Minggu, 19 Februari 2017

JIWA YANG TENANG

JIWA YANG TENANG

Bahagia yang sejati itu ialah apabila kita mendapatkan ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa adalah bentuk rahmat Allah bagi hamba-hamba nya yang mau mendekat dan menyadari Allah(Sadar Allah). Hidup menerima..

Jadi, bukan lagi bahagia karna sebab-akibat. Seperti apa bahagia karna sebab-akibat..? Yaitu merasa bahagia karna di sebab kan sesuatu.
Dapat duit, bahagia..
Rezeki lancar, bahagia..
Sembuh dari sakit, bahagia..
Naik pangkat, bahagia..
Keinginan tercapai, bahagia..
Dll..

Jadi, itulah kebahagian karna di sebabkan sesuatu. Dan ketika sesuatu itu tiada, kita kembali susah dan bersedih hati. Inilah kebahagiaan yang semu. Kita bergantung kepada sesuatu.

Bagaimana jika sesuatu itu tiada lagi kita miliki, apakah masih bahagia? Belum tentu kita bahagia.

Jadi, bahagia yang sebenar nya itu ialah jiwa yang tenang..
Di beri kesulitan tak membuat kita takut dan bersedih hati..
Di beri kenikmatan, tak terlalu senang berlebihan..

Jiwa tetap tenang biasa-biasa saja. Karna yang di katakan penghuni surga itu ialah jiwa yang tenang. Seperti firman Allah,
"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku" (QS al-Fajr [89]: 27-30).

Jiwa yang tenang itu apabila telah ridho.. akan ketetapan Allah. Itulah kebahagiaan yang hakiki(Surga).

Hidup menerima, di beri kesulitan, penyakit, kesusahan, kemiskinan, dan kemelaratan, kita terima dengan ridho. Pasti lah jiwa ini lebih tenang daripada jiwa yang berontak tak menerima.

Surga-neraka itu bukan nanti, tetapi sekarang dan saat ini. Kita pun bisa merasakan syurga-neraka.

Jadi kebahagiaan itu akan kita dapatkan apabila jiwa ini telah tenang. kita terima segala ketentuan Allah. Ridho/terima lah..

Di beri kesusahan, di beri cobaan yang berat, ya terima saja. Selagi jiwa ini belum tenang, masih bergejolak berontak tak terima.. pasti kita semakin tersiksa, itulah Neraka.

Jadi, pahami makna bahagia yang sesungguhnya. Bahagia itu bukan karna memiliki sesuatu, tetapi apabila jiwa ini telah tenang.. itu lah kebahagiaan hakiki..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar