yang seperti memperhatikan nafas otak. Apa kita konsentrasi dengan yang memperhatikan itu?  Trims sebelumnya. Tony dari kaltim.

Andy Firmansyah:
Waalaikumsalam wr wb..
Alhamdulillah pak tony, saya senang mendengar testimoni nya.. Alhamdulillah..
Berserah total yang saya maksud benar seperti yang pak tony tuliskan tadi. Yaitu sampai nafas ini habis.. berserah nya, ketika ada dorongan nafas masuk lagi ya kita tinggal mengikuti.
Rahasia nya berserah, ya di saat nafas keluar itu..

Dan ketika kita memperhatikan nafas yang keluar masuk itu, ialah kesadaran jiwa. Bukan otak..! Nanti lama-lama kesadaran kita tidak lagi ke nafas, tetapi sudah ke Allah. Itu lah yang di bilang level 3..
Nafas akan kita tinggalkan, yang kita Sadari hanya Allah. Mengikuti nafas hanya lah pintu masuk untuk mencapai pada kesadaran jiwa. Ketika sudah masuk ke jiwa, yang kita Sadari selanjutnya ialah Allah yang dekat..

Perubahan pak tony yang positif itu karna telah aktif nya kesadaran jiwa..

Pak Tony‬:
Alhamdulilah.... merinding  badanku  Bang Andy ... menyebut-nyebut Allah. Terimakasih petunjuknya Bang Andy. Doakan saya. Trimakasih.

Andy Firmansyah:
Semoga senantiasa terjaga kesadaran kita pada Allah pak.. Aamiin ya Allah..

Pak Tony‬:
Aamiin ya allah... terimakasih.

Testimoni Pak Wasis setelah mengamalkan Dzikir Nafas

     Pak Wasis ialah salah satu Pembeli buku saya, yaitu yang berjudul "Sadar Allah dengan Dzikir Nafas." Alhamdulillah.. melalui Buku itu beliau tidak hanya sekedar membaca. tetapi mengamalkan apa yang saya tuangkan di dalam buku itu. Di tambah lagi dengan saling berdikusi di group Whatsapp kami saling berbagi pengalaman masing-masing. Maka vibrasi ke Allah itu bagaikan magnet yang sangat kuat. akan menarik dan membuat kita semakin mendekat kepada Allah SWT.

     Dan hanya baru sebulan saja mengamalkan Dzikir Nafas, beliau telah merasakan perubahan positif pada diri nya. berikut ini ialah curahan rasa syukur nya kepada Allah. semoga menambah keyakinan bagi siapa saja yang membaca dan tertarik untuk mengamalkan metode Dzikir Nafas ini.. Aamiin..

Testimoni Pak Wasis Purwokerto

Pak Wasis Andriono: 
Assalamu alaikum bang Andy. Semoga berkah rahmat Allah selalu menyertai panjenengan sakeluarga. Amin. Masya Allah Bang.. baru satu bulan jalani DN di setiap aktivitas, yang tadinya saya tidak pernah shalat 5 waktu.. sekarang luar biasa bang. Seakan-akan diberi kekuatan, tetapi dalam keadaan rilex.. bisa satu minggu ini, sujud 5 waktu.. padahal tadi nya ogah-ogahan. Saya doakan semoga bang Andy selalu diberi kekuatan oleh Tuhan, agar bisa terus berdakwah, serta dilancarkan rezekinya.. Amin. Salam damai dari Purwokerto, Wasis Andriyono.

Bang Andy Firmansyah: 
Waalaikumsalam wr wb.. Alhamdulillah pak wasis..
Mencapai nya itu gampang, merawat nya yang perlu keistiqomahan. Semoga pak wasis selalu dalam limpahan rahmat Allah, semoga kita semua tidak jauh-jauh lagi pak.. Aamiin ya Allah..

Pak Wasis Andriono: 
Amin... Semoga juga indonesia yang saya lihat ada tulisan Allah yang sangat besar itu, serta seluruh penduduk dunia sujud serentak dalam satu waktu Sebagai pertanda bahwa indonesia benar-benar akan dijadikan oleh Tuhan sebagai perpindahan kiblat nya yang ke empat. Melalui Dzikir Nafas..

Bang Andy Firmansyah: 
Aamiin ya Allah..
Kita kuatkan diri kita dahulu ke Allah. Maka yang di sekitar, akan mengikuti..

Pak Wasis Andriono: 
Memang bener kata bang Andy, saya baru 1 bulan istiqomah DN. Kakak saya seakan ikut tervibrasi, ikut ke pertemuan di dago besok.

Bang Andy Firmansyah: 
Alhamdulillah.. terbukti kan?

Pak Wasis Andriono
Joss..

     Alhamdulillah.. Saya pun turut senang mendengar nya. Berarti buku saya bermanfaat. dan segala tulisan yang saya sampaikan bisa memanggil orang lain untuk mendekat kepada Allah SWT. Tetapi semua itu juga tak lain dari kuasa dan kehendak Allah semata. Allah memberi Hidayah kepada sesiapa yang di inginkan Nya. 

     Siapa pun yang membeli buku saya, saya doakan semoga terpanggil lah kepada Allah. Saya lebih senang dan bahagia buku itu tidak sekedar hanya di baca, tetapi di amalkan dalam keseharian kita. Semoga kita semua tetap istiqomah dan terus mendekat kepada Allah SWT.. Aamiin.



Sabtu, 18 Maret 2017

IKUTI PETUNJUK ALLAH

IKUTI PETUNJUK ALLAH

Allah SWT berfirman:

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيْعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ  ۚ  فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى   ۙ  فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
"Dia (Allah) berfirman, Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka."
(QS. Ta Ha: Ayat 123)

kalau mau selamat dan tidak sesat, jangan ikut-ikutan orang lain, ikuti petunjuk Allah.. pasti aman. Tidak mungkin kita tersesat..

Yang tersesat itu ialah apabila mengabaikan petunjuk Allah, dan percaya saja ucapan orang lain..

Cuma kebanyakan kita banyak yang tidak memahami, seperti apa ya petunjuk Allah itu..?

Ya di latih lah Sadar Allah nya, semoga nanti bisa terbaca dengan  jelas! Pasti kita yakin, tiada keraguan di pada nya..

PERTANYAAN BERAT

PERTANYAAN BERAT

Apa bedanya sholat, ibadah, dan sembahyang...pak...?
Kami masih bingung hal itu...mohon wejanganya biar terasa mantab he.he...

Agus cikarang.

=============================

Waduh pertanyaan berat nih pak Agus, hehe..
Apa yang harus ku jawab ya Allah?

Jujur saja, sebenarnya saya juga banyak kurang pengetahuan. Masih harus banyak belajar. Baiklah, saya coba jawab sebatas apa yang saya tahu ya..

SHOLAT,
Di Al Quran Allah SWT berfirman:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ   ۚ  فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ   ۚ  اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa': Ayat 103)

jadi, makna sholat ialah.. ritual ke agamaan dalam berdoa dan berinteraksi dengan Allah. Tetapi sholat itu ialah ritual yang di tentukan waktu nya. Jadi ada aturan nya. Kalau sholat magrib itu di tentukan waktu magrib 3 rakaat, ya tidak boleh sholat magrib kita lakukan di pagi hari 3 rakaat. Jadi ada waktu-waktu nya yang khusus.

Jadi kalau ada seorang yang mengaku makrifat atau mengenal Allah, lantas ia mengatakan tidak perlu sholat lagi karna sudah bisa sholat setiap waktu. Itu orang yang salah kaprah. Karna ia meninggalkan sholat yang sudah di tentukan waktu-waktu nya.

IBADAH,
Makna ibadah yaitu suatu perbuatan yang di dasari oleh aturan Tuhan. Jika kita orang islam, ya harus sesuai perintah Allah. Karna Tuhan kita Allah. Sholat, Dzikir, puasa, mengaji, bersedekah, berbuat baik, meninggalkan perbuatan keji dan tercela.. dll. Jadi makna ibadah lebih luas.

SEMBAHYANG,
Makna sembahyang ini ialah ritual  doa dan berinteraksi kepada apa yang kita Sembah..

Jika orang islam, bisa juga di katakan sholat. Dan setiap agama pasti mempunyai tempat khusus, untuk bersembahyang. Cuma ada beda nya antara sholat dan sembahyang.

Beda nya ialah, yang di katakan sholat itu hanyalah untuk orang islam. Sedangkan sembahyang, bisa untuk siapa saja.

Jika seseorang itu menyembah roh leluhur, jin, khodam, atau dewa-dewa, itu juga bisa di katakan sembahyang. Contoh nya orang yang menyembah jin, pasti ia akan melakukan suatu ritual yang sesuai dengan aturan si Jin itu. Mungkin menyediakan sesajian, membakar dupa atau ritual-ritual lain nya. Itu sudah di katakan bersembahyang. Karna yang dia sembah jin.

Saya pernah melihat orang China mungkin beragama budha, ini kisah nyata. Ketika magrib, ia membakar dupa di perempatan lampu merah. Dan menyembah-menyembah ke segala 4 penjuru. Bagi saya, dia itu sedang melakukan sembahyang kepada Tuhan atau dewa-dewa nya. Tetapi kan tidak selama nya dia sembahyang nya itu di lampu merah..

Jadi beda sembahyang dan sholat itu ialah Sholat di tentukan waktu nya dan hanya untuk orang islam, sedangkan sembahyang bisa untuk agama apa saja, bahkan untuk Tuhan yang mana saja.

Kamis, 16 Maret 2017

BUKU BAGUS DAN MURAH

Mau tahu buku Bagus dan murah? 

Yang banyak di tuliskan tentang Hikmah-Hikmah dalam kehidupan. Dalam mensikapi tentang masalah-masalah dan ujian Allah, Semua telah di jawab di buku ini!

Harga Rp120.000, - Free ongkir indonesia
Harga Rp350.000,- Free ongkir Malaysia.
Hub Tlp/Wa: 0812-70566960



Selasa, 14 Maret 2017

DI BERSIHKAN ALLAH

DI BERSIHKAN ALLAH

Ada pertanyaan menarik dari sahabat, "Apakah sadar Alloh harus memiliki hati yang bersih, sebab ada temen yang tanya, bagaimana mungkin dirinya bisa sadar dan mengenal Alloh kalo masih banyak dosa? mohon pencerahan..

Jawab,
saya sering sekali mendengar kata-kata orang yang menganggap diri nya belum bersih, masih kotor, penuh dosa dll. Seolah sudah putus asa dari pengampunan Allah.

Jangan lah kita beranggapan seperti itu kepada Allah. Berarti kita telah berprasangka buruk. Dan ini bisa menghijab diri kepada Allah.

Padahal Allah sudah berkata di Al quran,
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Jadi, sebesar apa pun dosa kita pasti di ampuni Allah, selagi kita mau kembali. Jika kita merasa bersalah, berdosa, kotor.. ya kembali lah kepada Allah. Lebih mendekat lagi, dan yakini kesalahan yang lalu pasti di ampuni Allah.

Dan kaitan nya dengan Sadar Allah itu begini, segala dosa dan kekotoran hati itu, karna selama ini kita tiada Sadar Allah atau tiada hidup berihsan kepada Allah.

Jika kita Sadar Allah, pasti nanti akan di bersihkan Allah dengan sendiri nya. Mau melakukan sesuatu yang berdosa pasti jadi terhindari karna kita Sadar Allah.

Akan di cabut segala kenikmatan dalam melakukan dosa. Jika melakukan dosa itu sudah tidak nikmat, untuk apa kita melakukannya lagi? Maka dosa-dosa itu akan kita tinggalkan pelan-pelan.

Jadi jangan pernah merasa bahwa diri ini bisa melakukan pembersihan hati, semua itu karna kuasa Allah bukan lagi kuasa diri.

KEKUATAN BERSERAH DIRI

KEKUATAN BERSERAH DIRI

ini ada kisah menarik, tetapi saya mohon maaf sebelum nya bukan maksud pamer. Tetapi hanya berbagi cerita, agar sahabat-sahabat yang lain semakin kuat keyakinan kepada Allah.

Ada seorang sahabat yang curhat ke saya, ia kasihan kepada tetangga nya yang selalu kesurupan setiap habis magrib. Jin yang merasuki itu mengaku jin muslim dan mengaku sebagai penjaga si anak yang di rasuki nya itu. "Bagaimana itu bang Andy, saya kasihan kepada anak itu?"

Saya bilang, "mana ada itu pak, jangan percaya! Kalau sudah merasuki itu jelas menggangu, harus di usir jin itu."

Sahabat ini selalu mempelajari setiap video-video di youtube saya. Semangat berDN nya sangat luar biasa. Setelah mengamalkan ia akan selalu menelepon saya dan berbagi cerita pengalaman nya. Bahkan anak-anak nya pun di ajarkan nya. Karna ia merasakan benar-benar berguru kepada Allah itu benar ada nya. Ia banyak mendapat pelajaran tanpa ada seorang pun yang mengajarkan.

Dan tadi malam, anak tetangga nya itu kembali kumat. Ia pun melakukan apa yang saya sarankan. "Minta kekuatan Allah pak, berserah kepada Allah. Jangan dengan kemampuan kita." Dan Alhamdulillah, jin yang merasuki itu pun keluar dan anak itu normal kembali.

Saya jadi ketawa sendiri terkadang. Hehe..
jujur saja, saya saja tidak pernah mengalami kasus begitu. Tetapi begitulah jika kita telah yakin kepada Allah, kekuatan nya adalah kekuatan Allah.

DN ini bukan Dzikir biasa, tetapi Dzikir penuh kesadaran kepada Allah. Apabila kita meminta dengan penuh kesadaran dan berserah diri, insyaAllah makbul.

Jadi untuk teman-teman semua, yakin lah kepada Allah. Hilang kan segala daya dan upaya, berserah saja dalam menjalani hidup ini. Minta kekuatan Allah..

Senin, 13 Maret 2017

MELATIH KESABARAN

MELATIH KESABARAN

Ini ada tips agar kita itu bisa melatih kesabaran. Semoga bisa di amalkan oleh teman-teman semua.

Kita latih dahulu di dalam keluarga. Makanya Sadar Allah jangan pernah lepas. Sebagai suami atau seorang ayah. Kita pasti menginginkan anak istri kita juga semakin bertakwa kepada Allah. Ketika anak-istri jauh dari Allah, tidak mau melaksanakan sholat, bagaimana kah sikap kita? Apakah marah dan memukul anak yang tidak mau di nasehati?

Harus di ingat hanya Allah yang bisa memberi Hidayah, bukan manusia. Ketika anak tak mau mendengar Nasehat dan kita marah, berarti telah timbullah ke egoan kita.

Sangat banyak orang tua yang marah ketika nasehat nya tak mau di dengarkan sehingga memukul anak. Ini adalah suatu kesalahan. Karna kita menasehati dengan Ego. Bagi orang yang Sadar Allah ia akan bersandar kepada Allah dalam menasehati, sehingga lebur lah ego diri nya. Jadi, ucapan yang keluar itu ialah ucapan Allah. Bukan lagi dari diri kita.

Jadi sambung terus kesadaran ke Allah tanpa putus, jika kita pahami yang memberi hidayah itu hanya Allah, yang bisa merubah anak-istri kita hanya Allah.. maka pasti lah kita kan bersabar.

Seperti ayat berikut,
Allah SWT berfirman:

وَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ  ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."
(QS. Al-Anfal: Ayat 28)

jika anak kita nakal, tak mau beribadah, jauh dari Allah. Itu adalah bentuk cobaan/ujian Allah bagi kita. Jika kita mengerti ini, tentu lah kita kan bersabar. Tidak akan ada kisah nya malin kundang.

Orang tua yang mengutuk-ngutuk anak ialah orang tua yang ber ego, karna ia tak memahami bahwa sikap si anak ialah atas kehendak Allah. Sehingga tak bisa bersabar.

Lihat lah Allah pada setiap sesuatu, pasti kita kan bersabar. Kita bertakwa juga atas panggilan Allah, bukan atas kemampuan kita. Jadi jangan pernah bangga dengan ibadah yang telah kita lakukan. Jika anak-istri tak mau mendengar Nasehat, doakan saja mereka. Karna hanya Allah yang dapat merubah mereka, bukan diri kita.

Minggu, 12 Maret 2017

SENDIRI

SENDIRI

sepi.. hening.. diam tanpa kata..
Pikiran kosong..
Jiwa meneropong menembus batas langit..

Ada Hati yang bicara, "ada apakah di sana, Tidak kah kau mendengarkan nya?"

"Ya.. aku ingin mendengar, apakah yang di katakan Nya..?"

Hati pun berkata, "dengarkan lah sendiri, saksikan lah sendiri. Tiada yang dapat kesana, selain diri mu sendiri. Jika kau mati saat ini, bersiap lah."

Ku tinggalkan semua, ku lupakan semua. Sampai benar-benar diri ini jadi sendiri. Aku nyangkut di kerongkongan, ku ingin terbang tetapi tak bisa lepas dari Badan.

Nafas terengah satu-satu..
Tubuh ku kejang, jiwa ku bergetar kencang..
Layak nya mandi hujan, keringat pun bercucuran..

Allahhh.. Allahhhh.. Allllaaaaaahhhh...

Hanya satu kata yang dapat ku sebut kan. Hanya satu kata yang ku panggil-panggil. Aku benar-benar sendiri. "Siapa kah yang dapat menolong ku saat ini?"

Daging ini belum rela melepas ku. tiba-tiba muncul suara tanpa kata, "Bagaimana anak-istri mu nanti, mereka masih membutuhkan mu?" Aku pun mulai ragu, "apakah ku lanjutkan perjalanan ini?"

Rasa sakit dan takut pun semakin hebat. Kerongkongan ku terbakar, haus seperti di padang gurun. Layak nya di gantung tanpa tali, aku tak bisa bernafas lagi.

Allaaahhhhh...,,, aku benar-benar tak berdaya. Aku ingin kembali, aku ingin menemui MU, tolong aku..

Hanya "Berserah diri" yang dapat ku lakukan saat itu. Apa yang terjadi, ya terjadi lah.. aku sudah siap!

Tiba-tiba, suasana menjadi sepi, hening kembali. Aku benar-benar sendiri..

Ada suatu daya yang menarik ku. Melesat secepat cahaya. Berlapis-lapis begitu luas nya..

Ku lanjutkan perjalanan ku..

TOPENG

TOPENG

Ada seorang sahabat yang bertanya, "Bang Andy, setiap saya menonton video-video Bang Andy di Youtube mengapa anda memakai baju yang sangat sederhana? Tiada pakai peci dan baju koko, tiada menunjukkan Bahwa anda seorang Ahli agama. Apa pesan di sebalik itu?

Ini pertanyaan menarik, dan semoga jawaban saya ini bisa menyadarkan orang-orang yang masih suka memakai topeng.

Setiap saya merekam video-video yang di youtube itu adalah spontanitas, tiada di rencana kan, dan tiada tujuan lain selain daripada mengikuti kehendak Allah. Ketika saya sedang duduk santai di teras rumah, tiba-tiba ada dorongan dari Allah. "Buat lah rekaman video, lalu sampaikanlah apa yang harus kamu sampaikan!" Dan saya pun merekam saat itu juga.

Jadi, itulah apa ada nya saya.. yang penting isi yang saya sampaikan, bukan topeng yang mengelabui orang. Karna saya tidak suka memakai topeng. Jika saya sebelum merekam video lantas saya berpenampilan menarik dahulu, entah pakai peci, pakai sorban, atau memakai jubah biar kelihatan Ahli agama, biar kelihatan ustad atau kyai.. itu sudah jelas topeng. Karna itu bukan diri saya yang sebenarnya. Karna saya ini bukan ustad apalagi kyai.

Lantas sahabat itu pun kembali bertanya, "Bagaimana orang lain akan mengikuti ucapan Bang Andy, jika penampilan nya saja tidak meyakinkan?"

Itulah kita, banyak yang tertipu dengan kulit yang di luar nya saja. Zaman sekarang ini, zaman edan(gila). Ahli agama dan Ahli perdukunan sulit di bedakan. yang mengajak lurus dan yang menyesatkan pun sulit di bedakan. Sudah banyak dukun yang bertopengkan kyai. Sudah banyak yang menyesatkan, seolah mengajarkan kelurusan. Penampilan kyai.. tetapi mengajarkan kesaktian. Macam-macam lah..

Memang dunia sudah terbalik-balik sekarang. Dan itu pula yang banyak di ikuti orang. Karna apa? Tertipu topeng nya. Jika sudah paham agama sedikit saja, langsung berjubah. Akhirnya apa? Timbullah ke egoan. Jadi gila hormat, dan merasa paling benar, paling suci.

Jadi jangan melihat penampilan, pasti kita tertipu. Mengapa penampilan saya begitu? Yang memang begitu lah saya, bukan saya buat-buat. Itu lah apa ada nya saya. Setidak nya saya tidak menipu orang di Sebalik topeng. Mau di dengar ya syukur, berarti itu rezeki orang yang mau mendengarkan. Jika ada yang tidak yakin pada apa yang saya sampaikan karna penampilan saya, ya berarti belum rezeki orang itu.

Jadi lihat lah apa yang di sampaikan, jangan melihat penampilan. Karna kita bisa saja tertipu oleh topeng nya..

Hati-hati lah.. Allah maha mengetahui apa yang kau tampakkan(Dzohir), dan Allah mengetahui apa yang kau sembunyikan(Bathin). Semua itu akan di minta pertanggung jawaban kelak. Jadi lepas lah topeng mu..

Jumat, 10 Maret 2017

SADAR ALLAH DALAM KEHIDUPAN

SADAR ALLAH DALAM KEHIDUPANSADAR ALLAH DALAM KEHIDUPAN

Aplikasi Sadar Allah itu akan dapat kita rasakan dalam setiap gerak hidup ini. Kita selalu di anjurkan untuk selalu berdzikir sebanyak-banyak nya di kala duduk, berdiri, dan berbaring.

Jadi Dzikir kepada Allah itu harus selalu ON/Aktif setiap saat. Kita akan bisa berdzikir setiap saat tanpa harus menyebut Nama Allah. Ini lah Dzikir yang tak terucap.

Yang Sadar kepada Allah sudah di katakan berdzikir walau ia tak menyebut nama Allah apalagi bila di sebut. Tetapi bagi yang menyebut nama Allah belum bisa di katakan berdzikir jika tiada "Sadar Allah".
Contoh yang sering terjadi dalam kehidupan ini ialah, ketika kita sedang makan di sebuah warung makan. Lantas datang lah pengamen. Bagaimana kah sikap kita di saat itu? Apa kesel, merasa terganggu, atau kah melihat Allah di saat itu?

Bagi yang terbiasa Sadar Allah, pasti bisa melihat Allah di sebalik sesuatu. "Ke mana kau memandang, di situ wajah Allah.." ia akan langsung melihat Allah, pengamen yang datang ke tempat kita yang sedang makan itu juga kehendak Allah. Allah lah yang maha mengatur segala sesuatu. Setiap gerak pengamen ini juga di gerakkan Allah.

Berarti, sedekah yang kita keluarkan itu juga kehendak Allah. Mungkin selama ini kita jarang bersedekah, makanya Allah kirimkan pengamen untuk kita berbuat kebaikan.

Nah, jika kesadaran kita telah ke Allah di saat itu, jangan berikan uang seribu rupiah. Tetapi berikan lah sepuluh ribu rupiah, atau lebih banyak lagi. Pasti muncullah keikhlasan jika kita benar-benar Sadar Allah.
Jadi orang yang Sadar Allah itu, takwa nya karna Allah. Bukan karna ingin nya.

Begitu pula, baik pengamen atau pengemis yang datang kepada kita, jangan merasa terganggu. Lihat lah Allah. Jika kita telah melihat Allah(Sadar Allah), itu lah dzikir yang tak terucap. Walau tak menyebut nama Allah, tetapi kesadaran ini sudah ke Allah, melihat Allah di sebalik sesuatu.

Jadi, jangan lepas dari Sadar Allah..
 

Testimoni pak Rizki

Testimoni pak Rizki



Kamis, 09 Maret 2017

SPIRITUAL

SPIRITUAL

Ketika saya mengiklan kan Buku saya di berbagai media sosial. Saya berkata, "Bagi Anda pencinta spiritual Buku ini wajib Anda miliki."

Berbagai komentar yang muncul dari para pembaca, "ujung-ujung nya pasti klenik, perdukunan, kesaktian.."

Seolah tanggapan mereka itu saya ini mengajarkan kesesatan. Hehe.. Tetapi saya hanya diam tak menjawab.

Saya tidak bisa menyalahkan, karna begitu lah kita jika tidak memiliki ilmu. Akan berprasangka dan berprasangka.

Arti spiritual itu ialah sesuatu yang berhubungan dengan jiwa atau rohani. Dan berspiritual itu ada 2 macam. Ada yang ke Allah dan ada yang bukan ke Allah.

Dan masyarakat kita sekarang ini memang lebih banyak berspiritual kepada yang bukan ke Allah. Seperti perdukunan, dunia jin, klenik, ramalan, dan kesaktian. Ini memang lumrah kata-kata spiritual selalu di kaitkan.

Tetapi jangan salah, di dalam agama islam itu kita di wajib kan menghubungkan rohani/jiwa atau berspiritual kepada Allah. Tanpa berspiritual tiada makna lah ibadah kita.

Seperti sholat dan dzikir. Ketika sholat saja kita itu di wajib kan berniat dahulu. Nah, niat sholat itu kan spiritual? Ketika berniat saja, kita harus menyambungkan dahulu kesadaran atau rohani kita kepada Allah yang akan kita sembah di dalam sholat.

Seperti ayat berikut,
Allah SWT berfirman:
اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا وَّمَاۤ  اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am: Ayat 79). Itu wajah yang mana yang kita hadapkan kepada Allah? Itu lah spiritual, menyambungkan kesadaran rohani/jiwa kita kepada Allah.

Jika dalam berniat sholat saja tiada berspritual, bagaimana sholat itu akan khusyu'? Itulah kelemahan kita yang tak mau belajar spiritual kepada Allah.

Sholat tiada makna, hanya nunggang-nungging saja. Dzikir pun tiada makna, hanya sebatas sebutan saja. Apa beda nya seperti burung beo?

Apakah umat islam ini wajib belajar spiritual? Ya sangat wajib. Tanpa berspiritual kepada Allah, sama saja kita itu seperti bangkai yang berjalan. Hanya sebatas melakukan ibadah jasad, tetapi tiada ibadah Rohani. Karna tiada berspiritual kepada Allah.

Jadi, jangan alergi dengan kata "spiritual.." ! Semoga paham lah makna spiritual yang saya maksudkan. Tanpa berspiritual kepada Allah tiada makna lah ibadah itu.

MENUNGGU SURAT SANG RAHIM

MENUNGGU SURAT SANG RAHIM
Karya: Andy Firmansyah

Mimpi ku pecah..
Terpasung, lumpuh seperti batu..

Terkadang aku iri dengan pohon yang masih bebas bergerak melambai-lambai kan dahan nya, ia masih di beri angin..

Aku mati, diam tak berdaya..

Tetapi semua adalah kehendak Sang Rahim. Sungguh durhaka lah jika aku menolak Nya. Hanya menunggu yang dapat ku lakukan. Menunggu surat berikut nya.

Jika benar DIA Sang Rahim, yang maha penyayang, mana lah mungkin aku menderita.

Aku percaya, semua alam ini mengikut tulisan Nya. Bisa apa diri ini jika DIA telah menuliskan sesuatu?

Wahai kekasih bersayap, kapankah  kau bacakan kepada ku?
Baca kan lah surat dari Sang Rahim..
Kapan kah surat itu datang kepada ku?
Aku masih menunggu..

Aku menagih janji Nya..
Aku ingin melihat sifat sayang Nya..
Sampaikan lah pesan ku, Aku masih menunggu..

Aku menunggu kabar gembira..
Aku menunggu pertolongan dari Nya..
Karna saat ini aku mati..

Aku percaya DIA sang Rahim..
Pasti DIA sayang pada ku..

Rabu, 08 Maret 2017

JEMPUTAN MALAM

JEMPUTAN MALAM

Jika mata tak juga mau terpejam
Diam lah hening dalam kesadaran
Dengarkan bisik malam

Ada nadi berdetak di seluruh tubuh ini
Ada getar menyambung nada frekwensi

Nafas berbicara sendiri
Dengarkan lah wahai diri

Halus terasa
Desir menggema
Semakin masuk ke relung jiwa

Naik, melayang, ke Alam tanpa batas
Mungkin begitu indah pemandangan
Tetapi terus lah berjalan

Semesta hanya lah ruang
Keluar lah dari segala pandangan
Sampai engkau menyaksikan

Minggu, 05 Maret 2017

Belajar Pulang

     
Belajar Pulang


   Belajar lah pelan-pelan melepas kan kemelekatan dunia ini. Harta, Jabatan, Anak, Istri, Orang tua.. Semua itu akan kita tinggalkan. Pagi, siang, malam.. lantas pagi lagi, begitu seterus nya. Sedih, Susah, Gembira, Bahagia. akan bergulir silih berganti, tiada yang kekal di dunia ini. siap kah kita kembali?

       Apa sih yang di cari di dunia ini? Terkadang aku berpikir, ku berusaha mati-matian mengejar menggapai segala impian. tetapi bukan bahagia yang ku dapat. malah letih dan kecewa. terkadang diri ini lupa, bahwa pasti ada perintah.. memainkan peranan sesuai kehendak Allah. mengapa lagi harus berusaha keras matian-matian mengikuti kehendak Nafsu? malah diri semakin sengsara. Jika di dunia ini saja sudah seperti neraka, bagaimana disana? Tak terbayang nya gelisah hati ini.

       Ah, Sudahlah. aku sudah capek, letih tertipu oleh dunia ini. Diri takluk kepada dunia. ketika segala nya serba ada, hati ini gembira bahagia. semua terasa indah layak nya surga. ketika semua itu lenyap ibarat asap yang melebur ke angkasa, aku kembali di rundung duka. Jelas ini bukan lah kebahagiaan yang hakiki. Alangkah bodoh nya diri ini tertipu oleh kebahagian semu.

       Aku pun bertanya kepada diri ku sendiri, "apakah engkau bahagia dengan semua ini? Sebentar siang, sebentar malam. Ada kala nya tampak terang dan engkau tahu kemana harus melangkah, dan ada kala nya pula gelap mencekam, bahkan setitik cahaya bintang pun tiada. diri mu pun tak tampak lagi. Baru lah ku pahami, bahwa memang tiadalah diri berdaya.

       "Sudahlah! Aku ingin pulang ya Allah, Ku lepas semua apa yang ku miliki. Ajari aku cara untuk pulang kembali kepada Mu. aku ingin dekat. aku muak dengan kefanaan dunia ini. jika masih ada waktu ku di sini. Jadi kan lah aku hamba Mu. jadi kan hidup ku lebih berarti memenuhi segala amanah-amanah Mu."

       Pelan-pelan Allah ambil yang ku miliki, Allah lemahkan diri ini sampai lah aku merasa tiada berdaya.  Baru lah ku pahami arti berserah. ada dan tiada ya sama saja, suka dan duka ya sama saja. Diri tetap tenang dalam kesadaran ke Allah. Di kasih yang enak, ya bersyukur. di kasih yang tidak enak pun bersyukur. Tiada ku berontak lagi. Hidup ini hanya lah persinggahan semata. Menapak langkah yang tersisa. Aku rindu tempat kembali, aku rindu kepulangan ku. 

       waktu ku tinggal sedikit lagi, yang selama ini terbuang dan tertipu oleh keindahan dunia ini, izinkan lah aku melangkah kembali pada arah dan tujuan ku di ciptakan. Aku rindu kehidupan Hakiki, yang tiada siang dan malam, yang tiada gelap dan terang. Yang ada hanya ketenangan tanpa ke sia-sia an. Tuntun Aku ya Allah, pada mu lah kembali ku.

Dzikir Nafas Sadar Allah


Kalau bagi saya, Dzikir Nafas Sadar Allah ini ialah ibadah rohani/hakikat.

Yang selama ini kita belajar syariat/ibadah jasad. Rajin sholat, dzikir, ngaji dll.. tetapi tak mengerti hakikat nya sholat dan dzikir yang sebenarnya.

Ketika berbuat baik, yang berbuat baik itu kan jasad? Bagaimana yang di hati atau rohani kita, adakah kita berbuat itu dengan kesadaran ke Allah?

Sia-sia lah amalan itu jika tiada di dasari dengan Sadar Allah. Maka nya banyak yang sholat, tetapi tak dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Karna yang di pelajari hanya cara sholat, tak mengerti hakikat sholat yang sesungguhnya.

Jadi kalau masih ada yang ragu dengan amalan DNSA ini, ya berarti belum rezeki anda..

Keakuan Diri

KEAKUAN DIRI

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35)."

Jika kita kaji ayat di atas, pasti segala keburukan yang kita terima atau kita hadapi itu kita anggap sebagai cobaan/ujian. Ketika di beri kesusahan dalam kehidupan. Kita akan merasa ini semua cobaan yang Allah berikan.

Tetapi kebanyakan manusia lupa! Mengapa hanya merasa di coba/di uji itu hanya di saat menerima keburukan saja? Tetapi ketika menerima kebaikan kita tak Sadar bahwa itu juga bentuk cobaan Allah?

Apa saja kebaikan dalam hidup ini?
Mungkin kita berharta, berpangkat, berderajat tinggi, hidup berkesenangan, adakah kita merasakan bahwa itu cobaan Allah?

Di sini banyak orang yang terpeleset. Sehingga timbul lah ke Aku an diri. Karna telah merasa memiliki. Tak Sadar, bahwa diri ini sedang di coba/uji Allah.

Yang pintar, merasa bangga dengan kepintaran nya..
Yang kaya, merasa bangga dengan kekayaan nya..
Yang tinggi derajat, merasa kuasa atas derajat nya..

Sehingga semua pemberian Allah itu tidak membuat kita tunduk kepada Allah, tetapi malah menjadi sombong, angkuh, congkak, dan mau nya menang sendiri.

Itu semua karna ada nya ke Aku an diri. Merasa memiliki. Coba jika itu semua tiada, apa lagi yang mau di sombongkan?

Orang yang merasa benar, itu karna ia merasa memiliki kebenaran. Sehingga yang lain salah di mata nya. Maka timbullah ego..
Jika begini, berarti kita telah gagal dalam menjalani cobaan/ujian Allah.

Berhati-hati lah, waspada lah wahai diri. Apa yang kita punya saat ini? itu semua hanyalah cobaan Allah. Jangan kita lalai dan merasa bangga.

Jika kita tahu, kita Sadari, dengan di berikan ilmu itu membuat kita tambah sombong dan angkuh di muka bumi ini. Tentu lah diri ini kan menyesal, untuk apa aku berilmu, jika diri semakin jauh dari Allah?
"Ambillah ilmu ini kembali ya Allah.. untuk apa aku berilmu jika aku semakin lupa diri."

Siapa pun itu, jika ia sombong, pasti karna ada yang di miliki. Dengan yang di miliki nya itu lah dia menyombongkan diri. Itu lah diri yang lalai, tak merasa di coba/uji Allah.

Selagi hidup, selagi bernafas.. cobaan/ujian Allah itu akan terus berjalan. Jadi peka lah diri, jangan merasa aman akan keimanan kita. Mau beriman atau tidak, cobaan/ujian Allah itu akan terus berjalan.

Tapi harus di ingat, cobaan/ujian Allah itu bertingkat-tingkat. Semakin tinggi keimanan kita, akan semakin halus cobaan/ujian Allah itu. Jangan sampai diri ini merasa tak lagi di uji. Celaka lah kita jika begitu..

Sabtu, 04 Maret 2017

PRASANGKA BAIK SAJA

PRASANGKA BAIK SAJA

ketika kita mendapat suatu kejadian yang tidak enak, atau yang tidak kita inginkan pasti kebanyakan kita itu marah tak terima.

Marah dan tak terima di perlakukan begitu, karna kita masih melihat mahluk. Sehingga kita membenci mahluk. Padahal ada skenario Allah di Sebalik itu semua. Tiada daun yang gugur tanpa izin Allah.

Padahal Allah sebutkan, "..beserta kesulitan itu ada kemudahan.." mengapa yang kita pikirkan, hanya yang sulit saja, hanya yang tidak enak saja? Mengapa kita tidak berprasangka bahwa Allah akan memberi kemudahan dengan cara yang tidak enak itu?

Jadi, jangan mengaku Fana jika diri ini masih melihat mahluk, masih melihat yang sulit saja. Tetapi tiada melihat Allah yang berkehendak memberi kemudahan dengan cara yang sulit itu.

Ketika kita di benci, di musuhi, di sepele kan tak di anggap, bahkan tiada di hargai sedikitpun, apakah kita marah dengan semua itu? Atau membenci mahluk yang menyakiti itu?

Jika benar kita Sadar Allah, tiada sedikit pun kita membenci mahluk. Karna yang kita sadari dan yakini.. Semua ini Allah, Allah lah yang berkehendak, pasti ada maksud Allah di sebalik semua ini.

Bila yang kita lihat hanya Allah, tentulah diri akan selalu berprasangka baik. Dan merespon sesuatu yang tidak enak itu, bukan lagi dengan kemarahan dan kebencian. Tetapi dengan Senyuman kepada Allah..

Kamis, 02 Maret 2017

Buku Sadar Allah dengan Dzikir Nafas

Apakah Anda Seorang Pecinta Sipiritual? Jika Iya, Buku ini Wajib Anda miliki!

Sejati nya hidup itu ialah Menghamba kepada Allah SWT. Selama ini kita selalu beribadah dengan ibadah yang Umum (Syariat), tetapi sering kali ibadah itu tiada membekas dalam kehidupan kita. Rajin Sholat dan Dzikir tetapi di waktu yang bersamaan tiada dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. adakah yang salah dengan ibadah kita? 

Itu karna kita belum memahami makna Hidup Berihsan (Sadar Allah). Dan di buku ini ialah tertulis segala pengalaman Si Pejalan (Salik) dalam mengenali Jati diri nya. Dengan sebuah Metode Dzikir Nafas kita akan Mencapai keihsanan, yaitu hidup penuh kesadaran kepada Allah. Sehingga segala ibadah Syariat itu mencapai kepada Hakikat yang sebenarnya.

Agar bisa menambah pengetahuan dan mencapai hidup berkesadaran kepada Allah. kami sangat merekomendasikan Anda untuk memiliki buku "Sadar Allah dengan Dzikir Nafas"

Buku ini berisi pengalaman kisah nyata si penulis, yang menuliskan segala pengalaman-pengalaman hidup setelah mengamalkan Dzikir Nafas . Buku ini di harap kan tidak hanya sekedar di baca, dan pembeli pun tertarik untuk mempelajari Dzikir Nafas. dan kami akan siap membantu berbagi ilmu dan membimbing siapa saja yang berminat untuk belajar. karna kami telah banyak merasakan manfaat nya dan memang seharusnya ilmu Dzikir Nafas ini di Syiar kan. Agar semua orang mencapai hidup berihsan (Sadar Allah) dan membuat ibadah lebih baik kepada Allah.

Harga Buku:   Rp120.000,- 


Cara Membeli:
Silakan menghubungi Telp/Wa  : +62 812 70566960
Transfer uang ke Rekening Penulis, kirimkan bukti pembayaran via Whatsapp. dan serta kan Nama, Alamat, dan No HP pembeli. Maka, Buku akan di kirmkan secepat nya.

Pembayaran ke rekening:
A/n: Andi Firmansyah
Bank BNI
No Rek : 0152-8829-31

Judul Buku:
Sadar Allah dengan Dzikir Nafas



Buku Sadar Allah dengan Dzikir Nafas



Buku Sadar Allah dengan Dzikir Nafas




Buku Sadar Allah dengan Dzikir Nafas

Dengan Spesifikasi:

Penulis    : Andy Firmansyah
Penerbit  : Pandiva Buku
ISBN       : 9786027374867
Tebal        : 324 Hal
Dimensi   : 21 Cm
Kondisi    : Baru
Rilis         : 2016


Daftar Isi Buku:

Diary Spiritual, Sebuah Pengantar ........................................... v
Daftar Isi ................................................................................. ix
Tersesat ...................................................................................1
Awal Ber-dzikir ........................................................................ 2
Gangguan Gaib ........................................................................ 3
Bertemu Dzikir Nafas ............................................................... 3
Berusaha Takwa ....................................................................... 5
Aku Jatuh Cinta ....................................................................... 6
Diberilah Ujian ......................................................................... 9
Bertemu Pak Cik Jamil Hussain di Singapura ............................ 13
Di Padepokan Patrap............................................................... 17
Keajaiban Masih Berlangsung .................................................. 18
Allah yang Ingin Bukti, Ataukah Manusia yang Ingin Bukti? ........22
Gemblengan Tauhid Melalui Patrap .......................................... 24
Sadar Allah Kunci Makrifat ...................................................... 26
Dzikir Nafas ............................................................................ 29
Belajar Dzikir Nafas ................................................................. 31
Tahap dalam Ber-Dzikir Nafas ................................................ .32
Nafas .................................................................................... .34
Tidur Nyenyak dengan Dzikir Nafas ......................................... 35
Sadar Allah ........................................................................... .37
Kesadaran Sempurna (Sadar Allah) ........................................ .39
Kesadaran Tertinggi (Melihat Allah) ........................................ .40
Allah Itu Disadari, Bukan Diingat ............................................ .43
ix

Tanda Orang yang Ber-Dzikir adalah Mendapat
Ketenangan Jiwa .................................................................... 44
Hakikat Dzikrullah .................................................................. 46
Rahasia di Balik Pasrah .......................................................... 47
Terpisahnya Jiwa dan Jasad .................................................... 48
Mengikuti Kehendak Allah ...................................................... 50
Prasangka Baik pada Allah ..................................................... 51
Berguru kepada Allah ............................................................. 53
Informasi dari Allah ................................................................55
Menjauh ................................................................................ 56
Niat Baik dengan Penuh Sadar Allah ....................................... 57
Cerita di Balik Foto................................................................. 58
Ego ....................................................................................... 59
Niat ....................................................................................... 60
Memberi untuk Menerima ....................................................... 62
Bersyukur .............................................................................. 63
Mendapatkan Ketenangan Jiwa dalam Kehidupan ..................... 64
Bingung ................................................................................. 66
Mensyukuri Nikmat Saat Ini .................................................... 67
Bertakwalah ........................................................................... 69
Pengalaman Sakaratul Maut .................................................... 70
Aplikasi Sadar Allah ............................................................... 71
Gelap dan Terang ................................................................... 72
Diamnya, Dzikrullah ................................................................ 74
Sholat .................................................................................... 76
Pelajaran dari Allah ................................................................. 78
Perintah Memberi ................................................................... 79
Dengan Sadar Allah, Terhindar dari Dosa ................................ 79
Sadar Allah Membuat Kita Menjadi Hamba yang Baik .............. 80
Seberapa Banyakkah Kita Bersama Allah Hari Ini? ................... 83
x

Sombong ............................................................................... 84
Sombong adalah Sifat Iblis ...................................................... 86
Lahir dan Batinmu Ber-Dzikir kepada Allah .............................. 88
Allah Mengajarkan untuk Memaafkan, Ketika Kita Disakiti ........ 90
Huu... Allah (Dialah Allah) ...................................................... 92
Masalah adalah Jembatan Menuju Kebahagiaan dan Hikmah...... 94
Tips Berguru dan Agar Mendapat Paham dari Allah ................. 95
Dengan Berserah Diri, Kita Akan Diilhamkan Allah ................... 98
Perjalanan Jiwa ...................................................................... 101
Perjalanan ............................................................................. 105
Alam Berkata-kata ................................................................ 106
Sensasi Sujud dalam Ber-Dzikir Nafas ................................... 108
Air ....................................................................................... 109
Keinginan ............................................................................. 111
Bayangan ............................................................................. 114
Dzikir Nafas Level 4 (Wilayah Fana) ...................................... 115
Berserah Diri ........................................................................ 117
Tulislah Apa-apa yang Diajarkan Alla...................................... 119
Belajar Bodoh ...................................................................... 120
Siapkah Kita Menjadi Alat atau Perantara Allah SWT? ........... 121
Hiduplah dalam Kesadaran (Sadar) ....................................... 123
Perbedaan Orang Bodoh dan Orang Pintar ............................ 126
Pasrah dan Syukur ............................................................... 128
Tips Agar Mendapat Paham dalam Belajar Ketuhanan ............ 128
Mengikuti Kehendak Allah .................................................... 131
Agar Disayang Makhluk dan Disayang Allah .......................... 132
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un .......................................... 135
Perintah Allah ...................................................................... 137
Adab Mendekat Kepada Allah .............................................. 138
xi

