Selasa, 03 September 2019

MENGELUH ITU ADALAH RAHMAT NYA


 

YouTube: Andy Firmansyah

 

MENGELUH ITU ADALAH RAHMAT NYA
Oleh: Andy Firmansyah
3 September 2019

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْاِ نْسَا نَ خُلِقَ هَلُوْعًا ۙ 
innal-insaana khuliqo haluu'aa

"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh."
(QS. Al-Ma'arij 70: Ayat 19)

Di sebalik keluh kesah juga ada rahasia Allah..

Ketika kita di buat Nya mengeluh.. bacalah..!

Apa pelajaran Allah..
Mengapa di buat Nya kita mengeluh..?

Mengeluh ini bukan mau nya aku.. tetapi mau nya Allah..!

Dalem nih..

Di situ lah Allah sedang mengajarkan..

Sekarang kau mengeluh kan..?
Sekarang kau tak berdaya kan..?
Sekarang kau tak bisa apa-apa kan..?

Bisa apa kau sekarang..?
AKU lah yang serba bisa..
Bukan kamu..!

Dengan keluhan itu..
Kemari lah wahai hamba KU..
Mengadu lah kepada KU..
Minta lah kepada KU..

Sesungguhnya AKU hendak menunjukkan KUASA KU.. KEAKBARAN KU..

Selama ini kau merasa bisa..
Selama ini kau merasa bangga..
Kau merasa tak butuh AKU..

Sekarang lah KU buat kau butuh AKU..

mengeluh mu itu panggilan KU..
mengeluh mu itu rahmat dari KU..

Senin, 19 Agustus 2019

KETIKA DI BENCI


 

YouTube: Kata Jiwa

 

KETIKA DI BENCI
Oleh: Andy Firmansyah
19 Agustus 2019

Sebaik apa pun kamu..
Akan tetap ada orang yang membenci.. iri.. dan  tak suka dengan diri mu..

Mereka membenci bukan berarti ada yang salah pada diri mu..
Pasti ada sesuatu yang lebih pada diri mu..

Biar lah penyakit hati itu menggrogoti hati mereka.. tetapi jaga lah hati mu. Jangan sampai hidup mu terganggu oleh ocehan nya.

Tetap jalani hidup apa ada nya..
Tetap lah bahagia..

Jadikan dendam mu sebagai pembuktian diri.. bahwa kamu lebih baik dari mereka..

Bantah lah ocehan mereka dengan sesuatu yang mereka belum ada..

Kebencian tak perlu di balas dengan kebencian. Cukup lah dengan pembuktian, bahwa kamu memang lah tak tertandingi oleh nya..

☕

Rabu, 31 Juli 2019

ILMU NEGO

ILMU NEGO
Oleh: Andy Firmansyah
31 Juli 2019

Jika kita memiliki sebuah keinginan atau permintaan yang besar.. kita harus siap kan wadah nya dahulu untuk menampung rezeki Allah.

Pandai-pandai lah kita bernegoisasi kepada Allah..

Ketika kita meminta sesuatu yang besar.. sebenarnya Allah itu bertanya,

"Jika KU berikan sesuatu yang besar itu.. lantas untuk apa..?"

Kebanyakan kita belum siap menjawab pertanyaan Allah itu. Kita pun nggak punya wadah untuk menampung amanah besar itu. Yang kita pikirkan hanya lah untuk diri semata.

Sekarang kita sudah punya wadah nya. Bernego lah kepada Allah..!

" Ya Allah.. kami hendak membangun Padepokan Kesadaran Jiwa. Jadikan lah kami penyalur atau perantara untuk mengisi wadah yang besar itu.

Percaya kan lah kepada kami limpahan rezeki yang besar agar kami bisa membangun Padepokan itu.

Karna banyak umat MU yang butuh ya Allah.. semoga dengan fasilitas itu memudahkan mereka belajar dan mendekat kepada MU ya Allah.."

Jika benar kita siap menjadi perantara Allah.. siap menyalurkan rezeki Allah.. dan wadah nya pun besar. InsyaAllah.. besar pula Allah berikan kepada kita..

Karna DIA lah sebaik-baiknya pemberi rezeki..

Sekarang mari tanya kepada diri,
"Sudah kah kita ini ada wadah nya..?"

Jumat, 26 Juli 2019

MAQOM MAKRIFAT

MAQOM MAKRIFAT
Oleh: Andy Firmansyah
26 Juli 2019

Tingkatan Pertama,
Dia akan selalu bergantung kepada guru. Ia bercinta kasih untuk mengharapkan keridoan ilmu. Penurut dan mengabdi kepada guru. Dan Allah pun memberi makrifat kepada nya.

Tingkatan Kedua,
Ia tak lagi bergantung kepada guru.. tetapi mandiri belajar langsung kepada Allah. Ketika ia bisa belajar langsung kepada Allah di sini rawan kesombongan dan mengecilkan mahluk. Merasa tak butuh mahluk. Makrifat nya makrifat iblis. Tak mau tunduk kepada mahluk.

Tingkatan Ketiga,
Setelah semakin tinggi kemakrifatan nya.. ia lepaskan segala ilmu dan mulai nol kembali.. memulia kan mahluk karna Allah. Sehingga semakin beradab dan berakhlak pada sesama. Tetap menjadi orang biasa dan biasa-biasa saja. Hina di hadapan mahluk.. tetapi mulia di sisi Allah.

Minggu, 21 Juli 2019

SILAHTURAHMI BATHIN KEPADA GURU

SILAHTURAHMI BATHIN KEPADA GURU
Oleh: Andy Firmansyah
21 Juli 2019

Dalam mempelajari ilmu ketuhanan.. kita harus lah memahami dahulu silahturahmi bathin.

Seperti apakah silahturahmi bathin itu? Silahturahmi bathin ialah tersambung nya rasa. Atau jiwa bertemu jiwa..

Mungkin banyak yang bingung, "Bagaimana saya kan bersilahturahmi bang, padahal jiwa saja saya belum kenal..?"

Makna nya begini,
Kita harus ada rasa suka atau senang dahulu kepada orang nya, lalu juga suka akan ilmu-ilmu nya. Jika sudah seperti itu jaga lah rasa itu.

Mendekat lah, sambung rasa, sering-sering berkomunikasi agar kita saling kenal dan tambah dekat.

Kita jangan hanya mau ilmu nya saja.. tetapi kepada orang nya tidak mau dekat..! Mungkin kita banyak dapat ilmu nya.. tetapi ruh dari keilmuan itu pasti lah tidak akan kita dapatkan.

Bukan berarti guru itu pilih kasih..
Tetapi adab berguru itu sangat lah penting. Sang guru pasti kan melihat dan membaca.. siapa kah yang bersilahturahmi bathin kepada nya..

Jika si murid menjaga silaturahmi itu.. nggak perlu lah banyak minta ini itu. Tanpa kita sadari si guru akan menurunkan keilmuan nya kepada kita.

Dan jangan kaget jika di kehidupan kita sering terbuka tabir hakekat. Yang tidak tau.. menjadi tau! Karna keridhoan guru.. menjadi keridhoan Allah.

Setelah ilmu sang guru turun kepada kita.. tetap lah beradab dan sambung cinta kasih kepada guru. Amanah lah memakai keilmuan nya. Jangan pernah congkak dan merasa kita ini sudah bisa.. tak perlu guru lagi..

Karna kalau silahturahmi bathin terputus.. akan di cabut nya kembali ruh keilmuan itu. Dan ilmu yang kita miliki itu tiada lagi daya nya. Kosong.. tanpa ruh!