Senin, 13 Februari 2017

IKHLAS LAH KARNA ALLAH

IKHLAS LAH KARNA ALLAH
Oleh: Andy Firmansyah

Mungkin pengalaman saya ini pernah juga di Alami oleh teman-teman. Ketika ada seorang teman atau kerabat yang sedang kesulitan berhutang kepada kita.
Dia berjanji akan melunasi pada batas waktu yang di tentukan. Tetapi ketika waktu nya tiba, hutang itu tak dapat di lunasi nya. Bagaimana kah sikap kita?
Apakah kita marah, kesal, kecewa, atau membenci orang yang berhutang itu?
Alhamdulillah, Allah jawab melalui Al quran.. Allah SWT berfirman:

وَاِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍ  ؕ  وَاَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 280)


apa yang tertulis di Al quran itu adalah suatu perintah Allah. Dan sungguh berdosa lah kita jika melakukan sesuatu yang di luar perintah Allah.

Andaikan saja saat ini kita sedang kesulitan dan butuh uang, ketika kita menagih hutang kepada teman yang meminjam. Teman kita itu hanya lah berjanji dan berjanji. Bagaimana lah sikap kita? Jika kita memaksakan harus di bayarkan hutang itu secepatnya. Berarti kita telah mengabaikan perintah Allah.

Tiada paksaan dalam hukum islam, berilah tenggang waktu untuk orang yang berhutang. Jika kita ingin memberi hutang berpikir lah dahulu. Siap tidak, jika hutang itu akan di bayarkan ketika orang itu benar-benar kondisi lapang? Dan tentu nya waktu lapang itu tidak bisa di pasti kan kapan.

Dan Allah sebutkan, "dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." Makna nya ialah, orang yang ikhlas itu pasti hidup nya bahagia. Jauh dari amarah dan kebencian. Daripada kita hanya memikirkan hutang yang belum di bayar, lebih baik di ikhlaskan saja.

Karna, kalau kita tidak ikhlas, hidup kita juga jadi tidak tenang. Marah, sedih, kecewa, bahkan ada yang dendam. Coba kita sadari, mengapa kita hanya menagih dan menagih. Tanpa mau mengerti kesulitan orang yang berhutang. Siapa yang memberi kesulitan itu jika bukan Allah?

Jadi, jangan membenci jika orang belum bisa membayar hutang. Tetapi di doakan saja. "Lapang kan lah rezeki nya ya Allah, agar ia bisa membayar hutang ku.."
Atau sikap yang lebih mulia ialah, ikhlaskan saja karna Allah. Semoga Allah memberi Rezeki kepada kita melalui jalan yang lain.

Lain kali, berpikir dan pertimbangkan lah dahulu jika ada orang yang mau berhutang kepada kita. Jika tidak siap di bayar dalam waktu yang lama, ya jangan berikan. Justru itu akan membuat kita berdosa nanti. Menagih dan terus menagih padahal itu bukan anjuran Allah.

Jika memberi hutang, anggap lah uang itu bakal hilang. Kalau di bayar ya syukur. Jika orang itu kesulitan, ya di doakan semoga lapang. Jika tetap sulit juga dalam waktu yang lama, ya ikhlaskan lah karna Allah.. itu lebih baik dan membuat hidup kita tenang. Daripada menagih dan terus menagih..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar