Sabtu, 18 Juni 2016

KOTAK-KATIK AYAT ALLAH

KOTAK-KATIK AYAT ALLAH

lucu judul nya ya? Hehe..
Saya pun sambil senyum-senyum sendiri menulis ini.

Ketika ada seorang sahabat berkomentar, " Mas Andy sudah jadi ahli tafsir baru rupanya sudah mulai mengotak-atik makna ayat-ayat al Qur'an.dapat ilham ya mas?"

Jujur saya kaget dan heran..
saya ini siapa ya? Ustad bukan, apalagi kyai..? Koq tulisan-tulisan saya banyak mentafsirkan ayat-ayat quran? Apa saya terlalu lancang ya?

Saya tidak tersinggung oleh komen tersebut, justru saya bersyukur. Melalui sahabat itu saya menangkap pesan-pesan Allah..

Kalau di bilang mengotak-atik ayat ya memang harus begitu. Sebuah mesin yang rusak tidak mungkin akan bisa di perbaiki tanpa di kotak-katik dahulu. Jadi kotak-katik itu adalah proses..

Begitu pula Al quran.. tidak mungkin bisa menjadi petunjuk tanpa di kotak-katik dahulu..

Cara nya bagaimana..?
Al quran ialah kalam Allah, kalimat-kalimat Allah.. itu semua perkataan Allah, dan Allah lah yang paling mengetahui makna nya.

Jadi ketika kita membaca Al quran, ya tinggal tanya saja.. "ya Allah, Al quran ini kalam mu ya Allah. Engkau lah yang lebih mengetahui makna yang tersirat. Oleh karna itu, beri tahu aku ya Allah, agar menjadi petunjuk untuk ku.."

Penting Dalam membaca Al quran kita harus SADAR ALLAH, sambungkan kesadaran jiwa ini ke Allah (silatun). Ketika tersambung.. nanti Allah akan turun kan ilham nya, kita akan di beri tahu makna yang tersirat.

Kebanyakan orang lebih mempercayai kyai atau ulama yang ahli tafsir quran. Jika ulama A atau B berkata, ia mempercayai. karna ilmu nya di anggap telah mumpuni. Tidak salah sih, pemahaman kita kan beda-beda.
Type orang seperti ini, masih belum menggali..

Jika kita pelajari.. ulama atau kyai yang ahli tafsir itu, darimana ia dapat pemahaman? Apakah dari guru-guru nya turun menurun.. atau kah langsung dari Allah(melalui ilham)?

Saya pun kaget.. belajar ngaji saja saya tidak pernah, koq berani sekali ya mentafsirkan Al quran?

Ilmu Allah itu sangat luas, kan Allah sudah bilang..
Katakanlah (Muhammad), "Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."
[QS. Al-Kahf: Ayat 109]

Jadi ayat-ayat Allah itu sangat luas makna, jangan kita berpatokan pada ahli tafsir saja, berarti kita telah membatasi diri.. ketika yang bukan Ahli tafsir berkata, kita tidak mempercayai apa lagi menyalahkan..

Semoga para sahabat juga berani seperti saya, tanya langsung ke Allah.. SADAR ALLAH adalah kunci ilmu Allah.

Al quran itu kalam Allah, dan Allah lah yang paling mengetahui makna nya, jika bertanya kepada kyai atau ulama. Kita hanya mendapatkan sebatas yang dia ketahui saja. Jika kita bertanya kepada Allah.. ilmu Allah tanpa batas..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar