Minggu, 14 April 2019

DI BOLAK-BALIK ALLAH

Di BOLAK-BALIK ALLAH
Oleh: Andy Firmansyah
14 April 2019

Sedikit berbagi kisah..

Kita harus hati2.. Allah itu mudah membolak-balik kan hati manusia.

Dahulu saya pernah marah, oleh sikap istri yg suka melawan dan berkata kasar kepada saya. Tetapi marah itu saya pendam.

Banyak sikap istri yang tak sesuai dengan harapan saya. Capek di nasehati.. tetapi nggak berubah juga.

Akhirnya Allah berikan lah penyakit yg sangat parah kepada istri. Masuk rumah sakit dan harus di operasi.

Di situ sirna lah kemarahan saya. Akhirnya benci berubah menjadi sayang. Kasihan saya lihat perih nya penyakit yg di derita nya.

Ternyata begitu lah Allah membolak-balik kan hati kita. Tetapi istri di buat sakit dahulu..

Jangan lah hal itu terjadi dengan teman2 di sini ya. Lebih baik kita banyak sabar saja..

Sejak saat itu saya lebih banyak bersabar.. takut saya Allah membolak-balik hati dengan cara terpaksa.

🙏🙏🙏

Kamis, 27 Desember 2018

TASAWUF SESUNGGUH NYA

BELAJAR ATAU MENJALANI..?
Oleh: Andy Firmansyah
27 Desember 2018

Ini yang banyak tidak di ketahui bagi para pencari Tuhan. Saya akan bongkar agar kalian semua paham di mana posisi kalian saat ini.

Orang yang sedang mempelajari ilmu tasawuf itu miskin nya itu ya di buat-buat. Semua itu atas keinginan nya sendiri. Anti harta, anti dunia, anti kemewahan. Ia lebih rela hidup prihatin dan menyusahkan diri nya sendiri.

Terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri sehingga tidak bisa bersosial. Terkadang ia rela menghinakan diri nya sendiri agar bisa lepas dari kemelekatan duniawi. Bahkan bermacam-macam ritual ia jalani untuk bisa hidup prihatin. Ini adalah ciri-ciri orang yang sedang belajar tasawuf..!

Berbeda dengan orang yang sedang menjalani tasawuf. Miskin nya itu ya bukan karena kehendak nya. Tetapi ya kehendak Allah untuk mendidik nya agar tidak terlalu cinta dunia. Allah lah yang menghinakan dan mengikis keegoan diri nya. Bukan mau nya sendiri.

Di situlah beda nya yang sedang belajar dan yang sedang menjalani.. dimana kah posisi kita..?

Orang yang sedang belajar tasawuf pasti hidup nya terpuruk berkepanjangan.. miskin penuh kehinaan.. Bahkan ada yang gila tak tentu arah. Ia anggap itu sudah benar, padahal itu mabuk ketuhanan. Sudah pasti kehidupan nya hancur dan tak produktif. Pasti rumah tangga hancur berantakan. Itu ya karena ia cari penyakit sendiri.

Berbeda dengan orang yang sedang menjalani tasawuf. Keterpurukan nya itu ya tidak berkepanjangan. Setelah jatuh miskin, hina, terpuruk, maka Allah akan kembali memuliakan nya.

Inti nya Allah hanya ingin ia lepas kemelekatan dunia. Setelah ia tak terlalu cinta lagi pada dunia. Maka Allah kembalikan lah dunia pada nya.

Jadi, dimana posisi kita..?
Sedang belajar.. atau kah sedang menjalani..?

Rabu, 07 November 2018

PROTES NYA SANG PERTAPA

PROTES NYA SANG PERTAPA
Oleh: Andy Firmansyah
7 November 2018

Ada seorang pertapa.. ia protes kepada Tuhan nya. Ketika ia mendekatkan diri kepada Tuhan nya hidup nya semakin susah.

Jangankan untuk makan. Untuk membeli tabung gas agar bisa masak saja ia tiada uang. Dahulu rokok mahal, sekarang terpaksa beli tembakau kiloan. Asal ada asap nya.. hehe..

Hidup nya semakin di banting. Bahkan pernah ia tiada uang sedikit pun, sehingga harus meminta makan kepada tante nya.

Pahit.. benar-benar pahit..!!!
Ia pun sering menangis karna meratapi nasib nya. Bahkan menangis nya pun sudah tiada lagi air mata.

