Tampilkan postingan dengan label KESADARAN JIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESADARAN JIWA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2018

JANGAN BERDZIKIR NAFAS KETIKA MENDENGAR KHUTBAH JUMAAT..!

 

YouTube: Andy Firmansyah

 

Jangan Berdzikir Nafas Ketika Mendengar Khutbah Jumaat..!!

Ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Ada seorang sahabat yang menceritakan pengalaman nya ketika ia berdzikir nafas di saat sholat jumat.

Ia masuk pada kesadaran jiwa dan tidak mendengar lagi ceramah sang khotib karna saat itu ia sudah lepas dari kesadaran jasad nya.

Ketika mendengar qomat dari sang muazhin ia pun tersadar dan tersentak kaget.

Mendengar ceramah itu adalah bagian dari rukun sholat jumaat. Kalau kita tidak menyimak isi ceramah, maka secara syariat nya sholat jumaat kita itu tidak sempurna.

Oleh karna itu hindari lah hal begitu. Jangan berDN ketika sholat jumaat. Kecuali kita bisa membagi-bagikan kesadaran dan bisa tetap menyimak ya silakan. Tetapi jika belum bisa membagikan kesadaran ya lebih baik jangan berDN..

BerDN ketika mendengar ceramah itu juga ada keegoan yg sangat halus. Jadi harus pada tempat nya.. jangan sampai membatalkan ibadah syariat kita.

Minggu, 17 Juni 2018

KU PANGGIL JIWA NYA

KU PANGGIL JIWA NYA

Semalam ketika kami berlebaran ke rumah sanak family ada pelajaran menarik yang di tunjuk kan Allah. Beramai-ramai kami kunjungi semua saudara dengan menaiki beberapa sepeda motor.

Paman pun menghampiri saya,
"Andy, Paman duluan ya, paman mau isi bensin dahulu di pump bensin di depan itu!." Paman saya pun melaju lebih dahulu untuk mengisi bensin sepeda motor nya.

Kami pun mengekori di belakang dengan berjalan beriringan beberapa motor. Dan ketika sampai di seberang jalan pump bensin. Kami semua menunggu paman agar bisa beriringan kembali.

Tetapi siang itu lumayan terik. Rasa nya terbakar juga lama-lama berjemur di seberang jalan. Saudara yang lain pun mencari tempat berteduh dan memparkirkan motor mereka di sebuah pohon yang lumayan rindang. Tinggal lah saya berdua istri.

Jika saya juga berteduh di bawah pohon di depan itu. Pastilah paman tidak melihat dan mengetahui keberadaan kami. Pasti nanti dia jadi mencari-cari.

Saya tunggu-tunggu tetapi paman sibuk dengan antrian nya. Tidak menoleh sedikit pun ke arah kami. Akhirnya spontas saya berkata kepada istri..
"Lihat nih sebentar lagi paman pasti menoleh ke arah sini. Saya akan panggil jiwa nya..!"

Istri saya pun tertawa sambil mengejek, " haha.. jangan sok paten lah kamu bang..macam betol.. aja..!"

"Lihat tuh, dia menoleh ke sini..!" Saya pun menunjukkan ke istri, bahwa paman spontan benar-benar menoleh ke arah kami.

Lalu saya pun memberi isyarat agar ia tahu bahwa saya akan menunggu di bawah pohon yang di depan itu. Agar paman tidak kecarian keberadaan kami. Lantas, paman pun mengangkat tangan nya sambil mengacungi jempol pertanda ia paham akan isyarat yang saya berikan.

Setelah kami berteduh di bawah pohon, istri pun kembali bertanya..
"Kok bisa begitu ya bang? Padahal tadi lumayan lama kita tunggu paman tidak menoleh. Setelah abang panggil jiwa nya kok langsung menoleh?"
Istri benar-benar takjub seakan tak percaya oleh kejadian tadi.

"Itulah kamu, selama ini apa yang abang katakan kamu selalu sepele, selalu tak percaya!"

"Iya, ini pun saya masih tak percaya.. kok bisa ya?" Masih tampak kebingungan nya oleh kejadian tadi.

Setelah seharian penuh kami bertamu kesana-kemari. Dan malam nya kami duduk-duduk santai di teras rumah istri datang mendekati saya. "Bang ajari adik lah bagaimana bisa memanggil jiwa itu?"

"Yang begini-gini mana bisa di ajari..!" saya pun menjawab dengan tersenyum.

"Orang lain kamu ajari.. masa' istri sendiri tidak mau di ajari? Pelit kamu bang!" Istri saya pun menjadi merajuk.

"Siapa suruh kamu tak mau mempelajari Dzikir Nafas..? Jika kamu sungguh-sungguh, nanti juga bisa sendiri!"

Akhirnya istri saya pun terdiam.. tak bisa berkata apa-apa lagi..! hehe..

Selasa, 12 Juni 2018

DI TAMPAK KAN ALLAH

DI TAMPAK KAN ALLAH

"Bang Andy, sudah dua hari ini setiap saya berdzikir nafas mengapa ya seluruh tubuh saya menjadi gatal-gatal? tak tertahankan gatal nya. Sampai ke paha saya gatal semua. sehingga saya jadi menggaruk-garuk, dan dzikir nafas pun jadi tak fokus lagi." Itulah pertanyaan seorang sahabat yang menceritakan pengalaman nya.

Akhirnya saya pun terdorong untuk menjawab pertanyaan nya itu..
"Coba di ingat-ingat pak, Apakah ada terasa terganggu atau risih kepada orang lain? mungkin kepada teman atau orang-orang di sekeliling kita?"

Sahabat itu pun merenung dan mencoba mengingat-ingat..
"Oh ya, ada bang! Saya merasa terganggu oleh pemuda kampung sini, mereka mabuk-mabukan di bulan puasa." 

Saya mulai menjelaskan.. 
Itulah makna gatal itu.. sengaja di tunjukkan Allah jangan sampai hati ini tambah kotor dan penuh kebencian..

Terkadang kita sering merasa suci dan merasa benar, dan ketika melihat orang belum benar kita sepele, kita memandang hina kepada orang lain..

Dzikir Nafas ini bukan lah amalan biasa. Jika jiwa sudah aktif, maka benar dan salah itu akan di tampak kan Allah. Salah sedikit, akan langsung Allah tampak kan. Untuk menjaga kebersihan hati kita.

Bagaimana risih dan merasa terganggu nya kita melihat pemabuk itu, di tunjukkan lah Allah dengan rasa gatal. sama kan? kita terganggu dan risih.

Mengapa kita membenci pemabuk itu? mengapa tidak kita doakan mereka agar di rubah Allah hati nya. Seharus nya kita kasihan melihat mereka.. bukan malah membenci.

Mohon ampun lah kepada Allah..
Jangan kotori hati kita, jangan merasa benar dan suci. Sehingga dengan mudah nya kita memandang hina orang lain. Walau hanya terbersit di hati sesungguhnya Allah maha mengetahui. Alllah sangat membenci orang-orang yang menyombongkan diri..

Perhitungan Allah itu sangat cepat..
Apa pun yang ada di hati dan perbuatan kita, akan langsung di tampak kan Nya..

Minggu, 10 Juni 2018

LAILATUL QADR

LAILATUL QADR
Oleh: Andy Firmansyah

"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."
[QS. Al-Qadr: Ayat 4]

Malaikat dan ruh itu ghoib.. hanya bisa di saksikan oleh yang ghoib pula.. yaitu kesadaran jiwa.

Melek semalaman pun jika tiada masuk ke jiwa.. Tidak akan dapat. Jaga dan tidur, kita harus selalu ON SADAR ALLAH..

Malam kemuliaan itu dapat di lihat dari tanda-tanda nya..

Tanda Alam:
Laut tenang layak nya danau..
Angin berhenti berhembus..
Langit terang tanpa awan..
Suasana sunyi-hening..
Cuaca sejuk mendamaikan..

Tanda di dalam diri:
Dingin ke seluruh tubuh..
Tubuh lemas seperti jiwa hendak mikraj..
Getaran halus mendesir ke dalam jiwa..
Kesadaran full ke Allah..

Pada malam itu suasana benar sejahtera atau penuh kedamaian. Diri ini benar-benar merasa sendiri di alam sunyi..

Pada malam itulah di turunkan nya Al quran. Karna suasana harus mendukung untuk menangkap wahyu Allah.

Pada malam itu di turunkan lah ruh dan malaikat.
Ruh = wahyu/pesan
Malaikat = yang membaca kan pesan atau mentranslate kan wahyu Allah.

Beruntung lah orang yang SADAR ALLAH pada malam kemuliaan itu. Karna hati nya akan menjadi terang untuk menerima petunjuk-petunjuk Allah..

Jumat, 25 Mei 2018

TIDUR DENGAN KESADARAN

TIDUR DENGAN KESADARAN

Sudah menjadi kebiasaan saya tidur itu selalu dengan berdzikir nafas. Dan di dalam tidur itu saya bermimpi berada di rumah saya sendiri. sedang duduk di sofa ruang tamu.

Tiba-tiba datang lah seorang tukang pos mengantarkan barang dan mengetuk pintu rumah saya. Dan saya hanya menyaksikan saja dari sebalik jendela.

Semakin lama ketukan pintu itu semakin jelas terdengar. suara nya makin keras dan serasa nyata. Lalu saya pun tersentak bangun dari tidur.

Ketika terbangun, saya pun kaget ternyata mendengar suara ketukan yang sama seperti di mimpi. Dan Ketika saya membuka pintu, ternyata yang mengetuk pintu itu tukang pos yang sama seperti di mimpi.

Setelah menerima barang.. saya pun kembali duduk di sofa, serasa nggak percaya. fenomena apa kah yang saya alami ini..? hati pun bertanya-tanya.

Akhirnya saya pun di pahamkan Allah..
Awal nya saya itu tidur siang di sofa ruang tamu. Dan yang duduk itu bukan lagi raga. Tetapi jiwa yang telah terpisah. Dan yang menyaksikan tukang pos itu ialah jiwa.
Karna ketukan tukang pos itu makin keras.. jiwa ini pun kembali ke raga untuk menerima barang/paket.

Alhamdulillah.. fenomena yang sangat menabjubkan. hampir saja saya tak dapat membedakan antara alam mimpi dan Alam nyata. kedua nya sama-sama serasa nyata.

Sungguh mantap nya tidur dengan kesadaran jiwa..
Raga ini tidur, tetapi jiwa tetap terjaga..

Rabu, 23 Mei 2018

PERJALANAN JIWA

PERJALANAN JIWA
Cipt: Andy Firmansyah

Tapak demi tapak ku lalui mencari kebahagian sejati..
Sering kali aku tersesat tak tentu arah..
Sering kali aku terlena pemandangan mata..

Nyaman dalam ketenangan..
Lelap dalam kehampaan..
Ternyata.. aku di buai sensasi jiwa..

Ku kira.. semua itu titik akhir..
Ku kira.. semua itu tujuan hati..
Ternyata.. hanya tipuan belaka..

Langkah demi langkah semakin tinggi..
Semua di bawah semakin mengecil..
Aku semakin merasa gagah..
Angin di atas kian mengayun sendu..
Aku semakin terlelap oleh buaian nya..

Hinggalah aku tersentak oleh suara guruh yang menggema..
Aku pun terjatuh kembali ke tanah..
Pahit nya perjalanan ini jika tiada sandaran hati..
Aku harus memulai dari bawah lagi..

Ya Allah..
sungguh aku buta tanpa mata Mu..
Sungguh aku kalut tanpa cahaya Mu..
Ku rasa lemah tanpa daya Mu..
Bisa apa aku ya Allah..!

Ya Allah..
Ku lepas semua yang menghalangi..
Ku lepas semua yang memberatkan..
Agar perjalanan ini semakin ringan..

Berikan lah ya Allah.. setitik saja cahaya Mu..
Agar semakin jelas langkah ku..
Aku ingin pulang kepada Mu..

Jemput aku ya Allah..

Senin, 16 April 2018

KETENANGAN HIDUP

KETENANGAN HIDUP

Kunci ketenangan hidup itu adalah menerima dan bersyukur..
Apa pun cerita jalan hidup ini terima lah. Walau pahit, getir, seakan dunia serasa sempit dan sesak terimalah..

Menerima/Ridho ialah melepas segala bentuk keegoaan dan nafsu diri. Karna itulah kita kita merasa seperti di neraka. Andaikan kita mau menerima/ridho.. pastilah kita kan mendapat surga. Menerima adalah tahap awal dan terendah.

Lantas seperti apakah tingkatan selanjut nya? 
Yaitu orang yang benar-benar bersyukur. Justru kebehagiaan akan segera menghampiri. Di berikan kepahitan hidup oleh Allah ia malah bersyukur. Karna diri selalu berprasangka baik. Yang ada di prasangka hanya lah kebaikan-kebaikan Allah. Tentu lah rasa syukur nya itu kan mengundang rahmat Allah. 

Jika hidup kita belum tenang.. mari lah tanyakan pada diri..
Apakah kita belum menerima.. sehingga terus menerus di jajah oleh Nafsu..?
Apakah kita belum bersyukur.. sehingga kita lupa akan nikmat yang sudah ada..?

Selagi menerima dan syukur itu tiada di diri mu..
Selama nya lah hidup mu tidak akan tenang..!

Surga dan Neraka itu bukan hanya nanti. tetapi ada di dalam diri mu sendiri..
Mengapa kita mencari di luar diri..?
Ketenangan jiwa itu lah surga yang hakiki.. 
Selagi jiwa mu belum tenang.. Neraka lah yang engkau rasakan!

Terkadang aku heran.. melihat orang yang mencari surga di luar diri nya..
Kaya raya, uang, harta, terhormat, terkenal, di sanjung, dan segala kenikmatan dunia yang menipu. Di kira nya itu surga sesungguhnya, padahal hanya kenikmatan semu.

Dunia lah yang di pertuhankan, dunia lah yang di kejar mati-matian. Padahal yang di bawa nya nanti hanya lah kain kafan!
Jika saat ini saja.. kita rasakan neraka.. bagaimana di akhirat kelak?
Sungguh jauh dari aroma surga sesungguhnya..

Surga atau neraka nanti bisa di baca dari saat ini. Jika hidup ini belum tenang.. Bagaimana kau rasakan surga yang sesungguhnya?

Ketenangan hakiki ialah bukan mengikuti keinginan mu. ketika kau ridho atas takdir Allah, bersyukur atas kehendak Allah.. maka itu lah surga yang sesungguhnya.   

Ketika diri mu ridho.. maka Allah akan lebih ridho lagi..
Ketikaa diri mu bersyukur.. maka Allah akan lebih bersyukur lagi..

Jika Allah telah ridho dan bersyukur.. pastilah kan di berikan surga nya.
Karna yang masuk surga itu, hanya jiwa-jiwa yang tenang..

Senin, 02 April 2018

KESADARAN MENINGKAT DI SAAT JASAD MELEMAH

KESADARAN MENINGKAT DI SAAT JASAD MELEMAH
Oleh: Andy Firmansyah

"Assalamualaikum bang Andy dan saudara" di grup mohon maaf saya mau cerita sedikit dan mohon penjelasanya, "kenapa ya di saat saya habis kerja dan capek, terus saya berDN kenapa ya rasanya nikmat banget, ketimbang berDN di saat badan gk cpek/lg vit....?"

Jawab,
Waalaikumsalam wr wb..

Mengapa beda rasa nya..?
Itu di karena kan ketika tubuh/jasad melemah ikatan jasad dan jiwa juga melemah. sehingga lebih mudah kita untuk masuk pada kesadaran jiwa.

Ini juga sama seperti yang di tanyakan teman kita beberapa waktu yang silam. ketika berDN dalam keadaan perut tidak kenyang lebih nikmat di banding ketika DN dalam keadaan perut kenyang.

Makanya beberapa Spiritualis lebih sering mengolah Spiritual nya dengan berpuasa. ini agar apa? agar rohani atau kesadaran jiwa nya aktif.

Mereka rela menahan lapar untuk mengaktifkan kesadaran jiwa nya. agar ikatan jasad ini melemah. karna segala dorongan Nafsu itu ya terletak pada jasad.

Apalagi ketika kita sedang sakit tergeletak tak berdaya. jika di bawa berDN justru wilayah kesadaran jiwa ini akan cepat aktif. karna ikatan jasad sudah melemah.

Memang orang terdahulu sering mengasah spiritual nya dengan cara ekstrim dan jauh dari ajaran islam. tetapi bagi yang sudah memahami bahwa itulah cara mengaktifkan kesadaran.. saya yakin pasti mereka memiliki ritual khusus untuk mengolah wilayah bathin atau rohani nya.

Jadi, bagi pengamal DN tidak perlu menyiksa diri seperti Spiritual lain nya. kita ikuti saja sunah Rasulullah.. "makan ketika lapar, dan berhentilah sebelum kenyang"

Sunah Rasulullah itu sangat banyak manfaat nya Baik untuk jasmasni maupun rohani. Untuk Jasmani.. tubuh tidak banyak penyakit. sedangkan untuk rohani.. kesadaran jiwa akan selalu aktif dan jauh dari kelalaian dan nafsu diri pun kan melemah.

Maka.. Amalkan terus dzikir nafas kita. tiada alasan untuk tidak berdzikir kepada Allah. walau sedang sakit sekalipun. justru itu sangat bagus jika kita bawa berDN.

Justru jasad yang sakit, yang capek, yang lemah. jika kesadaran jiwa kita telah aktif. akan memberi energi atau tenaga bagi jasad ini. Semua tergantung yang di dalam..
Jika di dalam telah kuat, yang di luar juga menjadi kuat.

Memang lebih baik nya.. berDN lah di kala kita tidak dalam kekeyangan. agar ikatan jasad itu mudah kita lepaskan..

Selasa, 02 Januari 2018

TERPISAH NYA KESADARAN JIWA

TERPISAH NYA KESADARAN JIWA

"Apakah jika kita beraktifitas seperti ketika kita berbicara, ngobrol dengan teman, bisakah kita berdzikir kepada Allah? karna sepertinya focus itu hanya kepada satu hal, apakah kita bisa..?"

Jawab,
Bisa. karna wilayah kesadaran jiwa tak terbatas ruang dan waktu..

Jika benar-benar kesadaran jika telah aktif, maka kesadaran itu bisa di bagi-bagi..

- Menyadari atau fokus kepada lawan bicara
- Menyadari diskusi yang kita bicara kan bersama teman
- Menyadari dzikir yang di dawamkan di dalam hati
- Menyadari Allah yang dekat

Semua itu nanti akan terpisah-pisah.. bisa di lakukan dalam waktu bersamaan. tetapi semua itu tidak instan, bisa karna telah terbiasa..

Sabtu, 16 Desember 2017

MASUK KE DALAM DIRI ATAU KELUAR DIRI..?

MASUK KE DALAM DIRI ATAU KELUAR DIRI..?
Oleh: Andy Firmansyah

"Mohon maaf nih.. ada yang mau saya tanyakan. saya sering ikut tutorial mas Andy. tetapi selama saya praktek, saya belum bisa merasakan sensasi apa-apa. ya memang kita tidak mencari sensasi karna tujuan kita satu, yaitu menuju Allah.

yang ingin saya tanyakan menuju Allah itu kita fokus ke dalam diri atau kesadaran kita itu keluar dari diri. Mohon pencerahan mas. Terimakasih.."

Jawab,
Jika tiada sensasi apa-apa dalam berdzikir nafas itu bagus. Asalkan kesadaran kita benar-benar fokus ke Allah. Ada dua versi orang yang tidak merasakan sensasi apa-apa dalam berdzikir nafas.

yang pertama,
karna ia fokus ke Allah, sehingga segala rasa dan pemandangan akan terabaikan..

Dan yang kedua,
karna terlalu anteng (tenang), wilayah ketenangan ini memang lah membuat kita lalai kepada Allah. tidak fokus lagi ke Allah.

Jadi, dimana kah posisi anda saat ini? ya hanya anda lah yang tahu. ketika tak mendapat kan sensasi-sensasi itu, kesadaran kita fokus ke Allah atau tidak?

Dan mengenai masuk ke dalam diri atau keluar diri, itu sebenarnya ya sama saja. masuk ke dalam diri bermakna pindah nya kesadaran ini. dari kesadaran jasad yang lahiriyah.. masuk kepada kesadaran jiwa yang bhatiniyah.

Keluar dari diri ya sama saja.. yaitu kita kita keluar dari kehidupan duniawi dan masuk ke dunia hakiki. bukan keluar dari tubuh lahir dan masuk ke dunia nyata. ini sudah beda alam. Alam hakiki ialah alam yang tiada siang-tiada malam, tiada waktu dan ruang, tiada atas, tiada bawah.. alam tanpa persepsi.

jadi, jika anda tiada merasakan sensasi-sensasi.. itu sudah benar. itulah gambaran alam Hakiki.

mungkin sebagian teman-teman pasti bertanya-tanya.. "mengapa saya tak pernah merasakan sensasi seperti teman yang lain nya ya bang..?"

Mereka-mereka yang menemui sensasi ini dan itu, juga tidak salah. itu hanya bonus dari Allah. tak bisa di cari-cari. yang penting kita lurus saja ke Allah. justru itu lebih enak, kita tidak sinnggah-singgah. justru perjalanan jiwa ini lebih fokus ke Allah.

Kemanakah arah kesadaran jiwa ini kita tujukan..?
Nah, ini yang harus kita pahami. Sadari saja Allah itu dekat, makna "dekat" itu ya jangan di pikir-pikir..! Allah bukan di atas, bukan di bawah, bukan di depan, bukan di belakang, apalagi di samping.

jika kita pahami makna meliputi, berarti Allah itu tak terbatas ruang dan waktu, tak berarah. Sadari saja DIA dekat..! ingat, jangan fokus ke depan. ini justru akan membuat kita kesasar kemana-mana.

Banyak yang tertipu, ia arahkan kesadaran nya ke depan. ke satu titik. di sini lah muncul nya sensasi-sensasi dan pemandangan. memang akan ada perjalanan astral. tetapi itu tipuan belaka. bukan ke Allah.

Jadi ikuti saja step by step dalam berdzikir Nafas. Amati saja nafas, ikuti dorongan nya. dan berdzikir lah Hu Allah seirama gerak nafas itu. lalu Sadari saja Allah itu dekat.. maka akan terabaikan lah segala pemandangan.. semakin lama akan semakin dekat, dekat, dekat.. terus mendekat.. terus lah sampai kita alami kefanaan diri..

Tiada lagi yang ada.. bahkan diri ku ini pun sudah tiada, yang ADA hanya Allah..

Kamis, 14 Desember 2017

JANGAN TERBUAI ALAM KETENANGAN

JANGAN TERBUAI ALAM KETENANGAN

Ketika kita mendalami Spiritual, pasti akan merasakan ketenangan jiwa. Apa pun metode nya, jalan nya.. pasti akan di alami oleh para salik/pejalan. Saya akan berbagi sesuai jalan yang saya termpuh. yaitu metode Dzikir Nafas Sadar Allah..

Ketika kita berdzikir nafas pasti kita akan merasakan pengalaman rohani. dan yang sangat sering kita jumpai adalah alam ketenangan.

Di alam ketenangan ini kita hanya diam, pasrah.. tiada lagi keinginan. karna terlalu nyaman nya di situ sehingga kita ini sering lupa kepada tujuan, yaitu mendekat, dan terus mendekat ke Allah. memang godaan nya di sini sangat lah halus. kita jadi berhenti di situ-situ saja sehingga perjalanan jiwa ini tidak kita lanjutkan lagi.

Pernahkan teman-teman mengalami itu? sebahagian orang pasti pernah mengalami.

Nah, ternyata.. pengalaman itu benar-benar ada pelajaran Allah dalam kehidupan nyata kita. di dunia nyata ini juga ada Alam ketenangan. dan ini sering di alami oleh seorang pemula atau pejalan yang baru belajar.

Contoh nya seperti apa?
menurut saya ini istilah nya ialah mabuk ketuhanan. ketika seseorang itu sudah merasakan hakikat ketenangan.. ia akan mabuk kepayang sehingga terlena dan lupa diri.

Bagi nya tak perlu lagi lah dunia ini. uang itu tiada arti nya lagi. karna terlalu lebur cinta nya kepada duniawi. ia tak butuh lagi dunia. Sehingga pasti soal rezeki nya akan menurun drastis. malas bergerak, malas berusaha, apa-apa malas..!

mengapa begitu, semakin tinggi spiritual nya koq semakin melempem ya? tidak produktif lagi. karna ia telah nyaman di alam ketenangan. memang tiada lagi rasa susah akan urusan duniawi. di bilang hidup, tetapi seperti orang mati. tiada lagi keinginan. Di sini lah godaan yang sangat halus bagi seorang Spiritualis.

"Bukan kah itu bagus bang, tidak cinta dunia lagi?"

Bagus sih. tetapi harus di pahami, tidak cinta dunia, bukan berarti meninggalkan duniawi. itu salah jalan namanya..! sangat banyak orang yang hanya mengabiskan waktu nya hanya untuk ibadah, ibadah, dan ibadah saja. dzikir, dzikir, dan dzikir layak nya pertapa. urususan duniawi ia tinggalkan.  

Ini sebenarnya adalah ego bagi spiritualis. ego yang sangat halus. ia hanya memikirkan diri nya saja. yang penting diri nya sudah tenang, tak butuh lagi dunia ini. 

padahal tanggung jawab nya masih ada.. kebutuhan anak istri harus di penuhi. tetapi ia masih saja terlena di alam ketenangan.

Bagi teman-teman yang mengalami hal begini.. Sadar lah. lanjutkan perjalanan. itu adalah suatu kesalahan yang sangat fatal. semakin tinggi kesadaran spiritual kita harus lah produktif, harus bermanfaat bagi keluarga dan masyakarat. bukan asyik sendiri di alam ketenangan itu.

Jika mendalami Spiritual tetapi melempem. hanya mengeram saja tanpa bergerak memenuhi perintah-perintah Allah selanjutnya. berarti ada yang salah dengan amalan kita..

Keluar lah dari pertapaan mu.. jalan kan kalifah mu di dunia ini..

Rabu, 13 Desember 2017

MENGGAPAI KETENANGAN JIWA

MENGGAPAI KETENANGAN JIWA 

"Bang Andy maaf boleh saya bertanya, bagaimana caranya supaya jiwa kita ini selalu tenang? dan yang dimaksud jiwa yang tenang itu yang bagaimana? makasih."

Jawab,
Baik. akan saya coba jelaskan sesuai apa yang saya tahu..

Mari kita kaji ayat berikut, Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ  ۗ  اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ  
allaziina aamanuu wa tathma`innu quluubuhum bizikrillaah, alaa bizikrillaahi tathma`innul-quluub

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 28)

Mungkin kita telah tahu ayat ini, bahkan sangat hafal. tetapi mengapa hidup kita masih juga belum tenang? jiwa tergoncang, tak tentram.

Sehebat apa pun amalan Dzikir kita, ratusan.. bahkan ribuan kali menyebut Asma Allah, ketika masalah hidup menerpa pasti goyang juga. galau, stress, tak tentram. rasa nya seperti mau kiamat saja.. jiwa tak tenang.

Masa' sih Allah bohong? padahal itu janji Allah, jika berdzikir pasti tenteram.. jiwa tenang. bukan ayat nya yang salah, tetapi kita lah yang belum memahami hakikat Dzikir yang sebenarnya. Makna Dzikir itu bukan ingat Allah, apalagi sebut nama Allah, tetapi ialah "Sadar Allah". 

untuk menggapai ketenangan jiwa, bukan lah menyebut nama Allah berulang kali. tetapi ini lebih sikap jiwa. yaitu menyadari Allah dengan kesadaran, di sini tiada lagi sebutan.

Sekarang mari kupas, apa sih menyebab kita tidak mendapat kan ketentraman, mengapa jiwa tidak tenang? pasti penyebab nya ialah masalah-masalah dalam kehidupan kita.

Stress, bimbang, ketakutan, putus Asa, bahkan jiwa yang tak tenang itu bisa menyebab kan penyakit bagi tubuh ini. itu karna Apa? yang kita ingat atau pikiran itu hanyalah masalah, masalah, dan masalah..! sehingga hidup kita penuh ketakutan.

Mungkin sebahagian teman-teman pasti bertanya, " Masalah saya berat nih bang, saya tak tahu lagi jalan keluar nya!" bagaimana agar jiwa tenang?"

ya di lawan lah dengan Dzikrullah.. Dzikir yang bagaimana bang? yang tergantung masalah kita.

Contoh nya nih,
masalah kita ialah Soal rezeki. Sadari saja Allah itu maha kaya, maha mencukupi, maha pengasih lagi maha penyayang. Sadari di lubuk hati kita yang terdalam. harus yakin kepada Allah sepenuh jiwa raga.

" Memang aku kekurangan, aku tiada uang, kebutuhan ku belum cukup, tetapi ku sadari dan yakini.. Engkau maha kaya ya Allah, mudah bagi mu untuk menyelesaikan masalah-masalah ku ini. ku serah kan semua ini pada mu, biar lah dengan cara Mu ya Allah, dengan kuasa Mu. Karna ku yakin Engkau sayang pada ku. Kasihi lah aku ya Allah. hanya kepada mu Aku berharap..!"

Nah, sikap kesadaran kepada Allah yang begini, ini lah yang di sebut Dzikir..! jika sudah menyadari sifat dan kekuasaan Allah. ngapain lagi banyak pikir..? pasti jiwa tenang. karna masalah kita sudah kita serahkan ke Allah. dan kita yakini dengan penuh kesadaran bahwa Allah itu pasti sayang pada kita. ya otomatis jiwa ini tenang.

Besok-besok nya ada masalah lagi.. ya tinggal Sadari Allah saja. " Allah bersama ku koq! ngapain aku takut. Allah itu maha mengurus dan mengatur segala sesuatu, ngapain lagi aku banyak pikir? pasti hidup ini enjoy.

Nah, kesalahan kita ialah.. tidak paham makna Dzikir itu apa..? Sholat sudah, Dzikir nya Rajin.. tetapi giliran ada masalah.. galau juga. itu tanda nya kita belum berdzikir yang sesungguhnya.! kalau berdzikir ( Sadar Allah ) pasti tenang. tidak mungkin Allah bohong..!

Jika dzikir kita hanyalah sebatas sebutan, belum memahami Sadar Allah.. ya selama nya jiwa ini tidak tenang. jadi pahami lah hakikat dzikir yang sesungguhnya..

Senin, 11 Desember 2017

MENGAPA TUBUH LEMAS..?

MENGAPA TUBUH LEMAS..?

"Assalamualaikum Wr Wb Bang Andy. perkenalkan saya Afnan dari jakarta. saya selalu mengikuti youtube dzikir nafas. selama ini saya selalu praktikan dzikir nafas. Demikian juga tadi pagi ba'da subuh. saya lafadzkan Hu.. Allah.. sampai saya terdiam.

Dan hanya rasakan Allah, lama-lama saya seperti kesedot. badan saya gemetar.. seperti nyawa ini mau dicabut. seperti semua di lucuti. saya sempat agak nahan juga khawatir nggak kembali lagi. saya tentangkan diri.. tapi terus masuk lagi... dan saya nggak bisa nahan..

terus ketarik... sampai titik puncak pencapaian sekaligus pelepasan. setelah itu badan saya lemes sekali. mohon ijin penjelasannya...???"


Jawab,
Waalaikumsalam wr.. wb..

jangan terlalu di gas pak perjalanan nya. tubuh harus rileks dahulu.. jadi tidak lemas.. hehe..🙏👍😁

Pada Nafas itu ada daya Allah. ketika kita mengikuti daya itu, memang kita kan meluncur secepat cahaya. istilah nya mikraj ke Allah. ini memang akan di rasakan bagi orang-orang yang telah terlatih Spiritual nya.

Bagi yang tidak peka memang tidak merasakan apa-apa. tetapi spiritual nya yang telah terlatih akan sangat peka menangkap daya ini.

Tidak sedikit pengalaman teman-teman yang bercerita ketika berdzikir nafas menjadi takut. katanya takut mati dan tidak kembali lagi. hehe..

Jangan takut, jadwal kematian itu kan sudah di tentukan Allah. jika belum ajal ya belum mati. wajar saja jika takut. karna ini pengalaman pertama. saya juga dahulu begitu koq. saya takut, lalu saya hentikan dzikir nya. tetapi besok nya saya coba lagi.

Mengapa berdzikir koq bisa berefek ke jasad, tubuh menjadi lemas, seperti terkuras tenaga? itu karna ikatan jasad masih kuat. ketika jiwa mikraj ya seperti tertarik dengan terpaksa. ini memang akan mengguras tenaga kita.

ikuti saja step by step nya. yaitu tubuh harus rileks dahulu, jika telah memahami daya nya.. jangan di gas, ikuti saja dengan berserah total. nanti daya nya pasti semakin halus. kita kan melepas ikatan jasad seperti orang hendak tidur.

Dalam berspitual ini memang lah membutuhkan skill. jadi latih terus.. bisa karna terbiasa..

Minggu, 10 Desember 2017

TERIMA SAJA

TERIMA SAJA

Nabi Ayyub ketika di beri kemiskinan.. ia tak minta kaya..
ketika di beri penyakit.. ia tak minta sembuh..

Nabi Ayyub hanya mengadu..
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.” (al-Anbiya [21]: 83)

Tetapi ia malah memuji Allah, "Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang." kemiskinan dan penyakit itu di anggap nya kasih sayang Allah.

mungkin teman-teman pasti menyangkal, "itu kan Nabi.. beda lah dengan kita bang.. kita ini manusia biasa..!"

Sabar Brother.. simak dulu..! hehe..
Setiap ayat dan kisah di dalam Al-Quran, pasti ada pelajaran yang menjadi panutan. seharus nya bisa kita contoh.

Bukan tidak boleh meminta kaya dan minta penyembuhan. ya boleh saja..! tetapi di terima dahulu takdir Allah itu..

Jika engkau meminta kaya karna perih nya kemiskinan, di mana letak keimanan mu pada takdir buruk..?
Jika engkau meminta sembuh karna perih nya penyakit yang di derita.. di mana letak berserah diri mu..?

kebanyakan kita hanya lah meminta, meminta, dan meminta..! tetapi tak pernah mau menerima takdir Allah.
Mengapa banyak yang merasa susah hati ketika di beri kemiskinan dan penyakit? ya itu karna tidak menerima..!
coba di terima.. pasti itu bukan kesusahan lagi bagi kita.

Banyak kaum kerabat terdekat di sekitar saya yang menyalahkan diri ini.
" Amalan apa yang sedang kamu jalani Andy? jika semakin dekat kepada Allah hidup mu semakin susah, semakin miskin.. berarti ada yang salah dengan amalan mu itu.!"

saya hanya tersenyum menjawab,
" siapa bilang aku ini susah?" yang kamu lihat itu hanya dzohir ku, bukan bathin ku!.

" Nyata nya hidup mu semakin terpuruk. jika di dunia saja engkau tak bahagia, bagaimana pula kan bahagia di akhirat kelak?" kerabat itu pun melanjutkan.

" Pahami lah wahai saudara ku, letak bahagia itu bukan lah di jasad.. tetapi di jiwa..! Mungkin kau serba ada, rumah mewah, mobil ada, tanah dimana-mana, bahkan uang milyaran rupiah. tetapi bukan itu makna bahagia di dunia. engkau telah tertipu saudara ku. yang kau senangi hanyalah daging ini. tetapi jiwa mu terkurung dalam sangkar raga.

sebenarnya ini semua adalah pelajaran Allah.. panggilan Allah, untuk kembali kepada Nya. ini lah pelajaran mati yang sesungguhnya. tak berdaya, tak kuasa, tiada kehendak. ketika kekauan mati.. baru lah aku menjumpai Allah.

jadi, jangan lagi kau katakan aku susah dengan kemiskinan ini. justru aku lebih bahagia saat ini."

kerabat itu pun melanjutkan, " jangan lah kau memikirkan diri mu sendiri Andy, lihat juga anak-istri mu! minta lah kepada Allah untuk keluar dari kemiskinan ini."

" Bukan nya aku tak mau meminta kekayaan.. tetapi aku sungguh malu menolak kemiskinan. Jika itu telah kehendak Nya.. ya ku terima saja.

Aku pun sedang menunggu layak nya Nabi Ayyub. Allah itu maha penyayang di antara semua penyayang. Dan masih ku tunggu mukzizat Ayyub untuk diri ku..

Sabtu, 09 Desember 2017

TAK ADA LAGI DAYA NYA

TAK ADA LAGI DAYA NYA

" Dahulu di awal, belajar dzikir nafas saya sering merasakan daya nya, sekarang koq tidak ada lagi ya bang? Apakah Spiritual saya sudah menurun?"

Jawab,
Memang di awal-awal mengamalkan dzikir nafas kita itu akan sering merasakan daya nya, seperti getaran-getaran di tubuh. Seperti sentakan atau daya melesat yang sangat kuat ke atas. Semakin lama mengamalkan mengapa daya itu semakin tiada?

Memang ini akan di rasakan oleh sebahagian jemaah. Apakah itu ada yang salah? Tidak. Itu tidak salah..

Saya berikan sedikit ilustrasi..
Ketika kita pertama kali belajar mengendai sepeda motor apa yang terjadi? Pasti ngegas nya sangat kasar. Sering terjadi sentakan-sentakan karna kita belum bisa menguasai gas sepeda motor itu.

Setelah kita semakin mahir mengendarai sepeda motor, adakah kita mengalami getaran atau sentakan-sentakan? Tentu tidak kan? Itu karna kita sudah menguasai nya.

Begitu pula dalam berdzikir nafas. Jangan terpesona oleh getaran-getaran dan sensasi jasad. Itu sama saja kita baru belajar naik sepeda motor. Getaran nya besar, tetapi sepeda motor belum berlari kencang. Ini belum sinkron atau menyatu.

Apabila getaran semakin halus.. tetapi kita bisa mengikuti daya nafas.. maka kita kan melesat secepat cahaya. Tinggal tancap gas saja.. menembus alam yang berlapis-lapis. Hingga lah masuk pada kesadaran jiwa..

Getaran-getaran itu hanya di awal saja.. lurus lah ke Allah sampai daya itu tak terasa lagi. Jangan tertipu oleh segala sensasi-sensasi..

FREKWENSI JIWA

FREKWENSI JIWA 

Kali ini kita bahas tentang frekwensi jiwa. Bagi pengamal spiritual pasti senang nih, jika sudah bicarain frekwensi. hehe..

Frekwensi ini apa sih?
Frekwensi ialah hanya istilah saja. ini berkaitan dengan signal-signal kerohanian ( jiwa ).

Mungkin teman-teman sering merasakan. ketika kita berteman dengan seseorang koq terasa nyaman ya? kita senang di dekat teman itu. rasa nya ingin dekat. walau baru kenal terkadang seperti saudara kandung sendiri. jadi akrab.

Tetapi pernah juga kita merasakan di teman yang lain.. seperti ada dinding pemisah. rasa nya kita malas mau dekat-dekat..

itulah yang di katakan Frekwensi. kita bisa menangkap signal/tanda, ini pantas di temani atau tidak? pasti beda rasa nya. Dengan frekwensi ini, kita bisa memahami karakter dan sifat seseorang. bagi orang-orang yang telah terlatih kesadaran jiwa nya.. pasti bisa membaca.

Ketika kita memahami tentang frekwensi jiwa ini, terkadang membuat kita jadi takut sendiri. takut nya gimana? yaitu takut jadi su'udzon kepada orang lain. karna kerohanian seseorang itu akan terbaca dengan sangat jelas. yang mana orang baik, dan yang mana orang jahat.. akan dapat di kenal. yang mana yang zero dan yang mana yang ego.. akan terbaca.

Bahkan ketika ada seorang teman yang iri, benci, dan tak senang kepada kita.. kita pun akan mengetahui. Walaupun ia tak pernah menunjukkan kebencian nya. 

pasti anda jadi berpikir, " wah, itu orang sakti donk!". ini bukan soal sakti, tetapi tentang frekwensi ini memang benar-benar ada. 

Contoh nya, ketika kita di dekat orang jahat atau ahli maksiat. mengapa kita selalu menjauh dan merasa tak nyaman. tetapi begitu di dekat seorang ulama atau kyai, orang baik.. kita merasakan ketenangan dan kenyamanan. 

Begitu pula sebaliknya.. penjahat akan nyaman dekat dengan penjahat. dan akan risih ketika dekat dengan orang baik.. itulah yang di katakan frekwensi.

Frekwensi ini ibarat dua kutub magnet. menolak dan menarik orang-orang di sekitar kita. 

Banyak teman-teman yang merasakan," koq saya dengan bang Andy terasa dekat ya? seolah kita sudah kenal lama." itu tanda nya kita satu frekwensi. 

contoh nya lagi, saya punya teman dekat.. dahulu nya akrab, tetapi akhir-akhir ini seperti ada dinding pemisah. kalau tidak dia yang menjauh, maka saya lah yang menjauh. padahal beliau tiada salah. tetapi saya makin tak nyaman dekat-dekat dengan nya. semakin lama semakin berjarak. itu juga bentuk frekwensi.  

Jika kita sudah satu frekwensi, maka akan tahu sama tahu. ini sering saya alami. tanpa saya katakan isi hati saya.. teman saya bisa mengetahui. begitu pula sebaliknya. karna yang berkomunikasi itu sudah wilayah jiwa/rohani.

jadi untuk teman-teman.. jika kalian yang menjauh, atau saya yang menjauh.. berarti kita sudah beda frekwensi. jika frekwensi sudah berbeda.. memang kita tak bisa bersatu.

Hanya frekwensi yang sama lah, satu hati, satu rasa.. baru kita bisa bersama..

TERPAKSA

TERPAKSA

Terkadang cara Allah untuk memberi keyakinan pada diri kita itu sangat unik.

Sudah di perintah kan jauh-jauh hari.. tetapi tak dengar juga. Diri ini tiada keyakinan pada langkah yang akan di ambil.

Akhirnya, di buat lah suatu moment atau peristiwa yang membuat kita terpaksa untuk melangkah. Jika sudah begini, pasti lah sakit rasa nya.

Seolah Allah itu berkata,
" Salah mu sendiri.. sudah di perintah kan, tak jalan-jalan juga sih. ya KU paksa..!"

Terkadang kita jadi tertawa sendiri jika melihat segala skenario Nya. sungguh halus.. hampir saja kita tak memahami.

Akhirnya aku pun menyadari, tiada yang salah akan semua ini. ini memang salah ku.. mengapa tak dari dulu? setelah di paksa baru aku mau melangkah.

Ampun kan lah aku ya Allah.. Aamiin..

Rabu, 06 Desember 2017

KU LEPAS NAMA DZIKIR NAFAS


KU LEPAS NAMA DZIKIR NAFAS
Semakin hari kesadaran kita akan meningkat.. sudut pandang juga akan berbeda. setiap Frekwensi itu bertingkat-tingkat. Jika belum seirama, pastilah tak akan memahami..!
oleh karna itu, hari ini ku lepas nama "Dzikir Nafas.." biar merdeka! selagi masih memakai nama dzikir nafas pasti menjadi beban bagi diri ini.
Nama Dzikir Nafas itu.. terlalu sakral bagi ku. Aku takut ketika diri ini berbuat salah.. jemaah yang lain juga turut di salahkan. biarlah orang melihat diri ini. jika si Andy yang berbuat salah.. ya hanya Si Andy yang di salahkan, tiada kaitan lagi dengan Dzikir Nafas.
Bagi teman-teman seperjalanan.. tidak perlu kuatir lagi. citra dzikir nafas akan tetap harum karna nama itu telah lepas dari diri ini. mohon maaf jika diri ku selalu membuat kalian kuatir, takut mencoreng nama Dzikir Nafas. Dan sekarang aku bebas.. menjadi diri ku sendiri.. terserah lah diri ku kemana aku mau terbang. aku tak terbiasa, di selimuti bayang-bayang..
karna jiwa si Andy.. ya tetap menjadi si Andy.. aku tak bisa menjadi orang lain. karna itulah yang telah di bentuk Allah pada diri ku..
sekarang aku bebas.. lepas.. biar lah dengan cara ku..

PENYAKSIAN

PENYAKSIAN
Oleh: Andy Firmansyah

Ketika DIA tepat di hadapan ku..
ngapain lagi ku sebut-sebut nama Nya..
ngapain lagi ku panggil-panggil..
Toh, DIA sudah bersama ku..

Tinggal ku pandangi saja wajah Nya..
Tinggal ku Sadari saja wujud Nya..
Hilang lah seribu bahasa..

Aku tak perlu berkata.. DIA sudah tahu..
Aku tak perlu meminta.. DIA paham yang ku rasa..

Aku terdiam..
Aku menunggu..
Aku tak mau pulang..
Aku betah di sini..
Ini lah ketenangan hakiki..

Tak bisa ku gambar kan..
Tak bisa ku cerita kan..

Yang ku tahu.. Aku di ridhoi..

Minggu, 03 Desember 2017

PISAHKAN SAJA KESADARAN KITA

PISAHKAN SAJA KESADARAN KITA

"Maaf bang Andy, kalau sudah bisa memisahkan jasad dengan kesadaran jiwa, apakah rasa sakit bisa juga di pisahkan Bang..?" 🙏

Jawab,
Bisa.. di coba saja pak.

saya pernah baca sebuah kisah sahabat nabi. yang terkena anak panah ketika perang badar. ketika anak panah itu hendak di cabut beliau selalu meringis kesakitan. tak sanggup menahan rasa sakit.

akhirnya ia menyuruh sahabat yang lain untuk mencabut anak panah itu ketika ia sedang sholat. mengapa di saat sedang sholat?

karna di saat ia sholat ia benar-benar khuyuk. kesadaran nya hanya kepada Allah. sehingga di cabutlah anak panah itu dan beliau tidak merasakan kesakitan. karna kesadaran nya telah berpisah, bukan lagi di jasad.. tetapi telah masuk pada kesadaran jiwa nya.

Begitu juga ketika kita sakit, contoh nya sakit kepala.. coba di pisahkan saja kesadaran kita.. pasti hilang sakit nya.. saya sering mencoba ketika sakit kepala dan sakit gigi. memang tiada lagi rasa sakit..