Jumat, 01 September 2017

HAKIKAT DZIKIR

HAKIKAT DZIKIR

Hakikat Dzikir itu ialah kesadaran kepada Allah. walau tidak terucap lagi nama Allah.. kita telah berdzikir. karna makna dzikirullah itu Sadar Allah.. bukan menyebut nama Allah.

Dalam berdzikir nafas mungkin teman-teman pasti kebingungan.. Awal nya mengikuti nafas, lalu menyebut nama Allah seirama nafas. semakin dalam nafas kita tinggalkan.. sebutan "Huu Allah" pun hilang sendiri.. tiada lagi menyebut. yang ada hanyalah kesadaran kepada Allah.

itu lah hakikat dzikir.. yaitu sadar!
yang menyebut tanpa kesadaran, itu hanyalah menyebut! belum bisa di bilang berdzikir. sedangkan yang sadar, walau tanpa menyebut.. iya sudah di katakan berdzikir kepada Allah.

ini lah makna dzikir yang sebanyak-banyak nya. bukan lah sebanyak nya sebutan, ratusan, bahkan ribuan kali menyebut nama Allah. tetapi sebanyak-banyak yang maksud itu ialah kesadaran yang selalu tersambung setiap saat. di kala duduk, berdiri, dan berbaring.. kesadaran nya selalu tersambung kepada Allah.

Dzikir dengan kesadaran ini ialah dzikir yang paling tinggi.. setiap gerak hidup ini jika kita lakukan dengan kesadaran kepada Allah.. semua laku itu kan menjadi dzikir.

jadi tingkatkan lah dzikir kita.. jangan hanya sebatas sebutan.. tetapi tingkatkan kepada kesadaran jiwa menyadari Allah.. itulah Hakikat Dzikir yang sesunggguhnya..

DZIKIR NAFAS DAN KALIMANTAN

DZIKIR NAFAS DAN KALIMANTAN

Ada seorang penonton yang mengomentari video youtube saya, yaitu, yang berjudul "Cara Berdzikir Nafas.." di Video tersebut saya peragakan tata cara dalam berdzikir nafas step by step nya.

"Saya senang melihat Peragaan yang saudara lakukan, setidaknya Masih Ada yang mengamalkan ajaran guru saya Andin Adzan di pedalaman Kalimantan."

semua kita mungkin mengetahui, Dzikir Nafas ini bukan lah barang baru. justru ini amalan kuno, yang sekarang baru naik ke permukaan. mungkin dahulu itu selalu di rahsiakan karna takut di anggap sesat atau memang ini ilmu tinggi.. tidak sembarangan orang yang mengetahui.

tidak sedikit orang kalimantan yang mengatakan amalan Dzikir Nafas yang saya bagikan ini sama seperti yang di ajarkan oleh guru-guru mereka. ini sangat menarik perhatian saya, ada apa kaitan Dzikir Nafas dengan kalimantan?

Dan aneh nya, orang-orang yang membeli buku saya yaitu kebanyakan dari kalimantan. berarti memang lah saling terkait.

Guru yang mengajarkan saya Dzikir Nafas ialah, pak Setiyo Purwanto Dzikir Nafas ( Solo), dan Pak Setiyo juga memiliki guru dari kalimantan. kalau saya tidak Salah.. nama nya ialah H. Muhammad Muin. saya pernah mendengar rekaman audio mereka. H.Muhammad Muin ini lah yang mengajarkan tentang kesadaran. katanya.. "Jika Dzikir mu tanpa kesadaran itu kamu bukan berdzikir, tetapi hanya nyebut..!"

Nah, di atas nya H.Muhammad Muin saya tidak tahu lagi kemana silsilah nya. yang jelas memang lah sangat terkait dengan kalimantan.

Nah, kembali kepada komentar di atas.. mengapa bisa sama..? padahal saya tidak berguru kepada Adnin Adzan. memang lah Dzikir Nafas ini amalan kuno.. sekarang telah di angkat Allah ke permukaan..

Di berikan keberanian pada hamba-hamba yang mengamalkan nya untuk bersyiar. tiada lagi rahasia-rahasia.. semua orang bisa belajar.

Semoga amalan Dzikir Nafas ini akan selalu berkembang dan ada penerus nya, sehingga tidak punah. karna ini sungguh amalan kuno.. dan sangat sedikit orang yang berani mengajarkan nya..

DAKWAH ITU MACAM-MACAM CARA NYA

DAKWAH ITU MACAM-MACAM CARA NYA 

" Bang, saya ingin beli lagi buku Sadar Allah nya. masih ada kan bang? untuk adik saya. saya ingin meluruskan sesuatu yang bengkok. semoga melalui buku itu adik saya kembali lurus kepada Allah."

Alhamdulilllah.. Merinding saya mendengar kalimat sahabat tersebut.

Jika kita sudah mulai mendekat ke Allah, jangan memikirkan diri sendiri saja. tetapi haruslah mengajak juga orang-orang terdekat di sekitar kita. mungkin kita bukan lah pendakwah, bukan dai yang pandai bicara. tetapi dengan menghadiahkan sebuah buku agama, itu kita sudah berdakwah karna Allah.

Seperti teman-teman yang selalu membagikan tulisan-tulisan saya ini, itu sudah berdakwah. apalagi jika yang baca mendapatkan sesuatu dari tulisan yang kita bagikan.. itu sungguh lah sangat bermanfaat.

Lurus atau bengkok itu, sudah wilayah Allah. saya pun tak berani menjamin apabila membaca buku saya lalu pasti lurus! belum tentu. tetapi setidak nya kita telah berbuat kebaikan. ya semoga saja Allah tunjukkan hidayah nya melalui perantara buku itu.

Jadi cara berdakwah itu macam-macam cara nya..
Jika punya harta.. berikan lah harta..
Jika punya waktu.. berikan lah waktu..
jika punya tenaga.. berikan tenaga..
jika punya ilmu.. berikan lah ilmu..
Berikan saja sesuai apa yang kita mampu..

kita tidak pernah tahu, akhirnya cerita nanti entah bagaimana.
ke syurga atau neraka.. beriman atau malah kafir.. mana kita tahu entah bagaimana nanti nya. tetapi setidak nya kita telah berdakwah di jalan Allah. semoga itu bisa menyelamatkan kita.

coba kita resapi ayat berikut,
Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la'allakum tuflihuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)

JIka sudah beriman, kita di suruh bertakwa. jika sudah takwa.. kita di suruh mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.. agar tidak jauh-jauh lagi. jika sudah ketemu wasilah/jalan nya.. perintah selanjutnya apa? ya jihad..!

jadi harus kita pahami, jihad itu bukan lah berperang! tetapi berdakwah atau bersyiar karna Allah.ini lah orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah.. yaitu orang-orang yang mau berjihad.

jadi jangan hanya sebatas takwa, sebatas berwasilah.. belum lengkap jika tidak berjihad.

Banyak harta.. makan sendiri, tidak di gunakan di jalan Allah..
Banyak ilmu.. pintar sendiri, tidak mau mengajarkan kepada orang lain..
Dimana kah letak jihad itu..?

jadi saya rajin menulis ini bukan lah karna saya sudah pintar..! bukan. tetapi karna saya memahami ayat di atas. point terakhir itu adalah jihad.. makanya saya selalu berbagi. Semoga teman-teman bisa mencontoh.. lakukan lah semampu kita..

Jangan makan sendiri..!

DZIKIR ITU LEBIH UTAMA DARI IBADAH YANG LAIN

DZIKIR ITU LEBIH UTAMA DARI IBADAH YANG LAIN

Allah SWT berfirman:

اِنَّنِيْۤ اَنَاۡ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ  اَنَاۡ فَاعْبُدْنِيْ  ۙ  وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
innaniii anallohu laaa ilaaha illaaa ana fa'budnii wa aqimish-sholaata lizikrii

"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 14)

dan di ayat yang lain,
Allah SWT berfirman:

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ    ۗ   اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ  وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ   ۗ   وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
utlu maaa uuhiya ilaika minal-kitaabi wa aqimish-sholaah, innash-sholaata tan-haa 'anil-fahsyaaa`i wal-mungkar, walazikrullohi akbar, wallohu ya'lamu maa tashna'uun

"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45)

Ini ayat yang sangat menarik, kalau kita tidak memahami pastilah terjadi perdebatan karna perbedaan sudut pandang.

Sebagian orang mengatakan bahwa sholat itu lebih utama di banding dzikir.. sedangkan yang lain berpendapat bahwa dzikir itu yang lebih utama. Manakah yang lebih benar dan masuk akal?

Harus kita pahami kedua ayat di atas. Kita pahami dahulu makna dzikir apa, dan sholat itu apa?

Sholat ialah, ibadah yang di tentukan waktu nya. Sedangkan dzikir ialah, kesadaran yang tersambung kepada Allah, atau juga sadar Allah. Dari terjemahan di  atas di artikan dengan "mengingat Allah." Ok, kita ganti mengingat Allah dengan kata "Sadar Allah.." biar lebih jelas.

Jadi kita telusuri ayat demi ayat, tujuan sholat itu apa? Allah bilang, " dirikan lah atau laksanakan sholat untuk berdzikir kepada ku." Jadi sholat ialah salah satu media untuk menyambung kesadaran kita kepada Allah.

Mengapa dengan sholat koq bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar? Itu untuk melatih kesadaran kita tersambung kepada Allah. Jika sudah mencapai keihsanan ( Sadar Allah), pasti lah kita kan terhindari dosa. Mengapa banyak orang yang sholat, koq tidak bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar? Karna sholat nya tidak berdzikir, tidak tersambung, tidak menyadari Allah. Bagaimana kan menghindari dosa?

Oleh sebab itu dzikirullah ( Sadar Allah) itu lebih utama di banding ibadah apa pun. Karna jika ibadah kita tiada berdzikir ( sadar Allah), maka kosong lah ibadah itu.. tiada makna. 

Melakukan sholat, hanya nunggang-nungging aja.. tiada dapat mencegah keji dan mungkar.
Bersedekah, hanya sebatas memberi saja.. kesadaran nya tiada ke Allah..
Membaca Al quran, hanya sebatas hafalan saja.. tiada memahami makna terdalam. 

Begitu lah jika tiada dzikrullah..

Saya bukan lah membanding- bandingkan metode sholat khusyu atau pun metode dzikir nafas. Kedua hal tersebut sama-sama metode untuk mencapai dzikrullah, yaitu sadar kepada Allah.. agar mencapai keihsanan.

Jadi apa pun bentuk metode atau ibadah nya, jika tidak ada Dzikrullah ( Sadar Allah) ya kosong, tiada makna..! Oleh sebab itu Dzikrullah itu lebih utama di banding ibadah apa pun.

Jadi tidak perlu lah kita mengunggulkan metode, tetapi kita lihat.. tujuan metode itu apa? Jika berdzikir kepada Allah, mencapai keihsanan.. berarti sudah benar.

Yang lucu nya kita.. sudah tidak paham isi Al quran, malah menyalahkan yang lain..!

SIGNAL ALLAH

SIGNAL ALLAH

Sudah dua orang yang curhat tentang pekerjaan nya yang bertolak belakang dengan hati nurani nya. Yang satu tentang riba, dan yang satu lagi tentang korupsi. Kedua sahabat ini sungguh dalam kebingungan dan penuh dilema.

Mungkin kita pribadi tidak menginginkan, tetapi lingkungan pekerjaan lah yang memaksa kita berbuat seperti itu. Apa yang harus di lakukan..?

Haruslah kita pahami, Rasa tidak nyaman, gelisah, merasa bersalah.. tidak tenang, itu sebenar nya ialah signal dari Allah.. semoga kita peka! Banyak uang, makin berharta, mengapa tiada ketenangan? Di hantui rasa bersalah..

Merasa tidak tenang ketika melakukan kesalahan, sebenarnya itu pertanda Allah sayang kepada kita. Di berilah signal atau tanda bahwa itu salah! Yang celaka nya ialah apabila ketika melakukan dosa atau kesalahan kita tenang-tenang saja, menikmati, dan nyaman.. itu pertanda Allah semakin membuat sesat diri ini.

Ini adalah ciri-ciri orang yang mengejar dunia, tetapi tiada mendapat kan akhirat. Untuk dunia (jasmani) semua ia dapatkan, berharta, mewah, semua ada. Tetapi tiada kebahagiaan akhirat ( rohani). Rohani nya kering, kosong, tandus lagi gersang.

Jika berhenti kerja, bagaimana anak istri saya, lantas mau kerja apa? Kalau dapat kerja lagi, kalau tidak bagaimana memenuhi kebutuhan hidup saya? Itulah ketakutan di hati mereka.

Menurut saya, lebih baik kita miskin daripada mendapat siksa neraka. Karna syurga neraka itu bukan saja nanti.. tetapi sekarang juga ada. Tiada ketenangan jiwa itu sudah ahli neraka. Karna Allah bilang, ahli syurga ialah jiwa-jiwa yang tenang.

Di saat ini.. diri kita pasti berperang hebat. Jiwa kita menyadari itu salah, sebenarnya menolak! Tetapi jasad semakin di kuasai Nafsu. Inilah jiwa-jiwa yang terkurung dalam sangkar raga. Sudah tahu salah, tetapi tak dapat berbuat apa-apa.. tidak merdeka.

Banyak orang yang tidak sadar, di saat itu syetan menyerang, di bisiki ketakutan dan ketakutan, was-was..
" jika berhenti kerja, nanti kamu akan miskin. Anak-istri mu bagaimana? Kebutuhan hidup mu bagaimana? Membayar ini-itu bagaimana" akhirnya kita pun ragu untuk berhijrah.

Padahal Allah sudah janji kan, " Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak." (QS. An Nisaa : 100)

harus kita pahami, rezeki yang banyak itu bukan lah setelah berhijrah jadi kaya, banyak uang. Tetapi ketenangan hidup itulah rezeki yang berkah..

Allah itu maha kaya.. yang kita sembah itu dzat yang maha kaya, pemilik alam semesta. mengapa pula kita takut kekurangan..? Dimana letak keyakinan kita..?

Jika sudah tiada ketenangan jiwa, jangan abaikan signal dari Allah.. berhijrahlah. Sumber rezeki bukan di situ saja.. yang penting kita yakin, kita berserah kepada Allah. Jika diri telah berserah, pasti lah hidup ini dalam jaminan Allah..

Yang penting.. yakin saja..!