Senin, 06 Februari 2017

TUNDUK SAJA

TUNDUK SAJA

Ketika Allah hendak membimbing mu kepada sesuatu yang kehendaki NYA, maka akan di gagalkan lah segala langkah dan usaha mu..

Memang tiada lagi yang bisa kita lakukan. Allah akan membuat kita tunduk dengan sukarela maupun dengan terpaksa..

Itu lah panggilan Allah..
Ya sudah, jangan  melangkah lebih jauh lagi.. jangan sampai dengan terpaksa..
Tentu kan lebih sakit rasa nya jika sudah terpaksa..

Bisa apa diri ini..?
Bisa apa, mau melawan kehendak NYA?

Prasangka baik saja.. Allah sayang pada kita, DIA membimbing kepada sesuatu yang di ridhoi Nya. Karna DIA lebih mengetahui apa yang akan terjadi ke depan nya.

Jika diri telah memahami nya, tentu lah tiada keluh-kesah, pasti lah diri penuh syukur kepada Allah..

Karna kehendak Nya, Rahmat bagi diri..
Karna kehendak Nya, selamat lah diri..

BERSERAH DIRI

BERSERAH DIRI

Berserah diri itu bukan diam tak bergerak. Matikan Ego dan segala kehendak. Diam saja tunggu perintah.

Yang diam itu ialah ego dan keinginan. Terima saja segala ketetapan Allah. Lalu berserah sepenuh jiwa dan raga.

Jika jiwa telah berserah, maka raga ini akan di gerak kan Allah. Akan ada perintah dari dalam diri. Jiwa akan di ilham kan untuk melakukan sesuatu yang di kehendaki Allah.

Maka solusi/jalan keluar itu akan terselesaikan dengan petunjuk-petunjuk Allah. Bukan lagi karna usaha diri.

Selagi kita masih mengandalkan ego, masih berusaha dengan kemampuan diri.. itu belum berserah namanya.

Di sinilah nanti akan tampak, apakah kita beriman atau tidak. Percaya atau tidak akan perintah dan kuasa Allah?

Jika kita yakin total, percaya sepenuh nya kepada Allah, dan mengikuti segala perintah Nya. Maka keajaiban itu akan terbukti. Karna di situ bukan lagi kuasa diri, tetapi sudah kuasa Allah.

Minggu, 05 Februari 2017

BAHAYA NYA UCAPAN ORANG BERILMU

BAHAYA NYA UCAPAN ORANG BERILMU

ILMU itu ialah sebuah alat, sama seperti sebuah pisau. bisa di gunakan untuk yang baik, seperti memotong daging, untuk memasak memotong sayuran.. dll. Tetapi Bisa juga di gunakan untuk membunuh dan sebagai alat melakukan perampokan dan melukai orang lain.

Begitu pula lah ucapan orang-orang yang berilmu. Jika seseorang itu sudah di anggap berilmu. Maka orang lain akan mempercayai saja apa pun yang di katakan nya. Entah benar, entah salah.. orang akan percaya saja apa pun yang di katakan nya. Itu karna, mereka  menganggap orang berilmu itu lebih paham dan paling mengerti.

Tetapi banyak yang tidak menyadari, semakin berilmu maka godaan Nafsu/syetan itu semakin tinggi pula. Di sinilah jika kita tidak lurus ke Allah, akan lupa diri sehingga memeperturutkan Nafsu.

Bayangkan saja, jika seorang berilmu telah berkata dan orang yang mendengarkan percaya saja! Padahal apa yang di katakan nya itu bukan kebenaran. Tidak kah itu berbahaya? Bukan nya orang semakin lurus ke Allah, malah semakin tersesat. Itulah bahaya nya ucapan orang berilmu.

Banyak yang tidak sadar, ilmu itu ibarat pisau, jika tidak Sadar Allah.. bisa melukai diri dan orang lain. Jangan sampai kita di kuasai ilmu.

Sebagai insan, kita jangan lah ikut-ikutan. Tanpa sadar kita akan dibodohi dan di sesat kan orang berilmu. Jika seorang berilmu telah berkata "jihad" maka yang lain pun akan ikutan berteriak jihad. Padahal kita sendiri tak paham makna jihad yang sesungguhnya.

Ngeri..! memang ngeri nya negri ini, semakin banyak nya yang berilmu tetapi tak bijaksana. Semakin banyak yang berilmu tetapi mengikuti Nafsu.

Setiap diri kita itu sudah ada pembeda, mana yang benar dan mana yang salah. Tanpa bertanya dan bergantung kepada orang berilmu kita pun sudah bisa membedakan nya. Jadi hati-hati lah, jangan suka ikut-ikutan. Jangan percaya saja. Bukan nya makin ke Allah, malah kita akan di jauhkan dari Allah.

Semoga kita semua selalu dalam petunjuk Allah, sehingga bisa melihat kebenaran.. Aamiin..

Jumat, 03 Februari 2017

TIPS BERDAGANG

Tips Berdagang

Apa pun bentuk dagangan atau jualan kita, coba lah di syukuri..

Ketika dagangan/jualan pertama laku terjual.. syukuri dengan kesadaran kepada Allah. Syukuri yang dalam.
"Terimakasih ya Allah, engkau telah mendatangkan pembeli untuk membeli dagangan ku, ku syukuri nikmat mu ini ya Allah.." syukuri dengan penuh kesadaran kepada Allah.

Seandainya dagangan belum laku juga, mungkin pembeli hanya bertanya-tanya saja tanpa membeli. Syukuri saja, "terimakasih ya Allah, walau mereka tak membeli, tetapi mereka sudah bertanya-tanya tentang dagangan ku."

Nah, energi bersyukur ini ialah magnet untuk mendatangkan pembeli. Tidak perlu pakai mantra, atau jimat penglaris apa pun. Cukup dengan kekuatan syukur saja kepada Allah..

Misalkan kita menjual Bakso, sewaktu pembeli pertama membeli, yaitu mangkok pertama. Syukuri yang laku baru satu mangkok itu. Jika di mangkok pertama kita sudah bersyukur, maka pembeli itu akan datang lagi berlipat-lipat ganda.
Karna ini janji Allah, Allah SWT berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ  لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.""
(QS. Ibrahim: Ayat 7)

mungkin dalam berdagang kita itu banyak mengeluh dan mengeluh, "koq tidak laku ya, koq tidak laris ya?" Tetapi kita tidak pernah bersyukur atas dagangan yang laku terjual walau hanya sedikit. Itulah adzab Allah, wajar saja kita mendapat kerugian dalam berdagang.

Coba di awal dagangan itu kita bersyukur dan terus bersyukur. Ketika baru terjual satu.. bersyukur lah, terjual lagi yang kedua, bersyukur lagi, maka dagangan itu akan laris berlipat-lipat ganda karna rasa syukur kita kepada Allah.

Yang penting yakin.. syukuri saja yang dalam..

JANGAN ABAIKAN PERINTAH ALLAH


JANGAN ABAIKAN PERINTAH ALLAH

terkadang perintah Allah kepada diri kita itu Aneh, dan berbeda dengan kehendak diri. Itu lah yang di katakan Ilham.

Apakah yang di ilhamkan Allah kepada diri saya? Yaitu saya di suruh berdakwah dan berdakwah, menyampaikan Sadar Allah dan dzikir nafas. "Teruslah menulis ndy, sampaikanlah pesan-pesan KU!"
Itulah dorongan dari dalam diri saya.

Akhir nya saya hanya menulis saja setiap hari, menulis di FB, di blog, dan mengunggah video di youtube.
Yang saya lakukan itu bukan mencari ketenaran atau pun pujian. Tetapi tak lain menyampaikan pesan-pesan Allah kepada diri saya. Jika ada daya untuk menulis, ya saya ikuti saja daya itu. Memang mengalir apa ada nya. Bukan sesuatu yang saya pikir-pikir. Tetapi hanyalah menuangkan segala rasa ke dalam bentuk tulisan.
Jika melihat diri saya, mana mampu saya menulis setiap hari seperti itu. Tetapi itu memang lah bukan lagi dari diri saya. Tetapi sudah gerak Allah.

Tanpa di sangka, tanpa di duga.. tulisan-tulisan dan video saya itu menjadi santapan rohani bagi para pembaca dan penonton. Akhirnya, mereka pun tertarik untuk membeli buku saya. Mengalir lah rezeki Allah itu kepada diri ini.

Jadi, pelajaran untuk saya dan teman-teman semua. Coba lah kita ikuti segala perintah Allah. Jangan mengabaikan nya. Terkadang Allah ingin memberi itu dengan cara NYA, bukan dengan cara kita. Yang penting kita patuh saja melaksanakan perintah-perintah NYA. Pasti lah kita dalam jaminan Allah.
Memang paling enak itu jika kita bekerja karena Allah. Mengabdi kepada Allah. Tentu lah Allah akan menjamin Rezeki kita. Siapa sangka hanya membuat status di FB saja bisa mendatangkan rezeki? Tetapi itulah yang sudah saya buktikan.

Saya tidak meminta upah dari segala apa yang saya sampai kan baik di FB, di blog, maupun video di youtube. Semua yang saya sampaikan hanya karna mengikuti perintah Allah. Tetapi di situ Allah beri Rezeki.
Jadi, pahami.. setiap kita pasti di beri tugas oleh Allah. Pasti di perintah kan begini dan begitu, benar lah janji Allah, "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [Ath-Thalaq : 3]"

Tawakal itu mengikuti Allah, berserah diri. Apa pun yang Allah perintah kan, lakukan lah karna Allah. Tentu kita akan di jamin dan di cukup kan Allah. Jadi, jangan pernah mengabaikan perintah-perintah Allah.

Karna setiap diri pasti Ada perintah NYA, mungkin hanya saja kita yang tak yakin, kita nya saja yang tidak percaya. Jika yakin, dan berserah.. pasti lah kita beruntung. Karna pemberian Allah itu, apabila kita telah memenuhi perintah NYA..