Rabu, 10 Mei 2017
HARUS BANYAK SABAR..!!!
Selasa, 09 Mei 2017
YANG PENTING PAHAM MAKNA NYA
Minggu, 07 Mei 2017
PAKAI LAH PECI
PAKAI LAH PECI
Ketika saya berkunjung ke rumah paman saya, terjadi lah diskusi yang menarik. Paman pun berkata, "Andy kan selalu menulis tentang agama.. mengapa Andy tak pakai peci? Pakai lah peci Andy..!"
Dengan tersenyum malu saya pun terdiam sejenak. "Berat paman.. berat..! Saya memakai peci itu hanya ketika sholat, itu pun agar rambut ini tidak menutupi kening ketika sujud di dalam sholat. Di luar sholat apakah makna peci itu sebenarnya?"
"Jika bicara agama hanya untuk orang yang berpeci saja, lantas apakah orang yang tidak berpeci itu tidak layak bicara agama, tidak boleh menuliskan tentang agama?"
Paman pun menjadi terdiam. "Tetapi ya di sesuaikan lah Ndy, jika bicara mu agama.. penampilan mu juga harus lebih agamis!"
Dalam hati saya sebenarnya tertawa mendengar kesimpulan paman. "Peci itu menurut saya ialah suatu kehormatan paman.. dan saya belum pantas memakai kehormatan itu. Jika saya sehari-hari memakai peci, agar kelihatan Alim, agar kelihatan agamis.. berarti saya telah terjajah oleh agama."
"Ingat hadist Nabi paman, Allah itu tak melihat wujud rupa kita. Tetapi yang Allah lihat itu ialah isi hati kita. Jadi, saya lebih ingin membersihkan hati daripada menghiasi rupa ini. Saya bukan ustad, saya bukan Ahli agama, ngapain pula saya berpenampilan agamis?"
"Biar paman tahu saja, bisa jadi.. orang banyak mendengar kan kata-kata orang berpeci itu karna di anggap telah Alim, telah suci, karna di anggap Ahli ibadah. Tetapi tidak sedikit yang tertipu oleh topeng-topeng yang berpenampilan agamis."
"Tetapi yang saya mahu paman, orang mendengar kan kata-kata saya bukan karna saya berpeci, bukan karna Ahli ibadah, atau karna saya telah suci. Ketika mereka mendengarkan apa yang terucap dan tertulis dari yang bukan siapa-siapa ini. Itulah kebenaran yang mutlak, tak bisa di bantah lagi. Itulah kebenaran dari Allah. Berarti yang mereka melihat ucapan Allah, bukan ucapan saya. Siapa lah saya sehingga mereka mendengarkan?"
"Sekarang saya kembali bertanya kepada paman.. apa makna paman memakai peci itu?"
Percakapan itu pun terputus, dan paman mengalihkan pada percakapan yang lain nya...
Sabtu, 06 Mei 2017
DI BUAT CAPEK
Rabu, 03 Mei 2017
REZEKI
Di kejar-kejar.. ia berlari..
ketika di abaikan.. datang sendiri..
itulah lah Rezeki..!
Ada yang maha mengatur..
Ada yang maha berkehendak..
Memang lah kita ini tak kuasa merangkul rezeki, karna ia bagaikan angin. bisa di rasa tapi tak bisa di pegang.
Allah berkata di al quran,
"Apabila telah di tunaikan Sholat, carilah karunia Allah dan ingatlah(sadari) Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS. Al- Jumu'ah : 10)
Yang di suruh cari oleh Allah itu ialah "Karunia", bukan rezeki. karunia ialah segala sesuatu yang telah di berikan atau di ciptakan Allah. dan kita diingatkan untuk selalu menyadari Allah banyak-banyak agar kita beruntung. dan ini sangat banyak yang terjatuh terpeleset ketika kita tidak Sadar Allah.
Berapa banyak orang yang mencari karunia Allah tetapi akhirnya celaka, karna tiada sadar Allah. Sekolah tinggi-tinggi, akhirnya berusaha jadi pejabat. Setelah mendapatkan jabatan dan kedudukan tinggi(karunia), eh, malah korupsi! apakah itu yang nama nya rezeki? itu bukan rezeki.
Rezeki ialah suatu pemeberian Allah yang mutlak. bukan karna kita cari atau karna usaha diri. rezeki adalah suatu pemberian Allah yang di ridhoi..
Jika ada orang yang mencuri, menipu, korupsi, dan kaya raya dan banyak harta nya itu bukan rezeki? bukan! itu bukan rezeki. itu hanya lah orang-orang yang mencari karunia tanpa mengingat/menyadari Allah.
Rezeki halal, tiada rezeki itu yang haram. karna rezeki ialah, pemberian yang Allah Ridhoi. tidak bisa di cari, tidak bisa di tunda, tidak bisa di halangi. apabila Allah telah menentukan rezeki itu, akan datang sendiri. apabila Allah sempitkan rezeki itu, tiada yang mampu untuk melapangkan nya.
Jadi tugas kita, hanyalah mencari karunia. cari lah karunia yang Allah ridhoi.. maka, rezeki itu akan datang sendiri.
