Tampilkan postingan dengan label PRASANGKA BAIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRASANGKA BAIK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Desember 2017

TERIMA SAJA

TERIMA SAJA

Nabi Ayyub ketika di beri kemiskinan.. ia tak minta kaya..
ketika di beri penyakit.. ia tak minta sembuh..

Nabi Ayyub hanya mengadu..
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.” (al-Anbiya [21]: 83)

Tetapi ia malah memuji Allah, "Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang." kemiskinan dan penyakit itu di anggap nya kasih sayang Allah.

mungkin teman-teman pasti menyangkal, "itu kan Nabi.. beda lah dengan kita bang.. kita ini manusia biasa..!"

Sabar Brother.. simak dulu..! hehe..
Setiap ayat dan kisah di dalam Al-Quran, pasti ada pelajaran yang menjadi panutan. seharus nya bisa kita contoh.

Bukan tidak boleh meminta kaya dan minta penyembuhan. ya boleh saja..! tetapi di terima dahulu takdir Allah itu..

Jika engkau meminta kaya karna perih nya kemiskinan, di mana letak keimanan mu pada takdir buruk..?
Jika engkau meminta sembuh karna perih nya penyakit yang di derita.. di mana letak berserah diri mu..?

kebanyakan kita hanya lah meminta, meminta, dan meminta..! tetapi tak pernah mau menerima takdir Allah.
Mengapa banyak yang merasa susah hati ketika di beri kemiskinan dan penyakit? ya itu karna tidak menerima..!
coba di terima.. pasti itu bukan kesusahan lagi bagi kita.

Banyak kaum kerabat terdekat di sekitar saya yang menyalahkan diri ini.
" Amalan apa yang sedang kamu jalani Andy? jika semakin dekat kepada Allah hidup mu semakin susah, semakin miskin.. berarti ada yang salah dengan amalan mu itu.!"

saya hanya tersenyum menjawab,
" siapa bilang aku ini susah?" yang kamu lihat itu hanya dzohir ku, bukan bathin ku!.

" Nyata nya hidup mu semakin terpuruk. jika di dunia saja engkau tak bahagia, bagaimana pula kan bahagia di akhirat kelak?" kerabat itu pun melanjutkan.

" Pahami lah wahai saudara ku, letak bahagia itu bukan lah di jasad.. tetapi di jiwa..! Mungkin kau serba ada, rumah mewah, mobil ada, tanah dimana-mana, bahkan uang milyaran rupiah. tetapi bukan itu makna bahagia di dunia. engkau telah tertipu saudara ku. yang kau senangi hanyalah daging ini. tetapi jiwa mu terkurung dalam sangkar raga.

sebenarnya ini semua adalah pelajaran Allah.. panggilan Allah, untuk kembali kepada Nya. ini lah pelajaran mati yang sesungguhnya. tak berdaya, tak kuasa, tiada kehendak. ketika kekauan mati.. baru lah aku menjumpai Allah.

jadi, jangan lagi kau katakan aku susah dengan kemiskinan ini. justru aku lebih bahagia saat ini."

kerabat itu pun melanjutkan, " jangan lah kau memikirkan diri mu sendiri Andy, lihat juga anak-istri mu! minta lah kepada Allah untuk keluar dari kemiskinan ini."

" Bukan nya aku tak mau meminta kekayaan.. tetapi aku sungguh malu menolak kemiskinan. Jika itu telah kehendak Nya.. ya ku terima saja.

Aku pun sedang menunggu layak nya Nabi Ayyub. Allah itu maha penyayang di antara semua penyayang. Dan masih ku tunggu mukzizat Ayyub untuk diri ku..

Jumat, 24 November 2017

MUNTAH-MUNTAH KETIKA BERDZIKIR NAFAS

MUNTAH-MUNTAH KETIKA BERDZIKIR NAFAS

"Maaf Bang Andy, mau nanya lagi nih, istri saya melakukan dzikir nafas sambil berbaring hingga tertidur. eh pas terjaga, malah muntah-muntah Bang! gimana tuh Bang? mau nanya di group malu Bang. saya sama keluarga berjauhan Bang, keluarga di klaten, dan saya di jakarta."

jawab,
Bagi anda pengamal dzikir nafas yang mengalami  muntah-muntah ketika berdzikir nafas, itu bagus. anggap saja pembersihan diri. orang yang di ruqyah juga muntah-muntah. dan di DN ini memang bisa meruqyah diri sendiri. saya juga dahulu sering muntah di awal-awal belajar DN.

taukah apa yang saya muntah kan?
keluar pada saat muntah itu empat potong hati ayam sebesar buah kemiri bulat-bulat. padahal sudah lama saya tidak makan hati ayam. lantas dari mana hati ayam itu?

saya pun bingung dan mencoba mengorek-ngorek isi muntahan itu dengan sendok. ternyata yang saya muntahkan itu bukan hati ayam. tetapi darah yang telah membeku.

saya pun bersyukur kepada Allah dan tetap berprasangka baik. berarti melalui dzikir nafas Allah telah meruqyah diri saya. saya anggap itu pembersihan diri dan pengobatan dari Allah.

"Masa' sih orang yang berdzikir kepada Allah menjadi celaka? ya tidak mungkin lah. pasti ini proses pengobatan Allah, membersihkan sesuatu yang tidak baik di diri saya" begitu lah prasangka saya di kala itu.

jadi, bagi teman-teman yang mengalami muntah-muntah ketika berdzikir nafas. bersyukur saja, berprasangka baik saja. anggap saja itu penyembuhan dari Allah. lanjutkan saja dzikir nafas nya.

Sabtu, 22 Juli 2017

PRASANGKA

PRASANGKA

Prasangka-prasangka, atau yang sering di sebut oleh Mat saleh "Mindset.." itu ibarat sebuah Magnet..!

Berhati-hati lah dalam berprasangka.. karna itu bisa menjadi sebuah Doa. apabila kita selalu berprasangka baik.. itu akan mengundang kebaikan. begitu pula sebalik nya.. bila selalu berprasangka buruk, keburukan lah yang datang.

Apakah mungkin bisa berubah hidup ini hanya dengan berprasangka..? menurut saya bisa!.. karna semua yang terwujud itu tergantung seberapa yakin nya kita ketika berprasangka.

jadi, mindset atau prasangka itu adalah wilayah keimanan, keyakinan total. karna Allah bilang.. " Aku sesuai dengan prasangka hamba-hamba ku"!

Wilayah prasangka ini tidak lagi dengan usaha atau kemampuan diri. tetapi menyerahkan segala nya pada Allah, lalu meyakini bahwa itu kan terjadi.

Mengapa doa-doa kita seringkali tidak makbul ketika meminta kepada Allah? karna tiada prasangka baik kepada Allah, tiada keyakinan doa itu di kabulkan. padahal Allah sudah bilang,
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Nah, di sini kesalahan kita.. udah minta, tapi tak beriman, tidak yakin, tidak percaya. Masa' sih Allah bohong? katanya jika sudah minta pasti di kabulkan.. nyata nya sudah capek kita minta tak kunjung makbul juga. Bisa jadi, ada yang salah dengan prasangka-prasangka kita.

Kekuatan para Nabi dan para Wali itu ada di prasangka nya. Jika ia sudah berprasangka akan sesuatu.. kun fa ya kun Allah akan terwujud!

ia katakan A, terjadilah A..
ia katakan B, terjadilah B..
Semua itu ada di Prasangka..!

Mari kita coba seperti itu.. berprasangka lah yang baik-baik, yakin, percaya sepenuh jiwa raga. karna wilayah prasangka bukan lagi oleh sebab-akibat. Jika kita sudah berprasangka akan sesuatu.. maka kan terjadilah prasangka itu.. entah bagaimana pun cara nya..

Karna saya sudah sering membuktikan..!
Dahulu saya ingin ke solo belajar DN, tidak ada uang.. tetapi saya yakin suatu saat saya pasti kesana. rupanya ada yang memberi ongkos!
Dahulu saya ingin buat Buku, tidak ada uang, semua sahabat pada menyumbang.. jadilah buku itu.

sekarang saya tiada penghasilaan tetap seperti dahulu, tetapi Allah perintah kan" tugas mu tulis, tulis, dan tulis..!" setelah saya yakin (berprasangka) Allah pasti jamin kebutuhan saya.. Alhamdulillah.. ada-ada saja yang beli buku saya..

Sempit nya rezeki bisa jadi karna kita salah dalam berprasangka. rubah lah prasangka itu.. yakini saja yang baik-baik.. yang positif. maka kebaikan pun kan datang menyertai kita. bukti kan lah..!

Rabu, 19 Juli 2017

TERLALU TENANG

TERLALU TENANG

" Masalah ku banyak. Tetapi hati ini terlalu tenang, dan aku tidak tahu lagi.. entah bagaimana jalan keluar nya. adakah yang salah dengan ketenangan ini..?"

Bersyukur lah anda yang merasakan seperti itu. itulah keridhoaan hakiki. Berarti anda telah terlepas dari ikatan cinta dunia..!

"Tak tahu mau berbuat apa lagi.." ialah pertanda berserah diri total hanya kepada Allah. Dan ketenangan hati ialah, pertanda Allah bersama diri.

Terkadang terlalu tenang itu membuat kita takut, "apa ada yang salah ya? masalah ini begitu besar.. koq tenang-tenang saja..?"

Mari kita pilih, mana kah yang lebih baik..? ada masalah susah hati, ataukah ada masalah tenang hati..? tentu lah kita memilih ketenangan hati.

Ikuti saja proses Nya, ikuti saja alur cerita Nya. ketenangan hati adalah suatu pertanda.. bahwa semua akan baik-baik saja. Tiada kita celaka..

Senin, 10 Juli 2017

NERAKA DUNIA

NERAKA DUNIA

Neraka itu tidak hanya di akhirat nanti, tetapi di dunia ini juga ada. Kita sering mendengar tentang siksaan-siksaan yang pedih penuh penderitaan bagi Ahli Neraka.

Nah sekarang apa yang kita rasakan saat ini, di dunia ini..? Apakah hidup merasa menderita terus-menerus? Jika iya, cepat-cepat lah memohon ampunan kepada Allah. Perbaiki diri.. cari tahu, apa kesalahan kita?

Beda nya ujian dan adzab Allah itu ialah terletak pada ketenangan jiwa. Jika diri ini di uji tetapi kita tidak susah.. itulah ujian. Tetapi ketika di uji, diri susah nya luar biasa, stress, galau, merasa menderita dengan segala cobaan hidup. Itulah Ahli Neraka.

Kebahagiaan itu bukan terletak pada harta benda, tetapi ketenangan jiwa. Tanya lah pada diri, sudah tenang kah kita saat ini?
Ahli Neraka itu ialah orang-orang yang selalu mempertuhankan Nafsu diri nya. Jika keinginan nya tak terpenuhi.. menderita lah dia.

Ada uang ia bahagia, tiada uang ia merasa menderita. Padahal, di sini Allah sedang memanggil.. "wahai hamba ku, mendekatlah.. minta kepada KU..!"

Tetapi banyak diri yang lupa, tiada memahami panggilan Allah! Stress, putus asa dan kecewa, di mana letak keimanan kita saat ini? Di mana rasa yakin kepada sang Ilahi pemilik jagad raya ini?

Yang hanya kita pikir kan hanya lah dunia, dunia, dan dunia..! Besok makan apa? Bayar kontrakan rumah bagaimana? Uang sekolah anak darimana? Belum lagi tagihan hutang piutang yang bikin sakit kepala..

Sudahlah, jangan merasa mampu, di sini lah saat bersimpuh, mengadu, menyerahkan segala urusan kepada Allah! Jika diri berontak tak menerima, kesusahan itu akan terus berlanjut.. sampailah kita benar-benar mau menerima..!

Itulah adzab bagi orang-orang yang tak beriman. Mau nya yang senang-senang saja.. ketika di beri yang nggak enak, diri berontak. Tiada kesabaran atas kehendak Allah.

Itulah adzab bagi orang-orang yang tidak pernah bersyukur, kurang, kurang dan selalu kurang..! Padahal sudah begitu banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi kita lupa. Tiada pernah mensyukuri nikmat. Kita selalu di perbudak oleh keinginan dan keinginan.

Sadar lah wahai diri, tanya! Sudah tenang kah jiwa ini..? Semua ini milik Allah, jika DIA mengambil kembali.. bisa apa diri ini? Jika DIA telah menyempitkan rezeki, kemana lagi harus mencari? Akhirnya kita menyalahkan sana-sini, "Itulah salah mu, karna mu.." padahal kita tak sadar bahwa kita sendiri ialah Ahli Neraka saat ini.

Makan tak enak, tidur tak enak, yang kita pikirkan hanya dunia! Kita tak menyadari Allah yang maha kuasa. Yang bisa merubah malam jadi siang. Yang bisa menurunkan hujan, yang bisa menghidupkan sesuatu yang mati. Apalagi merubah hidup kita.. itu sungguh kecil bagi Allah! Tetapi mengapa tiada keyakinan itu..?

Hanya satu yang dapat kita lakukan.. berserah lah pada Allah! anggap lah segala kesulitan sebagai penebus dosa yang silam. Terimalah dengan keridhoan, jika diri Ridho.. pasti Allah kan lebih lagi meridhoi kita. Dan kesusahan itu kan di rubah Allah menjadi ketenangan jiwa..

Sabtu, 01 Juli 2017

PELAJARAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN

PELAJARAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN

Pelajaran yang sesungguhnya itu ialah, dalam kehidupan kita sehari-hari. jika kita senantiasa SADAR ALLAH, maka kan terbaca lah segala pelajaran Allah pada diri. makanya yang selalu saya ceritakan ialah pengalaman hidup, karna yang mengalami itulah penyaksikan.

ini ada diskusi menarik akan kebesaran Allah dalam kehidupan, semoga bisa di ambil pelajaran bersama bagi siapa saja yang membaca.

Pak Sar'i:
Assalamualaikum wr wb.. bang andy, minal aidin walfaiIn ya bang.

Bang Andy:
walaikumsalam wr wb.. sama-sama pak, saya juga mohon maaf lahir dan bathin ya.. 🙂

Pak Sar'i:
Alhamdulillah bang udah balik ke batam, senang pasti ya bang bisa ketemu sama orang tua? 🙂

Bang Andy:
Alhamdulillah pak Sar'i, sungguh kebahagiaan yang luar biasa.. 🙂

Pak Sar'i:
Iya pasti kebhgiaan luar biasa bisa ktmu sma orang tua..

Oh ya bang! saya punya cerita nih, kemarin waktu lebaran. sebelum lebaran kan saya cari rental mobil bang, buat mudik. karna istri saya lagi hamil jadi nya nggak bisa naik motor perjalanan jauh. kesana- sini saya cari sewa mobil tapi tak dapat-dapat bang, dan saya pasrahkan diri pada Allah. lantas saya bilang ke istri, "kita mudik pake motor aja pelan-pelan kita jalan."

Waktu hari lebaran nya bang saya pergi sholat id pake motor. sesudah sholat saya nyalain motor mau pulang, tak sampai 5 meter Ban motor saya gembos bang. Dan saya dorong sampai rumah.

Di perjalanan sambil hati sedih.. "udah nggak dapet sewa mobil, malah di hari waktu mau mudik Ban Motor gembos lagi!" tapi hati saya selalu berfikir baik kepada Allah, hati ini barkata "Alhamdulillah Ban gembos.." sambil terus berprasagka baek.

sebelum sampai di rumah, saya mampir bang di sebuah mushola.. Di Hati ini saya kayak di suruh sholat duha dahulu baru pulang, akhir nya saya sholat duha bang, terus saya berdoa kepda Allah dengan hati yang tenang, dan setelah itu saya kembali mendorong motor yang gembos. sesampai di rumah pada salam salaman..

tak lama kemudian ada telepon dari tetangga yang mudik duluan pake pesawat. Dia bilang, "tolong nyalain lampu waktu malem hari" terus dia berkata, "kalau mau mudik pakai saja mobil di rumah ya..!"

Waktu dia bilang begitu saya sedih bang ingat Allah. Begitu nyata saya rasakan kasih sayang Allah! sebelum lebaran saya nggak dapet mobil, di hari lebaran ban motor saya gembos ternyata itu semua kuasa Allah ya bang..? 😊

Bang Andy:
nama nya Hikmah.. terkadang Allah memberi kebaikan di sebalik ketakutan. makanya kita harus selalu berprasangka baik.. 🙂

Pak Sar'i:
Iya benar deh bang andy, banyak hikmah setelah saya selalu berzikir nafas dan selalu Sadar Allah.. rasa nya hati ini tenang. klo ada masalah rasa nya tenang dan selalu berprasangka masih ada Allah tampat saya mecurahkan semua nya.

Bang Andy:
Alhamdulillah.. itulah pelajaran berserah diri. ketika kita tak mampu.. maka Allah yang akan mampukan.

Pak Sar'i:
Iya bang andy, benar sekali bang. setelah begini banyak saya rasakan hidup akan Allah.. yang ada hati ini semakin cinta pada NYA bang..

Bang Andy:
Semoga kita selalu istiqomah ya pak.. Aamiin ya Allah.. 🙂

Pak Sar'i:
Aamiin.. ya Allah 🙂

Minggu, 11 Juni 2017

WUJUD KASIH SAYANG ALLAH

WUJUD KASIH SAYANG ALLAH 

Terkadang Allah itu senang membuat kita berharap cemas.. 

Agar kita tahu rasa nya butuh..
Agar kita mendekat dan mengadu..
Agar kita datang dan merayu..

ketika semua itu telah kita lakukan.. Allah akan sangat sayang kepada kita, maka di kirimkan lah malaikat Nya yang dalam wujud rupa apa saja..

Di gantikan lah ketakutan itu dengan kabar gembira..
Di gantikan lah kecemasan itu dengan rasa bahagia..
Tidak akan celaka orang-orang yang berserah kepada Allah..

Apakah setelah beriman itu maka tidak di uji lagi? jangan salah..! Justru semakin beriman, didikan Allah itu semakin gila. Akan di buat Nya kita selalu bergantung dan berpegang teguh kepada Nya. Akan di buat nya kita selalu berharap cemas. Sehingga diri ini selalu memohon pertolongan Allah..

Jika begitu, apakah engkau beranggapan bahwa Tuhan telah mempermainkan mu..? sungguh salah jika engkau berpikiran begitu.

Padahal itu adalah.. wujud kasih sayang Allah..
padahal itu adalah.. pertanda Allah mengasihi mu..

Dengan begitu baru lah kau paham berserah..
Dengan begitu barulah kau sering mengadu.. 
Dengan begitu barulah kau rasakan tak berdaya..

Semua kembali ke diri kita..
Apakah mengeluh, ataukah bersabar..?
Apakah menggerutu, ataukah tetap tegar..?

Mana yang lebih engkau cintai, dunia yang tak abadi ataukah ahkirat yang hakiki..?
Mana yang lebih engkau sukai, keridhaan Allah ataukah nafsu diri..?

Cinta itu adalah penghambaan.. 
Cinta itu adalah penyerahan jiwa dan raga..
Jika benar kau cinta, hilang lah ke akuan mu..
Jika benar kau cinta, hilang lah keinginan mu..

Tunduk, Patuh, Berserah, dan Bergantung hanya Pada Nya..

Jumat, 12 Mei 2017

MENGAPA BISA TENANG?

MENGAPA BISA TENANG?
MENGAPA BISA TENANG?

Fathur ialah teman nya adik saya yang bekerja sebagai pelaut. Sebelum pulang ke surabaya ia menginap dua malam di gubuk saya. Selama di tempat saya kami pun banyak berbincang tentang perjalanan hidup ini.

Setelah ia mengetahui kehidupan saya, ia pun bertanya, "Padahal hebat juga cobaan hidup abang ya, tetapi mengapa bisa tenang begitu ya bang? Kalau saya pasti tidak bisa tenang seperti bang Andy, ada masalah sedikit pasti galau! Ini saja saya sudah menganggur.. tak tahu lagi nih gimana kedepan nya." Ada rasa khawatir di wajah si Fathur.

"Aduh, thur.. thur! Kamu masih lajang begini saja sudah galau, bagaimana jika posisi kamu seperti saya? Kamu masih enak thur, tiada tanggungan.. sedangkan saya ada anak-istri. Menganggur berbulan-bulan, Berhutang puluhan juta. Untuk membayar cicilan rumah ini saja saya tidak tahu, entah bagaimana cara nya." Saya pun membanding-bandingkan siapa di antara kami yang lebih besar masalah nya.

"Wah, jika saya di posisi abang.. pasti sudah gila saya bang! Saya tidak bisa setenang abang. Di saat terpuruk begini, mengapa abang koq begitu tenang?" Si Fathur makin bingung melihat saya.

"Saya sudah capek thur. Berusaha berlari dari masalah, tetapi nyata nya malah masalah yang lebih besar lagi yang datang. Saya berusaha mengakali masalah, tetapi saya sendiri yang susah!. Memang tiada lah yang dapat menolong jika Allah telah berkehendak akan sesuatu. Jika DIA menyempitkan rezeki seseorang, tiada yang dapat melapangkan nya.

Sekarang apa lagi yang bisa saya lakukan thur? Ya hanya berserah! Apa lagi yang bisa kita lakukan? Semua ini milik Allah thur, jika DIA mau mengambil kembali.. masa' kita mau berontak? Masa' Protes Allah mengambil kembali milik nya? Jika rumah ini di sita bank.. saya Ridho thur. Makanya saya tenang." Mengalir lah apa ada nya apa yang saya rasakan.

"Itulah orang gila thur, kalau kakak mana bisa tenang kalau belum selesai masalah." Istri saya pun akhir nya ikut bergabung dalam obrolan kami. Si fathur pun jadi geleng-geleng kepala mendengar jawaban saya.

"Hidup ini tidak boleh ego, jika masih merasa memiliki.. pasti lah susah, pasti lah galau. Tetapi ada satu rahasia thur.. Allah itu bisa kita ajak Nego, karna DIA maha kasih dan maha sayang. 

"Nego nya bagaimana bang..? Si fathur makin penasaran. 

"Hati mu harus Ikhlas, harus selalu ridho pada apa yang Allah kehendaki. Jika saat ini di beri susah, ya terima saja. Ridho saja..! Masa' sih kita sudah ridho Allah memberi kesusahan lagi? Justru nanti Allah akan sangat sayang pada kita. Pasti kan datang pertolongan Nya."

"Saya ini manusia biasa thur, bukan Nabi! Saya juga sering merasakan susah, galau, stress! Tetapi jika itu sering-seringan, akhirnya kan kebal juga. Ya jadi terbiasa! Hehe.. makanya saya tenang aja."

Mungkin bagi orang-orang yang mengalami seperti saya pasti bertanya-tanya thur. Salah saya apa sih, dosa saya apa.. hingga Allah menguji sebegini nya? Ujian bertubi-tubi, masalah tiada henti. Itu bukan hukuman Allah thur, sesungguhnya itu adalah Allah sedang membentuk kita. 

Banyak hikmah di sebaliknya. Yang dahulu nya saya angkuh, sekarang menjadi layu. Yang dahulu nya saya sombong, sekarang menjadi kosong. 

Saya jadi teringat pesan Pak cik Jamil dari singapura, pertanda Allah mencintai hamba nya.. maka hamba itu akan selalu di buat Nya menangis, ketakutan, penuh rasa harap cemas. Maka di situ barulah kita kuat bergantung kepada Allah, di situlah baru kuat keimanan kita.

Semakin lama Allah bentuk, maka si hamba itu kan menjadi hamba yang kuat. Tiada lagi rasa takut dan bersedih hati. Itulah hamba Allah yang sesungguhnya.

Jadi jika kamu masih takut thur akan hari esok bagaimana..? Berarti kamu belum hamba Allah, masih lagi hamba dunia..

Selasa, 09 Mei 2017

YANG PENTING PAHAM MAKNA NYA

YANG PENTING PAHAM MAKNA NYA

Ketika adik saya menonton video-video youtube saya, maka dia pun berkomentar, "Bang semua video-video abang yang di youtube itu saya lihat koq tidak ada sih, abang membacakan ayat-ayat Al quran yang bahasa arab nya? hanya terjemahan bahasa indonesia saja yang abang bacakan. Ustad tidak jelas nih..! masa' ceramah nya setengah-setengah? hehe.. si iwan pun tertawa terbahak-bahak mengejek saja.

Saya pun jadi geli, mendengar komentar si iwan. suasana pun jadi pecah karna tawa kami..

"itu pertanda abang mu ini bukan ustad wan, kalau ustad itu pasti hafal Al-quran. tetapi menurut abang itulah cara efektif wan untuk mempelajari Al-quran. kamu baca saja terjemahan nya. setelah memahami makna yang terdalam, lalu kamu amalkan dalam kehidupan ini. Begitulah cara abang belajar selama ini"

Si iwan pun ketawa nya semakin besar, " Ah, benar-benar tak jelas abang nih! haha.."

"mari kita bandingkan wan, mana yang lebih baik.. orang yang banyak hafal ayat-ayat Al quran tetapi tidak paham makna nya dan orang yang tidak hafal tetapi paham makna nya?"

"Contoh nya saja, Bismillahirahmanirrahim..( “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”) Mungkin kita semua hafal, setiap hari kita sebutkan Bismillah! tetapi ketika diri ini di uji, di beri masalah dalam hidup, hilang lah makna Bismillah itu. yang ada diri ini berontak, " Mengapa Hidup ku selalu susah? mengapa Tuhan tak adil, mengapa yang lain bahagia.. aku koq tidak bisa seperti yang lain nya? Tiada kita Sadari Bahwa Allah itu maha pemurah dan Penyayang."

"Berarti Bismillah yang di hafal dan di sebutkan itu hanya lah bacaan tanpa makna. hafal, tetapi tidak memahami. Menurut abang wan, Lebih baik kita pahami Allah yang pemurah dan penyayang itu dengan penuh kesadaran. yakini dan Sadari Allah itu pemurah, jika saat ini di beri miskin.. bukan berarti Allah pelit. jika di saat ini di beri sulit, bukan berarti Allah tidak sayang. tetapi ada rahasia di sebalik itu semua. Dan ketika engkau memahami dan menyadari itu, berarti engkau telah memahami Bismillah yang seutuh nya wan!"

"Jika baru Bismillahirahmanirrahim saja engkau tak paham makna nya wan, sia-sia lah engkau hafal-hafal Al quran itu. tiada bermakna dalam kehidupan mu!"

Renung-renungkan lah wan perkataan Ustad yang tidak jelas ini! hehe..

Sabtu, 06 Mei 2017

DI BUAT CAPEK

DI BUAT CAPEK

Jika seorang Bos melihat anak buah nya kerja dengan babak belur. Capek, letih, sampai habis-habisan terkuras tenaga dan pikiran nya. Pasti si Bos ini kan berkata di dalam hati nya, "Sabar anak buah ku, selesaikan lah tugas-tugas mu sampai kelar. setelah selesai, nanti akan ada bonus dari ku!"

Dan si Bos ini pun terus memperhatikan anak buah nya yang bekerja. walau pekerjaan itu berat, tetapi si Anak buah ini benar-benar ridho melakukan tugas-tugas nya. ia tak perduli lagi diri nya letih atau lelah, yang dia pikirkan yang penting menjalankan Amanah. yang terpenting tugas yang di emban nya benar-benar selesai.

Begitu pula lah dengan Allah..
Allah itu maha rahman lagi maha rahim. jika hidup kita selalu di buat capek, menderita, penuh ketakutan dan menitiskan air mata. bahkan mungkin kita selalu menangis tanpa air mata. karna air mata itu telah kering tak berair lagi. tetapi kita ridho akan semua itu.. Pasti lah kan banyak Bonus dari Allah.

Jika Allah benar-benar menyayangi hamba-hamba nya, mengapa hidup si hamba selalu di buat capek dan menderita? 

Sesungguhnya itulah kasih sayang Allah. Allah selalu mendidik hamba-hamba nya agar merasa lemah dan berserah. Jadi wajar saja, kehidupan para Nabi dan orang-orang beriman terdahulu itu selalu pahit. tetapi merka Ridho, mereka bahagia. karna itulah cara Allah mendidik hamba nya  agar tak terlalu mencintai dunia.

Sekarang mari kita bertanya kepada diri, bagaimana kah diri ini, ridho kah kita menjalankan Amanah Allah walau selalu di buat capek?

jangan kita pikirkan capek nya, jangan pikirkan masalah atau penderitaan hidup ini. tetapi pikirkan saja.. kelak, pasti ada bonus dari Allah. Ridho lah saja.. terimalah saja dengan penuh kerelaan. karna Allah itu, maha sayang lagi maha kasih..

DIA sedang menatap kita saat ini, DIA sedang melihat segala isi hati, terima lah saja, nama nya juga hamba! Bisa apa kita, jika Allah telah berkehendak akan sesuatu? Bonus itu kan datang sendiri tanpa di pinta.. yang penting amanah lah saja dengan penuh keridhoaan.


Selasa, 18 April 2017

UDAH MEMINTA, TETAPI MENGELUH

UDAH MEMINTA, TETAPI MENGELUH

Banyak orang yang selalu mengeluh ketika pekerjaan nya semakin sibuk, tiada waktu untuk keluarga, bahkan tiada waktu untuk diri nya sendiri. selalu sibuk, kerja, kerja, dan kerja..

Dari segi materi, mungkin semua nya terpenuhi. tetapi dari Bathin, ada penolakan di dalam diri. "mengapa aku selalu sibuk, mengapa hidup ini hanya untuk kerja, mana normal hidup begini jika selalu sibuk terus begini?"

Akhirnya hilang lah ketenangan jiwa. Tiada bahagia..

Coba kita ingat-ingat lagi ke belakang.. pernah kah kita meminta kepada Allah? "Ya Allah, naik kan lah jabatan ku.. lancarkan rezeki ku. Aku kepengen kaya.."

Jika pernah meminta begitu, ya jangan mengeluh.. jika saat ini semakin sibuk tiada waktu. bukan kah itu permintaan kita sendiri?  sedangkan Allah saja menciptakan langit,bumi, dan segala isi nya ini dalam enam masa. Semua itu proses, tiada yang instan.

Jadi kesibukan itu ialah proses menuju kepada apa yang kita pinta kepada Allah. ya jangan mengeluh! nikmati saja proses nya.. karna itu permintaan kita sendiri..

Ada kerabat saya yang seperti itu, di berikan kesibukan selalu mengeluh. "Aku capek sibuk terus begini, seharus nya dengan umur ku yang telah renta ini aku ya tidak kerja lagi..!"

Akhirnya apa yang terjadi? Allah berikan beliau penyakit Store, lumpuh sebelah anggota badan. Akhirnya ya tidak kerja lagi, ya duduk-duduk saja di rumah. Bukan kah itu juga kemauan beliau, permintaan nya sendiri? setelah lumpuh, tentulah rasa susah itu lebih hebat lagi daripada di saat di berikan kesibukan.

Jadi, berhati-hati lah dalam meminta, syukuri saja proses Allah. jangan pernah mengeluh..

Rabu, 12 April 2017

WALI ALLAH

WALI ALLAH

DI Dunia ini banyak wali-wali Allah yang di rahasia kan Allah keberadaan nya. Dan bisa jadi, orang tersebut tidak mengetahui bahwa dia itu adalah seorang wali Allah. Mengapa? Karna Allah merahasiakan agar ia terhindar dari kesombongan dan pemujaan orang-orang di sekitar nya. Allah berkehendak ia selalu biasa-biasa saja. Jauh dari keakuan..

Jika zaman dahulu wali Allah itu selalu di gambarkan berjubah, berpakaian serba putih. Bagaimana dengan zaman sekarang? Bisa jadi memakai celana jeans dan dengan gaya baju zaman sekarang.

Makanya jangan lah kita selalu berprasangka buruk pada yang di sekeliling kita, bisa jadi wali Allah itu ada di sekitar kita. dan kita tak menyangka bahwa itu adalah wali Allah.

Jika seorang guru, kyai, sheikh berkata, baru lah kita percaya.. tetapi ketika yang bukan siapa-siapa berkata, kita memandang sebelah mata.. berarti kita telah terhijab dari melihat kekasih Allah.

Jangan lah melihat wujud rupa.. tetapi lihat lah apa yang di sampaikan nya..

Bisa jadi orang itu ada di sekeliling kita..

Sabtu, 04 Maret 2017

PRASANGKA BAIK SAJA

PRASANGKA BAIK SAJA

ketika kita mendapat suatu kejadian yang tidak enak, atau yang tidak kita inginkan pasti kebanyakan kita itu marah tak terima.

Marah dan tak terima di perlakukan begitu, karna kita masih melihat mahluk. Sehingga kita membenci mahluk. Padahal ada skenario Allah di Sebalik itu semua. Tiada daun yang gugur tanpa izin Allah.

Padahal Allah sebutkan, "..beserta kesulitan itu ada kemudahan.." mengapa yang kita pikirkan, hanya yang sulit saja, hanya yang tidak enak saja? Mengapa kita tidak berprasangka bahwa Allah akan memberi kemudahan dengan cara yang tidak enak itu?

Jadi, jangan mengaku Fana jika diri ini masih melihat mahluk, masih melihat yang sulit saja. Tetapi tiada melihat Allah yang berkehendak memberi kemudahan dengan cara yang sulit itu.

Ketika kita di benci, di musuhi, di sepele kan tak di anggap, bahkan tiada di hargai sedikitpun, apakah kita marah dengan semua itu? Atau membenci mahluk yang menyakiti itu?

Jika benar kita Sadar Allah, tiada sedikit pun kita membenci mahluk. Karna yang kita sadari dan yakini.. Semua ini Allah, Allah lah yang berkehendak, pasti ada maksud Allah di sebalik semua ini.

Bila yang kita lihat hanya Allah, tentulah diri akan selalu berprasangka baik. Dan merespon sesuatu yang tidak enak itu, bukan lagi dengan kemarahan dan kebencian. Tetapi dengan Senyuman kepada Allah..

Senin, 30 Januari 2017

Dari Pelaut.. di rubah Allah jadi Pedagang



Dari Pelaut.. di rubah Allah menjadi pedagang..

Itulah Hidup.. 
Dari seorang pelaut yang selalu bangga dengan dengan kedudukan nya. selalu banyak duit nya..
sekarang harus Mulai merangkak dari nol.

Kaget.. memang sedikit kaget! perubahan itu begitu drastis.
Jika melihat masa lalu.. memang tergiur untuk merasakan kembali.
Serba cukup, serba terpenuhi, mau apa saja dapat.

Tetapi sekarang, Allah lepas kemelekatan itu. "bisa kah engkau hidup tanpa dunia Andy? Takutkah engkau, jika ku beri kemiskinan?"

Aku hanya bisa menjawab, "bisa apa aku.. jika itu telah menjadi kehendak mu ya Allah? Sungguh ku bukan hamba yang bersabar..jika menolak ini semua."

"jika engkau bertanya, takutkah aku? tentu lah aku takut, aku hanya manusia biasa ya Allah. Aku bukan Nabi, Apalagi Wali. Ku kembali kan rassa takut ini pada mu ya Allah."

Menjadi Pelaut, sangat harum namanya. di sanjung dan di puja karna banyak uang nya. lebih tinggi derajat nya di banding karyawan di darat. Tetapi sangat jauh diri ini dari Allah. tiada sedikit pun SADAR ALLAH. selalu tenggelam ke lumpur penuh dosa.

Menjadi Pedagang, memang lah tak seberapa. tetapi banyak waktu bersama mu ya Allah. banyak waktu aku untuk memperbaiki diri. Banyak waktu aku mendekat kembali. banyak waktu ku menyampaikan Amanah-Amanah MU.

Aku lebih tenang begini ya Allah, Aku tak mau jauh-jauh lagi dari MU. Jadikan lah Aku apa saja sesuai kehendak MU, yang penting aku tak jauh-jauh lagi dari MU ya Allah..

Kamis, 19 Januari 2017

KEHENDAK ILAHI

KEHENDAK ILAHI

segala yang terjadi dalam gerak hidup ini jangan melihat masalah atau yang tak enak nya saja..
Tetapi harus bisa menangkap, apa sih maksud Allah dari ini semua?
Seharusnya bertanya.. "apa sih ya Allah hikmah dari ini semua?"

Jika kita bisa melihat dan memahami apa yang Allah maksud kan dari setiap kejadian, tentu lah hati ini lebih tenang, tidak takut dan bersedih hati. Karna yang kita lihat adalah hikmah.

Yang membuat diri takut, sedih, susah.. karna kita selalu melihat masalah. Padahal janji Allah beserta kesulitan ada kemudahan.

Ada seorang sahabat yang bertanya, "rumah saya masuk maling mas, sepeda motor saya di curi. Bagaimana sikap saya? Banyak saudara saya berkata, itu karna saya kurang sedekah.. apa benar mas?"
Saya contohkan cara menyikapi nya, jangan melihat masalah! Masalah nya ialah motor yang hilang, tetapi lihat lah yang baik-baik saja. Yaitu kita harus bisa bersyukur dan merasa beruntung. Walaupun sudah buntung(rugi). Syukuri saja. "Alhamdulillah ya Allah, walau kemalingan tetapi tiada satu pun korban yang celaka.. tiada korban jiwa."

Nah, sikap syukur ini jika kita terapkan lebih dalam, pasti membuat kita lebih tenang. Inilah pikiran positif. Ikhlaskan segala kejadian. Dan musibah itu jika di syukuri benar-benar, akan mendatangkan kebaikan-kebaikan.

Seperti janji Allah,
Allah SWT berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ  لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat keras/pedih
(QS. Ibrahim: Ayat 7)


kejadian kemalingan itu adalah takdir Allah. Masa' kita menolak? Padahal Allah lah penentu takdir baik dan takdir buruk. Jika yang baik-baik kita gembira, begitu di ditakdirkan yang buruk kita tak menerima. Ini tidak beriman namanya.

Ya sudah, di syukuri saja..
Daripada kita tidak bersyukur, dan memikirkan yang jelek-jelek, "apa benar ini terjadi karna aku kurang sedekah?" Ini namanya cari susah sendiri. Padahal belum tentu karna itu maksud Allah.

Kunci hidup bahagia itu, apabila kita bisa melihat kebaikan. Jika hanya melihat yang buruk saja, hanya melihat masalah terus.. pasti tiada ketenangan hidup. Yang jelas pasti susah terus.

Hidup bahagia itu tidak mesti kaya, tidak mesti banyak uang. Apabila kita bisa menyikapi segala sesuatu dengan berprasangka baik dan selalu bersyukur, pasti lah hidup ini tenang, senang, bahagia..
Karna ketika kita hanya melihat yang baik-baik saja, di situ ada harapan dan semangat hidup. Jadi susah atau senang itu.. tergantung prasangka dan cara berpikir kita. Lihat lah kehendak Allah, lihat lah yang baik-baik saja.




Minggu, 15 Januari 2017

BERPRASANGKA BAIK LAH KEPADA ALLAH

BERPRASANGKA BAIK LAH KEPADA ALLAH

ketika engkau sudah berusaha mati-matian, dan usaha mu itu gagal. Apakah TUHAN sedang mempermainkan mu?

tidak.. jangan berprasangka seperti itu! selalu lah berprasangka baik kepada Allah. Allah maha tahu apa yang sedang kita usahakan. Allah maha tahu segala tetes keringat yang telah kita keluarkan.
tiada semua itu sia-sia di mata Allah. kegagalan itu ialah bukan cara yang terbaik bagi Allah. sengaja Allah memberi kegagalan dan membimbing kita kepada cara NYA yang lebih baik.
Andaikan saja kita bisa mengetahui pasti lah kita penuh rasa syukur kepada Allah. karna kehendak NYA lebih baik dari kehendak kita.

saya belajar dari seorang sahabat,
ia berdoa kepada Allah agar di mudahkan rezeki nya. dan ia meminta pekerjaan dengan penghasilan atau gaji yang besar. pekerjaan nya sebagai Welder(tukang las). pekerjaan sebagai welder ialah pekerjaan yang sangat menguras tenaga(kerja berat). umur sudah semakin tua. suatu hari ia pun di PHK dan menganggur.
akhirnya ia mencoba untuk melamar pekerjaan di tempat lain. capek berusaha kesana kemari tetapi tiada yang mau menerima nya. ia putus asa, kecewa, dan merasa Allah tidak mendukung nya. "Aku sudah berusaha ya Allah, mengapa selalu gagal, tidak kah Engkau mendengar Doa ku?"

ketika mencari pekerjaan sebagai welder tak dapat juga, ia pun menerima suatu tawaran kerja sebagai penyapu jalanan. karna keadaan, ia pun menerima pekerjaan itu. memang, gaji sebagai penyapu jalanan tak seberapa. tetapi banyak bentuk Rahmat Allah yang lain nya, rejeki berlipat ganda.

jika dahulu sebagai welder ia menguras tenaga kerja hingga larut malam, sekarang, kerja sebagai penyapu jalanan hanya lah setengah hari.
jika dahulu sebaga welder, ia sering tak ada waktu untuk sholat, sekarang ia banyak waktu untuk sholat. bahkan hampir lima waktu ia sholat di mesjid.
jika dahulu ia pekerjaan nya sangat berat dan menguras tenaga, sekarang kerjaan nya lebih santai dan tidak terlalu berat.

itulah rezeki yang sesungguhnya, bentuk rahmat Allah. karna umur nya semakin tua dan lemah, Allah berikan pekerjaan yang lebih ringan. Allah berikan ia banyak waktu untuk beribadah. Allah berikan banyak waktu berkumpul bersama keluarga.

apakah cukup gaji sebagai penyapu jalanan? jangan salah! Allah itu maha mencukupi.
ketika ia menjadi welder, anak nya belum bekerja. setelah ia menjadi penyapu jalanan Allah berikan anak nya pekerjaan yang layak. sehingga beban rumah tangga tidak sepenuh nya lagi menjadi tanggungan nya. anak nya lah membantu orang tua.

lihat lah bentuk kasih sayang Allah. kehendak Allah itu memang yang terbaik, cara Allah sangat sempurna. kebanyakan kita.. selalu memakai logika, selalu memakai sebab-akibat. ikuti saja cara Allah.. jangan dengan cara kita. terimalah apa pun kehendak NYA, karna itu lah yang terbaik untuk diri ini..

jadi, belajar lah dari kisah sahabat itu. lepaskan segala ego dan keakuan diri. ikuti saja kemana kita di arahkan, jangan pernah menolak. selalu lah berprasangka baik. kelak kita akan membuktikan apa maksud Allah jika segala usaha kita gagal..

Selasa, 20 Desember 2016

PENYEBAB TAK BAHAGIA

PENYEBAB TAK BAHAGIA

Coba kita hayati lagu Iwan Fals yang Berjudul "Seperti Matahari", semoga bisa membuat kita Sadar di mana letak ketidak bahagiaan kita.

semua kita pasti ingin bahagia, bahagia dunia Akhirat.
tetapi seperti Apakah bahagia yang sesungguh nya itu? apakah segala keinginan dan harapan terpenuhi, baru kita akan merasa Bahagia?

padahal di lagu tersebut, dikatakan bahwa, "keinginan ialah sumber derita." karna belum tentu segala keinginan diri kita ini sesuai dengan Takdir Allah.

-yang pacaran begitu lama, akhirnya tidak berjodoh. lantas kecewa.
-yang menabung begitu lama, ingin membeli mobil, rumah, tanah, tetapi tak kesampaian. lantas kecewa..
-yang sakit bertahun-tahun ingin sembuh, duit sudah habis berobat puluhan juta, tetapi tak sembuh-sembuh juga, akhirnya merasa merana.

ingin ini - ingin itu.. tak kesampaian, ya menderita..
Padahal Allah Berfirman,
"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi mu. dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi mu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."(QS. Al-Baqarah : 216)

hidup lah menerima, apa pun takdir Allah pada diri. itulah bahagia yang sesungguh nya. walau di beri kesusahan, kesulitan, kenyataan tak sesuai harapan. ya sadari saja, Berarti itu yang terbaik untuk diri kita. Ada Rahasia Allah yang tidak kita ketahui. selalu lah berprasangka baik dan merasa diri ini beruntung. maka kita kan bahagia.

syetan itu sangat halus dan licik. jika tidak SADAR ALLAH, ia serang kita melalui keinginan dan keinginan. sehingga kita lalai menerima Takdir Allah. di mana kah letak Berserah diri jika sudah begitu?
semakin besarlah ego diri, yaitu berontak dan menolak kehendak Allah pada diri.

Jadi letak Bahagia itu, bukan pada segala keinginan ini tercapai. tetapi menerima segala Takdir Allah, kehendak Allah pada diri.

jadi agar bahagia, ya jangan ada keinginan diri, tetapi ikuti dan terima lah keinginan Allah. itu lah bahagia yang sesungguhnya..


Sabtu, 17 Desember 2016

DZIKRULLAH ITU, BUKAN MENYEBUT NAMA ALLAH


Makna dzikir itu ialah bukan sebatas menyebut Nama Allah. tetapi sikap dan kesadaran(Sadar Allah) kita, beriman kepada apa yang kita sebutkan.
karna jika dzikir itu hanya sebatas sebutan, tiada lah makna dalam kehidupan kita.


bagi yang ingin bertanya-tanya dan ingin memahami Dzikir Nafas(Sadar Allah), atau ingin membeli buku "SADAR ALLAH DENGAN DZIKIR NAFAS" silahkan hub Wa di 0812-70566960

bisa juga membaca di blog saya tentang Dzikir Nafas(Sadar Allah),
https://kata-andy.blogspot.co.id/

facebook: https://www.facebook.com/andi.firmans...
Twitter:  https://twitter.com/kata_firmansyah
Instagram: https://www.instagram.com/bang_andy_dzikir_nafas/

Rabu, 07 Desember 2016

PELAJARAN IKHLAS

PELAJARAN IKHLAS

Hari ini saya mendapat pelajaran ikhlas dari Allah. Saya mengirimkan buku saya untuk pembeli dari negri jiran malaysia. Beberapa bulan yang lalu, saya pernah juga mengirim buku ke malaysia dengan biaya kirim Rp225.000,- Ketika kemarin ada yang membeli dari malaysia, saya pun menentukan biaya kirim yang sama.. yaitu Rp.225.000,-. Dan hari ini saya kembali mengirim ke malaysia. 

Begitu saya mengirimkan buku tersebut ternyata ongkos kirim nya berubah menjadi Rp280.000,-.. istri saya yang berurusan dengan petugas pos kembali bertanya kepada saya. "Gimana nih bang, ongkos nya lebih mahal, tetap di kirim juga? sudah minta tawar.. Kata petugas pos tetap segitu ongkos kirim nya."

Dengan mantap saya berkata," ya sudah, kirim saja! Anggap saja kita sedekah kan buku itu." Saya hanya tersenyum di dalam hati, "aku ikhlas ya Allah.. aku ridho akan ketetapan MU." Saya tetap menunggu di parkiran. 

Lantas, setelah proses pengiriman selesai, istri saya pun datang dengan wajah gembira. " ajaib bang, tukang pos nya bertanya, "tetap di kirim juga bu, ongkos nya mahal.. nanti ibu ndak ada untung nya?" Mau gimana lagi pak? Ga Apa-apa lah, hari ini rugi. Nanti pasti Allah ganti di hari esok." Jawab istri saya.

"Ini buku apa bu?" Tanya petugas pos. "Buku agama pak" jawab istri saya. "Sebenar nya buku ini, kalau ke luar negri masuk ke bagian cargo bu, tetapi saya bantu lah. Saya masukan ke bagian surat kilat khusus. Jadi ibu hanya membayar Rp215.000,- saja! Jawab petugas pos. 

"Alhamdulillah.. " saya dan istri pun menjadi terharu dan penuh syukur akan kebesaran Allah dalam memberi pelajaran ikhlas ini. Yang mana sekarang saya lagi menganggur. Dan penghasilan saya hanya lah dari buku itu. Begitu ada yang beli malah tiada untung. Tetapi itu hanyalah ujian Allah apakah kami bisa ikhlas.

Ternyata takdir Allah itu tergantung diri kita ini.. seperti janji NYA, Allah SWT berfirman:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ  مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا  بِاَنْفُسِهِمْ  ؕ  وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ  وَمَا لَهُمْ  مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd: Ayat 11

ketika kita menerima apapun ketetapan Allah tanpa mengeluh(Ridho), maka Allah akan lebih ridho lagi kepada kita. Jadi, yang harus di rubah itu ialah prasangka kita. Kita nya saja tidak ridho akan ketetapan Allah, bagaimana Allah akan ridho pada diri kita?

Ya bukti nya petugas pos tadi, itulah malaikat yang di perintah kan Allah. Koq mau-mau nya dia menolong dan membantu kami? Tentu itu atas kehendak Allah. Pelajaran yang bisa di ambil ialah. Rubah mindset kita, prasangka kita kepada Allah. Jika kita selalu ridho dan berprasangka baik. Maka akan di tentukan takdir yang baik pula untuk kita.

Coba seandainya tadi saya dongkol, mengeluh atau tidak ikhlas, karna tiada keuntungan. Pasti belum tentu Allah gerakkan petugas pos itu untuk membantu. Tentu akan terjadi takdir yang sudah di tentukan NYA saya mendapat kerugian. Tetapi karna kita ridho, Allah pun lebih ridho lagi. Allah itu maha pengasih, maha penyayang. Mana mungkin ia membuat hamba nya kecewa jika jika sudah berprasangka baik kepada NYA..

Seperti yang telah di tunjukkan oleh Nabi ayyub,
“Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Rabbnya: ‘(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha-penyayang di antara semua penyayang.” (QS. 21:83) Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat-gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah kepada Allah. (QS. 21:84)” (al-Anbiyaa’: 83-84)

lihat lah, ketika nabi ayyub di timpa penyakit, beliau tidak minta sembuh, tidak mengeluh dan menolak ketetapan Allah pada nya. Tetapi beliau malah memuji Allah, "dan Engkau adalah Yang Maha-penyayang di antara semua penyayang." Itulah sikap ikhlas, menerima takdir buruk dan berprasangka baik kepada Allah. Di beri penyakit, ia malah memuji "Allah maha penyanyang." Sehingga Allah rubah takdir nya kepada kebaikan yang berlipat ganda. Allah sangat ridho pada hamba-hamba nya yang ikhlas.

Jadi, apa pun bentuk ujian kita.. ikhlas lah karna Allah. Ketika kita ridho, maka Allah akan lebih ridho lagi kepada kita.



Minggu, 04 Desember 2016

PERTOLONGAN ALLAH

PERTOLONGAN ALLAH

ketika engkau takut akan urusan dunia.. "Jika hari ini tak bekerja, besok kita makan apa?"
Itu berarti engkau telah menghina Allah, telah berprasangka buruk kepada Allah!

Itulah pikiran yang sempit, lemah nya iman.
Karna engkau tak beriman pada yang maha mencukupi, yang maha sebaik-baiknya pemberi rezeki.

Coba lah abaikan rasa takut itu,
Sadari dengan penuh keyakinan, Allah maha mengetahui kesusahan dan kebutuhan mu..
Sadari dengan penuh keyakinan, Allah akan mencukupi segala kekurangan mu..
Sadari dengan penuh keyakinan, Allah maha mengurus mahluk nya, dan menolong mu..

Jika segala itu telah engkau yakini dengan penuh kesadaran. Dengan penuh berserah diri..
Pasti Allah akan mengabulkan apa yang engkau yakini itu.

Tidak mungkin Allah mengecewakan hamba yang telah yakin kepada NYA..
"Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 214)

yang penting Yakin..!!!