Sabtu, 30 April 2016

NAFAS

NAFAS

"ikuti saja nafas..
Jangan mengatur nafas, nanti capek.."

Ada rahasia di sebalik nafas.

Mengikuti nafas.. itulah rileksasi yang paling tenang, damai, tentram.. titik berserah.. nol ego..

Mengatur-atur nafas ya pasti capek, tidak bisa masuk ke alam tenang. Masih ada ego, belum nol..

Apalagi jika mengikuti nafas sambil berdzikir kepada ALLAH(SADAR ALLAH), luar biasa tenang nya. Bukan berarti hidup tiada masalah, masalah ya tetap ada. Tetapi yang mengikuti nafas lebih santai, rileks dalam menghadapi hidup ini.

Susah dan senang ya sama saja, karna jiwa telah tenang. Hidup ini di jalani dengan nol ego, hanya berserah saja pada yang memberi nafas. Nafas itu adalah kehendak ALLAH. ALLAH lah yang mengeluarkan dan memasukkan nafas ini. Jika terbiasa mengikuti nafas, akan paham segala kehendak nya terhadap diri ini.

Di beri masalah.. ya ikuti saja nafas/ kehendak nya, berserah.. nanti masalah itu akan terselesaikan juga dengan kehendak ALLAH..

Jangan seperti orang yang mengatur-ngatur nafas.. pasti capek, pasti kecewa. Karna selalu berusaha dan bertindak dengan EGO. Sehingga tidak bisa masuk di wilayah tenang.

Di beri masalah, mengeluh..
Karna begitu kuat nya EGO, Tiada berserah. Akhirnya, mati-matian mencari penyelesaian masalah.
Tanpa di sadari.. mengeluh itu sudah melawan kehendak ALLAH. tidak terima akan kehendak NYA.

Jadi ikuti saja nafas.. pasti tenang.
Jangan mengatur-ngatur nafas, nanti jadi capek dan kecewa..

BUKAN AKU..

BUKAN AKU.. TETAPI ALLAH..

فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْ ۖ  وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَ لٰـكِنَّ اللّٰهَ رَمٰى  ۚ  وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَاۤءً حَسَنًا   ؕ  اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
[QS. Al-Anfal: Ayat 17]

Ketika aku menyampaikan segala kebenaran yang datang daripada ALLAH.. jangan marah pada ku.

Segala kata.. segala tulisan.. bukan aku yang menulis, tetapi ALLAH..
Aku hanya menyampaikan saja..
aku hanya perantara nya saja.
Tiada ku paksa kalian percaya..
Tiada ku paksa harus mengikuti kata-kata ku..

Jika engkau tidak suka dengan apa yang aku katakan..
Jika engkau tidak suka dengan apa yang aku tuliskan..
Jangan marah pada ku, marah lah pada yang menyuruh ku.. marah lah pada ALLAH..

Aku akan terus berkata mengikut kalam nya..
Aku akan terus menulis mengikuti perintah nya..

Biar saja kalian marah dan membenci diri ini..
Karna aku tak sanggup menolak perintah nya, jika ia telah berkehendak atas diri ku..

Itu semua bukan lagi aku, tetapi ALLAH..

Jumat, 29 April 2016

DZIKRULLAH

DZIKRULLAH LEBIH BESAR KEUTAMAAN NYA..

Banyak orang yang selalu berkata bahwa sholat itu lebih utama daripada dzikirullah. Kita kaji sama-sama yuk..!

اِنَّنِيْۤ اَنَاۡ اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ  اَنَاۡ فَاعْبُدْنِيْ  ۙ  وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.
[QS. Ta Ha: Ayat 14]

Tujuan sholat itu ialah dzikirullah(SADAR ALLAH). Menghadap nya sang hamba kepada sang pencipta atau menemui ALLAH. Dan agama lain pun sama, yang namanya sembahyang, ya menghadap Tuhan.

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى ۙ  وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ  قٰنِتِيْنَ
Peliharalah semua salat dan salat wusta. Dan laksanakanlah (salat) karena Allah dengan khusyuk.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 238]

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ  ؕ  وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ ۙ
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
[QS. Al-Baqarah: Ayat 45]

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ  اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 46]

Jadi sangat jelas.. di wajib kan kita sholat itu harus khusyu'. Seperti apa khusyu' itu? Kan jelas ayat di atas, "mereka yang yakin akan menemui akan tuhan nya". Jadi khusuk itu ya IHSAN( SADAR ALLAH), dalam sholat harus mencapai IHSAN. Sehingga kita bertemu pada siapa yang di sembah(ALLAH).

mengapa sholat itu bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar? Karna IHSAN(SADAR ALLAH). Semua perbuatan keji dan mungkar jadi terhindari karna kita SADAR, sedang di saksikan ALLAH. kita SADAR, ALLAH melihat perbuatan kita. Jadi takut berbuat dosa.

