Rabu, 29 Juni 2016

ALLAH LAH MAHA GURU

ALLAH LAH MAHA GURU

Suatu saat saya bertanya kepada guru, " dalam berdzikir Nafas, saya mengalami fenomena-fenomena dalam perjalanan menuju Allah, apakah yang saya alami itu sudah benar atau salah pak?".
Lantas guru pun menjawab, " jangan ikuti kata saya, karna saya juga sedang belajar kepada Allah. Apa pun pelajaran yang kamu dapati dari Allah. Yakini lah..!"

Mungkin sebagian orang akan berhenti belajar pada guru saya tersebut. Karna tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan murid dalam belajar. Tetapi saya bersikap beda..
Dalam hati saya berkata," mungkin guru sudah tahu jawaban nya, hanya saja ia tidak mau saya bergantung kepada nya. Ia ingin saya benar-benar mendapatkan pelajaran murni dari Allah. Jadi bukan katanya-katanya lagi.."

Hari demi hari, bulan dan tahun pun berlalu. Saya terus mengamalkan Dzikir Nafas. Walau tidak pernah ikut toriqoh, tidak pernah belajar ilmu ketuhanan/makrifat.. tetapi saya semakin paham makna makrifat yang sebenarnya. Yaitu pelajaran laku dalam kehidupan.

Pelan-pelan hidup ini di rubah Allah lebih baik, pelan-pelan saya mulai bertakwa kepada Allah. Bisa di bilang, saya mulai merasakan islam ya sejak berDN..
Padahal guru hanya memberi kunci nya saja yaitu SADAR ALLAH(IHSAN). Setelah kunci di dapat, ilmu itu pun datang sendiri..

Apa pun perintah guru, saya hanya berkata," siap pak..!" Eh, pelajaran Allah mengalir sendiri. Ajaib..
Sejak saat itu saya pun sangat sedikit bertanya pada guru. Hanya pada Allah saja, saya terus menggali dan menggali..

Sangat jelas.. Allah lah maha guru, segala ilmu yang saya dapatkan dari Allah. DIA lah maha pemberi petunjuk. Guru hanya lah memberi kunci nya saja.

Salut saya dengan sosok guru yang tidak mau di sebut guru, guru mana yang berkata, "saya juga masih belajar kepada Allah..?" Sangat langka guru yang seperti itu.

di saat saya rindu dan mengenang masa-masa berkumpul dengan guru dan teman-teman seperjalanan. Saya pun menjumpai photo ini. Seharusnya islam itu harus seperti ini, tiada kasta. Rasulullah saja tidak pernah menganggap diri nya guru. Semua teman seperjalanan di anggap nya sahabat, bukan murid. Semua sama di hadapan Allah. Lihat lah photo ini, yang mana guru dan yang mana murid? Ya sama saja..

Terima kasih pak pur, yang mengajak diri ini SADAR ALLAH. engkau layak nya Rasulullah, yang menyebarkan tauhid di bumi Allah. Dan saya pun ingin seperti sahabat nabi.. yang selalu mendukung mu dalam berjihad di jalan Allah..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar