Sabtu, 21 Mei 2016

TEBARKAN LAH KEBAIKAN DENGAN MENULIS

Biasa kan lah menuliskan segala pengalaman dalam perjalanan hidup ini. Buat lah suatu diary spritual. Lalu bagikan tulisan itu ke media sosial agar bermanfaat untuk orang lain.

Mungkin banyak yang menggunjing, mencemooh, "emang nya kamu siapa, Anak kemarin sore koq berlagak menasehati?". Biarkan saja banyak yang mencela, terserah lah apa kata mereka.

Tetapi banyak di luar sana orang yang benar-benar menghargai tulisan mu. Ketika yang engkau tulis kan itu, benar-benar suatu pencerahan yang di butuhkan mereka.

Banyak pembaca yang berterima kasih..
"Terima kasih mas Andy, tulisan mas Andy.. benar-benar suatu pencerahan bagi saya, persoalan dan masalah yang saya hadapi benar-benar terjawab setelah membaca tulisan anda".

Alhamdulillah.. puji syukur kepada Allah. berarti kita telah amanah menyampaikan pesan-pesan Allah. Dengan tulisan itu membuat mereka tambah semangat dan mendekat kepada Allah.

Terkadang bingung juga melihat respon pembaca dengan diri ini, bukan ustad, bukan motivator, bukan penulis.. tetapi koq banyak ya yang percaya pada diri ini?. Tua-muda meminta nasehat. Padahal kan saya hanya menuliskan pengalaman. Dan belajar dari tulisan saya sendiri.

Ilmu sebenar itu ialah pengalaman atau lelaku. Jadi tulis lah apa yang pernah kita alami. Jadi kita benar-benar paham karna telah mengalami sendiri.

Sangat di sayang kan jika pengalaman-pengalaman itu jika tidak di tuliskan.

Para salik/pejalan sejati itu pasti akan menuliskan perjalanan spritual nya. Karna itu ilmu yang telah di dapatkan nya.

Seperti ibnu attaillah dengan kitab Al hikam nya. Semua yang tertulis adalah perjalanan spritual nya.

Makanya kita juga harus banyak laku, maka kita pun bisa menuliskan segala pengalaman dalam perjalanan ini.

saya belajar dari guru saya, beliau berpesan, " terus lah menulis dan belajar lah dari tulisan sendiri". Dengan kesadaran kepada ALLAH, tulisan itu terus mengalir setiap hari nya. Padahal saya tidak pernah belajar menulis.

Tulisan dari pengalaman sendiri itu lebih hidup, ada jiwa nya. Berbeda dengan tulisan-tulisan yang kita dengar dari orang lain.

Jadi belajar lah menulis dari pengalaman sendiri.. tinggalkan lah copy paste. Buat lah diary spritual sendiri.

Sebaik-baiknya ilmu adalah yang bermanfaat. Tuliskan lah segala ilmu agar bermanfaat untuk orang lain, agar menambah semangat mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Segala laku, adalah ilmu..
Segala ilmu, tuangkan lah dalam tulisan..










Tidak ada komentar:

Posting Komentar