Berapa banyak yang sholat nya rajin, tetapi perbuatan keji dan mungkar rajin juga? Karna bertemu ALLAH nya hanya di saat sholat saja, di luar sholat tiada IHSAN. Atau dalam sholat pun tiada khusyu' bagaimana menjadi IHSAN?.

اِنَّنِيْۤ اَنَاۡ اللّٰهُ لَاۤ

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ     ؕ   اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ  ؕ  وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ    ؕ   وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al-'Ankabut: Ayat 45]

Makna dzikir itu bukan ingat, tetapi SADAR. Jadi sangat penting nya SADAR ALLAH dalam setiap perbuatan/ ibadah kita, bukan hanya di sholat saja. Karna tujuan sholat itu IHSAN/SADAR ALLAH, bertemu ALLAH. Jangan seperti orang munafik yang beribadah tiada kesadaran kepada ALLAH. ALLAH mengetahui yang kita kerjakan.

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ  ۚ  وَاِذَا قَامُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰى  ۙ  يُرَآءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا    ۖ   ۙ
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.
[QS. An-Nisa': Ayat 142]

Makanya dzikrullah(SADAR ALLAH) itu lebih utama dari ibadah lain nya. Dalam sholat atau pun di luar sholat harus terus berdzikir, harus selalu SADAR ALLAH.

makna berdzikir yang sebenar nya itu ialah SADAR ALLAH. Jadi bukan duduk/semedi berjam-jam lamanya, sehingga tidak perlu lagi sholat. Kan sudah SADAR ALLAH, ngapain sholat? Itu stress namanya, tidak memahami perintah ALLAH dalam Al quran.

SADARI LAH ALLAH dalam kehidupan ini, dalam diam, dalam gerak, duduk, berdiri,berbaring. Sebanyak-banyak nya.

Begitu pula dzikir nafas.. bukan hanya di saat duduk timpuh saja SADAR ALLAH, di luar itu kesadaran terlepas.

Berdzikir menyebut nama ALLAH berulang-ulang itu adalah menyambung kesadaran, jika telah terbiasa ya tiada sebutan lagi. Hanya SADAR ALLAH saja tiada putus. Memanggil-memanggil nama ALLAH itu agar mendekat, agar tersambung. Jika telah tersambung, telah dekat.. ngapain lagi di panggil-panggil? Ya di sadari saja ALLAH bersama kita.. IHSAN.

Semoga menjadi renungan kita bersama.. ibadah tanpa SADAR ALLAH, sama saja orang munafik.
Menjalani hidup tanpa SADAR ALLAH, bagaimana kan TAKWA? Tiada menyadari segala perbuatan di saksikan ALLAH.?

perbaiki lah diri ini.. senantiasa lah berdzikir(SADAR ALLAH) dalam setiap diam dan gerak diri ini.. karna dalam setiap amalan harus ada SADAR ALLAH(berdzikir)..



IKUTI ILHAM ALLAH

jika ilham ALLAH itu hanya kepada orang-orang yang tertentu dan waktu tertentu saja, berarti anggapan anda salah..
Ilham Allah itu setiap saat, dan setiap waktu.

Seluruh alam semesta, planet-planet, dan di antara langit dan bumi ini semua nya di perintah kan bergerak, tiada yang diam. Batu saja yang benda mati.. unsur atom nya bergerak. Bukan DIAM..

Apa hanya kyai saja, syeikh dan orang alim saja yang menerima ilham? Bukan hanya mereka, seluruh manusia itu sebenarnya di ilham kan ALLAH. Cuma, Hanya sebahagian kecil saja yang memahami nya karna tidak semua SADAR ALLAH. Karna tertutup nya oleh ego diri, bagaimana kan paham jika keakuan begitu kuat nya?

Jika kita telah memahami ilham ALLAH.. sungguh hidup ini amat santai, tenang dan bahagia. Bagaimana tidak bahagia.. segala gerak mengikuti petunjuk? Tentu kita dalam kebenaran, tiada tersesat dan kecewa.

Kegagalan, kecewa dan putus asa itu karna tidak memahami ilham. Bergerak sesuka kehendak, berusaha mati-matian, tapi tidak bahagia.. karna tidak sama dan bukan itu yang ALLAH kehendaki.
Di suruh ke timur koq malah ke barat..
Di suruh bergerak koq malah berdiam..
Di mana letak patuh nya itu..
Di mana letak takwa nya..?

Contoh kecil..
Istri saya bertanya, " bang, saya ingin bekerja! Saya ingin mendapatkan penghasilan sendiri. Boleh, bang?". Saya pun tersenyum dan menjawab, " boleh saja, apa yang sedang di perintahkan ALLAH saat ini?".

" Perintah?, perintah yang bagaimana bang?". Istri pun semakin bingung tak mengerti.

"ALLAH itu telah membentuk kita di dalam rahim. Apa yang di bentuk ALLAH? Bukan jasad ini saja. Tetapi setiap manusia mempunyai kelebihan nya masing-masing. Dan berpotensi untuk menjadi 'sesuatu' dengan yang di bentuk ALLAH itu". 

Apa bakat alami kita yang di berikan ALLAH, apa yang bisa kamu kerjakan saat ini dan kamu sangat menyenangi nya?". 

Istri pun menjawab, "Yang saya senangi.. yaitu membuat Bross jilbab. Tetapi itu hanya lah hobi, untuk mengisi waktu luang dan menghibur diri di kala suntuk".

"Ya sudah. itu lah perintah ALLAH. Buat saja banyak-banyak, lalu jual. Nanti kan dapat penghasilan". 

Istri semakin bingung tak percaya. " apa bisa bang, apa mungkin bang bisa laku? Ini kan hanya iseng-iseng aja. Tapi benar juga ya, dorongan untuk membuat bross ini sangat kuat".

"Ikuti saja perintah ALLAH pada diri ini, jangan ikuti kehendak dirimu". 

Istri saya itu ingin nya bekerja seperti dahulu lagi..
Lihat, sangat berbeda kan antara kehendak diri dan kehendak ALLAH.

Setelah saya meyakinkan nya, ia pun mengikuti perintah ALLAH. ia pun buat bross dan menjual nya di media sosial. Eh, benar.. ternyata laku dan ada yang membeli..

Sekarang istri pun tambah semangat dan bersyukur.. kerja nya santai, tidak terganggu urusan anak dan rumah tangga. Coba jika jadi buruh di suatu perusahaan, pasti entah apa jadi nya, anak siapa yang mengurus?.

Sama juga seperti saya dahulu, senang menulis, tetapi ketika turun perintah di suruh membuat buku, saya tidak yakin. Apa bisa.. apa mungkin jadi penulis? Tetapi dorongan menulis ini kuat sekali. Ada yang kurang jika tidak menulis.

Bismillah.. nekad saja mengikuti perintah, ternyata benar bisa buat buku.. walau masih proses. Hehe..
Jadi, tawakal yang sebenarnya itu bukan berserah pasrah tidak melakukan apa-apa.. tetapi ketika kita berserah pahami lah perintah Allah pada diri. 

ALLAH itu selalu berkata-kata..
Kamu begini, kamu begitu, kamu lakukan ini dan itu dll. Dan sangat jelas jika kita SADAR ALLAH.. sehingga apa yang kita lakukan itu, bukan lagi kehendak diri. Tetapi kehendak ALLAH.

Percuma saja banyak berdoa jika tidak patuh pada perintah.
Di alquran itu bukan di anjurkan banyak berdoa, tetapi banyak-banyak lah berdzikir (SADAR ALLAH) agar kamu beruntung.

Sadari saja ALLAH dalam setiap diam dan gerak dan patuhi lah segala perintah. itulah orang yang selalu dapat petunjuk..

Semoga kisah ini menambah keyakinan sahabat semua, apa perintah ALLAH saat ini? Pasti ada suatu dorongan yang sangat kuat dari dalam diri ini. Dan itu sangat berbeda dengan kehendak diri kita sendiri. Dan kerjakan lah..

MINTA..

Ketika telah meminta, jangan menunggu untuk di beri..
Ketika telah berserah, itu saat nya datang perintah..

Dengar saja, pahami saja.. segala kata..
Kemana harus melangkah..
Kemana petunjuk arah..

Lakukanlah, penuhi segala perintah..
maka kau kan dapat apa yang di pinta..

Sungguh bodoh nya, meminta tapi hanya berdiam..
Sungguh bodoh nya, bergerak tanpa tujuan..

Lepaskan segala Aku..
Lepaskan segala mampu..
Duduk saja di situ, duduk saja menunggu..
dengarkan segala kata..
dan patuhi segala perintah..