Minggu, 24 April 2016

TAKWA KUNCI BAHAGIA

Ketika ALLAH sudah berkehendak akan sesuatu, cepat atau lambat maka terjadilah atas kuasa nya.

Ada seorang hamba, Allah telah berkehendak atas diri nya. Allah ingin menjadikan hamba itu "sesuatu" yang di kehendaki nya.

Allah berkata, "hai hamba ku.. patuhi lah perintah ku, jadilah seperti apa yang AKU kehendaki..!

Si hamba ini terus saja sesuka hati menjadi seperti apa yang di kehendaki diri nya sendiri.

Allah berkata, hai hamba ku.. jangan kesana engkau melangkah, seharusnya engkau kesini. Patuhi aku..".

Si hamba tetap saja mengikuti kehendak diri nya, "mau ku ini, bukan itu..".

Si hamba ragu pada perintah, si hamba bertanya terhadap diri, "apa bisa, tidak mungkin aku bisa, tidak mungkin aku mampu..?". karna ia melihat keterbatasan dirinya. Ia melihat kelemahan nya. "Lagipula bukan itu yang ku mau, tetapi ini lah yang ku mau..".

Allah berkata lagi, "hai hamba ku.. mengapa engkau melihat diri, mengapa engkau tak melihat AKU?".

Si hamba terus melangkah dan berbuat sesuai dengan apa yang ingini nya. Tetapi tak bahagia, yang di dapatkan nya hanyalah kekecewaan saja, capek, susah, dan derita sepanjang masa.

Ujian demi ujian tiada habis nya, masalah demi masalah tiada henti nya. Semakin lama si hamba semakin putus asa. Lantas ia mengadu segala derita..

Ya ALLAH, mengapa hidup ku selalu begini, mengapa aku tak bahagia, mengapa ya ALLAH.. ?
apa salah ku, apa dosa ku, sehingga aku begini..? Padahal aku telah bertakwa, padahal aku telah berusaha..

Allah menjawab, wahai hamba ku.. mengapa engkau tak mendengar ketika aku berkata? Mengapa engkau tak patuh pada perintah?
Takwa yang ku inginkan patuhi lah segala perintah ku atas dirimu.
Mengapa engkau selalu mengikuti kehendak mu, bukan kehendak KU?

Aku suruh kesini.. engkau malah kesana..
Aku suruh begini.. engkau malah begitu..
Mengapa engkau tak yakin pada petunjuk ku..?
Mengapa engkau selalu mengikuti nafsu?

Si hamba SADAR, ia selalu mengikuti kehendak diri nya, karna tidak yakin pada kehendak ALLAH.

Setelah ia berserah pada perintah, Allah sanggup kan walau tak bisa..
Allah jamin kebutuhan nya..
Allah beri apa yang di pinta..

Si hamba bersyukur kepada Allah, "ya Allah.. andai dahulu ku patuhi segala perintah, pasti aku kan bahagia..
Andai dahulu ku aku percaya, pasti hidup tak kan merana..
Ampuni aku ya ALLAH..

Allah berkata, "bergantung lah kepada Ku, mengabdi lah kepada ku, jadi lah seperti yang ku inginkan, maka segala kebutuhan akan aku cukupkan.."

"Mengikuti kehendak mu, sama saja menerka-nerka.. karna belum tentu serupa dengan ingin ku.. belum tentu engkau bahagia."

"Mengikuti segala kehendak/perintah ku.. pasti KU jamin engkau bahagia." Jadi lah seperti apa yang aku kehendaki..

Hamba berserah diri padamu ya ALLAH.. kehendak mu lah atas diriku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar