Senin, 13 Agustus 2018

MATI

MATI
Oleh: Andy Firmansyah

Semua kita pasti akan kembali..

Aku nggak tahu kapan masa itu kan tiba..
Entah di saat kita sibuk berduaan dengan yang Esa, atau kah sedang sibuk memikirkan dunia maka sang maut pun mendatangi tiba-tiba? Entahlah..

Aku nggak takut apa yang ku tinggalkan..
Yang aku takut ialah, ketika diri tanya.. ngapain aja kamu selama di dunia? Entah apa yang bisa ku jawab..

Aku nggak takut bagaimana nasib keluarga ku kelak.. karna DIA pasti menjamin hidup mereka.
Yang aku takut.. wasiat dan nasehat apa yang telah ku amanah kan kepada mereka. Pasti lah aku di tanya..

Aku nggak perduli apa saja yang telah ku raih dan ku kumpulkan..
Yang aku takut ialah, bekal apa yang akan ku bawa nanti di sana..?

Pagi, siang, malam.. terus berganti bak roda pedati..
Umur pun tinggal sedikit lagi..
Sudah kah aku suci dari dosa?
Itu lah yang aku takut kan..

Jangan lah engkau cabut nyawa ini sebelum aku benar-benar beriman ya Allah. Aku nggak mau mati dalam keadaan kafir..!

Bukan nya aku menolak kematian ya Allah..
Tetapi berilah sedikit waktu.. agar cukup bekal ku..
Berilah sedikit waktu.. untuk menyelesaikan tugas-tugas ku..
Berilah sedikit waktu.. untuk menebus salah dan dosa ku..

Jemputlah aku di kala sudah benar-benar beriman.. agar ku bisa menjawab segala tanya Mu..



Minggu, 12 Agustus 2018

ADA PAGAR PEMISAH

ADA PAGAR PEMISAH

Ada yang bertanya,
"mengapa yang bang, banyak para sahabat yang sungkan kepada bang Andy. Mau menelepon dan bertanya-tanya saja mereka sungkan.. seolah nggak bisa dekat?"

Jawab,
Ada dua penyebab nya..

Pertama,
Sudah saya katakan jangan menganggap saya ini guru. Tetapi anggap lah sahabat. Yaitu sahabat seperjalanan yang sama-sama sedang menuju Allah. Jika menganggap guru.. pasti ada pagar pemisah.. kita tak bisa dekat.

Murid dan guru.. pasti ada jarak. Berbeda dengan sahabat. Kita pasti lebih akrab dan tiada jarak.

Jadi, tak bisa dekat itu ya karna kesalahan anda sendiri. Anda lah yang membuat pagar pemisah itu.

Kedua,
Dan penyebab kedua ialah.. memang karna saya yang memagari agar tidak bisa dekat. Sehingga ya sungkan aja bawaan nya.

Mengapa di pagari bang?

Karna anda tiada silahturahmi bathin kepada saya. Oleh karna itu saya tidak akan membuka pintu nya. Dan anda pun tidak bisa dekat. Akhirnya timbul lah rasa sungkan yang sangat tinggi.

Ini lah adab menuntut ilmu yang banyak tidak di pahami oleh para pejalan. Tiada silahturahmi bathin.

Silahturahmi bathin itu seperti apa bang?

Yaitu sikap menerima segala ilmu yang di berikan. Tidak pernah menolak, apalagi membantah..!

Jika niat tulus mau belajar. Sungguh-sungguh mau menerima.. baru lah pintu pagar itu saya buka. Sehingga tiada lagi sungkan.



Jumat, 03 Agustus 2018

JANGAN BERDZIKIR NAFAS KETIKA MENDENGAR KHUTBAH JUMAAT..!

 

YouTube: Andy Firmansyah

 

Jangan Berdzikir Nafas Ketika Mendengar Khutbah Jumaat..!!

Ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Ada seorang sahabat yang menceritakan pengalaman nya ketika ia berdzikir nafas di saat sholat jumat.

Ia masuk pada kesadaran jiwa dan tidak mendengar lagi ceramah sang khotib karna saat itu ia sudah lepas dari kesadaran jasad nya.

Ketika mendengar qomat dari sang muazhin ia pun tersadar dan tersentak kaget.

Mendengar ceramah itu adalah bagian dari rukun sholat jumaat. Kalau kita tidak menyimak isi ceramah, maka secara syariat nya sholat jumaat kita itu tidak sempurna.

Oleh karna itu hindari lah hal begitu. Jangan berDN ketika sholat jumaat. Kecuali kita bisa membagi-bagikan kesadaran dan bisa tetap menyimak ya silakan. Tetapi jika belum bisa membagikan kesadaran ya lebih baik jangan berDN..

BerDN ketika mendengar ceramah itu juga ada keegoan yg sangat halus. Jadi harus pada tempat nya.. jangan sampai membatalkan ibadah syariat kita.

Kamis, 02 Agustus 2018

APA NAMA THORIQOH NYA?

APA NAMA THORIQOH NYA?

Ada seorang sahabat yang bertanya, "Bang jalan yang abang tempuh ini apa nama thoriqoh nya bang. Mengapa abang tidak memberi nama?"

Jawab,
Untuk apa sebuah nama? Apa hanya untuk di akui! Tak perlu lah semua itu. Justru nanti kalian akan berbangga diri dengan nama thoriqoh itu.

Dahulu nama saya pernah saya sandingkan menjadi "Andy Firmansyah Dzikir Nafas". Tetapi apa yang terjadi? Justru itu menjadi beban mental bagi saya. Apabila saya berlaku buruk, tentu lah nama Dzikir Nafas kan menjadi buruk pula.

Bahkan banyak yang mengkritik pedas, "bang jemaah dzikir nafas koq ego-ego semua ya?" Padahal yang ego itu personal nya, Dzikir Nafas pula yang jadi sasaran. Padahal dzikir nafas ini ajaran murni. Dan saya pun melepaskan nama itu agar tidak tercemar.

Jadi, tak penting lah sebuah nama..
Untuk apa kalian mengikuti ajaran yang branded, ternama, tetapi akhlak kalian tak mulia?

Kenapa tidak ada nama thoriqoh nya? Karna saya ini bukan guru, sampai kapan tidak akan mengangkat murid. Karna saya masih belajar sama seperti kalian.

Mutiara itu tak perlu di akui.. Jika akhlak kita benar pasti akan di cari orang, walau tanpa nama. Jadi tak perlu lah pengakuan mahluk..

Jika kalian yakin dengan jalan yang tanpa nama ini.. mari kita berjalan bersama. Justru itu lebih aman.. kalian akan terhindar dari kebanggaan..



Rabu, 01 Agustus 2018

TATA CARA BERDZIKIR NAFAS


YouTube: Andy Firmansyah

 

TATA CARA BERDZIKIR NAFAS
Oleh: Andy Firmansyah

Sebelum melakukan dzikir nafas, alangkah lebih baik kita berwhudu dahulu. Selain kita dalam keadaan suci ketika menghadap Allah, maka pikiran ini juga kan menjadi tenang. Meminum segelas air putih sebelum berdzikir juga baik agar menetralkan energi dan lebih cepat masuk pada wilayah tenang.

Lalu duduk lah yang rileks dengan posisi duduk timpuh. Manfaat duduk timpuh ialah agar kita lebih fokus dan tidak rawan mengantuk. Kesadaran akan lebih terjaga dengan posisi duduk timpuh.

Lebih baik tempat kita duduk itu di alas dengan karpet atau bantalan empuk agar kaki tidak sakit dan kita lebih nyaman ketika duduk selama berdzikir.

Setelah duduk terasa nyaman dan rileks baca lah doa dahulu. Doa nya bebas, tiada yang Khusus. Kalau saya selalu.. saya awali dengan membaca,

1. Dua kalimah syahadat.. 1x
2. Shalawat Nabi.. 1x
3. Al -Fatihah.. 1x
4. Al- ikhlas.. 1x
5. An - Naas.. 1x
6. Al - Falaq.. 1x

Lalu berdoa lah," Ya Allah, izinkan aku mendekat kepada MU, perjalankan aku ya Allah..! Aku hanya ingin dekat.. tiada yang lain.."

Tiga surat terakhir.. itu untuk melindungi pikiran kita agar tidak di bisiki syetan selama berdzikir. sehingga lebih mudah Fokus. silakan di ikuti jika berkenan.

Setelah itu lakukan sebagai berikut,
Posisi duduk iftiros, jangan bergerak sedikit pun. mata terpejam. lakukan selama 20-30 menit.

Tahap 1,
Mengikuti atau menyadari nafas yang keluar masuk dengan sendiri nya. keluar-masuk nya nafas melalui hidung. Mulut tetap tertutup. Lidah nya biasa saja, tidak di tekuk/lipat.

Tahap 2,
Mengikuti atau menyadari nafas yang keluar masuk dengan sendiri nya, dengan di iringi dzikir Huu.. Allah.. di dalam hati.

nafas masuk dzikir nya "Huu.."
nafas keluar dzikir nya "Allah.."

Tahap 3,
Sama seperti level 1dan 2, hanya saja kesadaran kita tidak lagi kepada nafas atau kepada dzikir yang kita dawamkan. tetapi sudah kepada Allah yang tidak di serupakan pada apa pun.

Tahap 4, ialah wilayah fana.. ini tidak bisa saya jelaskan. karna sudah wilayah Allah. hanya Allah sendiri yang akan mengajarkan jika kita sudah senantiasa melatih Dzikir Nafas.

Lakukan lah dzikir nafas dengan berserah total kepada Allah. Jika timbul daya/dorongan untuk bersujud atau mendongak ke atas ikuti saja daya nya jangan di lawan.

Selagi masih ada daya nya tetap lah berdzikir sampai daya itu hilang sendiri menandakan bahwa dzikir nafas selesai.

selamat mencoba!