Senin, 08 Juli 2019

SANG PETUNJUK JALAN


YouTube: Andy Firmansyah

 

SANG PETUNJUK JALAN
Oleh: Andy Firmansyah
8 Juli 2019

Jasad ku memang satu..
Tetapi jiwa ku bisa berpecah beribu-ribu..

Dalam menempuh jalan ketuhanan ini.. aku kan selalu mendampingi saudara-saudara ku..

Jangan lah kalian takut sendiri.. aku selalu menyertai..

Biar lah Aku yang terkena duri dan Akar..
Biar lah Aku yang pasang badan..
Asalkan terbuka lah jalan..

Kalian hanya tinggal mengikuti di belakang ku..
Kalian hanya tinggal mempelajari Jalan ku..

Tak perlu lah kalian rasakan sakit untuk mendapatkan ilmu..
Tak perlu lah kalian rasakan perih seperti ku..

Kalian hanya mengambil ilmu nya saja..

Setelah kalian tegap berdiri..
Setelah kalian mandiri..

Aku kan pergi.. menyendiri..
Aku kan sulit di temui..
Aku akan di sembunyikan Allah..

Tugas ku hanya membuka Jalan..
Jalani lah jalan-jalan ku itu..

Sabtu, 06 Juli 2019

BERADAB KEPADA GURU

BERADAB KEPADA GURU
Oleh: Andy Firmansyah
6 Juli 2019

Seperti apakah beradab kepada guru itu..?

Adab berguru bukan lah pandai mengambil hati guru, bukan pandai menjilat guru..!

Adab sesungguhnya ialah apabila kita menyerap keilmuan nya dengan sempurna.

Segala ilmu sang guru mau kita terima dan pelajari dengan sunguh2. Dan tentu nya dengan keilmuan yang di beri itu banyak manfaat bagi orang lain.

Guru yang baik adalah guru yang menurunkan keilmuan nya sebelum ia mati. Di sisa umur nya ia kan membaca.. siapa kah yang berhak dan amanah menerima keilmuan nya..!

Dan murid yang baik, yang benar2 beradab ialah murid yang sungguh2 mau belajar dan menggali terus keilmuan sang guru.

Ia akan kembangkan dan  terus mengeksplore agar lebih hebat dari guru nya.

Ketika si murid jadi lebih hebat dari si guru.. sesungguhnya itulah hakikat beradab. Tentu si guru menjadi bersyukur karna murid nya bisa mengembangkan keilmuan nya.

Apa pun ilmu dari guru kita.. gunakan lah di jalan Allah. Harus bermanfaat dan amanah. Jangan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Di situ lah adab yang sesungguhnya..

SISI BURUK MENJADI ORANG SAKTI

SISI BURUK MENJADI ORANG SAKTI
Oleh: Andy Firmansyah
6 Juli 2019

Banyak para spiritualis yang mencari ilmu-ilmu kebathinan terjebak pada kesaktian. Mengolah wilayah bathin itu sebenarnya sangat bagus apabila kita arahkan kepada Tuhan. Sehingga kita bisa mengenal Nya lebih dekat dan menyadari sejati nya diri.

Sehingga dengan proses kenal itu kita bisa menjadi hamba yang lebih bertakwa. Dan mencapai kezeroan hakiki..

Awal nya kita mempelajari suatu ilmu dengan mengharapkan Fadhilah tertentu dan kelebihan yang luar biasa yang tak di miliki oleh orang biasa. Yaitu ingin sakti mandraguna..!

Memang benar.. keinginan kita itu di berikan Allah. Akhirnya bisa ini dan itu.. mampu mengobati dan meramal kejadian-kejadian yang akan datang.

Bahkan dengan olah spiritual itu kita bisa mendapatkan kekasyafan. Bisa mengetahui isi hati orang.

Dengan berjalan nya waktu, EGO lah yang menguasai diri. Kita merasa bisa dan mampu.. tetapi tak pernah menyadari bahwa kita ini hanya lah di beri sedikit kuasa oleh Nya.

Apa saja efek nya..?
Kita menjadi sok sakti dan merasa lebih dari orang lain. Dengan kelebihan itu kita pun menjadi sombong dan memandang rendah orang lain.

Setelah merasa berilmu.. merasa sakti.. muncul lah sifat pemarah. Dan hati pun menjadi keras tak mau mendengar nasehat lagi.

Efek yang lain pasti banyak musuh dan banyak yang membenci. Akhirnya kita pun sering di tes orang karna merasa berilmu. Rumah tangga hancur berantakan.. kawin-cerai dan kawin-cerai selalu.

Mengapa bisa begitu..?
Ya siapa yang sanggup hidup bersama syetan. Ego nya terus yang di pertuhankan.

Apakah enak jadi orang sakti..?
Pastilah tidak enak. Begitu lah cara Allah menyesatkan kita. Karna yang kita cari bukan lah Allah..!

Di beri kesaktian bukan untuk tambah dekat.. tetapi justru kita di jauh kan Nya.

Jadi.. mari kita kembali luruskan niat. Ayoo kita ke Allah.. lepaskan keakuan diri dan merasa bisa..

Kembali lah menjadi hamba sebenar benar nya hamba..

Senin, 01 Juli 2019

PERLUKAH BAIAT DALAM DZIKIR NAFAS..?

PERLUKAH BAIAT DALAM DZIKIR NAFAS..?
Oleh: Andy Firmansyah
1 Juli 2019

Banyak teman-teman yang bertanya tentang baiat. "Perlukah Baiat dalam Dzikir Nafas..?"

Jawab,
Dalam mengamalkan Dzikir Nafas teman-teman tidak perlu berbaiat layak nya di sebuah toriqoh. Dzikir Nafas Bisa di pelajari dari buku, blog, atau pun dari YouTube saya.

Walau tidak bertemu langsung kepada saya teman-teman bisa belajar sendiri seperti di YouTube.
Di sana sudah saya tuangkan segala ilmu dan pengalaman.

Dan saya pun menyediakan wadah untuk belajar bersama yaitu group Kesadaran Jiwa di WhatsApp.

Silakan hubungi para admin dan teman-teman yang duluan menjalani. Bertanya dan belajar lah bersama mereka. Mereka itu lah bayang-bayang Allah yang bisa memvibrasi kita ke Allah.

Dengan ketulusan hati ingin belajar dan mendalami ilmu dzikir nafas ini maka keberkahan ilmu itu akan kita dapatkan. Amalkan lah dengan sungguh-sungguh.

Minggu, 02 Juni 2019

GODAAN ORANG YANG TELAH KASYAF


 

YouTube: Kata Jiwa

 

GODAAN ORANG YANG TELAH KASYAF
Oleh: Andy Firmansyah
2 Juni 2019

Bagi para pengamal dzikir yang hati nya selalu terpaut kepada Allah, pastilah akan di berikan KASYAF oleh Allah.

Kasyaf ini ialah memang sebuah karunia (Karomah) dari Allah, tetapi jika tiada pengarahan dan bimbingan bisa juga menjadi istidraj.

Ketika di buka kan nya tabir hakikat (kasyaf), dan kita bisa melihat dengan pandangan Allah. Bisa mengetahui dengan ilmu Allah.. pasti lah kita akan sering menghakimi orang lain.

Sebaik apa pun bungkus nya, kita kan tahu isi terdalam. Di sini kita sering su'udzon atau berprasangka buruk kepada orang lain. Ingat lah, di sebalik karunia tentu ada juga ujian Allah..!

Dalam hati kita sering berkata,
"Aku tahu semua nya, aku tak bisa di bohongi." seolah kita bisa me scanning orang lain. Tanpa sadar itu menjadi keakuan di diri kita.

Apa saja godaan orang yang telah kasyaf?
Pasti lah sering menghakimi orang lain, suka membuka aib orang lain. Dan pasti banyak musuh nya, karna tak bisa berprasangka baik kepada siapa saja.

Kita hanya pandai melihat isi orang lain.. tetapi tak pandai melihat ke dalam diri kita sendiri.

Kasyaf itu hanya lah sedikit Sirr Allah. Tetapi jangan terlalu bangga.. jika kita tidak amanah menjaga Sirr Nya, maka kelak karunia itu pasti akan di cabut kembali oleh Allah. Andaikan kita tahu istidraj di sebalik karunia itu pastilah kita kan menolak pemberian Allah itu.

Bagi anda yang sudah memiliki karunia itu, jaga lah Sirr Allah itu. Amanah lah menggunakan nya. Yang nama nya Rahasia.. harus lah tetap rahasia. Jangan lah kita membuka nya untuk menunjukkan keakuan kita..!