Kamis, 09 Februari 2017

MISKIN YANG SESUNGGUHNYA

MISKIN YANG SESUNGGUHNYA

Mengabdi kepada Tuhan yang maha kaya, tetapi mengapa hidup mu koq miskin? Ejekan seorang kawan.

Santai dulu kawan.. :-)
apakah tiada uang dan harta itu bagi mu kemiskinan?

Engkau salah.. jika beranggapan seperti itu! Biarlah hidup ku miskin menurut mu dan semua orang, tetapi sesungguhnya Aku sangat kaya di sisi Allah.

Kaya? Bukti nya kau serba kekurangan! Apa yang kau punya? Bantah teman itu.

Baik lah teman, akan ku tunjukkan seperti apa miskin yang sesungguhnya itu. Yaitu, apabila kau selalu di perbudak keinginan dan keinginan.

Sudah banyak nikmat Allah yang telah di berikan kepada mu, tetapi kau selalu merasa kurang.
Sudah banyak rahmat Allah yang di berikan kepada mu, tetapi Engkau tak pernah bersyukur.

Engkau tak melihat apa yang ada saat ini, tetapi kau hanya melihat keinginan yang belum terpenuhi. Itulah keinginan penuh Nafsu.

Engkau berusaha mati-matian mencapai apa yang kau inginkan. Ketika tak tercapai engkau kecewa, engkau bersedih, engkau tak terima.

Ketika harapan tercapai, engkau tak pernah merasa puas. Ingin lagi dan ingin lagi. Bukan kah itu kemiskinan?

Aku memang tiada harta benda, tetapi aku bersyukur pada yang ada saat ini. Aku merasa cukup, dengan yang di berikan saat ini. Tiada aku di perbudak Nafsu ingin ini - ingin itu.

Walau makan ku hanya dengan telur dadar, tetapi nikmat nya luar biasa. Sedangkan engkau, begitu banyak nya makanan mewah yang kau miliki tetapi tiada boleh memakannya. Karna di tubuh mu banyak penyakit, sehingga banyak pantangan dalam hal makanan.

Walau tidur ku hanya di lantai, sungguh nyenyak sampai lah pagi. Sedangkan engkau, tidur mu di ranjang yang empuk, tetapi tiada bisa tidur karna memikirkan urusan dunia.

Sadar lah wahai kawan.. Siapakah yang lebih miskin sekarang?

Jangan kau memandang sebelah mata orang yang tak punya apa-apa. Walau mereka tiada harta benda, tetapi mereka bersyukur kepada Allah. Mereka merasa cukup.

Jangan bangga pada apa yang kau punya. Selagi engkau belum merasa cukup, berarti engkau masih miskin..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar