Kamis, 02 Februari 2017

SENDIRI



SENDIRI

Ketika kita sedang sendiri, apakah yang kita lakukan, apakah yang kita pikirkan? Apa menghibur diri, atau memikirkan masalah hidup?

Banyak orang ketika punya masalah ia ingin menyendiri, kata nya, "ingin menenangkan pikiran". Tetapi justru masalah semakin menghujam pikiran nya. Semakin lah ia stress, galau, terpuruk sendiri.

Jadi, jangan salah memanfaatkan waktu sendiri. SADAR ALLAH lah di kala sendiri. Ketenangan itu akan kita dapatkan jika kita menyerahkan segala nya kepada Allah.

Sedih, kecewa, stress, takut, marah, serahkan semua rasa itu kepada Allah.
Karna itu semua datang nya juga dari Allah, jadi kembali kan lah kepada Allah..

Di kala sendiri, duduk lah bersimpuh di hadapan NYA.. akui, sadari, dan yakini. "Hanya Engkau yang dapat menolong ku ya Allah.. hanya Engkau.. sungguh saat ini aku tak berdaya, maka tolong lah aku ya Allah.."

Mungkin selama ini kita telah banyak berlaku sombong, telah banyak merasa bisa, merasa mampu.. tanpa mengakui Allah. Makanya di buat Allah sampai tak berdaya, agar kita menyadari dan mengakui Allah.

Di suruh berserah.. kita merasa bisa..
Di suruh bertakwa, tetapi masih mengikuti Nafsu juga..
Ini lah panggilan Allah!

Kapan kah sendiri? Tidak perlu ke gua untuk menyendiri. Ketika saat nya kita tak ada lawan bicara, ketika bibir ini tak bicara. Itu lah saat nya sendiri.

Biarlah jiwa yang berkata-kata.. menghadap dan menemui Allah(Sadar Allah). Pasti lah tenang kan kita dapatkan. Pasti lah lupa masalah kehidupan.

Walau masalah belum selesai, ada ketenangan yang sangat dalam. Seolah, masalah itu telah terselesaikan .

Mencari solusi, jangan dengan cara diri. Tetapi pakai lah cara Allah, ikuti saja segala kehendak NYA. Makanya, menghadap Allah lah di kala sendiri. Pasti kita akan di beri petunjuk oleh NYA..


JIWA YANG TENANG

JIWA YANG TENANG

Ketenangan jiwa itu akan tampak kepada sikap dan Akhlak..

Ketika di sudutkan, di kritik, di salahkan, di hina, bahkan mendapat perlakuan yang tak menyenangkan, bagaimana kah sikap kita?

Adakah gejolak di dada? Atau kah hati ini bergelora? Atau kepala ini mendidih rasa nya?

Jika iya, berarti itu belum tenang namanya..

Ketenangan jiwa, apabila kita bisa tersenyum menghadapinya. Telah terpisah nya kesadaran.

Mengapa tersenyum?
"Yang di hina itu hanyalah pakaian ku, bukan diri ku. Mengapa harus marah? Karna diri ku yang sebenar kalian tak mengetahui nya."

Jiwa asyik sibuk bersama Allah, tak lagi terganggu lagi dari luar.








Rabu, 01 Februari 2017

DOA MINTA REZEKI

Doa minta Rezeki,

"Yaa Allah.. sesungguhnya Aku kekurangan..
Engkau maha kaya ya Allah.. 
Engkau maha kaya ya Allah.. 
Aku bergantung kepada Engkau yang maha kaya ya Allah.."

Aamiin ya Allah..

TERBAGI NYA KESADARAN

TERBAGI NYA KESADARAN

pagi ini ada pengalaman unik, sudah 2 minggu ini saya di kota tanjung pinang untuk mengurus pasport. Karna perubahan nama Andi menjadi Andy. Sehingga pengurusan pasport itu menjadi sedikit lama proses nya.

Beruntung nya saya ada seorang kakak sepupu yang bekerja di imigrasi, sehingga pengambilan pasport saya serahkan kepada nya.

Berhari-hari menunggu, tetapi belum ada kabar juga tentang pasport itu.. entah kapan selesai nya.

Pagi tadi tepat jam 10.00 kakak saya menelepon, dengan nada kaget dan bingung. "Dik, kamu tadi ke kantor imigrasi ya menanyakan pasport mu?"

Tidak kak! kan aku sudah menyerahkan sama kakak, tentang pengambilan pasport itu. Emang nya sudah selesai ya?" Saya balik bertanya.

Begini dik, tadi kata kawan kakak, "barusan kamu datang ke imigrasi dan menanyakan tentang pasport mu," mereka jadi bingung, karna kakak sudah berpesan pasport jika sudah selesai kakak yang ambil. Lalu mengapa kamu yang datang, bertanya? Kamu di mana sekarang?
Tanya kak wati semakin bingung.

Saya sedang di pelabuhan kak, saya sedang mengantar Anak-istri saya, mereka mau ke Batam hari ini. Salah lihat kali tuh kawan kakak? Jawab saya polos.

"Lah! lalu siapa yang mereka lihat di imigrasi itu?" Kak wati bingung. Hp pun di tutup.

Saya pun melanjutkan mengantar Anak-istri ke ruang tunggu ke berangkatan. Selang 2 menit, kak wati menelepon lagi. Nada nya lebih panik lagi dari yang sebelum nya, "dik, kamu jangan main-main, benar kan kamu datang tadi? Bukan 1 orang yang melihat kamu, banyak kawan-kawan kakak yang juga melihat. Kamu mengaku, "saya andy adik kak wati, kapan ya bu pasport saya bisa di Ambil?" Sumpah kamu dik, jangan bohong!

"Demi Allah kak, ngapain saya bohong? Ini saya masih di pelabuhan. Jarak imigrasi-pelabuhan kan 5 km kak, masa' secepat itu saya bisa ke sini? Saya coba meyakinkan nya.

Setelah HP kembali di tutup, gantian saya yang menjadi bingung. Jadi yang datang tadi itu siapa ya, mengapa wujud dan rupa nya mirip saya? Dan dia juga mengaku Andy adik kak wati? Tanya saya di dalam hati.

Setelah saya ingat-ingat, rupanya tadi dalam perjalanan ke pelabuhan saya memang selalu berdzikir kepada Allah. Saya selalu berDN ketika naik sepeda motor. Dan tadi saya ada bertanya kepada Allah, "ya Allah, kapan pasport saya selesai..?" Memang kesadaran saya asyik ke imigrasi saja tadi. Apa jangan-jangan itu kesadaran saya yang mewujud berbentuk fisik? Atau kah Allah kirimkan malaikat nya menggantikan saya?

Entahlah.. ini semua rahasia Allah. Saya pun tak dapat mengartikan nya..











NASEHAT DIRI

NASEHAT DIRI

Jiwa yang terkurung dalam sangkar raga.. ialah di karenakan lalai dari Sadar Allah..

Itulah jiwa yang terjajah..
tak merdeka..

Terjajah oleh Nafsu..
Di kuasai oleh ego diri..

Sudah tahu salah, tetapi tak dapat berbuat apa-apa..
Sudah tahu berdosa, tetapi tak dapat menolak nya..

Sungguh merugi lah engkau wahai diri..
Bisa apa.. jika Allah tak ada di sisi..

Engkau melangkah, berjalan, bergerak, layak nya zombie..
Itulah jiwa yang mati..

Biasakan jiwa berdzikir kepada Allah..
Tentu lah Allah selalu ADA..
Biasakan jiwa menyadari Allah..
Tentu lah raga terhindar dari dosa..

Ada Allah bersama mu..
Ada Allah di sisi mu..
Tentulah diri merdeka dari Nafsu..