Biarlah Allah yang Menasihati ............................................... 140
Hamba Allah ....................................................................... 142
Gila Karena Allah ................................................................. 144
Curhatan Seorang Istri ......................................................... 145
Ber-Dzikir Nafas-lah Ketika Menghadapi Orang yang Marah... 147
Berserah Diri Pada Allah ...................................................... 147
Doa Ketika Ditimpa Masalah yang Terasa Berat .................... 148
Melihat Allah ....................................................................... 149
Leburnya Ego Itu Rupanya Gampang ................................... 151
Anakku Mengajarkanku Bersyukur ....................................... 152
Pengakuan ........................................................................... 155
Carilah Jalan ........................................................................ 156
Perubahanku ........................................................................ 157
Agar Anak Berbakti Pada Orangtua ....................................... 158
Memenuhi Perintah Allah ...................................................... 160
Ingat Mati ............................................................................ 162
Mode On (Aktif) .................................................................. 163
Allah Maha Bijaksana ........................................................... 164
Batu yang Berlumut .............................................................. 165
Makrifat yang Benar itu Tidak Menggunakan Ilmu ................. 167
Ikhlas Seorang Hamb............................................................ 168
Mengikuti Jejak Sang Guru.................................................... 169
Siapakah Aku? ..................................................................... 171
Ketika Allah Menjauh ............................................................ 174
Karunia atau Ujian? ............................................................... 176
Amalan Wali-wali Allah ......................................................... 177
Perintah Diam ....................................................................... 182
Takwaku Karena Allah .......................................................... 182
Diubah Allah ........................................................................ 183
xii

Sadar Allah .......................................................................... 185
Wisata Spiritual di Padepokan Patrap .................................... 187
Bergantung pada Allah .......................................................... 189
Kampung Sadar Allah ........................................................... 189
Kopi Darat Jemaah Dzikir Nafas Batam ................................. 190
Nafas Ibarat Tali Titian ......................................................... 191
Patuh pada Allah .................................................................. 192
Berdoa ................................................................................. 193
Penyelesaian Masalah ........................................................... 194
Agar Beruntung..................................................................... 195
Menuju pada Apa yang Dipinta ............................................. 196
Puisi Jiwa ............................................................................ 196
Bertanya............................................................................... 198
Takwamu Karena Siapa ........................................................ 198
Kesadaran Jiwa .................................................................... 200
Allah Itu Dekat ...................................................................... 200
Ikuti Perintah Allah ................................................................ 201
Prasangka Itu Sangat Berpengaruh ......................................... 204
Siap Tidakkah Diubah Allah? ................................................. 205
Carilah Jalan-Nya .................................................................. 206
Tingkatkan Kesadaran Jiwa ................................................... 206
Ilham ................................................................................... 208
Nasihat Diri .......................................................................... 208
Jangan Salah Mencintai ......................................................... 210
Ya Allah ............................................................................... 212
Cinta Itu Gila ........................................................................ 213
Agar Bertakwa ...................................................................... 214
Merasa Diri Ini ...................................................................... 216
Hanya Allah .......................................................................... 217
Galau ................................................................................... 218
xiii

Belajar sadar Allah di Grup Whatsapp ................................... 219
Sahabat Seperjalanan ............................................................ 221
Kematian .............................................................................. 222
Miskin atau Kaya .................................................................. 223
Penyelesaian Masalah Melalui QS Al-Baqarah: 186 ................. 224
Bukan Aku ........................................................................... 225
Nafsumu Berbicara ............................................................... 226
Jihad Zaman Sekarang ........................................................... 228
Berbakti................................................................................ 229
Sadar Allah Kunci Belajar Kepada Allah ................................. 230
Adat atau Agama .................................................................. 232
Ubahlah Kesadaran Kita ........................................................ 232
Takwa .................................................................................. 234
Murni Karena Allah ............................................................... 234
Sungguh Tak Kuasa .............................................................. 235
Penuhi Segala Perintah Allah ................................................. 235
Apa yang Dinilai Allah? ......................................................... 237
Ilham .................................................................................... 239
Biasa-biasa Saja .................................................................... 241
Berdakwah ........................................................................... 242
Jauh dan Dekat ..................................................................... 242
Nafas ................................................................................... 244
Diam .................................................................................... 245
Ikhlas dan Takwa .................................................................. 245
Mengenal Ilham .................................................................... 248
Berserah kepada Allah .......................................................... 249
Jiwa ..................................................................................... 250
Pasrah ................................................................................. 252
Tanyalah! ............................................................................. 253
Karunia atau Ujian ................................................................ 254
xiv

Sungguh-sungguh ................................................................. 255
Jangan Turuti Nafsu .............................................................. 255
Jangan Terjebak Ilmu ............................................................ 256
Karena Allah ......................................................................... 257
Berprasangka Baiklah ........................................................... 258
Hamba dan Allah .................................................................. 260
Alhamdulillah, Istriku Berubah ............................................... 262
Daya Allah ............................................................................ 263
Perjalanan ............................................................................. 263
Filosofi Kopi ........................................................................ 264
Allah Berbicara di Belakang Tabir .......................................... 265
Keinginan Itu Doa ................................................................. 267
Teruslah Berjalan .................................................................. 268
Orang Bodoh Lebih Baik Daripada Orang Pintar .................... 270
Wilayah Tenang .................................................................... 271
Sadar Allah Kunci Ilmu Allah ................................................ 272
Aku Hidup Setelah Aku Mati ................................................. 274
Sang Jiwa ............................................................................. 274
Sadari Tujuan Kita ................................................................. 275
Zero ..................................................................................... 277
Mati Sebelum Mati ................................................................ 278
Belajar dari Tulisan Sendiri .................................................... 279
Tanpa Nafas, Mati ................................................................. 280
Matahari ............................................................................... 280
Yang Terpilih ........................................................................ 281
Aku atau Dia......................................................................... 282
Jangan Suka Berdebat ........................................................... 283
Harus ada Kesungguhan ....................................................... 284
Dzikir Nafas (Sadar Allah)...................................................... 285
Ilmu Lelaku .......................................................................... 287
xv

Mengapa Huu... Allah? .......................................................... 288
Rasa Takut ........................................................................... 290
Diam .................................................................................... 291
Daya Nafas ........................................................................... 293
Sadar Allah ........................................................................... 294
Mendidik .............................................................................. 295
Mendengar ........................................................................... 296
Apalah Arti Perbedaan........................................................... 297
Zero ..................................................................................... 297
Mengenal Diri ....................................................................... 298
Nyata atau Mimpi ................................................................. 299
Hanya Tahu atau Paham ........................................................ 300
Hati yang Mati ...................................................................... 301
Mengenal Ego ...................................................................... 302
Letak Kalbu ......................................................................... 303
Setan Melalui Aliran Darah ..................................................... 304
Jadi Diri Sendiri .................................................................... 306
Kehendakku adalah Kehendak-Nya ........................................ 307
Sebut-sebut .......................................................................... 308
Hakikat Dzikir ....................................................................... 309
Letak Bahagia ........................................................................ 311
Perintah................................................................................. 312
Berserah dalam Sujud............................................................. 313
Penutup: Pesan Guru ............................................................. 314
Album Dzikir Nafas ............................................................... 317
Tentang Penulis ..................................................................... 321
xvi