Kamis, 29 Desember 2016

APLIKASI PATRAP DALAM KEHIDUPAN


APLIKASI PATRAP DALAM KEHIDUPAN

Dalam laku Patrap, mungkin kita telah merasakan sensasi atau efek energi ilahi. Yaitu suatu daya yang membuat kita benar-benar tak berdaya. Di putar-putar, di banting, terjungkal, berlari tak karuan. Ada energi/daya yang menggerakkan jasad ini sehingga kita hilang kontrol.

Itulah energi/daya ilahi yang di luar kuasa atau kemampuan diri. Tak sedikit membuat kita lelah, hingga muntah-muntah.

Nah, dalam kehidupan nyata.. kita pun akan merasakan Hal yang sama. Hidup ini benar-benar di banting oleh Allah, belum habis satu masalah. Muncul lagi masalah baru. Stress, galau, kecewa, takut, putus asa, semua bercampur aduk.

Itu lah proses patrap kehidupan. Allah mengajarkan berserah diri yang sesungguhnya. Sama seperti laku patrap ketika latihan. Setelah di banting, terjungkal, baru berdiri.. lalu di banting lagi.

Rasa nya, diri ini tak berdaya melakukan ritual ini. Ke Allah koq menderita begini? Tetapi ada suatu komando dari sang guru yang menuntun sang jiwa,
" bangkit..!!! Ke Allah jangan lembek, kuatkan jiwa mu ke Allah..!!! Terus.. lurus.. terus tuju lah Allah...!!!

Perut mual, Nafas tersengal, tubuh pun tak berdaya untuk berdiri. Akan tetapi jiwa benar-benar di tarik oleh Allah. Daya semakin besar..

Apa yang bisa kita lakukan saat itu?
Tiada yang bisa kita perbuat, hanya bisa berserah dan terus berserah..

Mau melawan kehendak Allah?
Pasti lah bantingan nya lebih keras, seolah Allah berkata, " Masih ada kah kuasa mu untuk berdiri? Sujud lah engkau, pertanda engkau tunduk akan kehendak KU!" diri pun di banting dan terjungkal lebih hebat lagi, kepala pun terjerembab ke tanah yang berlumpur dan becek.

"Bisa apa engkau sekarang, bangkit lah jika engkau mampu!" Mungkin Allah sedang tersenyum kala itu melihat si hamba yang berserah pada NYA.

Masih ingat kan teman-teman? Kita telah mengalami itu di dalam patrap. Tetapi tiada kita yang terluka, tiada kita celaka. Jika secara logika, pasti lah leher dan tangan ini telah patah jika di banting begitu keras. Nyata nya tiada kita celaka.

Itulah pelajaran dalam patrap. Menambah keimanan dan keyakinan kita dalam berserah diri kepada Allah. Tua-muda, miskin-kaya, kuat atau lemah, ya sama saja di kala itu. Semua di banting, tiada beda di mata Allah.

Nah, dalam hidup siap-siap lah menerima pelajaran yang sesungguhnya, hidup di goncang, di banting, di buat tak berdaya. Itu pertanda Allah menyuruh sujud. Tunduk lah mengikuti kehendak NYA. Jika di beri masalah dan kesulitan hidup.. itulah pelajaran berserah. Bisa apa kita? Mau melawan? Memang di buat kita tak bisa apa-apa. Hanya berserah diri yang bisa kita lakukan.

Biarlah hidup di banting, jiwa ini harus Nekad ke Allah..
Biarlah hidup ini susah, jiwa ini harus tenang bersama Allah..

Pisahkan lah antara jiwa dan raga, ke Allah harus Nekad. Harus siap, jangan lembek. Jika hidup dan mati ini hanya untuk Allah, mengapa kita takut ketika hidup di banting?

Allah sayang sama kita, ia mendidik dengan cara NYA, ia menebalkan keimanan kita. Satu yang harus di ingat, dalam patrap tiada kita celaka..

Begitu pula dalam hidup ini, jika hidup di banting, harus yakin.. bahwa tak kan mungkin Allah mencelakakan kita. Memang tiada yang bisa kita lakukan lagi selain berserah.

Jadi, ikuti saja permainan NYA. Berserah lah.. kembali lah kepada Allah, Allah sedang memanggil mendekat saat ini. Pisah kan jiwa dan raga, sampai energi nya mereda, sampai bantingan nya melemah. Sampai jiwa yang tenang. Yang telah kembali kepada Allah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar