Rabu, 24 Oktober 2018

KEMBALI KE ASBAB

KEMBALI KE ASBAB

Saya dahulu pernah merasakan di maqom tajrid. Seperti apakah tajrid itu? Yaitu kita tidak berusaha dan memikirkan duniawi, tetapi segala kebutuhan kita di cukupi Allah. Dua tahun belakangan ini hidup saya selalu di jamin oleh Allah tanpa bekerja.

Saya hanya di rumah saja berdakwah melalui media sosial seperti FB, Blog, dan You tube. Semakin banyak yang mengenal dan menyukai ilmu-ilmu yang saya sampaikan maka mereka pun memberi uang sebagai tanda terimakasih mereka.

Kata mereka, "uang ini tidak seberapa jika di bandingkan ilmu yang bang Andy sampaikan.!"

Ada yang memberi uang tiga ratus, sejuta, tiga juta, bahkan lima juta. Belum lagi yang ngajak bertemu dan ngopi bareng.. pasti deh amplop sudah di siap kan mereka.

Memang sih semua pemberian itu ikhlas karna Allah. Saya rasakan dari ketulusan mereka. Dan itu juga gerak dari Allah sehingga mereka rela memberi uang sebegitu banyak nya.

Tetapi entah kenapa semakin lama hati ini kok menangis. Saya bukan nya bahagia, tetapi malah berontak dan semakin tak nyaman. Mengapa tangan ku harus di bawah.. mengapa tidak di atas?

Saya kuatir ada sedikit keegoan yang menyelinap. Ternyata dakwah ku selama ini tidak bersih.. karna ilmu saya itu di bayar, padahal saya tidak minta.

Jika saya ikuti.. pasti saya bisa kaya raya. Karna begitu banyak nya jemaah yang memberi setiap hari. Tetapi bathin ini semakin goyang, seolah seperti ada yang salah.

" Ya Allah.. aku nggak tahu, ini karunia MU atau kah ujian dari Mu ya Allah..?" Hati semakin nggak tenang. Saya takut terpeleset oleh pemberian Allah itu.

Sehebat-hebat makrifat nya Rasulullah saja, tetap beliau berdagang. Bukan hanya tangan di bawah mengharapkan dari umat nya. Ah, tersentak lah diri ini. "Sampai kapan aku begini?"

Kalau di ikuti pasti saya kaya raya. Tetapi pasti banyak yang menganggap itu semua dari jemaah..!

Saya nggak mau begitu..
"Ibadah ku harus bersih karna MU ya Allah.. bukan karna amplop!"

"Aku ingin tangan ku di atas ya Allah.. jangan hanya di bawah! Seharusnya aku yang memberi bukan malah menerima!"

Oleh karna itu.. sekarang saya pun mulai kembali ke Asbab. Ya berusaha.. tentu nya mengikuti perintah dan gerak Allah..!

Untuk sahabat-sahabat ku semua. Semoga tetap berprasangka baik ya..! Doa kan saya.. semoga tetap lurus di jalan Allah.. Aamiin.









Minggu, 21 Oktober 2018

PAHAMI LAH AMANAH MU


 

YouTube: Kata Jiwa

 

PAHAMI LAH AMANAH MU
Oleh: Andy Firmansyah
21 Oktober 2018

Ada seorang sahabat ku yang kaya raya mengeluh karna tak dapat ilmu Allah.. seolah ia ingin seperti ku.

Lantas aku pun berkata,
"kau tak bersyukur sahabat ku. Kalau kau tetap mau ilmu itu.. kita tukar posisi yuk..! Kau di beri ilmu, tetapi di cabut kekayaan mu itu, kau mau begitu..?"

Akhirnya ia pun terdiam tak dapat berkata apa-apa lagi..!

Begitu lah kita.. padahal setiap kita ini khalifah. Ada tugas masing-masing. Ada amanah yang tak sama dengan orang lain. Pahami lah amanah mu..!

Berdakwah itu bukan hanya dengan ilmu. Jika kau di berikan kemampuan harta, berarti di situ lah dakwah mu untuk membantu sesama. Mengapa pula ingin seperti orang lain..?

Ilmu itu bukan segala nya..
Jika Allah tak memberi, berarti bukan di situ amanah mu. Jalani lah apa kemampuan yang di beri saat ini. Jika mampu mu di harta.. berdakwah lah dengan harta mu itu. Tolong menolong lah pada sesama.

Mengapa kau di beri harta.. karna Allah percaya kepada mu..
Mengapa aku di beri ilmu.. karna Allah percaya kepada ku..

Mari kita satu kan kekuatan ini. Tolong menolong lah di jalan Allah..

Sabtu, 20 Oktober 2018

KEHENDAK NYA


YouTube: Kata Jiwa

 

KEHENDAK NYA

KEINGINAN DIRI itu sebenarnya adalah perintah Allah..

Tetapi mengapa kita selalu mengubur nya dalam-dalam? Seolah, kita menganggap itu tak mungkin terjadi.

Itu karna kita melihat keterbatasan diri mas bro. Tidak kah kau lihat Allah yang maha kuasa dan maha segala nya..?

Coba tanya diri kita..!
Mengapa segala keinginan dan impian selalu tak tercapai.. seolah mustahil untuk meraih nya. Bisa jadi, engkau lah yang menghijab diri mu sendiri. Karna terjebak oleh logika mu sendiri.. "Ah, tidak mungkin..!"

Padahal Allah hendak memberi..
Yaitu dengan pertanda keinginan dan keinginan. Tetapi, diri ini lah yang enggan untuk menyambut pemberian itu.

Sudah, jangan lagi lihat diri mu yang serba tak mampu itu.. lihat lah Allah yang maha memampukan..!

Jika kau tanam di hati mu, "ya Allah.. aku ingin ya Allah..!" Maka, satu dinding penghalang akan hancur dan tiada sekat lagi.

"Aku yakin, KAU pasti mampu kan aku ya Allah!" Maka, Allah akan berikan penglihatan dan bayangan untuk meraih nya.

Hanya tinggal tunggu waktu.. pasti apa yang kau ingin kan itu akan kau dapatkan. Karna di sebalik keinginan mu itu.. ADA kehendak Nya..

Kamis, 18 Oktober 2018

TIADA GURU-TIADA MURID

TIADA GURU-TIADA MURID..

Mengapa saya ini tak mau di sebut guru? Karna tanpa saya minta dan ingin dianggap, toh kalian juga sudah menjadi murid saya.

Apa bukti nya..?
Selagi kalian mengamalkan apa yang saya ajarkan.. kalian masih menjadi murid, dan saya masih menjadi guru.

Lantas, ngapain lagi saya harus akui dan merasa guru..?

Jika suatu saat kalian meninggalkan saya, atau saya yang meninggalkan kalian. Selagi ilmu itu masih di amalkan.. guru dan murid itu tak akan pernah berpisah.

Lantas, ngapain pula kita merasa di tinggalkan?

Hanya guru baper yang merasa di tinggalkan. Padahal itu berhala diri. Jika tugas kita hanya menyampaikan, mengapa harus kecewa..? Berarti ada yang salah di hati ini. Berarti kita merasa bisa merubah orang lain.. padahal hidayah itu dari Allah.

Seharusnya kita sadar..
Tugas kita hanya mengarahkan.. bukan mengikat harus di ikuti..! Jika sudah begitu.. pasti banyak yang lari.

Mengapa mereka lari..?
Bisa jadi, engkau belum amanah sebagai guru..

Mengajarkan tentang kelurusan..
Tetapi berhala diri semakin menjadi-jadi.. itulah lah yang di hancurkan Allah. Hilang lah segala simpati..

Oleh karna itu.. biar lebih aman..
Lepaskan lah keakuan itu. Tiada guru.. dan tiada murid..







Rabu, 17 Oktober 2018

DOA ZAKI

Ada satu doa yang saya dapatkan dari anak saya. Pernah ia minta di belikan mainan.

Lantas saya suruh ia berdoa, zaki minta lah kepada Allah. Kalau ayah murah rezeki ayah akan belikan nanti mainan nya.

Ia pun mengangkat tangan sambil berdoa, *"Ya Allah.. berikan lah kami rezeki, agar bisa beli apa pun..!"*

Merinding saya dengar doa nya itu.. apa nggak dasyat tuh, bisa beli apa pun..? Hehe.. 🙏👍😁