Jumat, 10 November 2017

BAHASA JIWA

BAHASA JIWA

Membela diri, itu juga termasuk ego..

"masa' sih bang, apakah abang akan diam saja jika di tonjok orang? tidak mengelak atau membalas?"

Diam saja, itu juga termasuk ego..

"membela diri di bilang ego, diam saja juga ego.. gimana tuh bang? yang bagaimana yang tidak ego, bingung saya?"

Bingung ya..? begitulah jika kamu tak memahami apa yang saya rasakan, pasti bingung. ujung-ujung nya ya jadi terjebak prasangka. karna wilayah rasa, tak dapat di ketahui orang lain.. jika rasa jiwa mu belum aktif.

kenapa saya katakan membela diri itu ego? karna masih ada keakuan diri. sudah menjadi sifat manusia itu tak mau di salahkan. ketika salah saja, kita tak mau di salahkan. apalagi ketika benar?

sehingga banyak orang yang mengelak, bahkan membalas menonjok dengan lebih keras. itu karna ego nya.

"lalu, orang yang diam saja koq di katakan ego juga bang?"

ya ego lah.. diam nya itu karna apa? karna sabar.. atau karna takut? jika karna takut, jelas itu ego.

" ternyata susah juga ya bang, menilai wilayah rasa ini..?"

Susah itu karna kamu belum memahami wilayah rasa. kesadaran jiwa mu belum aktif. sehingga terjebak pada prasangka. benar bagi ku, belum tentu benar bagi mu. dan benar bagi mu, belum tentu salah bagi ku.

jadi, tiada guna ku katakan "kalimat membela diri ego dan diam saja juga ego." karna pasti kamu terjebak prasangka. kamu tidak akan memahami jika aku tak menjelaskan nya.

Oleh karna itu, wilayah rasa biarlah sebagai rasa.. jangan di ungkapkan.. apalagi di bahasa kan. pasti nanti jadi salah paham.

Rahasia.. biar lah kan tetap menjadi rahasia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar