Selasa, 02 Februari 2016

JIWA

Ku terkurung dalam sangkar raga.
Aku terjebak, aku tak berdaya.
Aku terbelenggu.

Raga berjalan sesuka kehendak.
Tetapi hanyalah bangkai.
Terus di perbudak oleh nafsu.
Nafsu lah sang tuan, yang memegang kendali atas raga.

Terus, apa guna nya aku?
Bukan kah aku yang lebih berhak, atas raga?
Bukan kah aku yang seharusnya yang menjadi tuan bagi raga?

Raga selalu mengkhianati ku.
Raga tak mendengar kata-kata ku.

Aku selalu menangis, di kala raga tertawa.
Aku selalu bersedih, di kala raga gembira.
Kau pikir kau hidup?, engkau hanyalah bangkai jika tanpa ku.

Hai raga.., mengapa selalu kau ikuti kata nafsu, mengapa kau tak pernah mendengar kata-kata ku?
Bukan kah engkau menjadi tanggung jawabku?

Apa yang harus ku jawab, jika aku di tanya ALLAH kelak?
Akan kah engkau membela ku?

Aku takut.. aku tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Aku harus bangkit, aku lah tuan mu.

Mulai sekarang kau dengarkan aku.
Mulai sekarang aku lah tuan mu.
Jangan kau ikuti lagi kata-kata nafsu.

Jangan sampai engkau terus menjadi bangkai.. seperti sampah, bau, busuk, dan selalu di jauhi orang.

Tanpa ku, engkau mati.
Tanpa ku, engkau hanyalah bangkai.

Bersama ku, engkau hidup.
Bersama ku, kita mengabdi.
Patuh, tunduk,dan takwa kepada ALLAH.

Sehingga kelak,aku bisa menjawab kala di tanya, dan engkau lah saksi ku.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar