Sabtu, 23 September 2017

MENCURI ILMU

MENCURI ILMU

setahu kita, kata "mencuri" selalu identik dengan makna tidak baik. tetapi yang mau saya jelaskan ini ialah cara mencuri yang baik.

ketika kita belajar ilmu ketuhanan, kepada siapa pun kita belajar atau berguru. curi lah ilmu guru itu.

cara nya bagaimana bang?
ketika sedang belajar dan menyerap ilmu guru. jangan banyak bertanya..! tetapi banyak-banyak lah bercerita tentang laku perjalanan kita kepada guru.

ketika kita bercerita pengalaman laku spiritual kita. maka guru tersebut akan menurunkan ilmu nya tanpa kita pinta-pinta. di sini si guru akan lebih ridho membagikan ilmu-ilmu nya ketika ia mengetahui kita ini benar-benar telah menjalankan apa yang di ajari nya. maka dengan senang hati beliau kan terus membimbing kita.

sedangkan orang-orang yang selalu bertanya-dan bertanya.. tetapi tiada laku yang di jalani nya. maka si guru tidak akan memberikan ilmu nya. dan ia akan sangat berat untuk memberi. " untuk apa di beri jika tak mau menjalani..ya buang-buang tenaga saja!"

Dan seorang guru, mata hati nya sangat peka.. semua kan tampak jelas. ia bisa melihat siapa yang pantas mendapatkan ilmu nya.. dan siapa yang tidak layak mendapatkan ilmu nya.

Begitu lah saya dahulu, saya tidak banyak bertanya kepada guru saya. dan begitu juga pada sahabat-sahabat senior.. paling saya hanya bercerita saja laku perjalanan saya. tanpa saya minta semua membagikan ilmu-ilmu nya. jadi guru saya itu banyak. saya bisa  belajar dari siapa saja. mereka kan memberi dengan keridhoan hati.

Dan mereka tidak merasa, saya menyerap ilmu-ilmu nya.. begitu lah cara mencuri ilmu. jangan banyak tanya, ceritakan saja laku perjalanan kita..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar