Sabtu, 03 Desember 2016

MAKRIFAT

MAKRIFAT

Makrifat itu ialah bukan sekedar berteori tetapi bentuk laku dan sikap kepada Allah.

Jadi untuk apa belajar ilmu makrifat jika hanya sekedar teori? Jika tak mencerminkan sikap dan laku di hadapan Allah. Siapa yang bisa memperkenalkan Allah? Tiada seorang manusia pun bisa memperkenalkan kita kepada Allah. Makrifat itu rahasia Allah. Hanya bisa di pahami oleh diri sendiri, tidak bisa di jelaskan kepada orang lain.

Analogi nya seperti kopi,
Mungkin kita bisa berteori tentang kopi, tetapi apakah kita bisa menjelaskan bagaimana rasa kopi? Dan bagaimana kah bau nya kopi? Tentu tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Dan hanya bisa di pahami oleh diri sendiri. Hanya diri yang mau mencicipi nya sendiri yang akan mengenal hakikat kopi. Tentu setiap orang berbeda rasa, berbeda pemahaman. Tidak mungkin sama.

Jadi, itulah rahasia yang tidak bisa di ungkap. Hanya bisa di teorikan. Dan wilayah kepahaman itu hanya Rahasia diri dan Allah.

Jika kita hanya memperlajari ilmu-ilmu makrifat, berarti sama saja seperti membicarakan kopi. Hanya lah teori. Dan soal rasa, mana bisa di ungkapkan. Begitu pula lah wilayah makrifat kepada Allah. Tiada seorang manusia pun bisa memperkenalkan siapa Allah yang sesungguhnya. Sampai kapan pun pasti tidak akan kenal jika kita tak menemui Allah sendiri.

Jadi jangan terpesona dengan orang-orang yang mengajarkan berbagai ilmu-ilmu makrifat. Karna itu hanya lah sebatas teori. Dan kebanyakan kita baru belajar teori saja sudah merasa bangga, merasa berilmu, sehingga ilmu yang di dapat menjadi wacana untuk saling debat. Ini bukan makrifatullah namanya, tetapi makrifat iblis. Semakin berilmu semakin sombong!

Makrifat yang sebenar ialah, kita memahami apa yang Allah kehendaki pada diri. Ketika keakuan diri ini lebur, dan kita hanya menyaksikan Allah saja. Itulah makrifat yang sejati. Sehingga segala sikap dan tindakan diri ini, mengikuti Allah. Bukan lagi diri.
Sehingga jadi lah kita hamba yang berserah diri.

Jika ada orang yang berkata,
"saya melakukan ini karna kehendak Allah!"
"Saya mengetahui ini, karna di beri tahu Allah"
"Saya begini dan begitu semua karna Allah."
Ini lah orang yang sebenar-benar makrifat. Dan orang lain pasti tidak akan mempercayai apa yang di katakan nya. Karna kepahaman yang Allah berikan berbeda.

Mana ada orang yang berani berkata," saya di suruh Allah!" Jika dia tidak bermakrifat kepada Allah. Pasti akan di anggap gila bagi orang yang tidak memahami.

Jadi, makrifat itu ialah sikap dan laku kita dalam bertuhan. Dan hanya di pahami bagi orang-orang yang mau menemui Allah. Yang lurus kepada Allah. Jika hanya ngomongin ilmu makrifat saja, sesungguhnya itu belum makrifat. Tetapi hanya lah berteori. Sampai kapan pun akan terus berteori. Dan tidak akan kenal sebenar-benar nya kenal. Sehingga tiada lah tercerminkan pada akhlak dan perbuatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar