Kamis, 23 Februari 2017

PISAHKAN KESADARAN

PISAHKAN KESADARAN

Ketika kita di timpa suatu masalah, pasti lah menjadi beban pikiran. Sehingga membuat kita galau dan stress. Sehingga banyak orang mencari cara untuk bisa melupakan masalah-masalah dalam hidup nya.

Tidak sedikit, banyak orang yang tidak tahan dan mencari cara yang salah..!

- ketika banyak beban pikiran orang malah minum obat tidur/penenang, agar pikiran nya tenang, berhenti berpikir, agar lupa masalah.

- ketika banyak masalah, orang minum Alkohol atau memakai narkoba agar mabuk, sehingga pikiran nya tenang.

Rasa tenang, fly, damai.. itu hanya sesaat saja. Begitu efek nya habis. Kita kembali susah sehingga bergantung kepada yang di haramkan Allah itu. Ini adalah pelarian yang salah.

Bahkan ada yang curhat kepada saya, ketika ia di timpa masalah dalam hidup ia tak sanggup menerima. Sehingga meminta mati, "ya Allah, aku nggak sanggup lagi.. cabut saja nyawa ku sekarang!" Ini lah orang yang tak sabar.

Ada lagi yang lebih ngeri..
Ketika masalah datang silih berganti, ia malah memaki-maki TUHAN! " percuma saja aku sembah engkau ya Allah, aku sudah sholat, sudah berpuasa, berdzikir, bertakwa.. tetapi ini balasan Mu pada ku!" Sehingga orang ini tak lagi mau lagi sholat bertahun-tahun lama nya..

Itu semua karna tiada kesabaran dan keimanan. Dan tak berprasangka baik kepada Allah. Jika kita mengalami hal yang serupa saat ini.. pisahkan lah kesadaran.

Segala Masalah itu di luar diri, jangan sampai masuk ke dalam diri.

Ketika kita di timpa musibah, di timpa penyakit. Yang sakit itu kan jasad. Dan rasa sakit pada jasad mempengaruhi pikiran. Semakin di pikir maka akan mengganggu kejiwaan kita. Jika sudah begini, sakit nya ya jadi luar dalam.
Seharus nya harus terpisah..!

Biar saja jasad ku susah, jasad ku sakit. Seharus nya jiwa sangat ikut-ikutan sakit. Jiwa ini harus kuat bersandar kepada Allah.

Kan Allah bilang, "Dengan berdzikir hati menjadi tenang.." hati yang tenang itu ialah apabila pikiran telah mati. Terpisah kesadaran..

Jiwa yang berdzikir.. pasti pikiran ini mati, tiada waktu lagi berpikir, kebal bisikan-bisikan nafsu.

Saya dahulu sangat sering sakit kepala( migrain). Ketika kepala ini sakit, berdenyut, semua nya jadi terganggu. Sensitif, dan cepat marah. Ketika saya berlatih dzikir nafas dan bisa memisahkan kesadaran. Walau sakit kepala, jiwa di dalam tetap tenang. Pikiran mati, sehingga tidak emosi. Memang rasa sakit itu tidak hilang apabila penyakit itu muncul. Tetapi jiwa ini tenang bersama Allah(Sadar Allah).

Dan ketika masalah dalam hidup menimpa diri saya, ya sama.. pisahkan saja kesadaran. Sehingga tiada banyak mikir, tidak susah hati. Dan seolah masalah itu seperti sudah selesai karna saking tenang nya. Padahal solusi saja belum ada. Tetapi itu lah jaminan Allah..

Jadi, untuk teman-teman latih lah Dzikir Nafas Sadar Allah ini. Latih terus jangan berhenti. Jika kita sudah pahami siapa diri sebenar diri, sering-sering lah di dalam (masuk pada kesadaran jiwa).. maka, masalah di luar diri.. tak lagi mempengaruhi yang di dalam(kejiwaan)..

Itulah ketenangan hakiki, bukan karna mabuk minum atau narkoba..

Hamba Allah itu, tiada takut dan bersedih hati.. karna telah terpisahnya kesadaran..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar