Sabtu, 30 September 2017

LAUTAN MAKRIFAT

LAUTAN MAKRIFAT 

Ini photo lima tahun silam..

Riak gelombang lautan dunia, sudah biasa ku arungi. Ketika teman-teman yang lain mabuk karna deras nya gelombang, aku masih kuat bertahan. masih bisa makan dan tidur nyenyak. dan ombak itu bukan lah musuh ku, tetapi sahabat perjuangan ku.

Setelah ku berlayar ke lautan makrifat, aku sungguh kaget dan tak berdaya.. ternyata gelombang nya lebih besar dan mengguncang jiwa. Hilang kemampuan ku, hilang segala daya dan upaya ku.

Di banting, di guling.. ku belum bangkit berdiri, sudah di banting lagi. Muntah lah semua nya, lebur lah segala daya.. memang diri ku tak bisa apa-apa.

Jika di lautan dunia ku masih bisa berenang semampu ku..
Sedangkan di lautan makrifat, ku benar-benar tenggelam tak bisa apa-apa..

Tetapi semakin lama aku semakin mengerti, tiada guna jika berenang menyelamatkan diri.. seberapa lah kemampuan ku..?

Aku hanya bisa pasrah menyatu dengan gelombang lautan dan hentakan nya lautan ini. Tinggal ku ikuti saja irama nya.. maka ku kan mengambang ke permukaan. Akhirnya aku pun bisa bernafas lega.

Terserah mu lah ya Allah.. bisa apa diri ku ini, gerak alam ini juga atas kehendak MU..

Ku ikuti saja mau mu ya Allah.. 
Tiada guna ku berenang berusaha..
Tiada guna ku berteriak meminta tolong..
Siapa lah yang dapat menolong ku?
Jika kau menghendaki ku karam di lautan ini.. aku pun terima ya Allah..

Bisa apa lah diri ini..

Jumat, 29 September 2017

MAHAR DZIKIR NAFAS

MAHAR DZIKIR NAFAS

Sangat banyak orang yang bertanya, "jika saya belajar Dzikir Nafas.. Mahar nya berapa bang?"

Saya jadi heran dan terdiam, mengapa banyak sekali yang bertanya begitu ya? apakah di luar sana untuk mempelajari ilmu mendekatkan diri kepada Allah memang kebiasaan nya harus bayar? entahlah.. saya pun tak tahu.

jadi saya jawab simple saja.. jika harus ada mahar barulah di akui ilmu itu.. dzikir nafas pun ada mahar nya. tetapi bukan dengan Uang. kalau di uang kan, mahal sekali ilmu ini.. tak akan sanggup kalian membayar nya.

Jadi, mahar nya berapa bang?
nanti kalian bayar saja langsung ke Allah.. bukan kepada saya. Yaitu dengan kesungguhan ingin belajar. kesungguhan ingin mendekatkan diri kepada Allah.

yang belajar dzikir nafas ini akan di uji, benar-benar di gembleng Allah. sampai menanggis tanpa mengalir lagi air mata. ketakutan, kesedihan, kehilangan, terguncang jiwa, di buat benar-benar tak berdaya.. siap tidak di gituin Allah? kalau belum siap.. ya ndak usah belajar dzikir nafas..!

ini saya bukan nakut-nakuti.. biar yang baru belajar tidak kaget! dan ketika di gembleng Allah, nah kesunggguhan kepada Allah itu lah Mahar nya.. barulah kita memahami ilmu yang sesungguhnya.

Mari kita survei.. orang-orang yang belajar memakai mahar dalam sejumlah uang, apakah ada jaminan mendekat ke Allah? apakah ada jaminan menguasai ilmu itu..? belum tentu..

Jadi, mahar yang sesungguhnya dari suatu ilmu.. ialah kesungguhan kita menjalani dan mengamalkan.. itu lah ilmu yang di akui Allah..itulah mahar yang sesunggguhnya..

Kamis, 28 September 2017

WIBAWA

WIBAWA

Banyak orang karna biar di anggap berwibawa, jadi jarang senyum. padangan tajam. mata nya di sipit-sipitin. ngomong nya di atur-atur. Biar tampak berkharisma dan orang menjadi segan.

Padahal wibawa itu bukan dari fisik mu bro! tetapi, ia muncul dari dalam dan terpancarkan keluar!
jadi bentuk dahulu yang di dalam.. jika hati mu bisa tunduk kepada Allah. tentu mahluk ciptaan Nya kan tunduk dan menghormati mu.

ini sudah tidak tunduk kepada Allah, malah gila hormat sesama mahluk. itu mana ada lagi wibawa..? yang ada, orang benci melihat wajah kita. yang tampak hanya lah keegoan saja.

Ingat, wibawa itu dari dalam.. bukan yang di luar.. 

ORANG PINTAR

ORANG PINTAR

Ciri orang pintar ialah suka bicara yang membingungkan, tetapi tak mau menjelaskan..!
Bahasa nya tinggi, tetapi tak bisa menyederhanakan..

Untuk apa bicara begini dan begitu jika tiada dapat di ambil pelajaran? Sesungguhnya itu hanyalah memamerkan keilmuan saja. Ia sedangkan menunjukkan bahwa diri nya ialah orang pintar. Yang lain tak paham semua.. hehe..

Semakin jauh berjalan, pastilah semakin dalam pengetahuan. Jadi harus lebih bijak menjaga kerahasiaan yang tak seharusnya di buka di khalayak umum.

Mengapa tidak boleh di buka?
Ya orang nanti bisa jadi salah tafsir, kecuali kita benar-benar mau menjelaskan. Tetapi percuma juga di jelaskan, jika orang lain belum menempuh perjalanan sejauh kita berjalan.. tentu lah tidak akan paham.

Yang ada nanti, akan menyangkal dan terjebak prasangka-prasangka..
Jadi, memang lah lebih baik diam..
Bicara saja yang ringan-ringan dan mudah di cerna..

Rabu, 27 September 2017

BEDA ORANG, BEDA STYLE

BEDA ORANG, BEDA STYLE

Sangat banyak orang hanya yang menilai karna sampul dan kulit nya saja. Apa yang tampak itulah yang di nilai nya. Kita harus berhati-hati berprasangka. Karna wilayah hati tak dapat di lihat oleh mata, kecuali dengan hati pula.

Apakah orang yang sadar Allah itu tidak bisa marah? Jangan salah.. orang-orang yang Sadar Allah itu bisa menjadi pribadi yang berbeda. Ketika keakuan diri nya lebur, maka yang wujud adalah keakuan Allah.

Terkadang ia bisa sabar luar biasa, terkadang juga ia bisa marah sehingga menggetarkan jiwa. Itu karna diri nya telah fana.. zero. Hingga yang muncul hanyalah keakuan Allah.

Cuma bagi orang yang tidak memahami pasti lah terjebak pada prasangka dan prasangka.. sehingga cepat menilai, "nih orang koq marah-marah terus sih? Kelihatan nya angkuh, sombong, dan kasar."

Lantas kita pun membanding-bandingkan, orang yang kenal Allah itu lembut, tidak kasar. Orang yang telah makrifat itu.. bijaksana, tidak ego. Dan macam-macam komentar lain nya.

Berhati-hati lah wahai saudara ku, janganlah terlalu cepat kita berprasangka jika belum bisa melihat dan membedakan mana yang ego, dan mana yang zero.

Seharusnya kita amati dan selidiki dahulu, apa penyebab diri nya marah? Apakah sesuai dengan firman Allah?

Mari kita pelajari ayat berikut,
"Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut pembawaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya." [Al-isra’:84]

jadi, jangan lah kita bandingkan dan samakan dengan orang lain. Karna setiap orang itu beda style nya. Terkadang banyak orang yang membandingkan dengan Rasulullah, "Rasulullah itu lembut.. ini koq kasar?" Bagaimana dengan Umar, sahabat nabi.. apakah ia tidak keras dan kasar? Yang penting keras nya itu sesuai tempat nya.

Rasulullah bersikap lembut.. itu juga bukan karna mampu nya, tetapi karna di rahmati Allah.

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159).

Jadi, Allah lah yang lebih tahu siapa paling benar jalan nya. Dan pembawaan diri setiap orang itu sudah di bentuk Allah. Jangan lah kita terlalu cepat berprasangka..

Tanpa sadar, kita sering menghakimi.. tanpa memiliki pengetahuan..