Ia pun datang menjumpai Tuhan nya, mengadu lah ia menunjukkan rasa protes nya..

" Ya Allah.. dahulu aku jauh, tetapi KAU beri segala nya. Sekarang aku mendekat.. tetapi KAU ambil semua nya. Mengapa ENGKAU pelit pada ku ya Allah..? Kalau tahu bakal begini susah nya, tak akan mau aku mendekat pada MU..!" Mengutuk-ngutuk lah dia melampiaskan rasa kecewa nya!

Allah tetap tersenyum melihat amarah hamba nya itu..

Si pertapa itu pun terus menangis.. menunggu jawaban dari Allah.

Lantas Allah pun membujuk hamba nya itu..
"Wahai hamba ku, benarkah engkau beriman kepada ku? Benarkah engkau lebih cinta kepada KU.. ataukah engkau lebih cinta kepada duniawi ini?"

"Kurang apa lagi ya Allah..? Semua maksiat ku tinggalkan, segala ibadah aku kerjakan. KAU butuh bukti apa lagi..? Bahkan engkau tahu isi hati ku..!" Si pertapa itu pun semakin marah.

"Yang ku sembah adalah yang maha kaya. Tetapi untuk makan saja aku susah begini. Di mana letak kaya MU? Aku kecewa pada mu ya Allah!" Semakin lah ia mengamuk pada Tuhan nya.

Allah pun semakin tertawa melihat si pertapa itu..
"Bukan nya aku pelit wahai hamba ku. Engkau ingin kaya? AKU tinggal sebut KUN, maka terjadi lah. Mudah bagi KU. Lantas kalau KU beri kekayaaan itu.. Kaya mu itu untuk apa?"

Si pertapa itu pun tertunduk terdiam tak dapat menjawab apa-apa.

"Aku tidak minta kaya ya Allah. Yang penting cukup. Jangan lah aku susah begini..! Kalau diri kuat kuat, anak-istri ku yang tidak kuat!" Semakin lah ia protes akan kesusahan hidup nya.

Allah pun melanjutkan..
" Di sini lah bentuk didikan ku, agar engkau selalu bersyukur dan amanah. Agar engkau tahu menghargai apa yang aku berikan. Jangan lah lagi kau tertipu dunia sehingga lupa kepada KU."

Jika benar engkau amanah, akan ku kembalikan dunia kepada mu. Agar engkau menjadi rahmatan pada sekeliling mu. Engkau paham rasa nya jadi orang susah. Biar ada simpati mu pada sesama.

Jika benar engkau tak lagi cinta dunia.. akan ku kembalikan kepada mu!" Allah pun mencoba meyakinkan nya.

Lemas lah seluruh tubuh si pertapa itu. Terlalu banyak ia berprasangka buruk kepada Allah. Ia sangka Allah mendzolimi nya, padahal itu semua bentuk didikan Allah.

"Benar kah janji mu itu ya Allah? Jangan lah aku terus begini. Untuk rokok saja aku masih mikir ya Allah..!" Si pertapa itu pun menagih janji Allah.

Allah pun menjawab,
" Apakah pernah AKU ingkar janji..?"

"Janji ya, ya Allah..! Aku tunggu janji MU..!"

"Pasti ku penuhi janji KU, asal kau tidak mendua kan KU!"

Sejak saat itu.. Si pertapa itu pun belajar menerima segala kepahitan hidup. Yang ia sadari.. ini adalah didikan Allah, Bukan hukuman Allah..! Ia yakin, Allah sedang membentuk diri nya menjadi khalifah yang amanah.

Setelah keakuan dan kecintaan nya pada duniawi lebur. Setelah lima tahun masa pengikisan itu.. Allah pun menepati janji nya. Yaitu dikembalikan lah dunia kepada nya. Tetapi si pertapa itu tetap biasa-biasa saja. Ia paham akan tugas nya. Yaitu menjadi rahmat bagi sekitar nya.





Rabu, 24 Oktober 2018

KEMBALI KE ASBAB

KEMBALI KE ASBAB

Saya dahulu pernah merasakan di maqom tajrid. Seperti apakah tajrid itu? Yaitu kita tidak berusaha dan memikirkan duniawi, tetapi segala kebutuhan kita di cukupi Allah. Dua tahun belakangan ini hidup saya selalu di jamin oleh Allah tanpa bekerja.

Saya hanya di rumah saja berdakwah melalui media sosial seperti FB, Blog, dan You tube. Semakin banyak yang mengenal dan menyukai ilmu-ilmu yang saya sampaikan maka mereka pun memberi uang sebagai tanda terimakasih mereka.

Kata mereka, "uang ini tidak seberapa jika di bandingkan ilmu yang bang Andy sampaikan.!"

Ada yang memberi uang tiga ratus, sejuta, tiga juta, bahkan lima juta. Belum lagi yang ngajak bertemu dan ngopi bareng.. pasti deh amplop sudah di siap kan mereka.

Memang sih semua pemberian itu ikhlas karna Allah. Saya rasakan dari ketulusan mereka. Dan itu juga gerak dari Allah sehingga mereka rela memberi uang sebegitu banyak nya.

Tetapi entah kenapa semakin lama hati ini kok menangis. Saya bukan nya bahagia, tetapi malah berontak dan semakin tak nyaman. Mengapa tangan ku harus di bawah.. mengapa tidak di atas?

Saya kuatir ada sedikit keegoan yang menyelinap. Ternyata dakwah ku selama ini tidak bersih.. karna ilmu saya itu di bayar, padahal saya tidak minta.

Jika saya ikuti.. pasti saya bisa kaya raya. Karna begitu banyak nya jemaah yang memberi setiap hari. Tetapi bathin ini semakin goyang, seolah seperti ada yang salah.

" Ya Allah.. aku nggak tahu, ini karunia MU atau kah ujian dari Mu ya Allah..?" Hati semakin nggak tenang. Saya takut terpeleset oleh pemberian Allah itu.

Sehebat-hebat makrifat nya Rasulullah saja, tetap beliau berdagang. Bukan hanya tangan di bawah mengharapkan dari umat nya. Ah, tersentak lah diri ini. "Sampai kapan aku begini?"

Kalau di ikuti pasti saya kaya raya. Tetapi pasti banyak yang menganggap itu semua dari jemaah..!

Saya nggak mau begitu..
"Ibadah ku harus bersih karna MU ya Allah.. bukan karna amplop!"

"Aku ingin tangan ku di atas ya Allah.. jangan hanya di bawah! Seharusnya aku yang memberi bukan malah menerima!"

Oleh karna itu.. sekarang saya pun mulai kembali ke Asbab. Ya berusaha.. tentu nya mengikuti perintah dan gerak Allah..!

Untuk sahabat-sahabat ku semua. Semoga tetap berprasangka baik ya..! Doa kan saya.. semoga tetap lurus di jalan Allah.. Aamiin.









Minggu, 21 Oktober 2018

PAHAMI LAH AMANAH MU


 

YouTube: Kata Jiwa

 

PAHAMI LAH AMANAH MU
Oleh: Andy Firmansyah
21 Oktober 2018

Ada seorang sahabat ku yang kaya raya mengeluh karna tak dapat ilmu Allah.. seolah ia ingin seperti ku.

Lantas aku pun berkata,
"kau tak bersyukur sahabat ku. Kalau kau tetap mau ilmu itu.. kita tukar posisi yuk..! Kau di beri ilmu, tetapi di cabut kekayaan mu itu, kau mau begitu..?"

Akhirnya ia pun terdiam tak dapat berkata apa-apa lagi..!

Begitu lah kita.. padahal setiap kita ini khalifah. Ada tugas masing-masing. Ada amanah yang tak sama dengan orang lain. Pahami lah amanah mu..!

Berdakwah itu bukan hanya dengan ilmu. Jika kau di berikan kemampuan harta, berarti di situ lah dakwah mu untuk membantu sesama. Mengapa pula ingin seperti orang lain..?

Ilmu itu bukan segala nya..
Jika Allah tak memberi, berarti bukan di situ amanah mu. Jalani lah apa kemampuan yang di beri saat ini. Jika mampu mu di harta.. berdakwah lah dengan harta mu itu. Tolong menolong lah pada sesama.

Mengapa kau di beri harta.. karna Allah percaya kepada mu..
Mengapa aku di beri ilmu.. karna Allah percaya kepada ku..

Mari kita satu kan kekuatan ini. Tolong menolong lah di jalan Allah..